cover
Contact Name
Hasba Edukasi Mandiri
Contact Email
info@hasbaedukasi.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
info@hasbaedukasi.co.id
Editorial Address
Kompleks Green Kemilau Pelangi, B. 04, Jl. Handil Bahalang I, Simpang Empat, Kec. Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 70654
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30629489     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk mempublikasikan penelitian dan kajian akademis di bidang pendidikan dengan pendekatan multidisiplin. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian, ulasan pustaka, dan kontribusi ilmiah lainnya yang meliputi bidang-bidang seperti kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, serta kebijakan, evaluasi pendidikan, serta laporan penelitian. Tujuan utama jurnal ini adalah sebagai wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara global. Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh PT. Hasba Edukasi Mandiri, dan terbit setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)" : 6 Documents clear
INTERNALISASI NILAI HIJAB DALAM PRAKTIK PEREMPUAN MODERN (SUATU KAJIAN PENGGUNAAN HIJAB PEREMPUAN MODERN) Jihan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1764

Abstract

Hijab merupakan penutup kepala yang kini secara pergantian zamannya mengalami perkembangan pesat dengan model yang beragam. Tren hijab di kalangan perempuan modern bukanlah hal yang baru lagi sehingga hijab yang awalnya fungsinya untuk menutup aurat, mengalami perkembangan menjadi sebuah fashion dan tren. Dalam nilai hijab dalam praktik perempuan modern tentunya beragam, ada yang berhijab, tetapi masih menggunakan pakaian ketat, dan sebagainya. IPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang internalisasi nilai hijab dalam praktik perempuan modern. Penelitian ini mengguakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan, yakni sumber data primer yang mana berasal dari hasil wawancara dengan subjek. Sedangkan sumber data sekunder, yakni berasal dari referensi jurnal, skirpsi, buku, dan sebagainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yakni berupa observasi dan wawancara.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PROGRAM MANLY (MADRASAH ANTI BULLY) DI MTsN 2 BANGKA BARAT Yuliana
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1777

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pencegahan bullying melalui program MANLY (Madrasah Anti Bully) di MTsN 2 Bangka Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomenologi, penelitian melibatkan 25 informan yang terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru PAI, guru BK, guru non-PAI/BK, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif selama dua minggu, dan studi dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman serta triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai PAI berlangsung melalui tiga tahap. Transformasi nilai melalui pembiasaan doa dan tadarus, penyampaian larangan bullying berbasis dalil, serta aturan formal madrasah. Transaksi nilai diwujudkan melalui keteladanan guru dalam kegiatan keagamaan, pendekatan dialogis, dan kegiatan informal seperti bakti sosial. Transinternalisasi nilai ditandai dengan kesadaran siswa melapor, kontrol sosial sebaya menggunakan jargon "MANLY", dan refleksi perubahan perilaku. Implementasi program MANLY menggunakan pendekatan holistik yang mencakup pilar preventif-edukatif, religius, dan responsif, yang efektif menciptakan ekosistem madrasah kondusif dengan penurunan kasus bullying konvensional. Meskipun demikian, program menghadapi tantangan berupa keterbatasan guru BK, maraknya cyberbullying, dan sinergi dengan orang tua yang belum optimal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter berbasis Islam yang integratif dalam pencegahan bullying di lingkungan madrasah, dengan rekomendasi penguatan literasi digital Islami dan kolaborasi dengan orang tua.
PENGGUNAAN SIX SIGMA SEBAGAI PENGENDALIAN KUALITAS BENANG CACAT HASIL PRODUKSI MESIN RING FRAME DI PT XYZ Otniel Adam Putra Tamason; Anita Oktaviana Trisna Devi; Yunita Primasanti
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kecacatan benang pada mesin ring frame di PT XYZ yang mencapai rata-rata 3,6% per tahun, melampaui ambang batas toleransi perusahaan sebesar 0,18%. Upaya pengendalian melalui preventive maintenance yang telah dilakukan sebelumnya dinilai belum efektif karena ketidakteraturan jadwal yang menghambat target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengendalian kualitas yang efektif menggunakan pendekatan Six Sigma dengan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).Kajian pustaka dalam penelitian ini mencakup teori pengendalian kualitas, manajemen kualitas, serta instrumen statistik seperti Diagram Pareto, Fishbone Diagram, Fault Tree Analysis (FTA), dan P-Chart. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, dokumentasi produksi periode Agustus 2024 hingga Juli 2025, serta wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan kepala bagian teknis.Hasil pengukuran menunjukkan nilai DPMO sebesar 758,84 dengan tingkat kualitas 4,75 sigma. Analisis menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone mengidentifikasi empat jenis cacat utama: gulungan jelek (48%), ne out standar (27%), IPI tinggi (19%), dan slub (6%). Akar penyebab masalah ditemukan pada sistem penjadwalan pemeliharaan yang tidak tertulis dan kurangnya koordinasi komunikasi internal. Implementasi perbaikan berupa penyusunan SOP alur komunikasi dan jadwal preventive maintenance terstruktur berhasil menurunkan tingkat kecacatan sebesar 2,65%, dari semula 3,64% menjadi 0,99%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa standarisasi sistem penjadwalan dan pengawasan ketat melalui form checklist efektif meningkatkan kualitas produk benang secara signifikan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JURISPRUDENSIAL DALAM MENUMBUHKAN KEPEKAAN SOSIAL SISWA PADA MATERI TOLERANSI AGAMA KELAS XI RPL-B SMK NEGERI 3 TUBAN Muhammad Faliq Mubarrok Ilmi; Iis Aisaroh; Anis Sa’adah; Muslimin
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1782

