cover
Contact Name
Patar Gultom
Contact Email
pataraprizal@gmail.com
Phone
+6281361744012
Journal Mail Official
paramathetes75@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gereja No. 38 Medan-Helvetia, Sumatera Utara, 20126 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29640946     DOI : https://doi.org/10.64005/jtpk
Paramathetes adalah jurnal yang menjadi wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan. Kajian Jurnal Paramathetes meliputi : Teologi Biblika,Teologi Sistematika,Teologi Pastoral, Teologi Misi dan Apologetika dan Pendidikan Kristiani.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025" : 6 Documents clear
Konsep Eskatologi Menurut St. Kirill dari Yerusalem Pananda, Ika Santi; Hendi
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.183

Abstract

Abstract. The doctrine of the End Times (Eschatology) holds a fundamental place in Christian theology, addressing the ultimate destiny of creation and humanity. This subject has generated continuous discussion and diverse interpretations throughout the history of the Church, reflecting varying theological emphases and responses to historical contexts. While interpretations differ on the precise nature and timing of future events, a core tenet for Christians is the belief in the Second Coming of Jesus Christ, marking the culmination of God's redemptive plan. Despite the explicit biblical affirmation that the exact time of this event is known only to God the Father (Mark 13:32), believers are consistently exhorted to live in vigilance and preparedness. This article undertakes a qualitative study utilizing a literature review approach to explore the eschatological concepts presented by Saint Cyril of Jerusalem in his seminal work, the Catechetical Lectures. Drawing primarily from Cyril's own words within these lectures, supplemented by relevant secondary academic literature, the research analyzes and synthesizes his teachings on key eschatological themes such as the Second Coming, the signs preceding it (including the Antichrist), the resurrection of the dead, the universal judgment, and the eternal destinies. The aim is to articulate Cyril's specific contribution to early Christian eschatology as conveyed in a catechetical context and to explore the pastoral implications embedded within his teachings regarding the end times. By focusing on this influential 4th-century Church Father, the study offers insights into the development of orthodox eschatological thought and its enduring relevance for Christian faith and practice. Abstrak. Doktrin tentang Akhir zaman (Eskatologi) merupakan topik pembimbacaraan yang terus berkembang dari masa kemasa. Ada beragam penafsiran yang dipakai seseorang menafsirkan akhir zaman itu seperti apa. Diantaranya ada penafsir yang menafsirkan akhir zaman sebagai penyesaan. Ada juga yang menafsirkan akhir zaman sebagai perkara-perkara akhir atau akhir dari segala sesuatu. Orang Kristen mempercayai akhir zaman sebagai hari kedatang Tuhan Yesus yang kedua kalinya, namun waktunya tidak ada seorang pun yang tahu bahkan Anak dan Malaikat pun tidak tahu hanya Bapa yang tahu. Oleh karena itu orang percaya semestinya berjaga-jaga. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan mengumpulkan berbagai data. Data tersebut dijadikan pendukung dari apa yang dikatakan oleh St. Cyrill of Jerusalem . Sumber yang paling utama digunakan dalam penulisan artikel ini adalah buku katekisasi yang di tulis oleh St. Kirill. Artikel ini ditulis dengan berfokus pada pandangan St. Kirill dari Yerusalem tentang akhir dari alam semesta ini.
Fangotome’õ Satua : Tinjauan Sosio-Teologis terhadap Sikap Menghormati Orang Tua Lawolo, Mey Daman
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.185

