cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM SHALAT DHUHA BERJAMA’AH DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM (MTS NEGERI 5 JEMBER, JAWA TIMUR) Ika Nafisatus Zuhro
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.233

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu proses perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan sifat kejiwaan, ahlak, dan budi pekerti manusia. Pada tahun 2010, terjadi perilaku antibudaya dan antikarakter yang mempengaruhi masyarakat Indonesia. Di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur terjadi perilaku antikarakter dimana peserta didik kurang menghormati guru dan sikap yang  kurang  menghargai satu sama lain sehingga, banyak terjadi pelanggaran tata tertib di lembaga tersebut. Perilaku masyarakat terutama dalam lingkup siswa yang sedang menjalankan proses pendidikan harus dibangun dengan salah satu cara yaitu melalui program shalat dhuha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program shalat dhuha di lembaga tersebut dan untuk mengetahui pendidikan karakter melalui program tersebut di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semi- terstruktur, dan dokumen. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Hasil penelitian  ini  menunjukkan bahwa program shalat dhuha berjama’ah di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur merupakan program unggulan yang dilaksanakan pada pagi hari tepatnya pukul 06:20 sebelum jam pelajaran (KBM) dimulai. Selain itu, pendidikan karakter di MTs Negeri 5 Jember Jawa Timur dilaksanakan melalui program shalat dhuha berjama’ah yang bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran tata  tertib yang terjadi dan menumbuh-kembangkan nilai karakter bagi seluruh peserta didik di lembaga tersebut. Kata Kunci: program hifdzil jus Amma, tanggung jawab peserta didik. Character education is a process of improvement that aims to improve the mental, moral, and character traits of humans. In 2010, there was anti-cultural and anti- character behavior that affected Indonesian society. At MTs Negeri 5 Jember, East Java, anti-character behavior occurred where students lacked respect for teachers and lacked respect for one another, resulting in many violations of the rules of the institution. Community behavior, especially in the scope of students who are carrying out the educational process, must be built in one way, namely through the dhuha prayer program. This study aims to determine the implementation of the dhuha prayer program at the institution and to determine character education through the program at MTs Negeri 5 Jember, East Java. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Data collection techniques used participatory observation, semi-structured interviews, and documents. The validity of the  data used in this study is the triangulation of sources and triangulation of techniques. The results of this study indicate that the congregational dhuha prayer program at MTs Negeri 5 Jember, East Java is a superior program that is carried out in the morning at 06:20 before class time (KBM) begins. In addition, character education at MTs Negeri 5 Jember, East Java is carried out through the congregational dhuha prayer program which aims to minimize violations of the rules that occur and develop character values for all students at the institution.  Keywords: character education, dhuha prayer, islamic psychology
Internalisasi Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam Majelis Ta’lim Pesarean Habib Sholeh Tanggul Jember Risnawati Ruchiyad; Zainal Abidin
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.303

Abstract

Kajian ini hendak mengungkap materi, metode dan implikasi pembelajaran majelis taklim pesarean Habib Sholeh Tanggul dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian ini mengungkap: Pertama, materi pembelajaran Majelis Taklim Pesarean Habib Sholeh Tanggul dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin yakni mempelajari materi tematik yang menyesuaikan dengan momentum terkini, pembelajaran akhlak serta pembelajaran kitab Risalatul Muawwanah yang di dalamnya mengulas mengenai nasehat-nasehat beserta dalilnya. Kedua, metode pembelajaran Majelis Ta’lim Pesarean Habib Sholeh Tanggul adalah dengan menggunakan metode ceramah (mauidloh hasanah) satu arah. Ketiga, implikasi pembelajaran Majelis Ta’lim Pesarean Habib Sholeh Tanggul dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin adalah dengan menguatnya sikap tenggang rasa, toleran, menanamkan hidup seimbang, membiasakan hidup adil dan menyeru pada amar ma’ruf nahi munkar, serta damai dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Kata kunci: majelis ta’lim, internalisasi nilai, Islam rahmatan lil alamin, Habib Sholeh Tanggul This study aims to reveal the material, methods and learning implications of the Majelis Ta’lim Habib Sholeh Tanggul in internalizing the Islamic values ​​of rahmatan lil alamin. This study uses a qualitative approach with the type of case study. Data are obtained by observation, interviews, and documents. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study reveal: First, the learning materials for the Majelis Ta’lim Habib Sholeh Tanggul in internalizing the Islamic values ​​of rahmatan lil alamin, namely studying thematic material that adapts to the latest momentum, moral learning and learning the Risalatul Muawwanah book which includes advice and the argument. Second, the learning method of the Majelis Ta’lim Habib Sholeh Tanggul is by using the one-way lecture (mauidloh hasanah) method. Third, the learning implications of the Majelis Ta’lim Habib Sholeh Tanggul's learning implications in internalizing the Islamic values ​​of rahmatan lil alamin are by strengthening tolerance, tolerance, instilling a balanced life, getting used to living justly and calling for amar ma'ruf nahi munkar, and peace with other people and the environment.
Penerapan Hybrid Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Tengah Pandemi Covid-19 Septian Eka Dewanto; Khairul Umam
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.323

