cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282120368642
Journal Mail Official
abdimasppm@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29862892     DOI : https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18571
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 63 Documents clear
PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PEMANTAUAN DAN OTOMASI AQUASCAPE BERBASIS INTERNET OF THINGS DI SMK YASTI CISAAT SUKABUMI Indrarini Dyah Irawati; Dadan Nur Ramadan; Sugondo Hadiyoso; Yudha Purwanto; Ivosierra Andrea Larasaty
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.721 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18683

Abstract

Industri 4.0 mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Platform internet of things (IoT) merupakan salah satu teknologi pendukung revolusi industry 4.0. Teknologi IoT memungkinkan pekerjaan pengukuran dan kendali yang dapat dilakukan melalui jaringan internet. Peguruan Tinggi menjadi semacam tempat persiapan atau pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan memberikan keterampilan yang berkaitan langsung dengan penerapan dan pengembangan aplikasi yang mendukung percepatan industry 4.0. Perguruan tinggi dapat berperan serta memberikan pelatihan kepada jenjang pendidikan di bawahnya. Dalam rangka mendukung program pemerintah tersebut, maka tim pengabdi masyarakat Telkom University aktif menjalin Kerjasama, dalam hal ini dengan SMK Yasti Cisaat Sukabumi. Dengan menyelaraskan kebutuhan dari SMK Yasti sekaligus untuk mendukung program pemerintah, tim pengabdian melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat tahap 2, yang merupakan perwujudan peta jalan pengabdian selama 2 tahun. Pengabdian masayarakat menekankan pada penguatan kompetensi guru dan siswa dalam penguasaan praktik perakitan sensor. Implementasi teknologi tepat guna serta pelatihan sistem pemantauan dan otomasi Aquaspace berbasis IoT dilaksanakan dengan dukungan SMK Yasti Cisaat. Hibah tepat guna yang diberikan terdiri dari perangkat monitoring dan otomasi aquascape, modul pelatihan, video perakitan, serta senso-sensor untuk praktikum di laboratorium. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat ini telah memenuhi dan sesuai kebutuhan di SMK Yasti dengan harapan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.Kata Kunci: aquascape, IoT, otomasi, pelatihan. pemantauan
PENGELOLAAN ADMINISTRASI PENDAFTARAN PENGOBATAN GRATIS DI KECAMATAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Neng Susi Susilawati Sugiana; Wiara Shancia Grafita; Dematria Pringgabayu
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.859 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18595

Abstract

Kegiatan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat dilaksanakan pada tanggal 19 November 2022 bertempat di kantor Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Diikuti oleh orang-orang dengan status pekerjaan buruh harian. Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak terkait yaitu Ikatan Dokter Indonesia, beberapa relawan seperti Tingkat Kemanusiaan Indonesia, PMI, Disdukcapil, BPJS Kesehatan, dan Puskesmas terdekat. Begitu pula dengan instansi pemerintah dan kepolisian. Kegiatan yang termasuk pengobatan gratis ini tidak lepas dari kegiatan pengurusan administrasi dimana sebelumnya pasien telah melakukan pendataan yang akan digunakan sebagai dokumen pendaftaran. Dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Namun pada kenyataannya kondisi dan situasi yang terjadi masih banyak terjadi ketidaksesuaian data pada dokumen pasien yang akan berobat. Seperti data kepala keluarga, data pekerjaan, dan data nama ibu kandung. Hal ini sangat menyulitkan BPJS Kesehatan untuk mendata kebenaran informasi yang tidak dapat diperoleh di Disdukcapil. Dan menyebabkan koordinasi antar relawan yang mengantarkan pasien menjadi tidak teratur. Dan pada akhirnya dilakukan tata alur pendaftaran pengobatan gratis mulai dari validasi lembar pendaftaran dan persyaratan pada pihak Lingkaran Kemanusiaan Indonesia dan Gabungan IGD Disdukcapil yang berfungsi untuk dapat memperbaiki kesalahan data yang tidak akurat. Serta loket penerimaan BPJS bagi yang datang tanpa membawa lembar pendaftaran sebelumnya.Kata Kunci: Administrasi, Manajemen, Registrasi
PRODUK BOARD GAME SEBAGAI MEDIA EDUKASI BERBASIS GAMEBASED LEARNING BIDANG INDUSTRI KREATIF INDONESIA (MITRA: JAGAD CREATIVE) Rickman Roedavan; Bambang Pudjoatmodjo
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.867 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18638

