cover
Contact Name
Imron Fauzi
Contact Email
fauzi220587@gmail.com
Phone
+6285258255855
Journal Mail Official
imronfauzi@uinkhas.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia Jl. Mataram No. 1 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 27231100     EISSN : 27230708     DOI : 10.35719/adabiyah.v6i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal on Islamic education published by Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. This journal focuses on advancing the science of Islamic Education through high-quality scholarly works that explore various dimensions, including studies on Pesantren and Madrasah education, curriculum development, pedagogy, and the integration of science and technology. It emphasizes research on the philosophy and theory of Islamic education, policy and governance, deradicalization efforts, gender issues, and comparative studies. Additionally, it addresses the role of Islamic education in fostering social and cultural transformation, alongside biographical studies of influential figures, with a commitment to contributing to global and interdisciplinary discourse.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam" : 10 Documents clear
A SYSTEMATIC ANALYSIS OF THE IMPACT OF THE TEACHER PROFESSIONAL EDUCATION PROGRAM ON TEACHER PROFESSIONALISM IN TEACHING AND LEARNING ACTIVITIES IN INDONESIA Wahyudin; Aripin, Syamsul
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1130

Abstract

This study aims to systematically analyze the impact of the Teacher Professional Education (PPG) program on the improvement of teacher professionalism in teaching and learning activities in Indonesia. Teacher professionalism encompasses pedagogical, professional, social, and personal competencies, which are key indicators of educational quality. This research employs a Systematic Literature Review (SLR), reviewing three scientific articles published between 2022 and 2023 that are relevant to the topic. The findings indicate that the PPG program has a positive impact on enhancing teacher competencies, particularly in curriculum mastery, innovative teaching strategies, and work ethics. However, its effectiveness is still influenced by implementation quality, institutional readiness, and participant motivation. The study recommends ongoing evaluation and stronger integration between PPG training and actual classroom practices. These findings offer valuable insights for shaping national policies aimed at improving teacher quality and the effectiveness of the PPG program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh program Pendidikan Profesi Guru (PPG) terhadap peningkatan profesionalitas guru dalam kegiatan belajar mengajar di Indonesia. Profesionalitas guru mencakup kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi indikator utama kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), berdasarkan telaah terhadap tiga artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2022–2023 dan relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa program PPG memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan kurikulum, strategi pembelajaran inovatif, dan peningkatan etos kerja. Namun demikian, efektivitas PPG masih dipengaruhi oleh kualitas pelaksanaan, kesiapan institusi penyelenggara, serta motivasi peserta. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi berkelanjutan dan penguatan integrasi antara pelatihan PPG dengan praktik nyata di kelas. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu guru dan efektivitas program PPG secara nasional.
COMPARATIVE STUDY OF CURRICULUM 2013 AND THE MERDEKA CURRICULUM IMPLEMENTATION IN INDONESIAN ELEMENTARY SCHOOLS: INSIGHTS FROM DESCRIPTIVE-ANALYTICAL RESEARCH Parade, Sindi Aulia Balqis; Amelia, Silvia; Fitriani; Oktavia, Sevti; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1134

Abstract

This study compares the implementation of the 2013 Curriculum (K13) and the Merdeka Curriculum in Indonesian elementary schools, focusing on structure, pedagogy, assessment, and teacher roles. Using a descriptive-qualitative approach, data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving two teachers. Findings reveal that K13 is rigid and content-based with a mechanistic 5M scientific method, whereas the Merdeka Curriculum is flexible, competency-based, and emphasizes project learning and formative assessment. Teacher roles in Merdeka shift toward active facilitation. The Merdeka Curriculum proves more effective in fostering student independence and critical thinking. The novelty lies in its contextual classroom-based analysis, offering strategic insights for policy and teacher development. Penelitian ini membandingkan implementasi Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Indonesia, dengan fokus pada struktur, pendekatan pembelajaran, sistem penilaian, dan peran guru. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap dua guru dari sekolah yang menerapkan masing-masing kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa K13 bersifat kaku dan berorientasi konten dengan pendekatan saintifik 5M yang mekanis, sementara Kurikulum Merdeka lebih fleksibel, berbasis kompetensi, dan mendorong pembelajaran proyek serta penilaian formatif. Peran guru dalam Kurikulum Merdeka lebih sebagai fasilitator aktif. Temuan menunjukkan Kurikulum Merdeka lebih efektif dalam membangun kemandirian dan berpikir kritis siswa. Kebaruan studi ini terletak pada analisis kontekstual praktik kurikulum di kelas nyata, memberikan masukan strategis bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan guru.
RECONCEPTUALIZING ISLAMIC STUDENT WELL-BEING THROUGH TARBAWI HADITH: A THEMATIC LIBRARY-BASED ANALYSIS Setiady, Dicky; Askar, Romlah Abubakar
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1137

