cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres" : 32 Documents clear
Madrasah Dalam Perspektif Historis: Studi Atas Madrasah Nizamiyah Ikram Humaidi; Siti Aisyah; Delfi Pebningsih; Rivandi Febrian; Embun Firdausi Amalia; Muhammad Yusran Al Faisal; Amelia Zaskira
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6363

Abstract

Madrasah merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual dunia Islam sejak periode klasik. Salah satu model madrasah yang paling berpengaruh adalah Madrasah Nizamiyah yang didirikan pada abad ke-11 oleh Nizam al-Mulk pada masa Dinasti Seljuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Madrasah Nizamiyah dalam perspektif historis dengan menekankan pada aspek kelembagaan, sistem pendidikan, kurikulum, serta relasinya dengan kekuasaan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025 yang terindeks Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Nizamiyah merupakan institusi pendidikan yang terorganisir dengan baik dan didukung oleh negara, serta memiliki peran strategis dalam memperkuat ortodoksi Sunni. Selain itu, madrasah ini menunjukkan adanya integrasi antara fungsi pendidikan dan kepentingan ideologis-politik. Kesimpulannya, Madrasah Nizamiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi hybrid yang mengintegrasikan dimensi pendidikan, ideologi, dan kekuasaan, serta menjadi model penting dalam perkembangan pendidikan Islam hingga era modern.
Analisis Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di Min 1 Lampung Tengah Relawati; Salim, Agus; Munir, Fadlul; Suryani, Fitri; Nuraini, Siti; Jaenullah, Jaenullah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Lampung Tengah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi berbagai permasalahan moral dan sosial peserta didik di era modern. Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan hubungan harmonis antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan dokumen pendukung. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), kegiatan keagamaan, pendekatan humanis, dan komunikasi yang penuh kasih sayang. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antar guru, kegiatan keagamaan, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya perhatian sebagian orang tua, serta tuntutan administrasi dan target akademik guru. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan secara optimal dalam membentuk peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Page 4 of 4 | Total Record : 32