cover
Contact Name
Ali Alamsyah Kusumadinata
Contact Email
nusantaraypn@gmail.com
Phone
+6285210038520
Journal Mail Official
nusantaraypn@gmail.com
Editorial Address
Villa Pasir Mas Blok B 12A, Jl. Jabaru Pasir Kuda, Bogor Barat, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30310784     DOI : 10.62180
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara merupakan wadah untuk menampung artikel-artikel ilmiah yang hasil penelitian lapangan, laboratorium, literatur review, meta analisis atau sejenis bagi para Dosen, praktisi, profesional, mahasiswa atau individu yang memiliki ketertarikan dalam dalam riset berbagai bidang ilmu diantaranya Komunikasi, Penyuluhan, Komunikasi Pembangunan, Sosiologi, Literasi dan Media, Budaya, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Pedagogik dan Kajian Pendidikan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026): humanus (jurnal sosiohumaniora nusantara)" : 15 Documents clear
Persepsi Mahasiswa Dalam Menjaga Kualitas Komunikasi Interpersonal Pada Interaksi Akademik Berbasis Digital Salwa Maisya Shafwatunnisa
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/47edjq50

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi akademik mahasiswa, terutama melalui penggunaan berbagai platform digital dalam proses pembelajaran dan interaksi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menjaga kualitas komunikasi interpersonal pada interaksi akademik berbasis digital, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta strategi adaptasi yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa aktif dari berbagai jurusan dan angkatan yang memiliki pengalaman dalam komunikasi akademik digital, disertai observasi terbatas dan catatan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi akademik berbasis digital memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam aktivitas akademik, seperti diskusi tugas dan koordinasi kelompok. Namun, keterbatasan unsur nonverbal, respon yang tertunda, serta kesulitan mengekspresikan emosi memicu terjadinya miskomunikasi dan menurunkan kedekatan emosional, terutama dalam relasi mahasiswa dengan dosen. Mahasiswa menilai komunikasi tatap muka masih lebih efektif dalam membangun pemahaman dan kedekatan interpersonal. Untuk mengatasi kendala tersebut, mahasiswa menerapkan berbagai strategi adaptasi, antara lain menyusun pesan secara jelas dan sopan, merespons secara tepat waktu, serta memilih media komunikasi yang lebih interaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun komunikasi digital belum sepenuhnya menggantikan efektivitas komunikasi tatap muka, penerapan strategi komunikasi yang tepat dapat menjaga kualitas komunikasi interpersonal dalam lingkungan akademik berbasis digital.
Tinjauan Pustaka: Analisis SDM Digital, Efektivitas Manajemen, dan Transformasi Digital dalam Sumber Daya Manusia Chinta Syafirna Ramadhani Budi; Michella Stevania Riahayu Aprian; Sukmawati Sukmawati; Lidya Peace Simanjuntak; Mada Aditia Wardhana
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/zxw41h91

Abstract

Transformasi Digital Sumber Daya Manusia (DHRM) mengintegrasikan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan big data untuk meningkatkan efisiensi dan kelincahan organisasi, yang menuntut perubahan struktural seperti hierarki yang lebih datar. Di dalam kerangka DHRM, Digital HR Analytics (HRA) mengubah fungsi SDM menjadi mitra strategis berbasis data. Namun, implementasi HRA tingkat lanjut menghadapi tantangan seperti ambiguitas konseptual dan risiko etis, termasuk bias dan berkurangnya otonomi manusia. Keberhasilannya bergantung pada epistemic alignment—penyelarasan hasil analitis dengan persepsi pengambil keputusan—melalui praktik seperti boundary spanning dan komunikasi data yang jelas. Dengan demikian, DHRM adalah proses sosioteknis yang menggabungkan teknologi, perubahan struktural, dan pertimbangan manusia. Penelitian ke depan perlu berfokus pada mekanisme implementasi praktis dan penerapan dalam konteks yang spesifik.  
Pelaksanaan Program Pencegahan Radikalisme di Kalangan Masyarakat Melalui Edukasi Sosial di Car Free Day (CFD) dan Panti Asuhan Pekanbaru Tasya Nabila; Kalista Kalista; Ria Artha. P; Rizka Nabila; Silvia Ayu Pratiwi; Syefni Syefni
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/9vs6ps88

