cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam" : 12 Documents clear
PENGARUH SELF EFFICACY DAN SELF ESTEEM TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 2 LUMAJANG Suwari; Hidayah, Nur
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.922

Abstract

Sebuah pembelajaran dapat dikatakan berhasil ketika peserta didik dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Namun, kondisi psikologis setiap orang tentu akan berdampak pada tindakannya dalam kehidupannya sehari-hari, termasuk dalam proses pembelajaran. Self Efficacy merupakan sebuah kepercayaan diri seseorang dalam menggapai tujuan tersebut. Sedangkan Self Esteem merupakan sebuah pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri, baik dari segi kemampuan maupun rasa berharga yang ada dalam dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk membahas: apakah terdapat pengaruh Self Efficacy terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Lumajang? Dan apakah terdapat pengaruh Self Esteem terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Lumajang? Dengan menggunakan metode kuantitatif-asosiatif, penelitian ini dapat mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Adapun instrumen pengumpulan data adalah melalui penyebaran kuesioner (angket) dan dokumentasi untuk memperoleh data primer. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Lumajang pada kelas X dan kelas XI. Diperoleh model regresi: . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara Self Efficacy dan Self Esteem secara simultan (bersama-sama) maupun secara parsial terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMA Negeri 2 Lumajang pada Mata pelajaran PAI. Self efficacy berkontribusi sebesar 14% dalam mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Sementara Self Esteem berkontribusi sebesar 4,2% dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Meskipun demikian, dapat dipahami bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Self Efficacy dan Self Esteem terhadap hasil belajar walau sifatnya lemah atau bernilai rendah.A learning process can be considered successful when students achieve the predetermined objectives. However, the psychological condition of each individual will certainly impact their actions in daily life, including in the learning process. Self-efficacy refers to an individual's confidence in achieving these goals, while self-esteem refers to a person's perception of themselves, both in terms of their abilities and the sense of worth they have within themselves. This study aims to examine: whether there is an influence of self-efficacy on student learning outcomes in Religious Education (PAI) at SMA Negeri 2 Lumajang? And whether there is an influence of self-esteem on student learning outcomes in Religious Education at SMA Negeri 2 Lumajang? Using a quantitative-associative method, this research can determine the relationship between two or more variables. The data collection instruments include distributing questionnaires (surveys) and documentation to obtain primary data. The research subjects are students of SMA Negeri 2 Lumajang in the 10th and 11th grades. The regression model obtained is; .  The results of the study indicate that there is a significant positive effect of both self-efficacy and self-esteem, either simultaneously (together) or partially, on student learning outcomes in Religious Education at SMA Negeri 2 Lumajang. Self-efficacy contributes 14% in influencing student learning outcomes, while self-esteem contributes 4.2%. However, it can be understood that there is a significant positive effect between self-efficacy and self-esteem on learning outcomes, even though the effect is relatively weak or of low value.  
AKTUALISASI TEORI BELAJAR KOGNITIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KURIKULUM MERDEKA: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN IMPLIKATIF Syuhud; Farid, Achmad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.923

Abstract

Artikel ini mengkaji aktualisasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kurikulum Merdeka secara konseptual dan implikatif. Teori-teori kognitif dari Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Robert M. Gagné dianalisis untuk melihat relevansi dan penerapannya dalam desain instruksional PAI yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ketiga teori tersebut dapat memperkuat pembelajaran PAI yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif—menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan internalisasi nilai-nilai Islam secara bermakna. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, teori belajar kognitif berperan strategis dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, serta penguatan karakter spiritual dan intelektual peserta didik. Artikel ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual dalam pengembangan pedagogi PAI yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. This article conceptually and implicatively explores the actualization of cognitive learning theories in Islamic Religious Education (PAI) within the framework of the Merdeka Curriculum. Cognitive theories by Jean Piaget, Lev Vygotsky, and Robert M. Gagné are analyzed to examine their relevance and application in designing adaptive, collaborative, and contextual instructional models for PAI. The research employs a qualitative-descriptive approach through a literature review method. The findings indicate that integrating these theories can enhance PAI learning to be not only informative but also transformative—fostering critical thinking, reflection, and meaningful internalization of Islamic values. Within the Merdeka Curriculum framework, cognitive learning theories play a strategic role in supporting differentiated, project-based learning and in strengthening students’ spiritual and intellectual character. This article aims to contribute conceptually to the development of PAI pedagogy in response to the challenges of 21st-century education.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL: UPAYA MENINGKATKAN CRITICAL THINKING DI KALANGAN MAHASISWA Indriyani, Ita Yuli; Anam, Nurul; Istiqomah, Rofiatul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.927

