cover
Contact Name
Magfiroh
Contact Email
dokicti@gmail.com
Phone
+6285288852893
Journal Mail Official
dokicti@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Surya Alam 8 Blok A No. 15 Jl. Masjid Jami, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Sharia and Legal Science
ISSN : 29887119     EISSN : 2987601X     DOI : https://doi.org/10.61994/jsls
Core Subject : Religion, Social,
Journal of Sharia and Legal Science is a scientific journal published by CV. Doki Course and Training. The papers to be published in JSLS are research articles in the field of sharia and law. The scope of these publications may include: Islamic criminal law, criminal law, Islamic family law, family law, Islamic economic law, business law, civil law, Islamic constitutional law, constitutional law, international law, environmental law, agrarian law, law state administration, customary law, human rights. It is published three times a year, in April, August and December. There are two version of publication; print out (p) with ISSN: 2988-7119 and electronic (e) with ISSN Online: 2987-601X.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science" : 9 Documents clear
Mekanisme Sanksi Terhadap PNS Ditinjau Dari Fiqih Siyasah Heny Noniarty; Imam Mahdi; Alimni
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti mekanisme sanksi terhadap pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil pada Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam tinjauan fiqih siyasah. Menggunakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat desktiftif. Untuk menjaring sebanyak mungkin informasi, maka peneliti mengambil data dari berbagai sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data dalam penelitian ini diantaranya editing, verifikasi dan analisis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme sanksi terhadap pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil ditinjau dari fiqih siyasah di Perguruan Tinggi Keagamaan di Bengkulu belum sepenuhnya merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pimpinan masih merasa segan atau kasihan terhadap penjatuhan hukuman disiplin yang dinilai terlalu memberatkan.
Peran Polantas Dalam Mengimplementasi Peraturan Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Perspektif Fiqih Siyasah Muhammad Harismansyah Putra Arifin; Sirajuddin; Ismail Jalili
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.404

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran polantas dalam mengimplementasi undang-undang no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan perspektif fiqih siyasah (studi kasus di kota bengkulu). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif empiris. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah anggota Polisi Polda Bengkulu khususnya bagian Ditlantas Polda Bengkulu. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis menggunakan pola, kategori, dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan simpulannya. Penelitian ini menyimpulkan Peran Polantas dalam mengimplementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan ditinjau dari fiqih siyasah dapat dilihat dari dua model penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Pertama melakukan pendekatan edukatif dan kedua Kedua adalah tindakan yuridis. Namun, masih terdapat kekurangan dan ketidakjelasan regulasi tersebut. Tanggung jawab polantas perlu dijelaskan dengan lebih tegas dalam undang-undang, termasuk penertiban kelengkapan bagi pengendara  dan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatur lalu lintas.
Implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Persfektif Fiqh Siyasah Dusturiyah Saidah Siagian; John Kenedi; Miti Yarmunida
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.410

Abstract

Penelitian ini untuk melihat implementasi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga persfektif fiqh siyasah dusturiyah (studi di kantor women’s crisis centre kota bengkulu). Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat dekriftif atau dengan kata lain sering disebut dengan penelitian lapangan (field research) atau menggunakan jenis penelitian empiris. Metode pengumpilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data melalui tiga tahapan yaitu  reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Penelitian ini menyimpulkan Kajian Fiqh Siyasah Dusturiyah terhadap Implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga bahwa semua bentuk KDRT merupakan perbuatan aniaya yang mengganggu hak individu orang lain yang mengandung kemudaratan, bertentangan sekaligus prinsip mu’asyarah bi al-ma‟ruf yang diajurkan dalam berumah tangga untuk menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, dan mekanisme pelaksanaan kebijakan yang dilakukan pemerintah ialah dengan menggunakan Ijtihad Jama'i.
Analisis Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual Perspektif Fikih Siyasah Dusturiyah Nurdina Purnama Sari; Nurul Hak; Toha Andiko
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep Perlindungan Anak Dalam Undang-Undang Nomor  17  Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual ?. Bagaimana ketentuan Perlindungan Anak Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak korban kekerasan seksual perspektif Fikih Siyasah Dusturiyah?. Metode penelitian adalah penelitian normatif atau penelitian kepustakaan dengan melakukan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Pengumpulan data menggunakan teknik membaca, mengutip informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsep perlindungan anak menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Anak sering menjadi korban kekerasan terutama kekerasan seksual, oleh sebab itu pemerintah menambahkan aturan yang akan menjadi sanksi tegas bagi pelaku tersebut. Sanksi yang dimaksud yaitu sudah tertera dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak pasal 81, 81A dan 82. Ketentuan Perlindungan Anak Perspektif Fikih Siyasah  dusturiyah selain berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits, juga berpedoman pada hukum yang berlaku di Negara tersebut sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tentang perlindungan anak akan diselesaikan dengan semua sanksi yang berlaku.
Eksistensi Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiil Dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 Efendi, Novrizal; SA, Ramli; Hayatuddin, Khalisah; Latif Mahfuz, Abdul
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.419

