cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres" : 32 Documents clear
Integrasi Nilai Amanah dan Profesionalitas dalam Manajemen Pendidikan Modern: Perspektif Islam dan Sains Jasmita, Reni; Paizah; Devari, Are; Jamin, Ahmad; Mitra, Oki
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5974

Abstract

Integrasi nilai amanah dan profesionalitas pendidikan merupakan upaya memadukan etika Islam dengan prinsip manajemen ilmiah guna menciptakan tata kelola pendidikan yang akuntabel, efektif, dan berintegritas. Permasalahan penelitian ini ialah belum optimalnya penerapan tanggung jawab, rendahnya transparansi dalam pengelolaan lembaga, serta lemahnya implementasi prinsip profesionalitas dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai amanah dan profesionalitas, mengkaji kontribusi perspektif Islam dan sains dalam penguatan tata kelola pendidikan, serta merumuskan model implementasi kedua nilai tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMP Negeri 27 Kerinci. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas berperan strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan pendidikan yang efektif, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Perspektif Islam memberikan landasan etika, sedangkan pendekatan ilmiah menyediakan metode implementasi kebijakan yang sistematis. Implementasi dilakukan melalui internalisasi nilai dalam visi, misi, budaya organisasi, penguatan kepemimpinan, pengembangan kompetensi SDM, akuntabilitas, evaluasi kinerja, pengawasan, serta penguatan budaya organisasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan serta memperkuat tata kelola lembaga secara berkelanjutan
Efektivitas Metode Keteladanan (Uswah Hasanah) dan Pendekatan Dialogis Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa Bermasalah Kelas X Anggraini, Heni Anggraini; Siti Dian Nurfitri; Firda Audina Manih Tada; Brilliant Leony Syavira
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.3489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode keteladanan (uswah hasanah) dan pendekatan dialogis yang diterapkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah kelas X di MA Pembangunan UIN Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran Guru PAI tidak hanya sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Guru PAI sekaligus wali kelas, sedangkan objek penelitian meliputi peran guru, bentuk pembinaan akhlak, pendekatan bimbingan, serta dampak pembinaan terhadap perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan aktif dalam membimbing siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta pemberian kultum. Metode keteladanan diterapkan secara konsisten melalui sikap, tutur kata, dan perilaku guru yang menjadi contoh langsung bagi siswa. Selain itu, pendekatan personal dan dialogis digunakan untuk membangun kedekatan emosional, sehingga siswa merasa nyaman dan terbuka dalam menerima bimbingan. Pembinaan akhlak juga didukung oleh kerja sama antara Guru PAI, Guru BK, dan wali kelas dalam menangani siswa bermasalah secara terpadu. Dampak dari bimbingan tersebut terlihat pada perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan ketaatan dalam beribadah. Dengan demikian, metode keteladanan dan pendekatan dialogis terbukti efektif dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah di sekolah.
Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Di MTs Negeri 4 Mandailing Natal Acela, Nuriza; Effendi Hasibuan, Zainal; Darwis Dasopang, Muhammad
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural berbasis nilai lokal Mandailing di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada aspek teoritis dan kurang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kurang kontekstual dan belum optimal dalam membangun karakter toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal masyarakat Mandailing. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Agama Islam multikultural berbasis nilai lokal Mandailing dinilai layak dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Integrasi nilai budaya lokal seperti dalihan na tolu, marsialap ari, gotong royong, dan musyawarah mampu meningkatkan aktivitas belajar, partisipasi peserta didik, sikap toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, model pembelajaran yang dikembangkan juga membantu peserta didik memahami hubungan antara ajaran Islam dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Mandailing secara lebih kontekstual. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah berbasis budaya lokal dan pendidikan multikultural.
Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Pada Masa Klasik Islam Ikram Humaidi; Mudhiatun Nuriyah; Feny Nursyahira; Annisa Nuri Amelia; Tiara Kasih; Veni Munawaroh; Angghi Surya Ramadhan; Jasma Hendra
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6239