Abstract

The well-being of students in the pursuit of knowledge is a multidimensional issue encompassing spiritual, academic, psychological, social, physical, and economic aspects. In Islamic education, this well-being is not solely determined by worldly factors but emphasizes a balance with spiritual and eschatological values. This study aims to reconceptualize Islamic student well-being through a thematic analysis of tarbawi (educational) hadiths. Employing a qualitative method with a library-based research design, data were analyzed from primary and secondary sources related to educational hadiths and Islamic well-being. The findings reveal that tarbawi hadiths contain integral principles of well-being, structured into six key dimensions: spiritual, academic, psychological, social, physical, and economic. These insights offer a new conceptual framework for understanding student well-being within a holistic Islamic educational paradigm. Kesejahteraan mahasiswa dalam menuntut ilmu merupakan isu multidimensional yang mencakup aspek spiritual, akademik, psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Dalam konteks pendidikan Islam, kesejahteraan ini tidak hanya ditentukan oleh faktor duniawi, tetapi juga menekankan keseimbangan dengan orientasi ukhrawi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kembali konsep kesejahteraan mahasiswa Muslim (Islamic student well-being) melalui pendekatan tematik terhadap hadis-hadis tarbawi. Menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan, data dianalisis dari berbagai literatur primer dan sekunder mengenai hadis pendidikan dan konsep kesejahteraan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tarbawi memuat prinsip-prinsip kesejahteraan yang integral, mencakup enam dimensi utama: spiritualitas, akademik, psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Temuan ini memberikan kerangka konseptual baru dalam memahami kesejahteraan mahasiswa dalam kerangka pendidikan Islam yang komprehensif.
AN ANALYSIS OF TEACHERS’ CHALLENGES IN IMPLEMENTING THE MERDEKA CURRICULUM POLICY IN THE TEACHING PROCESS AT SDN 158 PALEMBANG Mahesa, Khovipa; Azzahra, Luthfiah; Azzahra, Fatimah; Sari, Yunita; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1155

Abstract

This study aims to analyze the challenges faced by teachers in implementing the Merdeka Curriculum policy in the teaching process at SDN 158 Palembang. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that teachers encounter various obstacles, including differences in understanding of the Merdeka Curriculum concepts, limited learning resources and technological facilities, increased workload, and the need for ongoing training and mentoring. Additionally, students’ adaptation to the new learning approach and the lack of collaboration among teachers are also significant challenges. Support from the school administration is considered essential in ensuring the successful implementation of this curriculum. The study recommends enhancing practical training, providing adequate learning materials, strengthening digital literacy, and establishing a consistent mentoring system to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary school level. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan kebijakan Kurikulum Merdeka pada proses pembelajaran di SDN 158 Palembang. Dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi sejumlah kendala, antara lain perbedaan pemahaman terhadap konsep Kurikulum Merdeka, keterbatasan sumber belajar dan sarana teknologi, peningkatan beban kerja, serta kebutuhan akan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, adaptasi siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang baru dan kurangnya kolaborasi antarguru juga menjadi tantangan yang signifikan. Dukungan dari pihak sekolah dinilai sangat krusial dalam menunjang keberhasilan implementasi kurikulum ini. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan praktis, penyediaan sumber belajar yang memadai, penguatan literasi digital, serta sistem pendampingan yang konsisten untuk memastikan efektivitas Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. 
AN ANALYSIS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS’ COMPETENCE IN THE IMPLEMENTATION OF THE MERDEKA CURRICULUM IN PRIMARY SCHOOLS Fadli, Ihsan Nur; Rahmawati, Ervina; Azzahra, Nasywa; Aisyah, Siti; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1156

