cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam" : 10 Documents clear
THE FORMATION OF LEGAL UNDERSTANDING OF SMOKING IN ISLAMIC EDUCATION: A COMPARATIVE STUDY OF THE PERSPECTIVES OF GUS BAHA AND USTADZ ABDUL SOMAD Satra, Alihan; Febianti, Aisyah; Zaharah, Rezi; Vidyasari, Vivid; Septiani, Eka Zahra
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1085

Abstract

This study aims to explore the formation of legal understanding regarding smoking within the framework of Islamic education by analyzing the perspectives of two prominent Indonesian scholars, Gus Baha and Ustadz Abdul Somad. The legal interpretation of smoking in Islam remains a subject of scholarly debate, influenced by differing approaches to religious texts and contextual considerations. This research employs a qualitative method using discourse analysis to examine the sermons and public lectures of both scholars as disseminated through various digital platforms. The findings reveal that Gus Baha adopts a contextual, tolerant, and wisdom-oriented approach, emphasizing the importance of understanding social realities in interpreting Islamic rulings. In contrast, Ustadz Abdul Somad tends to employ a more textual and classical fiqh-based perspective, delivering his views in a direct and assertive manner. These differing methods of da'wah significantly shape public perceptions and legal understandings of smoking within the Muslim community. The study concludes that tailoring da'wah strategies to audience characteristics is crucial for the effective transmission of Islamic legal concepts, thereby facilitating broader acceptance and application of religious rulings in contemporary social contexts. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan pemahaman hukum mengenai rokok dalam kerangka pendidikan Islam dengan menganalisis pandangan dua ulama terkemuka Indonesia, yaitu Gus Baha dan Ustadz Abdul Somad. Penafsiran hukum Islam terkait merokok masih menjadi perdebatan di kalangan ulama, yang dipengaruhi oleh perbedaan pendekatan terhadap teks-teks keagamaan serta pertimbangan konteks sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana terhadap ceramah dan dakwah kedua tokoh yang disebarkan melalui berbagai platform digital. Temuan menunjukkan bahwa Gus Baha cenderung menggunakan pendekatan yang kontekstual, toleran, dan penuh kebijaksanaan, dengan menekankan pentingnya memahami realitas sosial dalam menafsirkan hukum Islam. Sebaliknya, Ustadz Abdul Somad lebih menekankan pendekatan tekstual dan berlandaskan fiqh klasik, dengan penyampaian yang tegas dan langsung. Perbedaan metode dakwah ini berpengaruh signifikan terhadap cara masyarakat memahami dan merespons hukum merokok dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi dakwah perlu disesuaikan dengan karakteristik audiens agar penyampaian konsep hukum Islam lebih efektif, serta dapat diterima dan diterapkan dengan lebih luas sesuai konteks sosial masa kini.
MORAL EDUCATION AS THE FOUNDATION OF ISLAMIC VALUES AND NATIONALISM ACCORDING TO KH. HASYIM ASY'ARI Satra, Alihan; Lidia; Solihah, Maratun; Sari, Novita; Chasanah, Uswatun
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1089

Abstract

Akhlak serves as the foundation for exploring the rich educational philosophies promoted by KH. Hasyim Asy'ari, with a focus on his insights regarding moral education and the development of character within both Islamic and national identities. Employing a comprehensive library research methodology, this study synthesizes historical narratives and theological foundations that inform Asy'ari's teachings. The necessity of integrating moral education into contemporary curricula is highlighted, establishing his principles as vital for cultivating responsible and well-rounded citizens in today’s multifaceted society. Findings indicate that Asy'ari’s emphasis on faith, ethical values, and communal responsibility is crucial not only for individual development but also for fostering social cohesion amidst modern challenges. This investigation offers significant contributions to understanding the relationship between religious values and national consciousness in the context of education. Akhlak menjadi landasan dalam mengkaji filosofi pendidikan yang kaya yang dipromosikan oleh KH. Hasyim Asy'ari, dengan fokus pada pandangannya tentang pendidikan akhlak dan pengembangan karakter dalam identitas keislaman dan kebangsaan. Dengan menggunakan metodologi penelitian pustaka yang komprehensif, studi ini menyintesis narasi historis dan landasan teologis yang mendasari ajaran Asy'ari. Pentingnya integrasi pendidikan moral ke dalam kurikulum modern ditekankan, menjadikan prinsip-prinsip beliau esensial dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan seimbang di tengah masyarakat yang kompleks saat ini. Temuan menunjukkan bahwa penekanan Asy'ari terhadap iman, nilai-nilai etika, dan tanggung jawab sosial sangat krusial, tidak hanya untuk pertumbuhan individu tetapi juga untuk memperkuat kohesi sosial di tengah tantangan kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan untuk memahami hubungan antara nilai-nilai religius dan kesadaran kebangsaan dalam konteks pendidikan.
EFFECTIVE DA'WAH STRATEGIES IN INDONESIA'S DIVERSE SOCIETY: INSIGHTS FROM USTADZ ABDUL SOMAD AND BUYA RAMZI WITHIN THE SCOPE OF ISLAMIC EDUCATION Satra, Alihan; Wulandari, Siska; Antika, Rindi; Mukaromah, Indah; Nurkholiza, Hafizah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1095