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran digital berbasis Padlet sebagai upaya inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) di kalangan mahasiswa. Di era digital yang menuntut penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, media pembelajaran interaktif seperti Padlet menawarkan solusi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai proses pengembangan, kualitas, dan efektivitas media pembelajaran digital Padlet dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital Padlet yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran, serta berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Pengembangan media ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran berbasis digital yang interaktif, kreatif, dan inovatif. This research focuses on the development of digital learning media based on Padlet as an innovative effort to improve critical thinking skills among university students. In the digital era that demands mastery of information and communication technology, interactive learning media like Padlet offers a solution to create a more engaging and participatory learning experience. The study aims to answer questions regarding the development process, quality, and effectiveness of Padlet-based digital learning media in enhancing the critical thinking abilities of students at Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model. The results show that the developed Padlet digital learning media is feasible and effective for use in learning and has the potential to make a significant contribution to improving the quality of education and students' critical thinking skills. This media development is expected to become an alternative in interactive, creative, and innovative digital-based learning
OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA ASESMEN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI LITERATUR DI ERA SOCIETY 5.0 Muhammad; Ayunda, Desy Sary
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi penggunaan aplikasi Quizizz sebagai media asesmen interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Society 5.0. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis 18 artikel ilmiah terpilih yang membahas efektivitas, kelebihan, dan tantangan penggunaan Quizizz dalam konteks pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Quizizz mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta efektivitas asesmen melalui fitur gamifikasi, umpan balik instan, dan analisis hasil otomatis. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada jaringan internet dan potensi penyalahgunaan perangkat digital masih menjadi hambatan. Penelitian ini juga mengusulkan inovasi model asesmen reflektif berbasis nilai keislaman dalam Quizizz, guna memperluas fungsi aplikasi tidak hanya sebagai alat evaluasi kognitif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter Islami. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam desain media asesmen digital untuk pembelajaran PAI yang lebih adaptif di era teknologi. This study aims to examine the optimization of Quizizz application usage as an interactive assessment tool in Islamic Religious Education (PAI) learning in the Society 5.0 era. Employing a systematic literature review approach, this research analyzes 18 selected scholarly articles discussing the effectiveness, advantages, and challenges of using Quizizz in educational contexts. The findings reveal that Quizizz enhances learning motivation, active participation, and assessment effectiveness through features such as gamification, instant feedback, and automatic result analysis. However, challenges such as dependence on stable internet connections and potential misuse of digital devices remain significant obstacles. This study also proposes an innovation in reflective assessment models based on Islamic values using Quizizz, aiming to expand its function beyond cognitive evaluation to serve as a means of Islamic character formation. The implications of these findings highlight the necessity of continuous innovation in digital assessment media design to foster a more adaptive Islamic Religious Education learning process in the technological era.
PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN ISLAM EMANSIPATORIS DALAM ORGANISASI MUSLIMAT: STUDI KASUS DI DESA SUMBERSALAK JEMBER Munawwaroh , Intan Balqis; Hanisy , Asmad; Roisyah, Hannina
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.940