Abstract

Masjid selain untuk sarana beribadah, juga di manfaatkan sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam, pendidikan di masjid pada masa klasik Islam dan bagaimana sistem pendidikan pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berbasis data akademik. Data di kumpulkan melalui penelusuran 15 referensi yang berupa jurnal, kemudian di analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam dimulai sejak nambi Muhammad meninggalkan mekkah dan hijrah ke Madinah. Masjid pertama yang di bangun adalah Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Selain itu, studi ilmiah menunjukkan bahwa sebelum masjid di bangun, kegiatan pendidikan di lakukan di rumah-rumah. Sementara itu, sistem pendidikan di masjid pada masa klasik Islam menggunakan beberapa metode seperti Suffah dan Kuttab, pendekatan istima’, tahfidz, talaqqi, serta diskusi dan ceramah. Selain itu, sistem halaqah juga menjadi ciri khas dalam pembelajaran yang menekankan interaksi secara langsung antara murid dan guru. Materi pendidikan yang berkembang pada masa itu selain pendidikan Islam juga mencakup aspek sosial, hukum, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.
Sistem Pendidikan Di Universitas Al-Azhar Dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Islam Ikram Humaidi; Taqia Mafaza; Lina Febrianti; Era Frantika Sari; Nur Aisya Ramadania; Hafiezatul Hasanah; Anita Sawitri; Dita Wahyulia
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan yang diterapkan di Universitas Al-Azhar serta mengkaji pengaruhnya terhadap dunia Islam. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis dengan menganalisis 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Azhar menerapkan sistem pendidikan integratif yang menggabungkan ilmu agama (ulum al-din) dan ilmu umum. Metode pembelajaran seperti halaqah dan diskusi mendorong pemahaman mendalam serta kemampuan berpikir kritis. Selain itu, Al-Azhar berperan penting dalam menyebarkan nilai Islam moderat (wasathiyah), menangkal radikalisme, serta memengaruhi sistem pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, Al-Azhar tetap mampu beradaptasi tanpa meninggalkan tradisi keilmuannya. Dengan demikian, Al-Azhar tetap menjadi rujukan utama dalam perkembangan pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer.
Penanaman Nilai Karakter melalui Kegiatan Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini: (Studi Kasus di RA Sunan Ampel 02) Nur Hana Azizah; Mudiono, Alif; Nur Aisyah, Eny; Ningrum, Revia
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6241

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki implementasi kegiatan tadabbur alam dalam memperkuat nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik usia dini di RA Sunan Ampel 02. Metode kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dengan teknik triangulasi yang digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tadabbur alam telah rutin dilaksanakan sebelum shalat Dhuha dan diintegrasikan ke dalam program pembelajaran tematik. Selama kegiatan ini, lingkungan alam sekitar secara aktif dieksplorasi dan diamati oleh anak-anak, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Pengembangan nilai-nilai keagamaan, rasa syukur, kesadaran lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab juga didukung melalui pengalaman-pengalaman ini. Selain itu, pengalaman belajar yang lebih bermakna diperoleh anak-anak melalui pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual yang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tadabbur alam dapat dimanfaatkan sebagai strategi alternatif untuk pendidikan karakter di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sma Negeri 1 Gemolong Fani Mariesa Rahman; Leo Agung Sutimin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru sejarah mengenai kompetensi pedagogik dalam konteks penerapan kurikulum merdeka, menganalisis implementasi kompetensi pedagogik dalam pembelajaran sejarah, serta mengkaji dampak penerapan kurikulum merdeka terhadap kompetensi pedagogik guru di SMA Negeri 1 Gemolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta subjek yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap kompetensi pedagogik dalam kurikulum merdeka tergolong baik, terutama dalam memahami karakteristik peserta didik dan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa. Implementasi kompetensi pedagogik tercermin dalam perancangan pembelajaran yang fleksibel, penggunaan metode diskusi, serta pemberian ruang kebebasan kepada peserta didik dalam proses belajar. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, antara lain kesulitan dalam penyusunan modul ajar pada awal peralihan kurikulum lama ke kurikulum merdeka, keterbatasan pemahaman teknis terkait kurikulum, serta minimnya sosialisasi pada tahap awal penerapan. Penerapan kurikulum merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas guru dalam mengajar dan keterlibatan peserta didik, meskipun masih diperlukan proses adaptasi terhadap perubahan kurikulum.
Pengaruh Tahfidz Al-Qur'an terhadap Kecerdasan Sosial Santri: Analisis Berbasis Dimensi SASSI di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum Sulawesi Selatan Muhammad Afiq Siddiq; Sitti Jamilah Amin; Muhammad Saleh; Ahdar; Kaharuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6324