Abstract

Jagad Creative merupakan mitra produktif yang bergerak di bidang desain, dan percetakan. Selama ini fokus utamanya adalah mengerjakan proyek buku dan kalender. Seiring dengan tren perkembangan boardgame, Jagad Creative juga ingin berkontribusi dalam industri boardgame. Namun Jagad Creative belum menguasai teknis pengembangan storytelling, mekanik dan gameflow boardgame. Sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu Jagad Creative dalam merancang sebuah prototype boardgame. Tema pengembangan boardgame tahap perdana ini adalah pengenalan 16 Subsektor Industri Kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan 10 sample boardgame yang masing-masing terdiri dari 1 boardgame, 16 kartu subsektor industri kreatif, 20 kartu organisasi, dan 50 kartu talent kreatif. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan Jagad Creative dapat memahami konsep pengembangan gameflow boardgame dan melakukan pencetakan masal terhadap produk boardgame yang diberi nama “Gathering”. Rencana keberlanjutan dari kegiatan ini adalah mengembangkan gameflow boardgame sesuai dengan prototipe gameflow “Gathering” namun menggunakan tema yang berbeda untuk meningkatkan potensi komersialisasi.Kata Kunci: Boardgame, Game-based Learning, Industri Kreatif
PEMBENTUKAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIKA SEBAGAI PROGRAM BERKELANJUTAN DALAM PENGEMBANGAN STEAM DI PESANTREN Muhammad Zakiyullah Romdlony; Muhammad Ridho Rosa; Khilda Afifah; Fakih Irsyadi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.165 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18670

Abstract

Paper ini mengusulkan metode pembentukan ekstrakurikuler robotika di pesantren sebagai program yang berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) para santri. Metode yang diusulkan mencakup survey berupa komunikasi dengan stakeholder, pelatihan, workshop, evaluasi, pembentukan ekstrakurikuler secara mandiri oleh pesantren, dilanjutkan dengan supervisi. Studi kasus yang kami angkat adalah pembentukan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung (P3SB).Kata Kunci: STEAM, ekstrakurikuler, robotika, pesantren.
DUNIA BARU PENDIDIKAN DI ERA METAVERSE UNTUK GURU SMA MUHAMMADIYAH CILEUNGSI Rifki Wijaya; Gamma Kosala; Tito Waluyo
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.399 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18681

Abstract

Metaverse adalah salah satu kata yang sering didengar akhir-akhir ini. Metaverse telah merambah ke semua bidang termasuk diantaranya dunia pendidikan. Metaverse menjadi salah satu cara untuk melakukan pembelajaran interaktif. Media pembelajaran interaktif semakin berkembang di era sekarang menuju metaverse. Beberapa tools sudah banyak dikembangkan untuk mengemas pembelajaran semakin menarik untuk siswa. Salah satu aplikasi web yang cukup menarik adalah gather town. Aplikasi web ini menciptakan sebuah ruang digital dimana masingmasing individu baik siswa maupun guru dapat menciptakan avatarnya sendiri. Aplikasi ini pun memiliki banyak feature diantaranya video conference, chat, bahkan papan tulis digital. Guru, siswa dan semua yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar perlu mempersiapkan diri menghadapi teknologi ini. Teknologi ini sudah lama digunakan akan tetapi kemunculan covid19 menjadi waktu yang tepat dalam mengembangkan berbagai metode pembelajaran jarak jauh. Guru dan siswa perlu memiliki pemikiran yang sama mengenai metode pembelajaran metaverse ini sehingga bisa memiliki pemikiran yang sama dalam menghadapi era baru ini.Kata Kunci: Metaverse, Pembelajaran Interaktif, Pembelajaran Jarak jauh
PELATIHAN DIGITAL MARKETING PEMBUATAN WEBSITE UNTUK RUMAH MAKAN DAN PRODUK LOKAL DI DESA KERTAWANGI SEBAGAI DESA WISATA Puspita Wulansari; Willy Sri Yuliandhari; Ardan Gani Asalam
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.399 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18691

Abstract

Masyarakat Desa Kertawangi secara umum bekerja sebagai petani, namun sejak munculnya pengusaha di bidang kuliner yang diinisiasi dengan adanya tempat wisata di Desa Kertawangi, maka Sebagian besar penduduk Desa kertawangi menambah mata pencaharian mereka dengan bergerak di bidang kuliner. Namun usaha kuliner mereka ini masih terbatas pada pemjualan di tempat-tempat wisata dan dekat rumah mereka, belum memperluas pemasaran mereka dengan menggunakan e-commerce atau secara online. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM oleh Tim Dosen dan mahasiswa Universitas Telkom kali ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan website kepada para pelaku rumah makan dan produk lokal warga sehingga mereka bisa memasarkan dan menjual produk kulinernya tidak hanya untuk diwilayah rumah mereka tetapi bisa keluar desa dan lebih luar lagi. Pelatihan ini dimulai dengan melakukan observasi terhadap kebutuhan mereka dalam usaha mereka, dan selanjutnya diberikan pelatihan menggunakan gadget yang mereka miliki. Pelatihan dilakukan pada Hari Jumat tanggal 28 Oktober 2022. Berdasarkan feedback yang dari peserta 98% peserta puas dan merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan, dan berharap dilanjutkan dengan pelatihan lain sehingga mereka dapat meningkatkan pasar mereka. Kata Kunci: Digital Marketing, E-commerce, Pemasaran, Desa wisata, Kuliner 
PELATIHAN STRATEGI DIGITAL MARKETING SEBAGAI BAGIAN DARI ERP UNTUK OPTIMALISASI BISNIS PERUSAHAAN LEBIH EFISIEN DAN EFEKTIF ANGGOTA KADIN KOTA BANDUNG R Wahjoe Witjaksono; Warih Puspitasari; Muhardi Saputra
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.891 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18561

