cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam" : 7 Documents clear
PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TEKNOLOGI MASA PANDEMI COVID-19 DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN SYNCHRONOUS DAN ASYNCHRONOUS M. Rizal Rofiudin; Moh. Sutomo; Moh. Sahlan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i1.259

Abstract

Ditahun  2020  Indonesia  mengalami  pandemi  virus  mematikan  yang diberi  nama  virus  Corona  atau  Covid-19.  Diketahui  virus  ini  berasal  dari  kota  Wuhan  Cina.  dari  adanya  pandemi  virus  mematikan  ini  seluruh  warga  Negara  Indonesia  diwajibkan  mengikuti  aturan  pemerintah  untuk  melakukan  physical  distancing  dampak  dari  physical  distancing  ini  salah  satunya  yakni  seluruh  lembaga  pendidikan  harus  melaksanakan  pembelajaran  secara  daring  (dalam  jaringan).  Sistem  pembelajaran  daring  ini  memberikan  kelebihan  Bila  dibandingkan  dengan  pembelajaran  konvensional  bagi  pendidik  maupun  peserta  didik,  namun  selain  kelebihan  pembelajaran  daring  ini  juga  terdapat  beberapa  kekurangan.  pada  pembelajaran  jarak  jauh,  dikenal  sebuah  kata  Synchronous  yakni  pembelajaran  jeda  jauh  yang  dilakukan  dalam  waktu  bersamaan  antara  pendidik  serta  siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan hasil Penelitian  yg  dilakukan di SMA  Negeri  2  Jember  ini  merupakan  kombinasi  daring  synchronous  dan   asynchronous.  dalam  penelitian  berbasis  teknologi  di  Sekolah Menengan Atas  Negeri  2  Jember  memiliki  kelebian  dan   kekurangan.  Kelebihan  pembelajaran  berbasis  teknologi.     In 2020 Indonesia experienced a deadly virus pandemic named the Corona virus or Covid-19. It is known that this virus originated in the Chinese city of Wuhan. Due to the existence of this deadly virus pandemic, all Indonesian citizens are required to follow government regulations to carry out physical distancing. One of the impacts of this physical distancing is that all educational institutions must carry out online (in-network) learning. This online learning system provides advantages when compared to conventional learning for educators and students, but apart from the advantages of online learning there are also some disadvantages. In distance learning, the word Synchronous is known, namely distance learning that is carried out at the same time between educators and students. This study uses a descriptive qualitative method with the results of the research conducted at SMA Negeri 2 Jember which is a combination of synchronous and asynchronous online. in technology-based research at State Senior High School 2 Jember has advantages and disadvantages. The advantages of technology-based learning. Keywords: asynchronous,synchronous, technology-based learning, 
METODE PENANAMAN NILAI KARAKTER DALAM KITAB TA’LĪMAL-MUTA’ALLIM UNTUK MENGEMBANGKAN AKHLAQ SANTRI DI PONDOK PESANTREN AS-SHIDIQIYAH GILIMANUK BALI Firman Aulia Ramadhan; Roby Fathan Alifiansyah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i1.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penanaman nilai karakter dalam kitab Ta’limal Muta’alim untuk mengembangkan akhlak Santri di pondok Pesantren As-Shidiqiyah Gilimanuk Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interkatifMilles, Huberman dan Saldana J 2014. Dengan langkah-langkah kondensasi data display data dan verivikasi data. Teknik analisis data dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Sedangkan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik.     Hasil Penelitian di Pondok Pesantren As-Shidiqiyah Gilimanuk bali yaitu (1) Internalisasi Nilai Ikhlas yaitu dengan proses belajar mengajar kitab Ta’līmal-Muta‘llim disertai dengan pemberian nasehat, pembiasaan dan keteladanan, baik para guru, pengurus pondok dan juga para pemangku pesantren. (2) Internalisasi Nilai Tawaddu’ yaitu dengan proses belajar mengajar kitab Ta’līmal-Muta‘llim disertai dengan pemberian nasehat, pembiasaan dan keteladanan, baik para guru, pengurus pondok dan juga para pemangku pesantren. (3) Internalisasi Nilai Disiplin di Pondok Pesantren As-Shidiqiyah Gilimanuk baliyaitu dengan proses belajar mengajar kitab Ta’līmal-Muta‘llim dengan pemberian nasehat, pembiasaan dan keteladanan, pengawasan dan pemberian sanksi (punishment). This study aims to determine the method of instilling character values in the Ta'limal Muta'alim book to develop the morals of Santri at the As-Shidiqiyah Islamic Boarding School in Gilimanuk Bali. This research is a qualitative research with the type of phenomenology. The data analysis model used in this study is the interactive model of Milles, Huberman and Saldana J 2014. With the steps of data condensation, display data and data verification. Data analysis technique using descriptive qualitative. While the validity of the data in this study used triangulation of sources and techniques. The results of the research at the As-Shidiqiyah Islamic Boarding School Gilimanuk Bali are (1) Internalization of the Value of Ikhlas, namely the teaching and learning process of the Ta'līm al-Muta'llim book accompanied by the provision of advice, habituation and example, both teachers, boarding school administrators and also stakeholders boarding school. (2) Internalization of Tawaddu' Values, namely the teaching and learning process of the Ta'līm al-Muta'llim book accompanied by the provision of advice, habituation and example, both for teachers, boarding school administrators and also pesantren stakeholders. (3) Internalization of Discipline Values ​​at the As-Shidiqiyah Islamic Boarding School Gilimanuk Bali, namely the teaching and learning process of the Ta'līm al-Muta'llim book by giving advice, habituation and example, supervision and sanctions (punishment).   Keyword: character value, kitab ta'limal-muta'alim, santri's character
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP AL-AZHAR KOTA BEKASI Yosse Amanda Pratama Yosse; Valisa Nur Ajizah; Uswatun Hasanah; Muhammad Nur Ikhsan; Rafika Rahmawati
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i1.634