Abstract

Radikalisme merupakan fenomena sosial yang dapat berkembang dari berbagai lapisan di masyarakat, termasuk dikalangan remaja dan masyarakat umum, apabila tidak diimbangi denga pemahaman yang memadai mengenai nilai toelransi, moderasi dan kebangsaan. Indonesia merupakan negara yang multikultural yang terdiri atas keberagaman suku , bangsa, bahasa, agama, budaya dan keberagaman sosial. Kebragaman ini menjadi  potensi penyebaran radikalisme yang sering terjadi dikalangan masyarakat khususnya remaja atau pelajar. Dalam konteks ini, radikalisme kerap memanfaatkan perbedaan identitas yang eklusif dan inteloran. Selain itu perkembangan teknologi yang semakin canggih, penggunaan media sosial kerap menjadi sasaran bagi kelompok – kelompok radikal yang ingin menyebarkan pemahaman dan cara persuasif yang dapat mengancam ideologi pancasila. Oleh karena itu, upaya penguatan pencegahan radikalisme menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di era sekarang. Melalui dunia pendidikan penting menempatkan generasi muda sebagai agen utama pergerakan perubahan sosial yang menumbuhkan sikap toleransi, pola pikir yang moderat serta kemampuan berpikir secara analitis. Penelitian ini bertujuan mengsosialisasikan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pelajar mengenai bahaya radikalisme sekaligus memberi edukasi mengenai cara penangklan radikalisme melalui kegiatan Car Free Day (CFD) dan panti asuhan di kota pekanbaru. Kegiatan ini dilakukan dengan penyampaian materi secara langsung antara mahasiswa, masyrakat dan pelajar.
Persepsi Mahasiswa terhadap Ekspresi Wajah Dosen dalam Meningkatkan Kepuasan Belajar pada Perkuliahan Tatap Muka Ayunisa Nurrahmah
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/nq6mbx19

Abstract

Komunikasi tatap muka tidak hanya menyampaikan pesan secara verbal, juga melibatkan komunikasi nonverbal, terutama ekspresi wajah pembicara. Ekspresi wajah dosen sangat penting dalam konteks perkuliahan karena dapat membentuk persepsi, meningkatkan keterlibatan, dan memengaruhi kepuasan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pengaruh ekspresi wajah dosen terhadap fokus, pemahaman materi, kredibilitas, dan kepuasan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 10 mahasiswa dari berbagai program studi dan universitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka daring dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi wajah yang tulus, antusias, dan selaras dengan isi materi meningkatkan fokus, pemahaman, keterlibatan, serta kepuasan mahasiswa. Sebaliknya, ekspresi datar atau tidak sesuai konteks materi menurunkan kepercayaan mahasiswa dan menghambat partisipasi aktif. Senyum, kontak mata, dan ekspresi antusias dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan ekspresi wajah merupakan elemen penting dalam komunikasi nonverbal dosen dan berkontribusi signifikan terhadap efektivitas pembelajaran tatap muka. Temuan ini menekankan perlunya pelatihan keterampilan komunikasi nonverbal bagi dosen untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan memuaskan bagi mahasiswa.
Island Glow: Strategi Branding Fashion Bali yang Menembus Pasar Global Dyah Ayu Dhika Pramesthi; Riskania Athika Rahmadian; Lazilla Almaeda; Novita Sari
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/35rpmr34