Abstract

Enterprise Resource Planning atau ERP merupakan sistem yang terintegrasi yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan. ERP bisa membantu untuk membuat bisnis lebih efektif dan efisien sehingga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan meskipun system ini sangatlah kompleks. Salah satu modul ERP yang terhubung langsung dengan pelanggan adalah Sales, Distribution dan Marketing. Modul ini merupakan salah satu yang menjadi prioritas ketika melakukan implementasi ERP. Salah satu cara untuk memperkenalkan ERP modul Sales, Distribution dan Marketing tim Pengabdian Masyarakat Sistem Informasi Universitas Telkom menyelenggarakan pelatihan strategi digital marketing bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung di bidang Teknologi Informasi untuk mewujudkan UMKM Go Digital. Bentuk kerjasama tersebut berupa pemahaman proses bisnis berbasis ERP untuk optimalisasi bisnis perusahaan lebih efisien dan efektif. Pelatihan akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Untuk kegiatan pengabdian masyarakat sesi ini adalah Pelatihan strategi digital marketing. Dengan diadakan pelatihan ini maka diharapkan UMKM Mitra Binaan BPPKU Kadin kota Bandung bisa menerapkan Digital Marketing dalam kegiatan usaha mereka sehingga berdampak kepada meningkatnya omzet penjualan dan pelanggan yang pada akhirnya bisa memberikan nilai keuntungan secara terus-menerus bagi UMKM.Kata Kunci: Enterprise Resource Planning, ERP, Kadin, Digital Marketing, UMKM Go Digital
TEKNIK PENYUTRADRAAN DALAM PEMBUATAN FILM PENDEK DIRECTING TECHNIQUES IN THE MAKING OF SHORT FILM Twin Agus Pramonojati; Oki Achmad Ismail; Rizca Haqqu; Naira Azzani Putri Galuh Permata
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.327 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18660

Abstract

Berkembangnya industri perfilman di Indonesia memancing munculnya para sineas dan sutradara muda untuk unjuk gigi dalam membuat sebuah karya. Baik itu video, film pendek, bahkan film layer lebar. Para sineas dan sutradara pun berasal dari berbagai kalangan usia. Mereka semua berlomba-lomba demi menyenangkan dan memuaskan para masyarakat Indonesia. Kehadiran beberapa jenis film baru di Indonesia juga menarik perhatian masyarakat, salah satunya film pendek. Seringkali kita temui bahwa film pendek juga dapat bersaing secara kualitas dengan film yang telah dimuat di layar lebar. Mayoritas sutradara dari film-film pendek ini berasal dari kalangan generasi muda dari masih di duduk di bangku sekolah menengah atas hingga mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di universitas. Hal ini membuktikan bahwa industri perfilman banyak membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat umum, terutama bagi generasi muda yang ingin belajar. Perlu kita ketahui bahwa industri perfilman memang banyak sekali diminati oleh berbagai kalangan. Namun, memang diperlukan skill-skill dasar dalam membuat karyanya, salah satunya teknik penyutradaraan. Walaupun nantinya para generasi muda tidak ingin terjun ke dalam dunia perfilman, tetapi skill ini akan terpakai dalam dunia kerja yang saat ini tak bisa lepas dari kata konten. Nantinya skil-skill dasar yang akan dipelajar pasti sangat dibutuhkan di dunia digital agar masyarakat terutama generasi muda dapat bersaing di era 4.0 saat ini. Pengabdian masyarakat dengan materi Pelatihan Teknik penyutradaraan ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Bandung. Pemilihan tempat dilaksanakannya program pengabdian masyarakat didasarkan atas keterkaitan materi dengan kelas multimedia, dimana murid dan guru membutuhkan pengayaan ilmu sehingga hasil pelatihan dapat diaplikasikan pada praktik pembelajaran kedepannya.Kata kunci : pengabdian masyarakat, penyutradaraan, Film.
PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR DOSEN MELALUI APLIKASI THINGLINK DI FAKULTAS BAHASA DAN BUDAYA UNIVERSITAS DHARMA PERSADA Fetty Poerwita Sary; Nidya Dudija; Adhi Prasetio
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.446 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18559

