cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam" : 10 Documents clear
RELIGIOUS MODERATION CAMPAIGN: ENCOUNTERING PEACE, FOSTERING NATIONALISM, AND IMPROVING SPIRITUALITY TOWARD MADRASAH’S STUDENTS Fitriyah, Zakiyatul; Anggarini, Ida Fitri; Haramein, Zia Ul; Syatta, M. Miqdad Al Ghifari; Dausar, Zakky Muhammad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.924

Abstract

Any educational level needs to share and practice religious moderation. Additionally, there have been several mishaps in this digital age that call for religious moderation and its ideals such as intolerance, radicalism, extremism, and or degrading spirituality. This study examined the most effective methods used by the religious moderation campaign educators after their initial introduction by MoRA from September 2021 up to now to encounter peace, foster nationalism, and improve students’ spirituality at one Madrasah in Malang Regency.  In-depth interviews and documentation were used in this qualitative study to gather information from the researcher's experiences. The findings indicate that: 1) encountering peace through inserting the values of religious moderation in madrasah. Such as daily activities in the madrasah, discussing current issues, or winning numerous prizes to boost students' motivation, performance, and understanding of the values of religious moderation 2) fostering nationalism faced possibilities and obstacles. 3)Additionally, improving spirituality by creating them as the Moderator Agent. Meanwhile, the digital campaign is essential to spread positive news, encounter peace, stop hoaxes and hate speech, and understand the pressing issues. The findings suggest that this campaign has a favorable influence on educators and students, such as increasing nationalism and tolerance. Setiap jenjang pendidikan perlu berbagi dan mempraktikkan moderasi beragama. Terlebih lagi, di era digital ini telah terjadi berbagai insiden yang menuntut pentingnya moderasi beragama dan nilai-nilainya, seperti intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan penurunan spiritualitas. Penelitian ini mengkaji metode paling efektif yang digunakan oleh para pendidik dalam kampanye moderasi beragama setelah diperkenalkan pertama kali oleh Kementerian Agama sejak September 2021 hingga sekarang, dalam rangka menciptakan kedamaian, menumbuhkan nasionalisme, dan meningkatkan spiritualitas siswa di salah satu madrasah di Kabupaten Malang. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mengumpulkan data berdasarkan pengalaman peneliti. Temuan menunjukkan bahwa: 1) menciptakan kedamaian dilakukan melalui penyisipan nilai-nilai moderasi beragama di madrasah, seperti dalam kegiatan harian, diskusi isu-isu terkini, atau perolehan berbagai penghargaan guna meningkatkan motivasi, kinerja, dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai moderasi beragama; 2) upaya menumbuhkan nasionalisme dihadapkan pada berbagai peluang dan tantangan; 3) peningkatan spiritualitas dilakukan dengan menjadikan siswa sebagai Agen Moderator. Sementara itu, kampanye digital sangat penting untuk menyebarkan berita positif, menciptakan kedamaian, menghentikan hoaks dan ujaran kebencian, serta memahami isu-isu aktual. Temuan menunjukkan bahwa kampanye ini memberikan pengaruh positif bagi para pendidik dan siswa, seperti meningkatnya nasionalisme dan toleransi.
ISLAMIC EDUPRENEURSHIP-BASED STRENGTHENING OF PESANTREN ECONOMY THROUGH HYDROPONIC CULTIVATION AT AL-UTSMANI ISLAMIC BOARDING SCHOOL, BONDOWOSO Sholihah, Dawimatus; Jannah, Wildatul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.926