Abstract

Gadget merupakan alat elektronik yang digunakan sebagai media informasi, media belajar, dan sebagai hiburan. Manfaat gadget lainnya yaitu dapat tersambung dengan internet dan siswa sudah mengenal fungsi internet. Hal ini mengakibatkan banyak siswa yang menyalahgunakan penggunaan internet untuk hal negatif, sehingga siswa harus selalu dalam pengawasan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan gadget dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah pertama. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional yang sifat datanya expost facto, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian melihat ke belakang kejadian yang berlalu untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut Teknik yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner untuk mendapat data dampak penggunaan gadget dan minat belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek penelitian 20 orang siswa dan dibantu dengar guru SMP Al-Azhar Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Terdapat pengaruh Dampak Penggunaan Gadget dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar secara Signifikan Hal ini dapat dibuktikan dengan kuat nilai Sig = 0,000 dan F hitung = 12,788 F tabel = 3,591, Maka hal ini dapat dikatakan nilai dan F hitung > F tabel dan Sig 0,000 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dampak penggunaan gadget dan minat belajar terhadap hasil belajar berpengaruh secara signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa SMP AL-Azhar Kota Bekasi.   Gadgets are electronic devices that are used as information media, learning media, and as entertainment. Another benefit of the gadget is that it can connect to the internet and students are familiar with the functions of the internet. This has resulted in many students misusing the use of the internet for negative things, so students must always be under the supervision of their parents. The purpose of this study was to analyze the effect of gadget use and interest in learning on junior high school students' learning outcomes. The type of research used in this research is quantitative research with a correlational descriptive approach, the nature of the data is ex post facto, namely a research conducted to investigate events that have occurred and then look back at past events to find out the factors that could have caused these events to occur. . The technique used by researchers in this study was to use a questionnaire to obtain data on the impact of using gadgets and learning interest on learning outcomes. This research was carried out with 20 students as research subjects and assisted by listening to teachers at Al-Azhar Middle School, Bekasi City. The results showed that the use of gadgets did not significantly influence student learning outcomes. There is a significant influence of the use of gadgets and learning interest on learning outcomes. This can be proven by the strong value of Sig = 0.000 and F count = 12.788 F table = 3.591. So this can be said to be the value and F count > F table and Sig 0.000 > 0 ,05. Based on these results, it can be concluded that the impact of using gadgets and learning interest on learning outcomes has a significant effect on Student Learning Outcomes at SMP AL-Azhar Bekasi City.
KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM TAFSIR TARBAWI QS. AL-BAQARAH:62 NOVA FASADENA; Nurul Huda; Zainul Hasan; Nur Cholid
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i1.671