Abstract

This study explores effective dakwah strategies employed by Ustadz Abdul Somad and Buya Ramzi in Indonesia’s pluralistic and multicultural society, with a focus on their implications for Islamic education. Using a qualitative content analysis approach, the research examines how both figures adapt their preaching styles to address diverse cultural, social, and religious contexts. Ustadz Abdul Somad utilizes a direct, educational, and humorous approach that resonates with various social groups, while Buya Ramzi incorporates local cultural values, arts, and popular media to deliver Islamic messages in a persuasive and peaceful manner. The findings highlight that inclusive, adaptive, and communicative strategies are essential in conveying Islamic teachings effectively. Moreover, these dakwah approaches provide valuable insights for Islamic education by emphasizing relevance, tolerance, and social harmony in shaping students who can thrive in Indonesia’s diverse society. This study contributes to advancing the understanding of contextualized dakwah practices that align with contemporary educational and social challenges. Penelitian ini mengkaji strategi dakwah efektif yang digunakan oleh Ustadz Abdul Somad dan Buya Ramzi dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik dan multikultural, dengan fokus pada implikasinya terhadap pendidikan Islam. Dengan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini meneliti bagaimana kedua tokoh tersebut menyesuaikan gaya dakwahnya untuk menjangkau konteks budaya, sosial, dan keagamaan yang beragam. Ustadz Abdul Somad menggunakan pendekatan dakwah yang lugas, edukatif, dan penuh humor yang diterima oleh berbagai kelompok sosial, sedangkan Buya Ramzi mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, seni, dan media populer dalam menyampaikan pesan Islam secara persuasif dan damai. Temuan menunjukkan bahwa strategi dakwah yang inklusif, adaptif, dan komunikatif sangat penting dalam menyampaikan ajaran Islam secara efektif. Selain itu, pendekatan dakwah tersebut memberikan wawasan berharga bagi pendidikan Islam dengan menekankan relevansi, toleransi, dan harmoni sosial dalam membentuk peserta didik yang mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang praktik dakwah kontekstual yang selaras dengan tantangan pendidikan dan sosial kontemporer.
ISLAMIC MORAL VALUES ACCORDING TO BUYA HAMKA: IMPLICATIONS FOR CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION Satra, Alihan; Romeinita, Elfira; Hidayah, Refiana Ayu Nurul; Rebagus, Handi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1098