Abstract

Abstract. One of the tribes in Indonesia that has a diverse culture is the Nias tribe. A culture that is still actively practiced by Nias people is fangotome’õ satua which literally means entertaining parents at certain moments such as parents being seriously ill or approaching death. Fangotome’õ satua is the responsibility of every child to their parents and expresses their respect. Using descriptive qualitative methods, the author found that whether or not this event is held determines the status of children in the eyes of the community. They can get famago mbawa from the surrounding community. Therefore, children try as much as possible to entertain their parents while living in the world or even during fangasi or fame’e gõ zo halõẁõ. The Bible affirms the absoluteness of honoring parents regardless of their time and circumstances. God who is the ultimate goal in the commandment teaches children to submit to divine authority through the presence of parents. Therefore, the Bible transforms the values contained in the fangotome’õ satua event so that every child respects and obeys their parents as long as they are alive in this world without waiting for a special moment. Abstrak. Salah satu suku di Indonesia yang memiliki budaya yang beragam adalah suku Nias. Budaya yang masih aktif dilakukan oleh orang Nias adalah fangotome’õ satua yang harfiahnya berarti menjamu orang tua pada momen tertentu seperti pada saat orang tua sakit keras atau mau mendekati ajalnya. Fangotome’õ satua merupakan tanggung jawab setiap anak kepada orang tuanya dan merupakan ungkapan rasa hormat anak terhadap orang tuanya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, Penulis mendapatkan bahwa terlaksana tidaknya acara ini sangat menentukan status anak-anak di mata masyarakat. Mereka dapat mendapat famago mbawa dari masyarakat sekitar apabila hal ini tidak dilaksanakan. Sebab itu, anak-anak berusaha semaksimal mungkin menjamu orang tua selama hidup di dunia. Apabila tidak sempat menjamu orang tua, maka anak-anak harus melakukan fangasi atau fame’e gõ zohalõẁõ setelah orang tua meninggal sebagai bentuk hormat kepada orang tua. Alkitab mengafirmasi kemutlakan menghormati orang tua tanpa memandang waktu dan keadaan mereka. Allah yang menjadi tujuan utama dalam perintah tersebut mengajarkan anak-anak supaya tunduk pada otoritas ilahi melalui kehadiran orang tua di tengah-tengah keluarga. Oleh sebab itu, Alkitab mentransformasi nilai-nilai yang terkandung dalam acara fangotome’õ satua supaya setiap anak menghormati dan menaati orang tuanya selama mereka masih hidup di dunia ini tanpa menunggu momen-momen yang tertentu.
Mengakomodasi Kebutuhan Rohani Anak Berkebutuhan Khusus di GBI Bethel Bandung Wihardja, David Aripin; Hermanto, Yanto Paulus
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.209

Abstract

Abstract. The problem of children with special personalities should be our common concern because they also have the right to life and attention and need to grow and develop fully according to the dignity and human dignity that God has given them. As holistic creatures, they also need attention not only in terms of physiology, but also in terms of their spirituality. Children with special needs are often a burden for their parents because many parents do not understand how to educate these children, especially spiritually. The researcher in this case conducted research at the church where the researcher worships because the worship of children with special needs has started in Sunday school. The problem studied is about the follow-up of the worship of children with special needs and aims to improve the spirituality of children with special needs. The research methodology used is a qualitative method with a field survey involving direct data collection at the research location, such as through observation, interviews, and group discussions. From the research, it was found that the worship of children with special needs can improve children's spirituality and foster a sense of sociality among children with special needs. The results of the study will be applied at the Bethel Indonesia Church in Bandung. Abstrak. Masalah anak berkepribadian khusus akhir-akhir ini mencuat lagi ke permukaan , dikarenakan dengan kemajuan zaman dan obat-obatan. Anak- anak berkebutuhan khusus sering menjadi beban bagi orang tuanya dikarenakan banyak dari orang tua yang tidak mengerti bagaimana cara mendidik anak-anak tersebut terutama secara rohani. Peneliti dalam hal ini melakukan penelitian baik secara langsung di gereja tempat peneliti beribadah karena ibadah anak berkebutuhan khusus sudah dimulai di sekolah minggu. Masalah yang diteliti adalah tentang penindak lanjutan dari ibadah anak berkebutuhan khusus tersebut dan tujuan adanya peningkatan kerohanian pada anak-anak tersebut, dapatlah dismpulkan bahwa usulan dari peneliti dapat dilakukan di Gereja Bethel Indonesia Bandung.
Anugerah Penyucian : Orang Percaya Menjadi Orang Suci dan yang Harus Berusaha untuk Hidup Suci Johnny Parthotan Simamora; Robbye Manik; Thomson Siallagan; Rika Kartika; Jamli Barus
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.219