Abstract

Maraknya aksi radikalisme berujung terorisme membuat Indonesia menjadi darurat moderasi beragama. Ayat-ayat moderasi beragama terus dikampanyekan dalam mata pelajaran PAI untuk memahamkan remaja awam agar tidak mudah direkrut menjadi anggota Islam radikal. Salah satu ayat yang urgen untuk dibahas adalah QS. Al-Baqarah:62 karena isi ayat itu yang memposisikan orang beriman sama dengan umat agama lainnya. Untuk itu perlu bagi kita menyelami makna ayat tersebut dalam perspektif mufassir klasik dan modern. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan mufassir klasik dan modern terhadap QS. Al-Baqarah:62. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kajian Pustaka. Sumber data primer adalah QS. Al-Baqarah:62 dan tafsir Al-Quran Klasik (Jalalain, Ibnu Kastir, Al-Qurthubi, At-Thabari) serta tafsir Al-Quran modern (Al-Mishbah, Al-Azhar, Tafsir fi Zhilalil Quran, dan Departemen Agama RI). Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan mufassir klasik dan modern memaknai konsep moderasi beragama dalam konteks orang beriman, Yahudi, Nasrani, dan Sabi’in sebagai berikut (1) Islam menganggap sama umatnya yang mau kembali. (2) Bagi yang tidak mau beriman maka tidak ada paksaan. (3) Allah mengganjar makhluknya sesuai dengan amalnya. (4) Mufassir klasik dan mufassir modern tidak banyak perbedaan yang Nampak kecuali pemahaman keempat umat tersebut apakah ayat tersebut tertuju untuk konteks saat ini atau zaman nabi. The rise of acts of radicalism that lead to terrorism has made Indonesia an emergency moderation of religion. Religious moderation verses continue to be campaigned in PAI subjects to make ordinary youth understand that they are not easily recruited to become members of radical Islam. One verse that is urgent to discuss is QS. Al-Baqarah: 62 because the contents of the verse position believers the same as people of other religions. For this reason, it is necessary for us to explore the meaning of the verse from the perspective of classical and modern commentators. This paper aims to describe the views of classical and modern commentators on QS. Al-Baqarah: 62. The research method used is a qualitative approach to the type of literature review. Primary data source is QS. Al-Baqarah: 62 and the interpretation of the Classical Al-Quran (Jalalain, Ibnu Kastir, Al-Qurthubi, At-Thabari) as well as modern interpretations of the Al-Quran (Al-Mishbah, Al-Azhar, Tafsir fi Zhilalil Quran, and the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia). Data analysis uses techniques of data collection, data condensation, data presentation, and data verification. The results of the study show that classical and modern mufassir interpret the concept of religious moderation in the context of believers, Jews, Christians, and Sabians: (1) Islam considers the same people who want to return. (2) For those who don't want to believe, there is no compulsion. (3) Allah rewards his creatures according to their deeds. (4) Classical commentators and modern commentators do not see much difference except for the understanding of the four ummahs whether for the current context or the time of the prophet. Keywords: religious moderation, QS. al-baqarah:62, tarbawi interpretation.
PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP TANTANGAN PESANTREN DI SEKITAR PERGURUAN TINGGI DURROTUN NAFISAH; Wardatul Fitriya
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i1.688