Abstract

This study explores the concept of Islamic moral values as articulated by Haji Abdul Malik Karim Amrullah, widely known as Buya Hamka—a prominent Indonesian Muslim scholar, cleric, and intellectual. In his thought, morality (akhlak) occupies a central role in Islamic education, with the ultimate aim of developing individuals who are not only intellectually competent but also spiritually and ethically grounded. Amid the current moral decline among the younger generation, revisiting Buya Hamka’s ethical framework provides significant insight into how Islamic values can address contemporary challenges. The study employs a qualitative library research method, collecting, analyzing, and interpreting data from Hamka’s primary works—such as Tafsir Al-Azhar, Lembaga Hidup, and Pribadi—as well as secondary sources including scholarly articles and conceptual literature. The findings reveal that Buya Hamka’s moral philosophy is built upon four foundational virtues: hikmah (wisdom), syaja’ah (courage), iffah (self-restraint), and ‘adalah (justice). These principles serve as a moral compass for shaping character, behavior, and educational approaches in both personal and societal contexts. The study also identifies effective methods of moral development proposed by Hamka, such as understanding, habituation, exemplary conduct, advice, storytelling, rewards, and attentiveness—with exemplary conduct being emphasized as the most effective strategy. The research concludes that Buya Hamka’s moral thought offers a comprehensive and timeless model for character education, rooted in the integration of knowledge (‘ilm), faith (iman), and moral action (akhlak), and remains highly relevant for contemporary Islamic educational practices. Penelitian ini mengkaji konsep nilai-nilai moral Islam sebagaimana dikemukakan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka—seorang ulama, cendekiawan, dan intelektual Muslim terkemuka di Indonesia. Dalam pemikirannya, akhlak menempati posisi sentral dalam pendidikan Islam, dengan tujuan akhir membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Di tengah kemerosotan moral generasi muda saat ini, pemikiran etis Buya Hamka menjadi sangat relevan untuk memberikan solusi berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan menghimpun, menganalisis, dan menginterpretasikan data dari karya-karya utama Buya Hamka—seperti Tafsir Al-Azhar, Lembaga Hidup, dan Pribadi—serta didukung oleh literatur sekunder seperti artikel ilmiah dan karya konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fondasi pemikiran moral Buya Hamka bertumpu pada empat nilai utama: hikmah (kebijaksanaan), syaja’ah (keberanian), iffah (pengendalian diri), dan ‘adalah (keadilan). Nilai-nilai ini menjadi kompas moral dalam membentuk karakter, perilaku, dan pendekatan pendidikan dalam konteks individu maupun sosial. Studi ini juga mengidentifikasi berbagai metode pembinaan akhlak yang dikemukakan oleh Hamka, seperti pemahaman, pembiasaan, keteladanan, nasihat, cerita, ganjaran (tsawab), dan perhatian—dengan keteladanan sebagai metode paling efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep moralitas Buya Hamka menawarkan model pendidikan karakter yang komprehensif dan tak lekang oleh waktu, yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan akhlak, serta sangat relevan bagi praktik pendidikan Islam kontemporer.
THE INTEGRATION OF MORAL VALUES IN ISLAMIC EDUCATION AS THE FOUNDATION FOR SUSTAINABLE COMMUNITY DEVELOPMENT Rianto, Muhammad Ikbal; Cahnia, Dian; Baiti, Nur; Satra, Alihan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1100

Abstract

This article analyzes the role of noble character as a foundational pillar in sustainable community development using a literature review approach. Values such as honesty, responsibility, empathy, and tolerance are identified as essential in shaping a just, harmonious, and resilient society. The study compiles recent literature from scientific journals, books, and articles to evaluate the contribution of moral values to social, economic, and environmental dimensions of development. Findings reveal that Islamic education plays a strategic role in internalizing moral values from an early age through synergy between schools, families, and communities. However, the study is limited by the lack of direct empirical data, suggesting the need for future research to explore the practical implementation of moral values across different sectors. The article emphasizes that sustainable development must be rooted in a value-based framework, not solely focused on economic growth. Artikel ini menganalisis peran akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam pengembangan masyarakat berkelanjutan dengan pendekatan studi pustaka. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan toleransi dipandang sebagai elemen esensial dalam membentuk masyarakat yang adil, harmonis, dan berdaya saing. Studi ini menghimpun literatur dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkini untuk mengevaluasi kontribusi akhlak terhadap dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai moral sejak dini melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Namun, keterbatasan kajian ini terletak pada belum tersedianya data empiris secara langsung, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai akhlak secara praktis di berbagai sektor kehidupan. Artikel ini menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berakar pada sistem nilai, bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
THE INTERNALIZATION OF ANTI-TABARRUJ VALUES IN ISLAMIC EDUCATION: A STUDY OF THE PERSPECTIVES OF USTADZ ADI HIDAYAT AND BUYA YAHYA Satra, Alihan; Yunika; Khasanah, Kharismatun; Lutfiyyah; Nursyahrani, Reka Juwarni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1101

