cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2026)" : 4 Documents clear
WONTON “CHIKUN” FORMULASI AYAM DAN IKAN KUNIRAN SEBAGAI KUDAPAN UNTUK BALITA GIZI KURANG USIA 24-59 BULAN Triutami Agustin Pramita; Puspita, Theresia; Suyitno, Juin Hadi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih tergolong tinggi meskipun menunjukkan tren penurunan, dengan angka stunting sebesar 21,6% dan wasting 7,7% pada tahun 2022, yang menurun menjadi 19,8% dan 7,4% pada tahun 2024. Dari kondisi ini, diperlukan intervensi gizi yang berkelanjutan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari formulasi terhadap nilai gizi kuantitatif, mutu organoleptik dan taraf perlakuan terbaik  pada Chikun Wonton untuk balita gizi kurang. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan meliputi rasio perbandingan antara ikan kuniran dan daging ayam (P1 50:50, P2 40:60, dan P3 30:70). Jumlah panelis adalah 30 orang. Kandungan nilai gizi dan mutu protein dianalisis melalui perhitungan empiris, mutu  organoleptik dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskall Wallis, yang akan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney saat hasilnya signifikan. Hasil: Penentuan formula terbaik dilihat dari hasil perhitungan Nilai Hasil (Nh). Nh tertinggi didapatkan pada perlakuan 1 (P1), sehingga perlakuan P1 merupakan formula terpilih. Dalam P1 memiliki nilai gizi: energi 283 kkal, protein 14,43 gram, lemak 14,97 gram, dan karbohidrat 26,99 gram; mutu protein: Skor Asam Amino (SAA) 100, Mutu Cerna (MC) 96,88, Net Protein Utilization (NPU) 96,88 dan Biological Value (BV) 100; dan mutu organoleptik : warna 3,3, aroma 3,27, tekstur 3,37 dan rasa 3,2. Kesimpulan: Perlakuan P1 merupakan formulasi terbaik karena memiliki kandungan energi, protein, dan lemak tertinggi serta mutu protein yang baik dengan profil asam amino esensial lengkap dan mudah dicerna. Secara organoleptik, P1 unggul pada aroma dan tekstur serta bersama P2 memiliki rasa terbaik, sementara P2 unggul pada warna. Berdasarkan nilai Nh tertinggi (0,75), P1 ditetapkan sebagai perlakuan terbaik.
EFEKTIVITAS THOUGHT STOPPING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS Kartiko Utomo, Endrat; Mulyono, Puput
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan masalah psikologis diperkirakan mencapai 20% hingga 45%. Kecemasan pada pasien hemodialisis dapat memicu perilaku irasional, ketidakpatuhan terhadap regimen terapeutik, konflik dengan tenaga medis, hingga ketakutan berlebih akan kematian. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi thought stopping, yang dirancang untuk memutus dan merestrukturisasi pikiran difungsional atau obsesif yang mengganggu. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas terapi thought stopping terhadap tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Sampel berjumlah 24 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen kecemasan dengan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rerata skor kecemasan 12,58 pada pre-test menjadi 8,25 pada post-test, dengan selisih penurunan sebesar 4,33. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000. Selanjutnya, uji efektivitas Cohen’s menghasilkan nilai 3,232. Kesimpulan: Terapi thought stopping  direkomendasikan untuk diterapkan dalam asuhan keperawatan guna membantu pasien mengontrol pikiran negatif dan meningkatkan kesehatan psikologis.
LAMA RAWAT PRA-TINDAKAN SEBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN PCI DI RSUD UNDATA SULAWESI TENGAH Lulun; Januarista, Afrina; Paundanan, Matius
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit jantung merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) menjadi salah satu terapi yang banyak dilakukan. Berdasarkan data RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, jumlah pasien yang menjalani PCI meningkat dari 324 pasien pada tahun 2023 menjadi 624 pasien pada tahun 2024. Hasil wawancara terhadap empat pasien jelang tindakan PCI menunjukkan gejala psikologis seperti sulit tidur, rasa takut mati, gelisah, dan jantung berdebar, yang mengindikasikan adanya depresi yang mungkin dipengaruhi oleh lama rawat sebelum Tindakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lama rawat dengan tingkat depresi pasien jelang tindakan PCI di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien yang menjalani PCI di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, dengan sampel sebanyak 54 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Dari 47 pasien dengan lama rawat cepat (≤3 hari), 45 orang (95,7%) tidak mengalami depresi dan 2 orang (4,3%) mengalami depresi ringan. Sedangkan dari 7 pasien dengan lama rawat sedang dan lama (>3 hari), 4 orang (57,1%) tidak mengalami depresi dan 3 orang (42,9%) mengalami depresi ringan. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan p = 0,012 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama rawat dan tingkat depresi pasien jelang tindakan PCI di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
PERSEPSI REMAJA TENTANG DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI : STUDI KUALITATIF DI DESA PESISIR SULAWESI SELATAN Ayu, Rosa Devitha; Mohammad Fikri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Krisis iklim saat ini telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan, termasuk remaja. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalukubodo, Kabupaten Takalar, yang merupakan wilayah terdampak bencana terkait perubahan iklim. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi remaja mengenai bagaimana krisis iklim dan peristiwa yang dipicu oleh perubahan iklim memengaruhi kehidupan mereka, dengan fokus pada kesehatan seksual dan reproduksi (KSR). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion dan wawancara mendalam melibatkan masing-masing tiga belas orang remaja perempuan dan laki-laki. Variabel yang diteliti meliputi peristiwa perubahan iklim yang dialami, dampak dan bentuk adaptasi yang dilakukan, data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa remaja mengalami beberapa peristiwa terkait iklim, termasuk banjir rob, kekeringan, dan angin kencang. Namun menganggap peristiwa tersebut relatif minor dan tidak secara signifikan memengaruhi kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Remaja perempuan mengatakan mereka mengakses layanan KSR di Puskesmas terdekat, khususnya untuk suplementasi zat besi, sedangkan remaja laki-laki menyatakan tidak pernah mengakses layanan terkait KSR. Para informan juga mengungkapkan bahwa tidak ada pelatihan/edukasi terkait dengan kesiapsiagaan bencana atau program konseling kesehatan reproduksi yang dilakukan di Desa mereka. Kurangnya pendidikan pencegahan ini meningkatkan kerentanan remaja mengingat tingginya angka pernikahan anak di Desa Kalukubodo. Kesimpulan: Meskipun dampak langsung dari peristiwa terkait iklim belum dirasakan oleh remaja,  kurangnya program edukasi KSR dan kesiapsiagaan bencana meningkatkan kerentanan remaja terhadap perubahan iklim. Sehingga diperlukan program terpadu yang ramah remaja dan berfokus pada pendidikan KSR serta kesiapsiagaan bencana untuk memperkuat ketahanan remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 4