Abstract

This study aims to analyze the competence of Islamic Religious Education (IRE) teachers in implementing the Merdeka Curriculum in primary schools, with a specific focus on SD IT Nurul Iman Palembang. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that IRE teachers possess a good conceptual understanding of the Merdeka Curriculum. However, they encounter several challenges, including difficulties in integrating religious content with interdisciplinary themes, the complexity of curriculum textbooks, and the practical application of teaching modules and scientific approaches. To address these issues, teachers employ collaborative strategies, adapt instructional methods, and engage in continuous reflection. These efforts are essential to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum and to foster students' competence in facing 21st-century challenges. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada SD IT Nurul Iman Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki pemahaman konseptual yang baik terhadap Kurikulum Merdeka. Namun, mereka menghadapi beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam mengintegrasikan konten keagamaan dengan tema-tema lintas disiplin, kompleksitas buku ajar kurikulum, serta penerapan modul ajar dan pendekatan saintifik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan strategi kolaboratif, menyesuaikan metode pembelajaran, dan melakukan refleksi secara berkala. Upaya ini penting dalam memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif dan mampu membentuk siswa yang kompeten dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
CURRICULUM REFORM AND LEARNING NEEDS IN ISLAMIC EDUCATION: AN ANALYSIS OF THE MERDEKA CURRICULUM IMPLEMENTATION AT MI AL-AWWAL PALEMBANG Mizan, Muhammad; Putri, Inka Rizka Amalia; Dewi, Nurmala; Lestari, Nastiti Puji; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1157

Abstract

This study analyzes the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) at MI Al-Awwal Palembang, with a particular focus on how the curriculum reform addresses the actual learning needs of students in the context of Islamic education. Employing a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, teacher and student interviews, and analysis of instructional documents. The findings reveal that the curriculum implementation has generally been effective, supported by well-developed instructional tools, diverse teaching methods, and conducive classroom environments. Nonetheless, several challenges persist, including the limited integration of digital learning media, inconsistent student engagement, and a lack of authentic assessment that reflects the spiritual and moral dimensions of Islamic education. This study contributes to the ongoing discourse on curriculum reform in Islamic elementary education and offers practical recommendations for aligning the Merdeka Curriculum more effectively with the religious and academic learning needs of students. Penelitian ini menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Al-Awwal Palembang, dengan fokus pada bagaimana reformasi kurikulum tersebut menjawab kebutuhan belajar peserta didik dalam konteks pendidikan Islam. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum secara umum telah berjalan efektif, ditunjang oleh perangkat ajar yang terstruktur, metode pengajaran yang bervariasi, dan suasana kelas yang mendukung pembelajaran. Namun, masih terdapat tantangan, antara lain keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran digital, keterlibatan siswa yang belum konsisten, serta kurang optimalnya penerapan penilaian autentik yang mencerminkan dimensi spiritual dan moral dalam pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus reformasi kurikulum pada pendidikan dasar Islam serta menawarkan rekomendasi praktis untuk menyelaraskan Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan belajar religius dan akademik peserta didik. 
THE IMPLEMENTATION OF ADIWIYATA SCHOOL CULTURE AT AL-QODIRI 1 JEMBER SUPERIOR ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL: AN ISLAMIC EDUCATION PERSPECTIVE Wildan, Muhammad Nabilil; Rizal, Syaiful
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1162

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Adiwiyata school culture at MTs Unggulan Al-Qodiri 1 Jember from the perspective of Islamic education. A qualitative case study approach was employed, involving purposively selected participants including the principal, teachers, students, and staff. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and validated through source triangulation and member checking. Findings reveal that Adiwiyata values are internalized through three main strategies: habituation of eco-friendly behavior based on tauhid values, integration of khalifah and amanah concepts into the curriculum, and teacher role modeling in environmental care. The study proposes the “Islamic Adiwiyata Circle Model,” illustrating the link between spiritual awareness, ecological action, and student character formation. This model offers a novel contribution to the development of environmentally based Islamic education in madrasas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya sekolah Adiwiyata di MTs Unggulan Al-Qodiri 1 Jember dalam perspektif pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, dengan informan terdiri dari kepala madrasah, guru, siswa, dan tenaga kependidikan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Adiwiyata di madrasah dilakukan melalui tiga strategi utama: pembiasaan perilaku ramah lingkungan berbasis nilai tauhid, integrasi konsep khalifah dan amanah dalam kurikulum, serta keteladanan guru dalam menjaga lingkungan. Penelitian ini juga merumuskan “Model Lingkaran Adiwiyata Islami” yang menghubungkan kesadaran spiritual, tindakan ekologis, dan pembentukan karakter siswa. Model ini menjadi kontribusi baru dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis lingkungan di madrasah.
THE DEVELOPMENT OF CLASH OF CHAMPIONS GAME-BASED TEACHING MATERIALS TO IMPROVE STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Ichwanudin, Moch.; Siti Nurjanah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1181