Abstract

This study aims to examine and compare the views of Ustadz Adi Hidayat and Buya Yahya regarding the concept of tabarruj from an Islamic perspective, and to explore how their preaching approaches contribute to character education for Muslim women in Islamic educational settings. This is a descriptive qualitative study utilizing primary data from sermon videos and transcripts, and secondary data from books, scholarly journals, and interpretations of relevant Qur'anic verses and Hadiths. Data collection methods include indirect observation and documentation. The findings reveal that both Ustadz Adi Hidayat and Buya Yahya strongly assert that tabarruj is prohibited in Islam as it contradicts values of modesty and honor. They both highlight the importance of cultivating modesty (al-ḥayā’) and manners as part of the moral foundation for Muslim women's character development in the digital age. These insights provide valuable implications for integrating Islamic values into character education in both formal and informal educational environments. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pandangan Ustadz Adi Hidayat dan Buya Yahya mengenai konsep tabarruj dalam perspektif Islam serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan dakwah keduanya dapat berkontribusi dalam pembentukan karakter Muslimah melalui pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa video ceramah dan transkrip, serta data sekunder dari buku, jurnal ilmiah, dan tafsir ayat-ayat Al-Qur'an serta Hadis yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Ustadz Adi Hidayat maupun Buya Yahya menekankan bahwa tabarruj merupakan perilaku yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan nilai kesopanan dan kehormatan. Keduanya menyoroti pentingnya pendidikan rasa malu (al-ḥayā’) dan adab dalam membentuk karakter perempuan Muslim di era digital. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal dan informal.
THE CONCEPT OF NOBLE CHARACTER EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF USTADZ ADI HIDAYAT: ITS RELEVANCE TO THE FORMATION OF MUSLIM CHARACTER IN THE DIGITAL ERA Satra, Alihan; Wahyuni, Retno Tri; Muslimah, Mona; Fitriani, Dwi Okta; Ma’arif, Fahmi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1104

Abstract

This article aims to examine in depth the concept of noble character education from the perspective of Ustadz Adi Hidayat and its relevance to the formation of Muslim character in the digital era. The background of this study stems from the growing moral crisis among younger generations, which demands a renewed approach to moral education based on Islamic values. This research employs a library research method by analyzing classical and contemporary literature, including Ustadz Adi Hidayat’s digital da’wah content. The findings reveal that noble character is a direct manifestation of strong Islamic creed (aqidah) and is inseparable from the formation of a Muslim’s personality. Ustadz Adi Hidayat emphasizes the importance of emulating the Prophet Muhammad’s morals—siddiq (truthfulness), amanah (trustworthiness), fathanah (intelligence), and tabligh (conveying the message)—as an integrative model of character education. These findings highlight that moral education rooted in correct faith, combined with the strategic use of digital media, offers a relevant solution for developing spiritually, morally, and socially strong Muslim generations. This study contributes conceptually to the development of an Islamic character education model that is responsive to contemporary challenges. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan akhlak mulia dalam perspektif Ustadz Adi Hidayat serta relevansinya dalam pembentukan karakter Muslim di era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya krisis moral generasi muda yang menuntut pembaruan pendekatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis literatur klasik dan kontemporer, termasuk konten dakwah digital Ustadz Adi Hidayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak mulia merupakan manifestasi langsung dari akidah yang kokoh dan tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kepribadian Muslim. Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW—siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh—sebagai model pendidikan karakter yang integratif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan akhlak yang ditopang oleh pemahaman akidah yang benar, ditambah dengan optimalisasi media digital, dapat menjadi solusi strategis dalam membentuk generasi Muslim yang unggul secara spiritual, moral, dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pendidikan karakter Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
THE INTERRELATION OF AQIDAH, SHARIA, AND MORALITY IN THE PERSPECTIVE OF USTADZ ABDUL SOMAD Satra, Alihan; Assah, Hafidzah; Azzahra, Aliffia Putri; Jeny, Aliya; Sari, Ginanda Putri Indah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1105

Abstract

This study explores the integrated relationship between Aqidah (Islamic creed), Sharia (Islamic law), and Akhlaq (morality) as fundamental components of Islam that form a unified framework of religious life. Employing a qualitative method through literature review and content analysis, this research focuses on the perspective of Ustadz Abdul Somad. The findings reveal that, according to Abdul Somad, Aqidah serves as the foundational belief underpinning all aspects of life. Sharia represents the practical implementation of Aqidah through acts of worship and legal rulings, while Akhlaq emerges as the ethical outcome of adhering to Sharia rooted in a firm Aqidah. These three elements are hierarchically and functionally interconnected: Aqidah motivates the practice of Sharia, which in turn cultivates noble character. The study underscores the importance of an integrated Islamic educational approach that harmonizes these three dimensions to shape a balanced Muslim personality. The findings contribute to a deeper understanding of the unity between belief, practice, and ethics in Islam. Penelitian ini mengkaji hubungan terintegrasi antara Aqidah (keimanan), Syariah (hukum Islam), dan Akhlaq (moral) sebagai tiga komponen fundamental dalam Islam yang membentuk satu kesatuan dalam praktik kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap pandangan Ustadz Abdul Somad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Abdul Somad, Aqidah merupakan dasar keyakinan yang melandasi seluruh aspek kehidupan. Syariah merupakan manifestasi praktis dari Aqidah melalui ibadah dan hukum Islam, sedangkan Akhlaq adalah buah dari pelaksanaan Syariah yang didasari oleh Aqidah yang kuat. Ketiganya saling terhubung secara hierarkis dan fungsional: Aqidah mendorong pelaksanaan Syariah, yang pada gilirannya melahirkan akhlak yang mulia. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan pendidikan Islam yang integratif untuk membentuk kepribadian Muslim yang seimbang. Temuan ini memperkaya wawasan keislaman dan memperkuat pemahaman masyarakat akan kesatuan antara keimanan, ibadah, dan moralitas dalam Islam.
IMPLEMENTATION OF THE SEMESTER CREDIT SYSTEM PROGRAM IN ISLAMIC EDUCATION LEARNING AT MADRASAH ALIYAH Habibah, Nur Faiz
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1106