Abstract

This study aims to describe the process of implementing the jurisprudential learning model in religious tolerance materials, identify the obstacles faced, and analyze the increase in social sensitivity of grade XI RPL-B students at SMK Negeri 3 Tuban. The research method used is a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through direct observation and in-depth interviews of 36 students selected through purposive sampling techniques. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the implementation of the jurisprudential model is carried out through the presentation of contextual issues, group discussions, and the use of reflective questioning techniques (Socratic test). Despite constraints such as limited time and students' cognitive readiness, this model has been shown to be effective in increasing students' social sensitivity. This is shown by the ability of students to build empathetic arguments, respect differences in beliefs, and be able to take a wise stance in responding to the issue of religious pluralism in the school environment.
Dinamika Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Jenjang Raudhatul Athfal di Era Transformasi Digital Titarini; Afifatus Soleha; Nanang Budianto; Faroha Amalia Husna
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1786

Abstract

The rapid development of information technology has brought significant changes across various aspects of life, including the field of Islamic religious education. These changes require a reorganization of the principles and factors influencing the development of the Islamic Religious Education curriculum, so that it remains aligned with contemporary developments while still prioritizing moral, spiritual values, and character formation. Studies on the development of the Islamic Religious Education curriculum at the Raudhatul Athfal level have so far been limited and tend to be normative or technical in nature. This study aims to analyze the dynamics of the principles and factors influencing the development of the Islamic Religious Education curriculum at the Raudhatul Athfal level in the era of digital transformation. This research employs a qualitative approach with a conceptual analysis design through literature study and theoretical synthesis. The results show that the development of the Islamic Religious Education curriculum at the Raudhatul Athfal level continues to evolve dynamically while remaining relevant, flexible, adaptive, and capable of integrating values and technology. Internal and external factors are interrelated in shaping the direction of curriculum development. This study produces an integrative-spiritual dynamic model of the Islamic Religious Education curriculum at the Raudhatul Athfal level, which expands classical curriculum development into a digital-based Islamic education framework. This model is expected to serve as a theoretical and practical reference in designing an Islamic Religious Education curriculum at the Raudhatul Athfal level that is in line with current developments without losing its spiritual foundation.
PENDEKATAN PENGKAJIAN AGAMA: ANTROPOLOGIS Hannym Finadiya Himatul Aliyah; Salsabila Ibnati Maelya; Maftuh Ajma’in
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1796

Abstract

The anthropological approach in the study of religion is one of the methods used to understand religion as a social and cultural phenomenon in human life. This approach emphasizes that religion is not only understood as a theological belief system, but also as a social practice influenced by traditions, culture, and the surrounding community environment. Through an anthropological perspective, the study of religion is conducted by observing religious rituals, symbols, and patterns of behavior in how communities practice their religious teachings. Therefore, this approach helps explain how religion interacts with culture and shapes social values within society. In Islamic studies, the anthropological approach can be used to understand various religious practices that develop among Muslim communities, including the influence of local traditions on these practices. This approach provides a more comprehensive understanding of the relationship between religion, culture, and human social life in various social contexts.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2026 2026