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted the financial sustainability of Islamic boarding schools (pesantren), which predominantly rely on student fees. To address these challenges, Al-Utsmani Islamic Boarding School in Bondowoso initiated an Islamic edupreneurship-based community service program focused on hydroponic cultivation. This initiative aimed to (1) enhance the skills of students and administrators in hydroponic farming, (2) promote pesantren economic independence, and (3) integrate digital marketing and agro-tourism strategies. Implemented using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, the program leveraged the pesantren’s existing assets, including human resources, infrastructure, and agricultural potential. As a result, students and staff who were previously unfamiliar with hydroponic systems acquired practical farming and marketing skills. The program not only fostered entrepreneurial capacity but also laid the foundation for sustainable economic development within the pesantren environment. Nevertheless, challenges such as limited funding and market access highlight the need for further institutional and governmental support. Pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap keberlanjutan finansial pesantren yang mayoritas bergantung pada dana dari santri. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pondok Pesantren Al-Utsmani Bondowoso melaksanakan program pengabdian berbasis edupreneurship Islam yang berfokus pada budidaya tanaman hidroponik. Inisiatif ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan santri dan pengelola pesantren dalam bercocok tanam secara hidroponik, (2) mendorong kemandirian ekonomi pesantren, dan (3) mengintegrasikan strategi pemasaran digital serta pengembangan kawasan agrowisata. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang memanfaatkan berbagai aset yang telah dimiliki pesantren, termasuk sumber daya manusia, infrastruktur, dan potensi pertanian. Hasilnya, para santri dan pengelola yang sebelumnya belum mengenal sistem hidroponik kini mampu menerapkan keterampilan bercocok tanam dan strategi pemasaran produk. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kewirausahaan, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan ekonomi berkelanjutan di lingkungan pesantren. Namun demikian, keterbatasan dana dan akses pasar menjadi tantangan yang perlu mendapat dukungan lebih lanjut dari lembaga dan pemerintah.
ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AS AN INSTRUMENT FOR PREVENTING SEXUAL VIOLENCE IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS: A LEGAL AND CHARACTER EDUCATION PERSPECTIVE Ramadhan, Muhammad; Iskandar, Syah; Mahmudi; Muhammad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.928

Abstract

This study explores the strategic role of Islamic Religious Education (IRE) in preventing sexual violence within educational institutions. Using a qualitative descriptive approach, the research draws upon interviews with educators, students, and school leaders, supported by analysis of relevant legal and religious documents. Findings indicate that IRE contributes significantly to shaping students' moral consciousness, emphasizing values such as self-respect, social boundaries, and mutual care as taught in Islamic ethics. These values are in line with Indonesia’s Law No. 12 of 2022 on the Crime of Sexual Violence (UU TPKS), highlighting IRE's potential as a legal and moral safeguard. The integration of IRE with a child-protection framework, along with teacher training and the development of context-sensitive learning materials, strengthens its preventive capacity. Moreover, effective prevention demands collaboration between schools, families, communities, and government stakeholders to ensure a safe learning environment. The study concludes that optimizing IRE’s preventive role requires a holistic educational model that is responsive to social issues, grounded in Islamic ethical teachings, and embedded in inclusive curriculum policies. This research contributes to the discourse on value-based education and offers actionable insights for educators and policymakers aiming to combat sexual violence through religious pedagogy. Penelitian ini mengeksplorasi peran strategis Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini didasarkan pada wawancara dengan pendidik, peserta didik, dan pimpinan sekolah, serta analisis dokumen hukum dan keagamaan yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa PAI berkontribusi secara signifikan dalam membentuk kesadaran moral peserta didik, dengan menekankan nilai-nilai seperti penghormatan terhadap diri sendiri, batasan sosial, dan kepedulian terhadap sesama sebagaimana diajarkan dalam etika Islam. Nilai-nilai ini sejalan dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang menegaskan potensi PAI sebagai perangkat perlindungan moral dan hukum. Integrasi PAI dengan kerangka perlindungan anak, pelatihan guru, serta pengembangan materi ajar yang kontekstual memperkuat kapasitas preventifnya. Lebih lanjut, pencegahan yang efektif membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran PAI dalam pencegahan kekerasan seksual memerlukan model pendidikan yang holistik, responsif terhadap isu sosial, berlandaskan pada ajaran etika Islam, dan tertuang dalam kebijakan kurikulum yang inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus pendidikan berbasis nilai dan menawarkan wawasan aplikatif bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam upaya menanggulangi kekerasan seksual melalui pedagogi keagamaan.
THE EFFECTIVENESS OF REWARD AND PUNISHMENT STRATEGIES IN ENHANCING ENGLISH VOCABULARY ACQUISITION AMONG UNIVERSITY STUDENTS AT UNIVERSITAS ISLAM KEBANGSAAN INDONESIA Mursyidah, Nelly; Raiyan; Asman, Yunita; Syakbi; Ayunda, Desy Sary
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.929