Abstract

Penelitian ini menyajikan investigasi komprehensif mengenai pengaruh intensitas menghafal Al-Qur'an (Tahfidz) terhadap kecerdasan sosial santri di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, yang berlokasi di Barabatu, Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berpijak pada kerangka teoretis sintesis yang menggabungkan konstruksi kecerdasan sosial Karl Albrecht dengan etika antropologis-teologis yang digagas oleh Sassi (2020), penelitian ini mengukur kecerdasan sosial melalui lima dimensi fundamental: Situational Awareness ('Adl/Keadilan), Presence (Ukhuwah Insaniyyah/Persaudaraan Kemanusiaan), Honesty (Amanah/Tanggung Jawab), Charity (Khidmah/Pengabdian), dan Empathy (Tawasuth/Moderasi). Menggunakan desain penelitian kuantitatif ex-post facto, data primer dikumpulkan secara cermat dari sampel acak berstrata sebanyak 120 responden melalui kuesioner psikometrik skala Likert yang telah divalidasi. Data empiris dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson Product-Moment melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari aktivitas Tahfidz terhadap kecerdasan sosial (r = 0,520, p < 0,05), di mana intensitas menghafal menyumbang 27,1% dari varians kecerdasan sosial ( = 0,271). Model regresi menghasilkan persamaan , yang mengindikasikan hubungan prediktif yang kuat. Temuan ini mendekonstruksi paradigma umum yang memandang hafalan tekstual sebagai aktivitas kognitif yang soliter; sebaliknya, pedagogi komunal seperti sima'an (menyimak hafalan teman) dan muraja'ah (pengulangan bersama) berfungsi sebagai laboratorium sosial yang ketat. Praktik-praktik ini secara aktif menumbuhkan empati, integritas struktural, dan kehadiran sosial, yang secara efektif menjembatani teologi tekstual dengan praksis sosiologis. Pada akhirnya, integrasi program Tahfidz yang terstruktur dalam ekosistem pesantren secara signifikan memperkuat resiliensi psikologis, menekan kecemasan sosial di kalangan remaja, dan membekali generasi masa depan dengan kompas moral yang kuat untuk menghadapi kompleksitas multidimensional di Era Society 5.0.
Kuttab Sebagai Lembaga Pendidikan Dasar Dalam Sejarah Islam Ikram Humaidi; Sofan Sofian; Eka Dian Safira; Naila Syahira; Mohd. Fadhilah Suwandi; Anisa Sulianti; Rostiana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6344

Abstract

Penelitian ini mengkaji kuttab sebagai institusi pendidikan dasar dalam sejarah Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026 dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Hasil kajian mengungkap tiga dimensi yang saling berkaitan: (1) secara historis, kuttab berfungsi sebagai institusi pendidikan Islam awal yang mendahului terbentuknya sistem madrasah formal, dengan fokus pada literasi Al-Qur'an, membaca, dan menulis; (2) sebagai lembaga pendidikan dasar, kuttab mengintegrasikan literasi intelektual dengan pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman, mencerminkan paradigma pendidikan yang holistik; serta (3) dalam aspek kurikulum dan metode, kuttab menerapkan pendekatan tradisional seperti hafalan (hifzh) dan talaqqi, yang saat ini mengalami transformasi menuju pendekatan interaktif dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Sintesis kritis terhadap literatur mengidentifikasi kesenjangan konseptual yang signifikan: sebagian besar kajian masih bersifat historis dan deskriptif, sehingga belum menawarkan kerangka operasional integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai kuttab klasik dengan tuntutan kompetensi pendidikan modern dalam era Society 5.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuttab perlu diposisikan bukan sekadar sebagai artefak historis, melainkan sebagai konsep pendidikan yang adaptif dan mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer yang holistik dan berbasis karakter.
Peran Manajemen Perubahan SDM dalam Meningkatkan Profesionalisme Lembaga Dakwah: Analisis Teori Kurt Lewin Sa’idahtul Akmala Yusuf; Castrawijaya, Cecep
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6355

Abstract

Lembaga dakwah saat ini menghadapi tantangan profesionalisme di tengah era disrupsi digital dan Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perubahan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan profesionalisme lembaga dakwah dengan menggunakan pisau analisis teori perubahan Kurt Lewin (Unfreezing, Movement, dan Refreezing). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lembaga dakwah memerlukan dekonstruksi pola pikir melalui penciptaan keamanan psikologis pada tahap unfreezing. Selanjutnya, pada tahap movement, internalisasi standar kompetensi dilakukan dengan bantuan strategi short-term wins untuk menjaga momentum perubahan. Tahap refreezing dilakukan melalui institusionalisasi budaya kerja profesional yang didukung oleh audit digital berkala guna mencegah kemunduran pola kerja. Integrasi antara nilai-nilai teologis seperti itqan dengan prinsip manajemen modern terbukti mampu meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga dakwah tanpa menghilangkan jati diri spiritualnya.

Page 3 of 4 | Total Record : 32