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi branding "Island Glow" yang menjadi kunci sukses fashion Bali dalam menembus pasar global. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen budaya lokal seperti batik, tenun, dan motif alam Bali dengan inovasi modern, menciptakan narasi autentik yang membangun loyalitas konsumen internasional. Melalui digitalisasi seperti platform e-commerce, AR interaktif, dan konten media sosial, brand seperti Haluan Bali mencapai omzet Rp900 juta per bulan serta ekspansi ke Australia, Jepang, dan Belanda   Selain itu, event seperti Kuta Fashion Week 2025 dengan tema "Runway to Paradise" serta dukungan pameran BRI memperkuat posisi Bali sebagai pusat brand lokal dunia, memfasilitasi koneksi dengan buyer global. Komitmen keberlanjutan melalui produksi zero-waste, bahan organik, dan pemberdayaan komunitas perempuan lokal—seperti pada Indigo Luna dan Flook The Label—menolak fast fashion serta menonjolkan transparansi sosial. Secara keseluruhan, strategi ini tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi, tapi juga mempromosikan identitas Bali yang berkelanjutan di panggung dunia.
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Latihan Kunjungan Lapangan Pembuatan Media Tanam Cabai Pada Binaan Dasa Wisma Di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang Rachel Angelia Putri; Selly Oktarina; Rismandona Rismandona; Risa Risa
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/5k8ahd31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga melalui kegiatan latihan kunjungan lapangan pembuatan media tanam cabai pada kelompok binaan Dasa Wisma di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, partisipasi aktif, serta penyebaran kuesioner kepada peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian memperoleh skor rata-rata 89,2% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal ini menandakan peran penyuluh sangat efektif dalam memberikan pendampingan, informasi, dan motivasi kepada peserta. Selain itu, kegiatan ini juga mampu meningkatkan minat ibu rumah tangga dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya cabai secara mandiri. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai fungsi penyuluh sebagai fasilitator, edukator, dan motivator dalam pemberdayaan masyarakat.
Persepsi Followers Instagram terhadap Kreativitas Konten Hanum Mega dalam Pembentukan Personal Branding di Instagram Dwi Sulistiani
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vq6dpn60

Abstract

Instagram sebagai media visual memberi ruang bagi figur publik untuk menampilkan kreativitas konten sekaligus membangun personal branding. Kreativitas konten tidak hanya berkaitan dengan tampilan visual, tetapi juga cara penyampaian pesan dan interaksi yang dibangun dengan audiens. Namun, masih terbatas kajian yang menelaah bagaimana kreativitas konten dimaknai langsung oleh followers dalam proses pembentukan personal branding seorang kreator. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi followers Instagram terhadap kreativitas konten Hanum Mega dalam membentuk personal branding di Instagram. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif pada subjek penelitian berupa followers akun Instagram Hanum Mega. Informan dipilih secara purposive berdasarkan kriteria followers yang aktif mengikuti dan mengonsumsi konten Hanum Mega. Data dikumpulkan melalui wawancara daring menggunakan pesan instan. Analisis data dilaksanakan dengan tahap reduksi data, penyajian data pada bentuk narasi deskriptif berdasarkan tema yang muncul, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa followers memaknai kreativitas konten Hanum Mega sebagai kemampuan menyajikan konten kecantikan dengan gaya yang natural, jujur, dan tidak dibuat-buat. Konsistensi tema, gaya komunikasi, serta karakter yang ditampilkan membentuk identitas yang mudah dikenali dan memperkuat personal branding. Interaksi yang terjalin melalui komentar dan pesan langsung juga menciptakan kesan kedekatan emosional, sehingga personal branding tidak hanya dibangun melalui visual, tetapi juga melalui pengalaman berinteraksi. Kreativitas konten tersebut membentuk citra Hanum Mega sebagai figur yang ramah, autentik, dan mudah didekati. Penelitian ini mempunyai keterbatasan pada jumlah informan dan ruang lingkup platform yang  berfokus pada Instagram. Temuan ini diharapkan bisa menjadi rujukan untuk penelitian berikutnya yang mengkaji personal branding kreator digital dengan cakupan informan dan media sosial yang lebih luas.
Analisis Perilaku Penggunaan Bahasa Kasar Terhadap Pergaulan Antar Mahasiswa Universitas Djuanda Rehabibaah Apriliya
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/04hq1614