Abstract

Reward and punishment are part of the learning process, both of which are often used as alternatives to motivate learning. This research used a descriptive qualitative approach with research subjects 3 English lecturers and 15 students from three different classes. Data collection was carried out by interviews. The results of the research show that the application of the reward and punishment method to increase students' English vocabulary is very enthusiastic in learning. The reward and punishment method is combined with several games and movements to motivate students to master English vocabulary. Rewards given include scores, praise, applause and handicraft prizes. Meanwhile, punishment repeats what has been learned, doesn't get a score, or doesn't even get a handicraft prize. The advantage of this method is that it fosters a sense of competitiveness and motivates students to learn optimally. Meanwhile, the disadvantage of this method is that it requires more money as a gift, sometimes it becomes a burden for students who are less active and mentally weak, and focuses on active students. Reward dan punishment menjadi bagian dari proses pembelajaran, keduanya sering dijadikan sebagai alternatif untuk memotivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dangan subjek penelitian 3 dosen bahasa Inggris dan 15 mahasiswa dari tiga kelas yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan metode reward dan punishment terhadap peningkatan kosa kata bahasa Inggris mahasiswa sangat antusias dalam pembelajaran. Metode reward dan punishment yang dikombinasikan dengan beberapa permainan dan gerakan untuk memotivasi mahasiswa untuk menguasai kosa kata bahasa Inggris. Reward yang diberikan berupa skor, pujian, tepuk tangan, dan hadiah kerajinan tangan. Sedangkan punishment mengulang yang sudah dipelajari, tidak mendapatkan skor, atau bahkan tidak mendapatkan hadiah kerajinan tangan. Kelebihan dari metode ini adalah menumbuhkan rasa kompetitif, dan memotivasi belajar peserta didik secara maksimal. Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah membutuhkan biaya lebih sebagai hadiah, terkadang menjadi beban bagi mahasiswa yang kurang aktif dan mental lemah, dan terfokuskan pada mahasiswa yang aktif.
DEVELOPMENT OF AN ISLAMIC EDUCATIONAL INFOGRAPHIC ANIMATION VIDEO ON INTERNET DANGERS FOR CHILDREN UNDER TEN Fadhilah, Cut; Safira, Ulfa; Muhammad
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.930

Abstract

This study developed an Islamic educational infographic animation video aimed at raising awareness among parents and educators about the dangers of internet use for children under ten years old. Utilizing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research involved needs analysis, storyboard creation, animation production, and effectiveness testing. The video, which integrates Islamic moral values with engaging visual storytelling, addresses key risks such as digital addiction, exposure to inappropriate content, and lack of supervision. The effectiveness of the video was evaluated through pre-test and post-test questionnaires administered to 40 selected respondents, supported by qualitative interviews. The results showed a statistically significant improvement in participants' understanding (p < 0.05), with over 80% reporting increased readiness to guide children in safe and responsible digital behavior. Respondents also appreciated the video’s simple language, appealing visuals, and clear message delivery. This study contributes to the field of digital parenting and Islamic education by offering a culturally relevant, faith-integrated educational tool. Future research is encouraged to enhance interactivity and widen dissemination across digital platforms to reach broader audiences. Penelitian ini mengembangkan video animasi infografis edukatif berbasis nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan pendidik mengenai bahaya penggunaan internet pada anak-anak di bawah usia sepuluh tahun. Dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi), penelitian ini mencakup analisis kebutuhan, pembuatan storyboard, produksi animasi, serta pengujian efektivitas. Video ini mengintegrasikan nilai-nilai moral Islam dengan narasi visual yang menarik, dan membahas risiko utama seperti kecanduan digital, paparan konten tidak pantas, serta kurangnya pengawasan. Efektivitas video dievaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan kepada 40 responden terpilih, serta didukung oleh wawancara kualitatif. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan secara statistik (p < 0.05), dengan lebih dari 80% responden menyatakan peningkatan kesiapan dalam membimbing anak menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab. Responden juga mengapresiasi penggunaan bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta penyampaian pesan yang jelas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang parenting digital dan pendidikan Islam dengan menawarkan alat edukasi yang relevan secara budaya dan terintegrasi dengan nilai keimanan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meningkatkan interaktivitas serta memperluas distribusi melalui berbagai platform digital agar menjangkau audiens yang lebih luas.
REVITALIZING THE ROLE OF TEACHERS IN ENHANCING THE EFFECTIVENESS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN THE DIGITAL ERA Wardana, Tirta Rega; Arifin, Zainal; Roisyah, Hannina
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.941

