cover
Contact Name
Etika Khairina
Contact Email
etika@puterabatam.ac.id
Phone
+6281229117951
Journal Mail Official
dialektikapublik.adn@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Administrasi Negara-Universitas Putera Batam Jl. R. Soeprapto – Tembesi – Batam – Kepulauan Riau
Location
,
INDONESIA
Jurnal Dialektika Publik
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Dialektika Publik merupakan jurnal yang bergerak dibidang administrasi negara yang bertujuan menyebarluaskan hasil penelitian dan gagasan ilmiah untuk pengabdian menyeluruh kepada Masyarakat. Jurnal Dialektika menerbitkan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor yang terkait dengan Ilmu Sosial. Jurnal dialektika memiliki scope kajian diantaranya, KebijakanPublik, Manajemen Pelayanan Publik, Desentralisasidan Otonomi Daerah, E-government, Keuangan Negara danDaerah, Administrasi Birokrasi, Manajemen PerusahaanPublik, Hukum Administasi Negara & Kajian Sosial Kemasyarakatan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2025): Dialektika Publik : Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik" : 5 Documents clear
PERBANDINGAN PENDIDIKAN MESIR INDONESIA Siregar, Torang
Dialektika Publik Vol. 9 No. 1 (2025): Dialektika Publik : Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v9i1.9937

Abstract

Pendidikan memegang peran krusial dalam kemajuan suatu negara, termasuk di Mesir dan Indonesia. Mesir, sebagai negara di Timur Tengah, telah mengembangkan sistem pendidikan terbesar di kawasannya sejak 1990-an, dengan fokus pada peningkatan akses pendidikan anak usia dini dan integrasi teknologi informasi (ICT) di semua jenjang pendidikan. Meskipun menempati peringkat 116 dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Mesir terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya melalui bantuan internasional. Di sisi lain, Indonesia juga berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan, dengan wajib belajar 9 tahun yang mencakup Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, tantangan seperti kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah masih menjadi masalah utama. Perbandingan sistem pendidikan Mesir dan Indonesia menunjukkan beberapa kesamaan dan perbedaan. Di Mesir, sistem pendidikan terbagi menjadi tiga tahap: Pendidikan Dasar (primer dan persiapan), Pendidikan Menengah, dan Pasca Pendidikan Menengah. Pendidikan dasar di Mesir berlangsung selama 8 tahun, berbeda dengan Indonesia yang menerapkan 9 tahun. Selain itu, Mesir memiliki sistem pendidikan dualistik, yaitu pendidikan sekuler dan pendidikan keagamaan Al-Azhar, sementara Indonesia lebih menekankan pada pendidikan umum dan kejuruan. Pendidikan tinggi di Mesir juga lebih terpusat, dengan 17 universitas negeri dan sejumlah lembaga swasta. Kedua negara memiliki tantangan dalam pemerataan pendidikan, terutama dalam mengurangi kesenjangan antara kelompok ekonomi. Mesir berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan dasar, sementara Indonesia lebih menekankan pada perluasan pendidikan vokasi dan kejuruan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Kesimpulannya, meskipun terdapat perbedaan dalam struktur dan penekanan, baik Mesir maupun Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk menciptakan generasi yang kompetitif di tingkat global.
A Study on Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Menangani Pernikahan Dini di Kota Tanjungpinang: Tinjauan Program Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Pencegahan Pernikahan Dini Sukmawati, Lilis
Dialektika Publik Vol. 9 No. 1 (2025): Dialektika Publik : Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v9i1.10313