Abstract

Karakterisitik materi Pendidikan Agama Islam (PAI) mengharuskan pembelajaran menggunakan beragam model pembelajaran yang perlu disesuaikan dengan tema materi pembelajaran. Tujuan pembelajaran PAI tidak terbatas pada transfer of knowledge tetapi juga nilai, keterampilan dan pengembangan karakter. Kompleksitas materi pembelajaran tersebut semakin menjadi sulit diajarkan ketika pandemi Covid 19 muncul, sehingga pembelajaran hybrid menjadi pilihan utama. Fokus kajian ini adalah mengungkap bagaimana guru PAI di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satya Dharma Balung mengelola pembelajaran hybrid pada masa pandemi covid-19. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menyimpulkan bahwa penerapan hybrid learning pada masa pandemi di SMP Satya Dharma dilaksanakan dengan perencanaan yang baik dan dilaksanakan dengan dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, baik daring maupun luring. Masing-masing memiliki kelemahan karena keterbatasan kehadiran siswa, kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi informasi dan dukungan orang tua secara finansial maupun motivasional. The characteristics of Islamic Religious Education (PAI) materials require learning to use a variety of learning models that need to be adapted to the theme of the learning material. The purpose of PAI learning is not limited to the transfer of knowledge but also values, skills, and character development. The complexity of these learning materials became increasingly difficult to teach when the Covid 19 pandemic emerged, so hybrid learning became the main choice. The focus of this study is to reveal how PAI teachers at the Satya Dharma Balung Junior High School (SMP) manage hybrid learning during the COVID-19 pandemic. This study uses a qualitative case study approach with observation, interviews, and documentation data collection techniques. The researcher concluded that the implementation of hybrid learning during the pandemic at Satya Dharma Middle School was carried out with good planning and the support of the facilities and infrastructure needed, both online and offline. Each has weaknesses due to limited student attendance, students' ability to use information technology, and parental support financially and motivationally.
Pembelajaran Program Hifdzil Juz Amma dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Peserta Didik di MIMA 29 Miftahul Ulum Ambulu Fenti Apriliana Devi; Hartono Hartono
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.342

Abstract

Program menghafal al-Qur’an merupakan kebutuhan setiap Muslim. Penerapan hafalan qur’an dalam proses pembelajaran dapat dimulai sedini mungkin untuk mencetak generasi qur’ani yang berkarakter. Karenanya penelitian ini mengurai tentang bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Program Hifdzil Juz Amma dalam membentuk karakter tanggung jawab Peserta Didik di MIMA 29 Miftahul Ulum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu: (1) dalam perencanaan pembelajaran Hifdzil Juz Amma tidak tertulis dalam dokumen-dokumen, dirancang sendiri oleh kepala madrasah seperti: pemilihan ustadzah-ustadzah, Penentuan kelas-kelas peserta didik, Penentuan pembimbing atau ustadzah hasil musyawarah kepala madrasah dan dewan guru lainya dan diharuskan sudah memiliki syahadah (bukti kelulusan hafalan). (2) dalam pelaksanaan Ustadzah melakukan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. (3) dalam evaluasi pembelajaran yaituevaluasi harian dan evaluasi akhir. Kata Kunci: program hifdzil jus Amma, tanggung jawab peserta didik. The program of memorizing the Qur’an is a necessity for every Muslim. The application of memorizing the Qur’an in the learning process can be started as early as possible to create a characterful Qur’anic generation. Therefore, this study describes how the planning, implementation and evaluation of the Hifdzil Juz Amma Program in shaping the character of the responsibility of students at MIMA 29 Miftahul Ulum. The method used in this research is a qualitative approach with the type of phenomenological research. The results of this study are: (1) in the planning of learning Hifdzil Juz Amma not written in documents, designed by the head of the madrasa, such as: selection of ustadzah-ustadzah, determination of student classes, determination of mentors or ustadzah results of deliberation by the head of the madrasa and the council. Other teachers and are required to have a shahadah (proof of rote graduation). (2) in the implementation of the Ustadzah perform preliminary activities, core activities and closing. (3) in learning evaluation, namely daily evaluation and final evaluation.
Reformulasi Model Pembinaan Moral Siswa dalam Perspektif Tasawuf Abdul Karim
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.349