Abstract

This study investigates the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers' roles in the digital era, focusing on how they integrate technological advancements while maintaining the core values of Islamic education. Conducted as a qualitative case study at Pondok Pesantren Nurul Chotib Al-Qodiri 4, the research involved interviews, observations, and documentation analysis with asatid (teachers) and santri (students). The findings reveal that PAI teachers are evolving from traditional knowledge transmitters into multidimensional educators who also serve as moral exemplars and digital facilitators. Teachers are required to enhance their digital literacy, utilizing tools such as educational videos, digital Qur'an applications, and online platforms to deliver more relevant and engaging religious instruction. However, the study highlights that technological integration must be balanced with emotional engagement to preserve meaningful teacher-student relationships. The research offers a novel analytical framework linking spiritual values, teacher roles, and digital strategies, emphasizing the importance of continuous professional development. Despite its contributions, the study is limited by its narrow institutional focus and participant demographics. Future research should expand to various educational settings and adopt broader methodologies to generalize findings. Overall, the integration of technology into Islamic education is shown to be both an opportunity and a challenge, requiring a holistic approach that harmonizes tradition with innovation. Penelitian ini mengkaji transformasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, dengan fokus pada bagaimana mereka mengintegrasikan kemajuan teknologi sambil mempertahankan nilai-nilai inti pendidikan Islam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus kualitatif di Pondok Pesantren Nurul Chotib Al-Qodiri 4, yang melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi dengan asatid (guru) dan santri (siswa). Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI berkembang dari sekadar penyampai pengetahuan menjadi pendidik multidimensi yang juga berfungsi sebagai teladan moral dan fasilitator digital. Guru dituntut untuk meningkatkan literasi digital mereka, dengan memanfaatkan alat seperti video pembelajaran, aplikasi Al-Qur'an digital, dan platform daring untuk menyampaikan materi agama yang lebih relevan dan menarik. Namun, penelitian ini juga menyoroti bahwa integrasi teknologi harus diimbangi dengan keterlibatan emosional untuk mempertahankan hubungan guru-siswa yang bermakna. Penelitian ini menawarkan kerangka analisis baru yang mengaitkan nilai-nilai spiritual, peran guru, dan strategi digital, dengan menekankan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam lingkup institusi dan demografi peserta, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan metodologi yang lebih luas dan melibatkan berbagai latar belakang institusi serta jenjang pendidikan. Secara keseluruhan, integrasi teknologi dalam pendidikan agama Islam terbukti menjadi peluang dan tantangan, yang memerlukan pendekatan holistik yang mengharmoniskan tradisi dengan inovasi.
THE CONCEPT OF INNER PEACE AS A VALUE IN ISLAMIC EDUCATION: AN ANALYSIS OF THE PREACHING OF USTADZ ADI HIDAYAT AND USTADZ ABDUL SOMAD Aliah, Fatimah; Silviana, Nadia; Pratama , M. Andri; Sari , Sella Mustika; Satra, Alihan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.944