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang pemikiran salah satu tokoh pendidikan islam yang menjadi akademisi dan pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswi Darul Arifin 2 yang berada sekitar UIN KHAS Jember. Beliau adalah Dr. Kiai Haji Abdullah Syamsul Arifin, M.HI. Beliau memiliki strategi yang luar biasa terkait pengembangan pesantren, baik dari fasilitas ataupun sistem pesantren sekitar kampus. Pemikiran tokoh pendidikan islam tersebut dapat menjadikan instansi pesantren memiliki daya tarik dalam menghadapi banyak tantangan, khususnya pada tantangan di era 5.0 di lingkungan perguruan tinggi. Hal tersebut menjadi kajian penting untuk dibahas. Adapun fokus penelitiannya ialah bagaimana pemikiran tokoh pendidikan islam terhadap tantangan pesantren di sekitar kampus? Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pemikiran tokoh pendidikan islam terhadap tantangan pesantren di sekitar kampus. Metode peneliannya yakni kualitatif deskriptif dengan jenis library research dengan sumber primer yakni naskah dan pemikiran kiai saat kajian kitab. Adapun hasil yang ditemukan dalam tantangan pesantren mahasiswi yakni perlu menyesuaikan jadwal yang ada di kampus, memahami mahasantri dalam menyesuaikan kegiatan, dan memberi waktu mahasantri untuk organisasi kampus. Hal tersebut dapat memberi solusi alternative untuk pondok pesantren di sekitar kampus. This research aims to describe the ideas of one of the Islamic education figures who is an academician and supervisor of Darul Arifin 2 Islamic Boarding School located around UIN KHAS Jember. He is Dr. Kiai Haji Abdullah Syamsul Arifin, M.HI. He has an outstanding strategy related to the development of boarding schools, both in terms of facilities and boarding school systems around the campus. The ideas of this Islamic education figure can make the boarding school institution have attractiveness in facing many challenges, especially in the challenges of the 5.0 era in the university environment. It becomes an important study to be discussed. The research focuses on how the ideas of Islamic education figures towards the challenges of boarding schools around the campus? While the purpose of this study is to find out the ideas of Islamic education figures towards the challenges of boarding schools around the campus. The research method used is descriptive qualitative with a library research type with primary sources being manuscripts and the ideas of Dr. Kiai Haji Abdullah Syamsul Arifin, M.HI. during religious studies. The results found in the challenges faced by the islamic boarding school for academic students include the importance of adjusting the existing schedule on campus, understand the students' condition in adapting the activities, and provide time for them to participate in campus organizations. These findings can also offer alternative solutions for islamic boarding schools around the campus.  
PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSEPEKTIF THOMAS LICKONA DAN AL-GHAZALI Khulashah Khulashah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i1.738

Abstract

This study aims to explain the process of Islamic Religious Education which has a considerable role in shaping the financial aspects of students ' concern at the junior high school level to the environment. This is based on the current environment, has become a special concern of the world community. Starting from the problem of climate change, plastic waste to the energy crisis caused by humans themselves. This study uses qualitative methods of reference theory (refrence theory) against the thought of Thomas Lickona and Imam Al-Ghazali. The purpose of this study is to compare the theory of character education Thomas Lickona and Imam Al-Ghazali and the implementation process in SMPN 11 Jember. So that this study found the views of Thomas Lickona related to karaker education was dilandsi by three components namely moral knowledge, moral feelings and moral behavior. While al-Ghazali long before has offered moral education which is now termed with ecosufism, namely the relationship of values and morals such as reciprocity between humans, the universe and God. Implementation at SMPN 11 Jember has succeeded in forming a waste bank called the DASA JAKA program (from waste to Blessing) on november 7, 2022. This Program has been able to provide stimulation for students to practice the theory of environmental hygiene that has been taught by teachers. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pendidikan agama Islam yang memiliki peranan cukup fundmental dalam membentuk aspek kepedulian siswa pada tingkatan SMP terhadap lingkungan. Hal ini dilandasi lantaran lingkungan saat ini, telah menjadi perhatian khusus masyarakat dunia. Mulai dari problem perubahan iklim, sampah plastik hingga krisis energi yang diakibatkan manusia sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teori acuan (refrence theory) terhadap pemikiran Thomas Lickona dan Imam Al-Ghazali. Tujuan penelitian ini adalah mengkomparasikan atara teori pendidikan karakter Thomas Lickona dan Imam Al-Ghazali serta proses implementasinya di SMPN 11 Jember. Sehingga penelitian ini menemukan padangan Thomas Lickona terkait pendidikan karaker itu dilandsi oleh tiga komponen yakni pengetahuan moral, perasaan moral dan perilaku moral. Sedangkan al-Ghazali jauh sebelumnya telah menawarkan pendidikan akhlak yang sekarang diistilahkan dengan ekosufisme yakni relasi nilai dan moral betuk timbal balik antara manusia, alam semesta dan tuhan. Implementasi di SMPN 11 Jember telah berhasil membentuk bank sampah bernama program DASA JAKA (dari sampah menjadi berkah) pada 7 november 2022. Program ini telah mampu memberikan stimulasi bagi siswa untuk mempratekkan teori kebersihan lingkungan yang telah di ajarkan oleh guru.
NALAR MODERASI BERAGAMA MASYARAKAT CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER Suci Nur Rahayu; Hafidz Hafidz
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v4i2.742