Abstract

Bahasa kasar secara umum dipersepsikan negatif dalam komunikasi, namun dalam konteks pertemanan mahasiswa, sering kali berfungsi sebagai penanda keakraban dan solidaritas. Penelitian terdahulu belum banyak mengeksplorasi kompleksitas fungsi serta dampak sosio-pragmatisnya dalam pergaulan mahasiswa di lingkungan kampus tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penggunaan bahasa kasar di kalangan mahasiswa Universitas Djuanda Bogor serta mengeksplorasi dampaknya terhadap hubungan sosial mereka. Metode kualitatif deskriptif diterapkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap 12 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas hingga mencapai titik kejenuhan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun dipahami sebagai bentuk ketidaksopanan, bahasa kasar lazim digunakan terutama di antara teman dekat untuk bercanda, bereaksi spontan, atau mengekspresikan emosi. Faktor pendorong utamanya adalah lingkungan pertemanan, media sosial, dan permainan daring. Dampaknya bersifat paradoksal, di satu sisi dapat mempererat ikatan dalam kelompok sebaya, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan konflik jika digunakan di luar konteks kedekatan atau situasi formal. Temuan penelitian menyoroti pentingnya kecerdasan komunikasi kontekstual dan kesadaran akan batasan penggunaan bahasa di lingkungan kampus. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan sampel yang terbatas pada satu universitas. Implikasinya, diskusi etika komunikasi di perguruan tinggi perlu mempertimbangkan fungsi sosial bahasa dan konteks interaksi, di samping norma kesopanan.
Makna Penggunaan Second Account Instagram Dalam Praktik Unggahan Cerita Mahasiswa Universitas Djuanda Siti Balqis Sari Manah
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/c9pwve40

Abstract

Penggunaan Instagram di kalangan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui akun utama, tetapi juga melalui second account sebagai ruang komunikasi alternatif. Sejumlah penelitian telah membahas motif dan pola penggunaan second account, namun kajian yang menyoroti makna subjektif penggunaan second account dalam praktik unggahan Instagram Story masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna penggunaan second account Instagram dalam praktik unggahan Instagram Story mahasiswa Universitas Djuanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan perspektif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa Universitas Djuanda yang aktif menggunakan second account Instagram. Pengumpulan data didukung oleh observasi non-partisipan terhadap unggahan Instagram Story. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account dimaknai sebagai ruang yang lebih privat dan personal dibandingkan akun utama, sehingga memungkinkan mahasiswa mengekspresikan diri secara lebih bebas dan autentik. Unggahan Instagram Story pada second account berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, pelepasan stres, serta pengelolaan identitas digital di tengah tuntutan pencitraan publik. Pemilihan audiens yang terbatas menciptakan rasa aman psikologis yang mendorong keterbukaan dalam berkomunikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi digital dengan menegaskan bahwa penggunaan second account merupakan strategi komunikasi mahasiswa dalam mengelola identitas dan relasi sosial di ruang digital. 
Gaya Komunikasi Interpersonal Pelatih Dalam Membangun Kepercayaan Diri Atlet Silat Rijal Mahendra
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/a1s2vz33

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran gaya komunikasi interpersonal pelatih dalam membangun kepercayaan diri atlet pencak silat dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga pelatih dan lima atlet yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat gaya komunikasi utama yang diterapkan pelatih: komunikasi yang terbuka dan dialogis, pemberian dukungan emosional, penggunaan bahasa yang motivatif, serta penyampaian umpan balik yang positif dan konstruktif. Gaya komunikasi terbuka dan dialogis menciptakan ruang bagi atlet untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam evaluasi, sehingga meningkatkan rasa dihargai dan percaya diri. Dukungan emosional yang ditunjukkan melalui empati dan perhatian saat atlet mengalami kegagalan atau cedera membantu menciptakan lingkungan psikologis yang aman. Bahasa motivatif yang diberikan, terutama sebelum dan selama pertandingan, berperan dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan fokus atlet. Sementara itu, umpan balik konstruktif yang disesuaikan dengan kebutuhan individual atlet tidak hanya memperbaiki teknik tetapi juga memperkuat keyakinan mereka terhadap proses latihan. Kombinasi keempat gaya komunikasi ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri atlet, yang terwujud dalam keberanian mencoba teknik baru, kesiapan mental menghadapi kompetisi, dan ketahanan dalam mengelola tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa gaya komunikasi interpersonal pelatih merupakan faktor kunci dalam menciptakan dinamika pelatihan yang suportif dan secara langsung mendukung pengembangan kepercayaan diri atlet silat, baik dalam latihan maupun kompetisi. Implikasinya, pelatih perlu secara sadar mengembangkan keterampilan komunikasi yang empatik, responsif, dan membangun untuk mengoptimalkan kesejahteraan psikologis dan performa atlet.

Page 1 of 2 | Total Record : 15