Abstract

This study aims to examine the concept of inner peace as a value of Islamic education through the analysis of the sermons of Ustadz Adi Hidayat and Ustadz Abdul Somad. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. The findings reveal that both preachers emphasize the importance of inner peace as part of the formation of a Muslim's character and spirituality. Ustadz Abdul Somad highlights five core practices for achieving inner peace: dhikr (remembrance of God), wudhu (ablution), prayer, reading the Qur’an, and socializing with pious people. Meanwhile, Ustadz Adi Hidayat underscores values such as gratitude, the meaning of the adhan (call to prayer) as a call toward falah (true success), and prayer as the main instrument for achieving inner tranquility. Both agree that inner peace is not merely the result of ritual acts but a product of deep spiritual closeness to Allah SWT. This concept holds strategic value in Islamic education as it serves as a foundation for developing individuals who are calm, grateful, and spiritually grounded. The study concludes that the sermons of these two figures offer a significant contribution to integrating inner peace as an essential value in Islamic education. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketenangan jiwa sebagai nilai pendidikan Islam melalui analisis dakwah Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendakwah menekankan pentingnya ketenangan jiwa sebagai bagian dari pembentukan karakter dan spiritualitas seorang Muslim. Ustadz Abdul Somad menguraikan lima amalan utama untuk mencapai ketenangan jiwa, yaitu dzikir, wudhu, shalat, membaca Al-Qur’an, dan berinteraksi dengan orang-orang saleh. Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menekankan nilai-nilai seperti rasa syukur, pemaknaan adzan sebagai panggilan menuju falah (kesuksesan sejati), serta shalat sebagai instrumen utama untuk mencapai kedamaian batin. Keduanya sepakat bahwa ketenangan jiwa bukan sekadar hasil dari praktik ritual, melainkan merupakan buah dari kedekatan spiritual yang mendalam dengan Allah SWT. Konsep ini memiliki nilai strategis dalam pendidikan Islam karena dapat menjadi dasar dalam membentuk pribadi yang tenang, bersyukur, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah kedua tokoh tersebut memberikan kontribusi penting dalam mengintegrasikan ketenangan jiwa sebagai nilai esensial dalam pendidikan Islam.
DIGITAL TRANSFORMATION IN ISLAMIC EDUCATION: CURRICULUM MERDEKA-BASED LEARNING STRATEGIES TO ENHANCE STUDENT AUTONOMY AND INNOVATION Azizah , Nur; Sari , Lilis Permita; Setiani , Arin
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.947

Abstract

This study explores the integration of digital transformation within Islamic education through the lens of the Merdeka Curriculum, emphasizing strategies that foster student autonomy and innovation while preserving Islamic values. Utilizing a qualitative literature review, the research critically analyzes various sources to construct an integrative framework combining pedagogical, technological, ethical, and spiritual dimensions. The findings highlight that successful implementation depends on teacher readiness, school leadership, and reflective learning cultures. A novel contribution of this study is the development of the TPACK+V (Value-sensitivity) model and a value-based technology integration framework, which contextualize digital tools within the moral and spiritual fabric of Islamic education. Case studies illustrate best practices in high-performing schools, while challenges in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions underscore the need for differentiated policies. Ultimately, the study offers strategic insights for designing transformative, ethical, and inclusive digital learning in Islamic educational contexts. Penelitian ini mengkaji integrasi transformasi digital dalam pendidikan Islam melalui pendekatan Kurikulum Merdeka, dengan penekanan pada strategi yang mendorong kemandirian dan inovasi peserta didik sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman. Menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif, studi ini secara kritis menganalisis berbagai sumber untuk membangun kerangka kerja integratif yang mencakup dimensi pedagogis, teknologis, etis, dan spiritual. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kepemimpinan sekolah, dan budaya pembelajaran reflektif. Kontribusi baru dari penelitian ini adalah pengembangan model TPACK+V (Value-sensitivity) serta kerangka integrasi teknologi berbasis nilai, yang mengontekstualisasikan penggunaan digital dalam bingkai moral dan spiritual pendidikan Islam. Studi kasus menunjukkan praktik terbaik di sekolah-sekolah unggulan, sementara tantangan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) menegaskan perlunya kebijakan yang bersifat diferensial. Pada akhirnya, penelitian ini menawarkan wawasan strategis untuk merancang pembelajaran digital yang transformatif, etis, dan inklusif dalam konteks pendidikan Islam.
IMPLEMENTATION OF THE INDEX CARD MATCH STRATEGY IN IMPROVING LEARNING OUTCOMES IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Ikmah, Amit Dana; Neni, Titin Erviana Ayu; Novitasari, Dwiana; Azmi, M. Ulul; Islam, Muhammad Thoriqul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.991