Abstract

Melihat mudahnya paham-paham radikal melakukan penetrasi di lingkungan perguruan tinggi, Kementerian Agama melakukan suatu ikhtiar untuk mengurangi ruang gerak paham-paham ekstrem dengan mengeluarkan wacana moderasi beragama yang kemudian disosialisasikan di perguruan tinggi Islam negeri. Begitupun dengan UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang turut berupaya merawat nalar terkait moderasi beragama untuk mencegah masuknya paham radikal terutama di lingkungan kampus dengan berbagai upaya. Melalui berbagai upaya yang dilakukan tersebut seharusnya dapat membangun pemahaman kognitif masyarakat civitas akademika UIN KH. Achmad Siddiq Jember. Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode campuran (mixed method), yaitu menggabungkan dua jenis metode penelitian yaitu kauntitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: 1) observasi 2) wawancara 3) dokumentasi dan 4) angket. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis triangulasi, yaitu: 1) triangulasi sumber dan 2) triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif dalam penelitian menggunakan statistik deskriptif sedangkan data kualitatif teknik analisis data model Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pemahaman masyarakat civitas akademika UIN KH. Achmad Siddiq Jember terhadap moderasi beragama berada pada tingkat tinggi yaitu sebesar 81,2% hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dimana subjek penelitian dapat menjelaskan makna moderasi beragama dengan tepat sebagaimana konsep moderasi beragama menurut Kemenag RI; 2) moderasi beragama pada masyarakat civitas akademika UIN KH. Achmad Siddiq Jember telah diaktualisasikan melalui tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Seeing the easy penetration of radical understandings in the university environment, the Ministry of Religious Affairs tried to reduce the space for extreme understandings by issuing religious moderation discourses, which were then socialized in state Islamic universities, likewise with UIN KH. Achmad Siddiq Jember also tried to maintain reason related to religious moderation to prevent the entry of radical understanding, especially in the campus environment, with various efforts. Through various efforts, it can build a cognitive understanding of the academic community of UIN KH. Achmad Siddiq Jember. To identify these problems, the researchers used a mixed method, which combines two research methods: quantitative and qualitative. Data collection technique is done through 1) observation, 2) Interview, 3) documentation, and 4) questionnaire. Testing data in this study using two types of triangulation, namely: 1) source triangulation and 2) engineering triangulation. Quantitative data analysis in the study uses descriptive statistics while qualitative data analysis techniques Miles, Huberman, and Saldana model data. The results of this study indicate that: 1) public understanding of the academic community of UIN KH. Achmad Siddiq Jember's against religious moderation is at a high level of 81.2%. This is evidenced by the results of interviews in which the subjects can explain the meaning of religious moderation precisely as the concept of religious moderation according to the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia; 2) religious moderation in the academic community of UIN KH. Achmad Siddiq Jember has been actualized through the tri dharma of higher education: education and teaching, research and development, and community service

Page 1 of 1 | Total Record : 7