Abstract

This study aims to develop student worksheet (LKPD) teaching materials based on the Clash of Champions educational game to enhance the critical thinking skills of eighth-grade students in Islamic Religious Education (PAI). The research employed the ADDIE development model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. Validation instruments involved media and content experts, along with practicality questionnaires for teachers and students. The results showed media validity at 98% and content validity at 92%. Practicality scores reached 96% (teachers) and 97% (students). The effectiveness test revealed an increase in students’ average scores from 63% to 98%, with an N-Gain score of 0.94 (high category). These findings indicate that the game-based LKPD is effective in fostering critical thinking in Islamic Education learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis game edukatif Clash of Champions guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen validasi melibatkan ahli media dan materi, serta angket kepraktisan guru dan siswa. Hasil validasi menunjukkan tingkat kevalidan 98% (media) dan 92% (materi). Kepraktisan memperoleh skor 96% (guru) dan 97% (siswa). Efektivitas bahan ajar ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata dari 63% menjadi 98% dengan N-Gain sebesar 0,94, tergolong kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa bahan ajar LKPD berbasis game efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran PAI.
ETHICAL INTEGRATION OF GENERATIVE AI IN ISLAMIC EDUCATION: TOWARD INCLUSIVE AND SUSTAINABLE HUMAN CAPITAL DEVELOPMENT Mukaffan; Siswanto, Ali Hasan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1178

Abstract

Generative Artificial Intelligence (GenAI) is reshaping education, including Islamic contexts, while raising ethical, digital, and infrastructural concerns. This study explores how ethical and contextual integration of GenAI can drive inclusive and sustainable Islamic education reform. Through a systematic review of 85 high-impact articles, a three-layered framework is developed: technological infrastructure, human capability, and ethical governance. Key findings highlight the urgency of early AI literacy, adaptive teacher training, and fair, outcome-based evaluation. The proposed “GenAI-Integrated Islamic Learning Ecosystem” model maps the adoption from awareness to autonomy. This study bridges Islamic ethics, sociotechnical approaches, and human capital policy to offer strategic insights for ethical and empowering AI governance. Generative Artificial Intelligence (GenAI) telah mengubah ekosistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam, namun memunculkan tantangan seperti kesenjangan keterampilan digital, ketimpangan infrastruktur, dan isu etika. Studi ini menganalisis integrasi GenAI secara etis dan kontekstual untuk mendukung reformasi pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan systematic literature review terhadap 85 artikel, dikembangkan kerangka analitis tiga lapis: infrastruktur teknologi, kapabilitas manusia, dan tata kelola etis. Temuan menekankan pentingnya literasi AI sejak dini, pelatihan adaptif bagi pendidik, serta evaluasi berbasis keadilan. Model “Ekosistem Pembelajaran Islami Berbasis GenAI” ditawarkan sebagai peta evolusi adopsi AI. Studi ini menyinergikan etika Islam, pendekatan sosial-teknologis, dan kebijakan SDM sebagai kontribusi strategis bagi tata kelola AI yang manusiawi dan berkeadilan.
DIGITAL LEARNING INNOVATION AS A STRATEGY TO IMPROVE THE QUALITY OF ISLAMIC EDUCATION IN MADRASAH Hutasuhut, Sartika; Azzahra, Fatimah; Faradila, Futri; Basit, Abdullah; Hasibuan, Rahma Isna Hayati; Awaluddin
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1184

Abstract

This study investigates digital learning innovation as a strategy to enhance the quality of Islamic education in madrasahs. Employing a literature review method, the research synthesizes findings from scholarly books, journals, and educational articles related to digital-based learning. Results show that digital learning supports more interactive and flexible learning processes, increases student engagement, enhances independent learning, and improves teacher effectiveness in delivering material and monitoring student progress. However, the effectiveness of these innovations depends on the digital readiness of educators, learners, and infrastructure. Therefore, teacher training, adequate facilities, and stakeholder collaboration are essential to successful implementation. This study serves as a reference for the development of Islamic education that is responsive to technological advancements. Penelitian ini mengkaji inovasi pembelajaran digital sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di madrasah. Dengan menggunakan metode studi pustaka, kajian ini mengolah temuan dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan mengenai pembelajaran berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan fleksibel, meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat kemandirian belajar, serta meningkatkan efektivitas guru dalam menyampaikan materi dan memantau perkembangan peserta didik. Namun, efektivitas inovasi ini bergantung pada kesiapan digital pendidik, peserta didik, serta sarana pendukung. Oleh karena itu, pelatihan guru, penyediaan infrastruktur yang memadai, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi faktor kunci keberhasilan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10