cover
Contact Name
Elen Nurjanah
Contact Email
elennurjanah@iainkediri.ac.id
Phone
+6285288779765
Journal Mail Official
jurnaltbin@gmail.com
Editorial Address
Alamat Kantor di Jln. Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 29880564     EISSN : 29875463     DOI : https://doi.org/10.30762/narasi
Core Subject : Education, Social,
Fokus utama dari jurnal ini adalah kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2026): April" : 5 Documents clear
Representasi Nilai Islam Al-Ghazali sebagai Penguat Agensi Tokoh Perempuan dalam Novel Laut Tengah: Kajian Hermeneutika Latifa, Azzahra Sindhi; Khasanah, Iswatun; ’Azmi, Safira Mufida; Hidayah, Ismi Nur; Ariyanti, Suci
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.5977

Abstract

  Diskursus agensi perempuan dalam masyarakat muslim kontemporer sering kali terjebak dalam dikotomi antara fatalisme teologis dan emansipasi sekuler, di mana praktik domestikasi sering kali membatasi otoritas masa depan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai Islam sebagai instrumen penguat agensi perempuan melalui tokoh Haia dalam novel Laut Tengah karya Berliana Kimberly. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan hermeneutika Gadamerian-Ricoeurian, penelitian ini membedah data melalui parameter Rub’ul Munjiyat Al-Ghazali (ikhtiar, sabar, tawakal, dan takdir). Hasil penelitian menunjukkan adanya rekonstruksi terhadap paradigma fatalisme melalui representasi tokoh yang aktif secara intelektual dan spiritual. Nilai ikhtiar bermanifestasi sebagai resistensi spasial dan agensi intelektual, sementara sabar dan tawakal berfungsi sebagai instrumen regulasi diri (self-regulation) serta terapi jiwa (soul therapy) dalam menghadapi tekanan struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa religiusitas dalam novel tersebut tidak hadir sebagai belenggu dogmatis, melainkan fondasi etis yang memungkinkan perempuan mengonstruksi otoritas dirinya di tengah restriksi sosial. Temuan ini berkontribusi pada penguatan diskursus sastra berbasis nilai Islam yang progresif dan transformatif sebagai solusi atas problem subordinasi perempuan.
Struktur Naratif Gerard Genette dalam Novel Batu Berkaki dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Sastra Andari, Retno Wulan; Husniah, Furoidatul; Taufiq, Akhmad; Tyas, Inno Cahyaning
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana keterjalinan unsur tense, mood, dan voice dalam novel Batu Berkaki dapat membentuk strategi naratif yang menunjang tujuan pengarang, serta mendeskripsikan pemanfaatan temuan sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan struktural berdasarkan teori Naratologi oleh Gerard Genette. Data dianalisis dengan mengelaborasikan teknik analisis parsial-integral oleh Herman Didipu dan model Miles and Huberman untuk membangun pemahaman secara menyeluruh mengenai relasi antarunsur dalam cerita. Hasil analisis menyimpulkan bahwa strategi naratif dalam novel Batu Berkaki dibangun melalui keterjalinan antara unsur tense, mood, dan voice yang saling menguatkan. Untuk mendukung waktu atau tense yang rumit dan acak, narator memainkan teknik naratif dalam unsur mood dan voice, dan menghasilkan suasana menegangkan khas genre thriller dan misteri di dalam cerita. Novel Batu Berkaki menyajikan ragam teknik menulis yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di kelas 12 jenjang SMA, elemen menulis.
Antara Karomah dan Tirakat: Motif Kepahlawanan dalam Teks Nabi Sam’un dan Si Pitung Nurpuzianah, Melsa; Fitriyah, Atiqotul; Mahfudin, Irvan Aladip
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif motif kepahlawanan dalam kisah Nabi Sam’un dan legenda Si Pitung melalui kerangka teori Motif-Index of Folk-Literature karya Stith Thompson. Meskipun kedua narasi ini berasal dari tradisi yang berbeda, yakni teks religius-hagiografis dan folklor urban, keduanya menunjukkan pola struktural yang serupa dalam konstruksi sosok pahlawan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi unit-unit motif terkecil yang membangun narasi kepahlawanan. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesamaan pada motif Secret Power yang tergolong dalam kategori Marvels (Motif D). Perbedaan signifikan ditemukan pada lokus kekuatan; Nabi Sam’un merepresentasikan pahlawan dengan kekuatan organik-internal (Motif D1831), sedangkan Si Pitung merepresentasikan pahlawan dengan kekuatan artifisial-eksternal (Motif D1381.11). Analisis ini menyimpulkan bahwa terdapat pola universal dalam imajinasi kolektif manusia mengenai sosok pahlawan yang melampaui batas-batas budaya dan religiusitas.
Relasi Kuasa Orang Dewasa-Anak dalam Novel Di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie Savitri, Adelia; Hapsarani, Dhita
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8514

Abstract

Relasi kuasa orang dewasa-anak dapat menimbulkan perilaku diskriminatif terhadap anak dan dominasi tersebut dianggap sebagai hal yang wajar dalam masyarakat. Novel Di Tanah Lada menawarkan pandangan lain dalam memandang dan memosisikan anak-anak dengan memberikan suara bagi tokoh anak untuk keluar dari dominasi tokoh dewasa. Melalui konsep relasi kuasa orang-dewasa anak dan konsep anak sebagai liyan, penelitian ini berupaya membongkar relasi kuasa tokoh dewasa-anak dalam Di Tanah Lada. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana novel ini membangun kesadaran bagi orang dewasa dalam memandang anak-anak sehingga tidak menjadikan dominasi terhadap anak sebagai sesuatu yang wajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi dari tokoh dewasa menimbulkan resistensi pada diri dua tokoh anak yang menjadi tokoh utama. Resistensi kedua tokoh anak tersebut diperlihatkan dari penolakan mereka untuk kembali pada mata rantai kekerasan dan pada relasi kuasa yang dibentuk oleh tokoh dewasa. Dengan memilih kematian sebagai jalan keluar, kedua tokoh anak bergantung pada diri mereka sendiri sebagai individu yang bebas, memiliki subjektivitas atas dunianya, dan atas hidupnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan, novel ini menunjukkan kritik terhadap orang dewasa yang menempatkan anak-anak di posisi marjinal
Kalimat Interogatif dalam Dialog Lintas Agama pada Konten YouTube Habib Main ke Kampung Bante Nurjanah, Elen; Amjad Ali, Jokhio
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.8549

Abstract

Kalimat interogatif dalam dakwah digital memiliki fungsi strategis yang melampaui sekadar pencarian informasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk sintaksis, fungsi pragmatis, dan strategi kesantunan kalimat interogatif dalam video YouTube Habib Main ke Kampung Bante. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pragma-sintaksis, data dikumpulkan melalui teknik simak-catat dari 15 tuturan yang dipilih secara purposive berdasarkan relevansi komunikatifnya. Hasil analisis sintaksis menunjukkan dominasi bentuk yes-no question dan tag question yang digunakan untuk membangun kesepahaman. Secara pragmatis, ditemukan fungsi direktif, retoris, dan fatis yang berperan sebagai sarana refleksi moral serta penjaga keakraban sosial. Strategi kesantunan positif dan negatif diterapkan untuk menjaga citra diri (face) mitra tutur. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kalimat tanya yang santun dan terbuka merupakan implementasi nyata dari nilai moderasi beragama dalam ruang publik digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 5