Abstract

The research problems of this thesis are how the existence of material unlawful teachings in the Corruption Crime Act Post Constitutional Court Decision Number 003/PUU-IV/2006 and how the attitude of the Supreme Court towards material unlawful teachings after the issuance of Constitutional Court Decision Number 003 /PUU-IV/2006. This study uses a normative juridical approach by prioritizing library data and legislation, and the nature of this research is analytical descriptive. The research results obtained are the existence of material unlawful teachings implied in Article 2 paragraph (1) of the Corruption Law which are declared contrary to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and do not have binding legal force. On this basis, the Constitutional Court (MK) of the Republic of Indonesia in its decision Number 003/PUU-IV/2006 stated that it revoked the enactment of the doctrine of material lawlessness in the Corruption Law. As for the attitude of the Supreme Court (MA) towards the teaching of material lawlessness in the Corruption Crime Law after the issuance of the Constitutional Court decision Number 003/PUU- IV/2006, namely by paying attention to the doctrine and jurisprudence of the Supreme Court, so that the Supreme Court takes a firm stance with consideration , that the element of unlawful nature in the criminal act of corruption includes acts against the law in the formal sense as well as in the material sense and acts against the law materially as well as in positive and negative functions. Thus the Supreme Court does not fully follow and implement Constitutional Court's decision, this can be seen from the several decisions it has issued so far.
Kedudukan Wali Nikah Dalam The Moroccan Family Code/Moudawana Qodariah Barkah; Muhammad Royhan; Ari Azhari
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.421

Abstract

Reformasi hukum keluarga yang terjadi diberbagai negara muslim membuktikan bahwa negara telah mengakomodir perbedaan aliran mazhab dalam perundang-undnagan yang berlaku di negara tersebut. Hal ini antara lain  terlihat dari undang-undang yang berlaku di negara Maroko (The Moroccan Family Code/Moudawana) tentang kedudukan wali nikah bagi perempuan. Pada undang-undang tersebut mengatur bagi seorang perempuan yang telah dewasa atau berusia 18 tahun boleh menikahkan dirinya sendiri tanpa menggunakan wali nikah.  Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis  kedudukan wali nikah dalam The Moroccan Family Code Moudawana 2004 dan faktor penyebab terjadinya reformasi terhadap kedudukan wali nikah dalam undang-undang tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode library research. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan bahan hukum primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Dan teknik analisis data pada penelitian ini yaitu content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  Kedudukan wali nikah dalam The Moroccan Family Code/Moudawana telah dihapus, karena wali bukan termasuk ke dalam rukun dan syarat pernikahan di Maroko. Dalam The Moroccan Family Code/Moudawana, seorang perempuan yang telah berusia dewasa (18 tahun) dan cakap hukum tidak membutuhkan izin wali dan boleh menikahkan dirinya sendiri dengan laki-laki yang ingin dinikahinya. Faktor penyebab terjadinya reformasi terhadap kedudukan wali nikah dalam The Moroccan Family Code/Moudawana disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti perkembangan penduduk Maroko dan faktor eksternal seperti pengaruh globalisasi, dan perjanjian Internasional dalam mewujudkan kesetaraan gender bagi laki-laki dan perempuan, menghilangkan diskriminasi terhadap kaum perempuan, dan mengangkat derajat kaum perempuan.
Kebolehan Mengucapkan Sumpah Tanpa Menggunakan Al-Qur’an Di Pengadilan Agama Rizky Alamsyah Putra; Zuraidah
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.427