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih marak terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tanjungpinang. Praktik ini berdampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, psikologi, serta kondisi sosial ekonomi anak, terutama perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tanjungpinang dalam upaya pencegahan pernikahan dini, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama di lingkungan DP3A. Teori peran dari Soerjono Soekanto digunakan untuk memahami bentuk dan implementasi peran lembaga dalam konteks sosial masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DP3A telah menjalankan berbagai program preventif, seperti edukasi hukum, pembentukan forum anak, dan kerja sama lintas sektor. Namun, terdapat hambatan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, serta minimnya sumber daya manusia. Secara umum, DP3A dinilai cukup optimal dalam menjalankan peran normatif dan aktualnya. Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih marak terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tanjungpinang. Praktik ini berdampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, psikologi, serta kondisi sosial ekonomi anak, terutama perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tanjungpinang dalam upaya pencegahan pernikahan dini, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama di lingkungan DP3A. Teori peran dari Soerjono Soekanto digunakan untuk memahami bentuk dan implementasi peran lembaga dalam konteks sosial masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DP3A telah menjalankan berbagai program preventif, seperti edukasi hukum, pembentukan forum anak, dan kerja sama lintas sektor. Namun, terdapat hambatan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, serta minimnya sumber daya manusia. Secara umum, DP3A dinilai cukup optimal dalam menjalankan peran normatif dan aktualnya.
Meningkatkan Komunikasi Pemerintah Melalui Digitalisasi Strategis di Indonesia: Peta Jalan untuk Peningkatan Keterlibatan Publik dan Penyampaian Layanan Pratama Firmansyah, Helmi; Jibrael Rorong, Michael
Dialektika Publik Vol. 9 No. 1 (2025): Dialektika Publik : Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v9i1.10715

Abstract

This study aims to analyze the role of strategic digitalization in enhancing government communication in Indonesia, with a focus on improving public engagement and service delivery. Using a descriptive qualitative approach through literature analysis and policy review, the study maps out key strategies such as the optimization of social media, the development of public service portals, the utilization of e-participation platforms, and the provision of interactive and user-friendly digital content. The findings indicate that digital tools, including official government accounts, chatbots, and identity-based service applications, not only accelerate the flow of information but also strengthen transparency and accessibility of public services. Furthermore, online forums, feedback mechanisms, and crowdsourcing initiatives foster greater public participation in the policymaking process. The study concludes that strategic digitalization not only improves government–citizen communication but also provides a roadmap toward responsive, inclusive, and transparent governance in the digital era.
Transformasi Digital Layanan Publik di Kota Batam: Tantangan dan Peluang Menuju Tata Kelola Berkelanjutan Rifqi Mei Redha, Moch; Agus Sumarno, Dwi; Alimudin, Aidil
Dialektika Publik Vol. 9 No. 1 (2025): Dialektika Publik : Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v9i1.10766

Abstract

This study explores the dynamics of digital transformation in Batam’s public service delivery, with a focus on four key dimensions: robust digital infrastructure, data-driven decision-making, enhanced cybersecurity, and citizen-centric service design. Using a qualitative descriptive approach supported by policy analysis and empirical data from government reports, media sources, and international studies, the research highlights both opportunities and challenges in realizing sustainable governance. The findings reveal significant progress, including the implementation of the Matrix Cable System, the development of the Online Single Submission (OSS) system, and the integration of more than 400 services in the Batam Public Service Mall (MPP). However, challenges persist, such as limited cross-sectoral collaboration in infrastructure development, low data literacy among civil servants, high cybersecurity risks, and uneven digital literacy within society. The study concludes that sustainable digital governance in Batam requires not only technological investment but also institutional strengthening, human capital development, and active citizen engagement. These insights contribute to the broader discourse on how local governments in developing countries can balance innovation and inclusivity in digital transformation pathways
Konservasi Ekosistem Mangrove melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kota Batam Ahdarrijal, Yujitia; Badrudin, Muhammad; Batubara, Ebenezer
Dialektika Publik Vol. 9 No. 1 (2025): Dialektika Publik : Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v9i1.10822

Abstract

This research explores the conservation of mangrove ecosystems through the development of community-based ecotourism in Batam City, Indonesia. Mangroves play a vital role in maintaining coastal resilience, supporting biodiversity, and mitigating climate change, yet in Batam, they face significant pressures from rapid urbanization, land conversion, and industrial expansion. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving local communities, government representatives, ecotourism managers, and non-governmental organizations. The findings reveal that community-based ecotourism initiatives, such as those in Kampung Tua Bakau Serip, contribute not only to environmental conservation but also to improving local livelihoods and strengthening social cohesion. However, challenges remain, including limited infrastructure, inconsistent policy implementation, and varying levels of community participation. The study underscores the importance of multi-stakeholder collaboration, integrating conservation efforts with local economic development, and aligning ecotourism practices with the principles of sustainable development. By emphasizing community empowerment and adaptive governance, this research contributes to the broader discourse on sustainable coastal management and offers policy recommendations to strengthen mangrove conservation in Batam and similar urban coastal areas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5