Abstract

Penlitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembinaan moral siswa dalam perspektif tasawuf. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data melalui beberapa dokumen penting: buku, kamus, jurnal dan lain-lain. Sementara itu, metode analisis datanya adalah analisis isi (content analisys) dan validitas data menggunakan triangulasi sumber dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tasawuf sebagai pondasi dasar dalam membentuk sikap moral siswa, yaitu: pembelajaran moral diarahkan untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif dan perilaku dengan al-ilmu, al- ahwal dan al-amal. (2) Penanaman nilai-nilai tasawuf dalam membentuk moral siswa di lembaga pendidikan yaitu: (a) Riyadah, adalah latihan kejiwaan melalui upaya membiasakan diri agar tidak melakukan hal-hal yang mengotori jiwa. (b) Tazkiyatun nafs adalah proses penyucian jiwa manusia. (c) Dikir, yaitu membasahi lidah dengan ucapan-ucapan pujian kepada Allah. (3) Membentuk kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual siswa melalui pendekatan tasawuf, yaitu: a) kecerdasan intelektual meliputi: membersihkan jiwa dari kejelekan akhlak, menyedikitkan hubungannya dengan sanak keluarga dari hal keduniawian dan menjauhi keluarga serta kampung halamannya, tidak sombong terhadap ilmu yang dimiliki, menjaga diri dari mendengarkan perselisihan, tidak mengambil ilmu terpuji selain mendalaminya hingga selesai dan mengetahui hakikatnya, jangan terburu-buru atau tergesa-gesa. 2) Kecerdasan emosional: muhasabah, raja’ (harapan atau optimisme), empati dalam tasawuf ada itsar, keterampilan sosial dalam tasawuf adalah konsep syaja’ah. 3) Kecerdasan Spiritual: tafakkur, uzlah dan mentransendenkan penderitaan (sikap tawakal dan ridha). Kata kunci: pembinaan moral, siswa, pendekatan tasawuf This study aims to analyze the model of moral development of students in the perspective of Sufism. The research method used is a qualitative approach. The type of the research is library research. Data collection techniques, through some important documents: books, dictionaries, journals and others. While the data analysis method is by content analysis and data validity using source triangulation and discussion with peers. The results of this study indicate: (1) Sufism as a basic foundation in shaping students ' moral attitudes, namely: moral learning is directed to develop cognitive, affective and behavioral aspects with al-ilmu, al - ahwal and al-amal. (2) Planting the values of Sufism in shaping the morals of students in educational institutions, namely: (a) Leisure, is a psychiatric exercise through getting used to not doing things that pollute the soul. (b) Tazkiyatun nafs is the process of purification of the human soul. (c) Chanting, whichis wetting the tongue with words of praise to Allah. (3) forming the intellectual, emotional and spiritual intelligence of students through the Sufism approach, namely: a) intellectual intelligence includes: cleaning the soul from moral ugliness, minimizing its relationship with relatives from worldly matters and staying away from family and hometown, not being arrogant towards the knowledge possessed, keeping oneself from listening to disputes, not taking laudable knowledge other than deepening it to completion and knowing its essence, do not rush or rush. 2) Emotional intelligence: muhasabah, raja’ (hope or optimism), empathy in Sufism there is itsar, social skills in Sufism is the concept of shaja'ah. 3) Spiritual Intelligence: tafakkur, uzlah and transcending suffering (attitude of tawakal and ridha).
REVITALISASI PENDIDIKAN PROFETIK ATAS KRISIS KEMANUSIAAN Moh. Nor Afandi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i2.421

Abstract

Pendidikan profetik dianggap berfungsi untuk mengatasi persoalan dan memberikan kontribusi atas segala ketimpangan yang terjadi terutama pada krisis kemanusiaan yang kini dihadapi oleh masyarakat modern. Persoalan fundamental adalah krisis moral dan krisis spiritual. Penelitian ini menggunakan Paradigma penelitian konstruktivis dengan pendekatan kualitatif deskriptif (Qualitative deskriptive) dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumenter. Analisis data menggunakan content analysis dan keabsahan data menggunakan Triangulasi Sumber. Penelitian ini menyimpulkan: 1) membangun pendidikan demokratis, menghilangkan dekotomi pendidikan, dan memaksimalkan peran profetik dalam pendidikan dengan menempatkan manusia sebagai subjek pendidikan; 2) liberasi terhadap sistem kehidupan yang terdapat dalam beberbagaiaspek, dan 3) menambah dimensi transendental dalam tranformasi dan komunikasi dengan Tuhan serta berlatih untuk mengembalikan kesadaran Ilahiah. Kata Kunci: Krisis Kemanusian; Pendidikan; Profetik; Revitalisasi Prophetic education functions to overcome problems and contribute to all inequalities that occur especially in the humanitarian crisis that is now faced by fundamental modern society, namely moral crisis and spiritual crisis. This study uses the constructivist research paradigm with a descriptive qualitative approach (Qualitative Descriptive) with the type of library research (Library Research). Data collection is done by documentary studies. Data analysis using content analysis and data validity using Source Triangulation. The results of this study are: 1) building humanist education, eliminating educational decotomy, and maximizing prophetic roles by placing humans as subjects of education; 2) liberation of education, reviving teaching and learning activities that are built on synergic cooperation between educators and students by being the subject of thinking and acting without any confinement of the surrounding environment and 3) adding to the transcendental dimension of transformation and communication with God and practicing to restore divine consciousness. Keywords: Humanitarian Crisis; Education; Prophetic; Revitalization

Page 1 of 1 | Total Record : 6