Abstract

Sumpah merupakan pernyataan yang dilakukan oleh seseorang dengan membawa nama Tuhan. Sumpah yang dilakukan atas nama Tuhan tidak boleh dijadikan mainan atau ditempatkan pada hal yang tidak wajar, meskipun dengan tidak sengaja, karena sumpah memiliki konsekuensi kepada orang yang melaksanakan sumpah tersebut. Sumpah menurut hukum Islam merupakan suatu ucapan yang disertai dengan menyebut nama Allah, dengan tujuan meyakinkan pihak lain tentang kebenaran ucapan yang bersumpah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk dapat mengetahui proses pengangkatan sumpah saksi tanpa menggunakan Al-Qur’an di Pengadilan Agama Garut Kelas IA. (2) untuk mengetahui hukum pengangkatan sumpah saksi yang tidak menggunakan Al-Qur’an. Dalam penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian lapangan (field research), yang dalam penelitian jenis ini ialah penelitian kualitatif. Menggunakan sumber data yakni sumber data primer juga sekunder. Kemudian dalam pengumpulan data menggunakan Studi Kepustakaan dan juga wawancara. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa (1) Hakim dalam membuktikan Kesaksian itu benar atau tidak dilakukan dengan pengucapan sumpah. Di Indonesia sumpah Biasanya Menggunakan Al-Qur’an tapi di Pengadilan Agama Garut Kelas IA tidak menggunakan Al-Qur’an mereka cukup mengucapkan Kata “Wallahi”. Pengucapan Sumpah itu dilakukan di hadapan Majelis Hakim dengan mengikuti pengucapan sumpah yang dilakukan oleh Hakim yang bertugas. (2)Tinjauan Hukum Islam Terhadap  penggunaan Al-Qur’an itu sebagai sumpah itu Hukumnya Mubah atau boleh. Karena penggunaan Al-Qur’an Tersebut hanya sekedar tradisi yang ada di Pengadilan Di Indonesia.maka Sumpah yang tidak menggunakan Al-Qur’an seperti yang dilakukan di Pengadilan Agama Garut Kelas IA hukumnya boleh karena  Anggapan Pengadilan Agama Garut Kelas IA dalam pengucapan sumpah itu cukup dengan pengucapan kata “Wallahi” tanpa menggunakan alat sumpah Al-Qur’an.
Penerapan Asas Keadilan dalam Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penjaminan Kesehatan dan Keselamatan  Kerja Bagi Pekerja Harian Antoni; Efriyudi
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.443

Abstract

Permasalahan penelitian ini yaitu, Bagaimanakah Penjaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagi Tenaga Kerja Harian PT. Hevea MK 1 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang. Dan kedua, Bagaimanakah Penerapan Asas Keadilan Dalam Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penjaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tenaga Kerja Harian PT. Hevea MK 1 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu memaparkan dan menggambarkan keadaaan serta fenomena yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi. Sumber data penelitian yang digunakan data skunder yaitu data pendukung primer. Teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis yaitu kegiatan yang mengelola data yang melahirkan imformasi yang memiliki karakteristik sehingga mudah umtuk dipahami serta bermanfaat dan memecahkan suatu masalah terpenting pada masalah yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pertama, penjaminan kesehatan dan keselamatan kerja tenaga kerja harian PT Hevea MK 1 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang telah melakukan perlindungan kesehatan terhadap pekerja dengan memberikan jaminan kesehatan berupa BPJS Ketenagakerjaan, melakukan MCU 1 Tahun sekali dan melakukan prosedur SOP kesehatan dan keselamatan kerja melalui divisi Environment Health Safety (EHS). Adapun yang Kedua, penerapan asas keadilan dalam hukum ekonomi syariah terhadap penjaminan kesehatan dan keselamatan kerja tenaga kerja harian PT. Hevea MK 1 Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang telah memenuhi penerapan asas keadilan atas kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja hariannya. Sejalan dengan hukum islam pemenuhan asas keadilan (al-adl) juga sebagai bentuk pemenuhan maqashid syariah dalam konteks hifz an-nafs, memelihara hidup sebagai hak paling utama bagi para pekerja yang terimplentasi dalam bentuk prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
Trend and Online Gambling Risk: An Emerging Criminality Problem Against Youth Henky Fernando
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.459

Abstract

The involvement of youth in online gambling cases not only shows a trend of social deviation but also has the potential to form increasingly massive criminal behaviour. However, this phenomenon has not been comprehensively discussed in previous studies. In addition to responding to the shortcomings of previous studies, this study also focuses on explaining the characteristics, factors, and implications of the trend of online gambling against youth on the potential for the formation of increasingly massive criminal behaviour.  This study is descriptive qualitative by using a netnography approach. This study shows three important findings regarding the trend and risk of online gambling on the problem of criminality against youth. First, the characteristics of online gambling that are popular against youth, apart from appearing with various types of games, the involvement of youth is also not a few players and even bookmakers of online gambling. Second, the reasons underlying youth to be actively involved in online gambling cases are more influenced by structural factors than cultural factors. Third, the behaviour formed by youth who are actively involved in online gambling cases, apart from going beyond deviant behaviour, has also increased the problem of increasingly massive criminality. This study also recommends the importance of future studies that explain the reception of law enforcement and the community in interpreting the trend of deviant behaviour against youth by conducting in-depth and more intensive interviews.

Page 1 of 1 | Total Record : 9