Abstract

Artikel ini membahas dinamika kepemimpinan dalam organisasi keagamaan Islam dengan pendekatan emansipatoris dan partisipatif. Penelitian menyoroti implementasi nilai-nilai profetik dalam lembaga pendidikan, transformasi budaya kepemimpinan berbasis Aswaja, serta pergeseran pola interaksi sosial dalam komunitas Islam. Melalui analisis kritis terhadap struktur organisasi, konsep pendidikan emansipatoris, dan refleksi partisipatif, artikel ini mengungkap pentingnya membangun solidaritas sosial, memperkuat peran perempuan, dan mendorong partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan publik. Dengan memadukan kajian nasional dan internasional, temuan menunjukkan bahwa penguatan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam dan partisipasi komunitas dapat menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan pengembangan model kepemimpinan transformasional dalam organisasi keagamaan untuk mempercepat terciptanya ruang sosial yang lebih adil, setara, dan transformatif. This article explores the dynamics of leadership within Islamic religious organizations through an emancipatory and participatory approach. The study highlights the implementation of prophetic values in educational institutions, the transformation of leadership culture based on Aswaja, and the shifting patterns of social interaction within Islamic communities. Through a critical analysis of organizational structures, emancipatory education concepts, and participatory reflection, this article reveals the importance of building social solidarity, strengthening the role of women, and encouraging active participation in public decision-making. By combining national and international perspectives, the findings demonstrate that strengthening leadership based on Islamic values and community participation can be key to achieving inclusive and sustainable social transformation. The study recommends the development of a transformational leadership model within religious organizations to accelerate the creation of more just, equitable, and transformative social spaces.
STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MADRASAH ALIYAH Aisyah , Siti; Ulum , Hairul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembinaan karakter religius melalui kegiatan keagamaan di Madrasah Aliyah Nurul Falah Ranuyoso, Lumajang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Salat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, dan tadarus Al-Qur’an menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius seperti disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan keikhlasan. Kegiatan ini membentuk budaya spiritual di lingkungan madrasah yang mendukung pembelajaran afektif siswa. Secara teoritis, studi ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter yang mengintegrasikan aspek ritual, sosial, dan moral. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi model strategis bagi madrasah lain dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya dukungan sarana dan keteladanan guru. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas model ini pada tingkat pendidikan lain atau dengan pendekatan kuantitatif. This study aims to examine the strategy for developing religious character through religious activities at Madrasah Aliyah Nurul Falah Ranuyoso, Lumajang. A qualitative method was employed using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The results show that the practices of Dhuha prayer, reciting Asmaul Husna, and Qur’anic reading (tadarus) effectively instill religious values such as discipline, responsibility, tolerance, and sincerity. These activities foster a spiritual culture within the madrasah that supports students’ affective development. Theoretically, this study underscores the importance of a holistic approach to character education that integrates ritual, social, and moral aspects. Practically, the findings offer a strategic model for other madrasahs in building an Islamic values-based educational ecosystem. Policy implications highlight the need for adequate infrastructure and exemplary teacher conduct. Further research is recommended to explore the effectiveness of this model at other educational levels or through quantitative approaches.
IMPLEMENTASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Maghfiroh, Ummi Lailia
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model CTL dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui tujuh komponen utama: konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik. Guru berhasil mengaitkan materi PAI dengan konteks kehidupan nyata siswa, seperti lingkungan keluarga dan masyarakat. Implementasi CTL berdampak positif terhadap keterlibatan siswa, pemahaman nilai-nilai keagamaan, dan pembentukan karakter. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesiapan guru dalam merancang pembelajaran berbasis konteks. Namun demikian, pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang bermakna. This study aims to examine the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in Islamic Religious Education (IRE) at MI Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta. It is a field research with a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that CTL implementation in IRE involves seven key components: constructivism, questioning, inquiry, learning community, modeling, reflection, and authentic assessment. Teachers successfully connect IRE materials to students’ real-life contexts, such as family and community environments. CTL implementation positively impacts student engagement, understanding of religious values, and character development. Challenges include limited time and teacher preparedness in designing context-based lessons. Nevertheless, the CTL approach proves effective in enhancing meaningful and quality IRE learning.
LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI ERA SOCIETY 5.0: ANALISIS PUSTAKA TEMATIK Zaimina, Ach. Barocky; Zahrah, Fatimatus
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.1093