Abstract

The implementation of the Semester Credit System (SKS) at Madrasah Aliyah Nurul Qur’an is a strategic step to improve the quality of education and adapt to the demands of modern times. This study aims to provide a detailed description of the planning, implementation, and evaluation of the SKS program at MA Nurul Qur’an Patokan Kraksaan Probolinggo. A qualitative case study approach was used. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, with data analysis based on the Miles and Huberman model through data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that: (1) Planning involved the development of the Medium-Term Work Plan (RKJM) and Annual Work Plan (RKTM), forming a curriculum development team, and drafting SOPs in accordance with central regulations. (2) Implementation followed the established SOPs, used mastery learning, KD-based UKBM, the 2013 curriculum, and mapped students’ learning loads. (3) Evaluation was conducted on the curriculum, program management, and student learning outcomes, considering the program's alignment with the school’s vision and mission. Penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) di Madrasah Aliyah Nurul Qur’an merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program SKS di MA Nurul Qur’an Patokan Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dilakukan melalui penyusunan RKJM dan RKTM, pembentukan tim pengembang kurikulum, serta penyusunan SOP yang sesuai dengan regulasi pusat. (2) Pelaksanaan program SKS mengikuti SOP, menggunakan pembelajaran tuntas, UKBM berbasis KD, kurikulum 2013, serta pemetaan beban belajar siswa. (3) Evaluasi dilakukan terhadap kurikulum, pengelola, dan hasil belajar siswa, dengan mempertimbangkan kesesuaian program terhadap visi dan misi madrasah. 
THE IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL TO IMPROVE THE ACTIVENESS AND LEARNING OUTCOMES OF GRADE XI STUDENTS AT MAS ATTAQWA PUSAT PUTRI BEKASI Ilyasa, Zuhriyah; Aripin, Syamsul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1114

Abstract

This classroom action research aims to improve the activeness and learning outcomes of eleventh-grade students at MA Attaqwa Pusat Putri Bekasi in the subject of marriage (fikih) through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. This research was motivated by the low enthusiasm and activeness of students in fikih learning, which impacted the low psychomotor and affective learning outcomes. The subjects of the research were 20 female students from class XI.2 MA Attaqwa Pusat Putri. The study was conducted in two cycles, with each cycle including planning, action implementation, observation, and reflection. Data was collected through student activeness observation sheets and learning outcome tests (pre-test and post-test). Data analysis utilized descriptive percentage techniques. The results showed an increase in student activeness across various aspects, such as listening activities (from 86% to 88%), oral activities (from 45% to 61%), and visual activities (from 35% to 78%). Furthermore, there was an increase in the average learning outcomes score from 88 in cycle I to 97 in cycle II, as well as an increase in the "very high" category from 16 to 20 students. This indicates that the PBL model is effective in enhancing student activeness and learning outcomes in fikih. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XI.2 MA Attaqwa Pusat Putri Bekasi pada materi pernikahan melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusiasme dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran fikih, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar ranah psikomotorik dan afektif. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik perempuan kelas XI.2 MA Attaqwa Pusat Putri. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa dan tes hasil belajar (pre-test dan post-test). Analisis data menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan peserta didik pada berbagai aspek, seperti listening activities (dari 86% menjadi 88%), oral activities (dari 45% menjadi 61%), dan visual activities (dari 35% menjadi 78%). Selain itu, terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari 88 pada siklus I menjadi 97 pada siklus II, serta peningkatan kategori nilai sangat tinggi dari 16 menjadi 20 peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih.

Page 1 of 1 | Total Record : 10