Abstract

Teacher creativity in using learning strategies significantly influences student engagement and learning outcomes. This study examines the effectiveness of the Index Card Match strategy in improving learning outcomes in Islamic Religious Education at Sukorambi State Middle School. The problem identified was the dominance of lecture and discussion methods, which led to decreased student enthusiasm and achievement. The research aimed to explore how planning, implementing, and evaluating learning using the Index Card Match strategy could enhance student outcomes. Using a qualitative descriptive approach with purposive sampling, data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis included data condensation, data presentation, and conclusion drawing, with validity ensured through source and technical triangulation. The findings revealed that learning planning involved syllabus preparation, detailed lesson plans, and the use of card-based learning media designed for active student participation. During implementation, the strategy was applied in core learning activities, promoting student engagement through interactive learning. Evaluation focused on assessing cognitive and affective aspects, ensuring a comprehensive understanding of the material. The study concludes that the Index Card Match strategy effectively enhances student engagement and learning outcomes in Islamic Religious Education, addressing the limitations of traditional methods. This strategy provides a more dynamic, student-centered learning experience, making it a valuable approach for educators. Kreativitas guru dalam menggunakan strategi pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan siswa dan hasil belajar. Penelitian ini mengkaji efektivitas strategi Index Card Match dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri Sukorambi. Masalah yang diidentifikasi adalah dominasi metode ceramah dan diskusi yang menyebabkan penurunan antusiasme dan pencapaian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan strategi Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran melibatkan penyusunan silabus, modul ajar, dan penggunaan media pembelajaran berbasis kartu yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa. Pada tahap pelaksanaan, strategi diterapkan dalam kegiatan inti pembelajaran, yang mendorong keterlibatan siswa melalui pembelajaran interaktif. Evaluasi difokuskan pada penilaian aspek kognitif dan afektif untuk memastikan pemahaman materi secara komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi Index Card Match efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa pada Pendidikan Agama Islam, mengatasi keterbatasan metode tradisional. Strategi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan berpusat pada siswa, sehingga menjadi pendekatan yang berharga bagi pendidik.
THE MEANING OF WOMEN’S ROLE IN ISLAMIC EDUCATION: ANALYSIS OF SURAH AN-NISA AND THE EXEMPLARY WIVES OF THE PROPHET BASED ON USTADZ ADI HIDAYAT’S STUDY ON YOUTUBE Satra, Alihan; Agustina, Rahma; Aldani, Muhammad Fariz; Rahmawati, Sabina; Yanti, Dewi Yuli Putri
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.1088

Abstract

This article examines the role of women from an Islamic perspective by analyzing Surah An-Nisa (verses 32–34) and the exemplary character of the Prophet Muhammad’s wives, as presented in Ustadz Adi Hidayat’s lectures on YouTube. Surah An-Nisa is one of the Qur’anic chapters that explicitly addresses women's rights and responsibilities, providing a significant foundation for understanding justice and gender equality in Islam. This study aims to explore how the values contained in these verses can be applied in modern life and how figures such as Khadijah and Aisyah reflect the ideals of piety, justice, and leadership for contemporary Muslim women. Using a qualitative approach through content analysis, this research examines Ustadz Adi Hidayat’s digital religious discourse and relates it to classical interpretations and scholarly studies on women's roles in Islam. The findings suggest that Islamic teachings, through Surah An-Nisa and the exemplary lives of the Prophet’s wives, can inspire modern Muslim women to actively engage in social, educational, and leadership spheres while upholding Islamic moral and spiritual values. This study is expected to contribute to the ongoing discourse on gender in religious contexts and promote a more inclusive and contextual understanding of Islamic teachings. Artikel ini mengkaji peran perempuan dalam perspektif Islam melalui analisis Surah An-Nisa (ayat 32–34) dan karakter istri-istri Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disampaikan dalam kajian Ustadz Adi Hidayat di platform YouTube. Surah An-Nisa merupakan salah satu surah yang secara eksplisit membahas hak dan tanggung jawab perempuan, memberikan landasan penting bagi pemahaman konsep keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan kontemporer, serta bagaimana figur Khadijah dan Aisyah RA mencerminkan keteladanan perempuan Muslim dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis konten, penelitian ini mendalami narasi dakwah digital Ustadz Adi Hidayat dan mengaitkannya dengan literatur tafsir dan studi-studi ilmiah terkait peran perempuan dalam Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Islam melalui Surah An-Nisa dan keteladanan istri-istri Nabi mampu menjadi inspirasi bagi perempuan Muslim modern untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan, tanpa menanggalkan nilai-nilai spiritual dan moral Islam. Temuan ini diharapkan dapat memperluas diskursus tentang gender dalam perspektif keagamaan serta mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan kontekstual terhadap ajaran Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10