Abstract

Literasi digital merupakan kompetensi esensial bagi peserta didik abad ke-21, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya mata pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi literasi digital dalam pembelajaran Akidah Akhlak di era Society 5.0 melalui analisis pustaka tematik. Kajian ini menggunakan metode analisis pustaka tematik-kualitatif dengan meninjau 40 artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan relevansi dan kredibilitas dari database terindeks Scopus, DOAJ, dan SINTA. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan tema utama, yaitu konsep literasi digital dalam perspektif Islam, strategi implementasi dalam pembelajaran Akidah Akhlak, dan kebijakan pendukung digitalisasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital dalam pendidikan Akidah Akhlak harus mencakup dimensi kognitif, teknis, etis, dan spiritual, dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek digital sebagai strategi yang efektif. Studi ini memberikan kontribusi dengan menawarkan model integrasi literasi digital yang kontekstual dan berbasis nilai-nilai Islam, yang relevan dalam menghadapi tantangan transformasi digital di era Society 5.0. Digital literacy is an essential competence for 21st-century students, including in Islamic Religious Education (PAI), particularly in Akidah Akhlak learning. This study aims to explore the integration of digital literacy in Akidah Akhlak learning in the Society 5.0 era through a thematic literature review. This study employs a thematic-qualitative literature analysis method, reviewing 40 scholarly articles selected based on relevance and credibility from Scopus, DOAJ, and SINTA databases. The analysis was conducted by categorizing key themes, including the concept of digital literacy from an Islamic perspective, implementation strategies in Akidah Akhlak learning, and supporting policies for educational digitalization. The findings indicate that digital literacy in Akidah Akhlak education should encompass cognitive, technical, ethical, and spiritual dimensions, with project-based digital learning being an effective strategy. This study contributes by proposing a contextually and value-based digital literacy integration model aligned with Islamic principles, which is relevant in addressing the challenges of digital transformation in the Society 5.0 era.
INTEGRATING QUR’ANIC AND HADITH-BASED ENVIRONMENTAL VALUES INTO THE ADIWIYATA PROGRAM AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 1 PANTI JEMBER Alawiyah, Fakhriyatus Shofa; Andromeda, Glory Marchiano
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.1099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Program Adiwiyata di SMP Negeri 1 Panti dan dikaji dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis serta prinsip fikih bi’ah menurut KH. Ali Yafie. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta diuji validitasnya melalui triangulasi dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Adiwiyata di sekolah bukan sekadar pelestarian lingkungan, tetapi juga wujud nyata penerapan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, dan prinsip fikih lingkungan (Fiqh Bī’ah). Kegiatan seperti menjaga kebersihan, memilah sampah, hemat air, hingga aksi “Resik-Resik” mencerminkan prinsip Hifdz al-Nafs dan khalifah, yaitu menjaga keselamatan manusia dan tanggung jawab sebagai pemimpin bumi. Melalui dalil-dalil agama, siswa diajak menyadari bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah yang akan dipertanggungjawabkan. Nilai seperti amanah, kerja sama, anti-pemborosan, dan kepedulian terhadap makhluk hidup ditanamkan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berlandaskan lingkungan dan spiritualitas Islam. This study aims to examine the implementation of the Adiwiyata Program at State Junior High School 1 Panti through the perspective of the Qur’an and Hadith, as well as the principles of Islamic environmental jurisprudence (Fiqh al-Bī’ah) according to KH. Ali Yafie. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s model with triangulation and peer discussion to ensure validity. The findings reveal that The Adiwiyata program in schools is not merely about environmental preservation; it is a practical implementation of Islamic values derived from the Qur’an, Hadith, and the principles of Islamic environmental jurisprudence (Fiqh al-Bī’ah). Activities such as maintaining cleanliness, waste sorting, water conservation, and community clean-up efforts like “Resik-Resik” reflect the principles of Hifdz al-Nafs (protection of life) and Khilafah (human stewardship over the earth). Through Qur’anic and Prophetic guidance, students are made aware that caring for the environment is not only an ecological responsibility but also an act of worship with consequences in the Hereafter. Values such as trust (amanah), cooperation (ta’awun), avoiding waste, and respect for all living beings are instilled as part of character education rooted in environmental ethics and Islamic spirituality.
PENERAPAN KEGIATAN BERMAIN KOLASE DARI LIMBAH PLASTIK DALAM PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Mufidah, Elok; Anam, Nurul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i2.1108

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam pembelajaran dan kehidupan anak usia dini. Namun, stimulasi melalui media yang menarik dan edukatif masih terbatas, khususnya di lembaga PAUD berbasis Islam. Integrasi nilai lingkungan melalui kegiatan kolase dari limbah plastik menawarkan manfaat ganda: perkembangan motorik dan kesadaran ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di RA Nurul Hidayah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara (dengan kepala sekolah, guru, dan siswa), serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran didasarkan pada teori interaksi sosial Vygotsky; (2) pelaksanaan terdiri atas tahap pembukaan, latihan koordinasi mata-tangan, dan presentasi karya; serta (3) penilaian autentik menunjukkan peningkatan signifikan pada kemandirian dan keterampilan motorik halus anak. Kegiatan kolase dari limbah plastik terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran berkelanjutan di PAUD berbasis Islam. Penelitian ini berkontribusi dengan menggabungkan aspek pedagogis dan kesadaran lingkungan dalam satu pendekatan praktik. Fine motor development is crucial for early childhood learning and daily life. However, stimulation through varied and engaging media remains limited in many Islamic preschool institutions. Integrating environmental education through plastic waste-based collage play offers a dual benefit: developmental and ecological. This study employed a descriptive qualitative approach at RA Nurul Hidayah. Data were gathered via observation, interviews (with teachers, principals, and students), and documentation, analyzed using Miles and Huberman’s model (reduction, display, verification). The findings revealed that (1) lesson planning was based on Vygotsky’s theory of social interaction; (2) implementation included attention-getting activities, hand-eye coordination tasks, and student presentations; and (3) authentic assessments showed significant improvement in children's independence and fine motor skills. The study demonstrates that plastic waste-based collage activities serve as an effective, sustainable, and pedagogically sound strategy in Islamic early childhood education. It contributes to the field by integrating environmental consciousness with fine motor skill development.

Page 1 of 2 | Total Record : 12