Abstract

Pandemi covid-19 yang dimulai sejak awal tahun 2020, telah mendorong sistem Pendidikan untuk melakukan penyesuaian dalam proses belajar mengajar. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 4 tahun 2020 menghimbau agar institusi Pendidikan harus melakukan physical distancing (menjaga jarak) diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Aturan ini dikeluarkan agar penyebaran covid-19 dapat dikendalikan. Oleh karena itu interaksi pun dibatasi dengan cara tidak melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka melainkan diganti dengan cara meliburkan murid dari level Pendidikan dasar, menengah sampai tinggi. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diganti dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR). Dikarenakan kondisi tersebut, mau tidak mau dosen harus mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Mereka ditantang untuk mampu membuat dan merancang pembelajaran yang menarik dan diminati oleh siswanya. Mengajar dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran online yang ditawarkan terkadang cukup membingungkan karena tidak semua dosen memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mempelajari dan menggunakan berbagai media tersebut, bahkan masih awam bagi sebagian orang. Padahal, media pembelajaran atau learning media/ platform ini amat sangat menarik apabila digunakan untuk membantu para dosen dalam menyampaikan materi ajarnya. Oleh karena itu, kegiatan engabdian masyarakat (abdimas) ini berupa pemberian pelatihan aplikasi Thinglink. Pemilihan media thinglink ini sesuai dengan kebutuhan para dosen di Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Dharma Persada (Unsada) yang banyak mengajar materi bahasa dan budaya. Melalui aplikasi Thinglink ini, dosen dapat membuat materi sekaligus dengan penjelasan secara interaktif melalui video, gambar, suara, atau lainnya. Selain itu, dosen bisa menyematkan link google form atau wordwall.net sebagai bahan evaluasi ajar untuk mahasiswa. Abdimas ini dilaksanakan secara online dan diikuti oleh 20 dosen. Dari kegiatan abdimas ini, 16,6% peserta setuju dan 83,4% peserta sangat setuju bahwa instruktur sangat menguasai materi, materi sangat menarik, penjelasan mudah dipahami, instruktur ramah dan bersemangat dalam menjelaskan. Para peserta juga menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, harus dilakukan secara rutin, dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi di kemudian hari untuk tema berbeda yang dapat meningkatkan kompetensi mengajar pada dosen di Unsada. Adapun implikasi dari pelatihan ini adalah dosen menggunakan aplikasi Thinglink dalam pembelajaran. .Kata Kunci: Thinglink, Kompetensi Mengajar 
Pentingnya Pemahaman Videografi dan Sinematografi dalam Pembuatan Konten Audio Visual untuk Menunjang Era 4.0 Rizca Haqqu; Dimas Satrio Wijaksono; Dhafin Hafizh Rafiandi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.046 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18662

Abstract

Berkembangnya teknologi di era 4.0 khususnya perkembangan multimedia sekarang semakin pesat. Multimedia merupakan hal yang berperan penting dalam penyediaan layanan informasi secara instan dan mudah sekaligus menghasilkan konten hiburan yang menarik dan informatif. Besarnya peran media tidak dapat terlepas dari kehidupan bermasyarakat. Salah satu produk multimedia yang paling diminati ialah perkembangan video dan film. Aspek perkembangan video memiliki beragam infromasi konten yang berhubungan dengan industri. Dari umur anak-anak hingga orang tua, mereka berlomba lomba menyalurkan kreativitas, bakat, dan minatnya dalam memproduksi sebuah konten audio visual. Akan tetapi masih banyaknya masyarakat awam yang belum memahami betul kaidah-kaidah sinematografi dan videografi dalam pembuatan konten audio visual, terkadang membuat hasil konten yang dibuat cenderung asal-asalan atau tidak profesional. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan transfer ilmu kepada generasi anak muda. SMA Cendikia Muda Bandung dipilih sebagai tempat dilaksanakan pengabdian masyarakat dikarenakan keterkaitan antara ektrakulikuler unggulan sekolah dengan materi pengabdian masyarakat tentang bagaimana cara membuat sebuah konten yang menarik seseuai kaidah yang benar. Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kualitas konten video mereka sehingga dapat digunakan sebagai bekal ilmu yang dapat dipraktikan langsung dan berguna untuk masyarakat serta dapat menciptakan peluang usaha pada ranah industri audio visual.Kata Kunci : Pengabdian Masyarakat, Videografi, Sinematografi, Audio Visual