Abstract

Abstract. This paper aims to explain and reveal the concept of sanctification based on the Bible in relation to salvation. Through a correct understanding of the concept of sanctification, a believer will be able to place where the grace that is entrusted and received as the only requirement for salvation. Considering the grace to enter Heaven as something that cannot be reduced, but will still glorify good deeds as something that needs to be fought for and must not ignore the time to talk about salvation. Through the concept of sanctification helps us not to clash two important sides, namely grace and charity. Because the Bible very clearly sees the importance of the two sides. By understanding the concept of sanctification, namely the existence of positional sanctification, sanctification in experience, and final sanctification, it will help and resolve the old debate between whether salvation can be lost because of the sins of believers. Arminianism and Calvinism can be two good friends because both are truly true. Systematic theology method. Approach by searching and digging up sources from the Bible. Collecting data from books that touch on the topic being discussed, comparing, and concluding it. A method also called the inductive approach. Sources come from the Bible. In this writing it is concluded that grace and works are one. Grace is the only way to enter Heaven, good deeds, obedience to God's laws regarding the reward, the crown that will be obtained by someone. A believer will not lose the gift of salvation, but can lose to get the reward and crown provided for every believer. Abstrak. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan konsep penyucian berdasarkan Alkitab dalam kaitannya dengan keselamatan. Melalui pemahaman konsep penyucian dengan benar, seorang percaya akan dapat menempatkan di mana anugerah diletakkan dan diterima sebagai satu-satunya syarat untuk diselamatkan. Mengagungkan anugerah untuk masuk Surga adalah sesuatu yang tidak dapat dikurangi, tetapi akan tetap memuliakan perbuatan baik sebagai sesuatu yang perlu diperjuangkan dan tidak boleh diabaikan sewaktu membicarakan tentang keselamatan. Melalui konsep penyucian menolong kita untuk tidak membenturkan dua sisi yang penting yaitu anugerah dan perbuatan. Karena Alkitab dengan sangat jelas melihat pentingnya dua sisi tersebut. Dengan memahami konsep penyucian, yakni adanya penyucian posisional, penyucian dalam pengalaman, dan penyucian akhir, akan menolong dan menyelesaikan perdebatan lama antara apakah keselamatan dapat hilang oleh karena dosa orang percaya. Arminianisme dan Calvinisme dapat menjadi dua sahabat baik karena keduanya sesungguhnya bisa diharmoniskan.  Metode yang dipakai melalui pendekatan dengan mencari dan menggali sumber dari Alkitab, mengumpulkan data dari kitab-kitab yang menyinggung pokok yang dibicarakan, membandingkan, dan menyimpulkannya. Metode ini juga disebut dengan pendekatan induktif. Sumber-sumber berasal dari Alkitab. Dalam tulisan ini disimpulkan bahwa anugerah dan perbuatan adalah satu kesatuan. Anugerah adalah jalan satu-satunya untuk memasuki surga, perbuatan baik, ketaatan terhadap hukum-hukum Tuhan berkenaan dengan upah, mahkota yang akan diperoleh oleh seseorang. Seorang percaya tidak akan kehilangan anugerah keselamatan, tetapi bisa kehilangan untuk mendapatkan upah dan mahkota yang disediakan bagai setiap orang percaya.  
Dampak Pemahaman Tentang Kasih Karunia Berdasarkan Roma 5 : 1-11 Terhadap Perilaku Hidup Orang Percaya Sembiring, Rasmalem; Baskita Ginting; Theresia Hutauruk; Robbye Manik; Aslinawati
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.221

Abstract

Abstract. The behavior of believers is influenced by various factors. One of them is the believers’ understanding of the word of God. The believers’ understandingof the owrd of God about God’s grace based on Romans 5:1-11 certainly influences the believers’ behavior. This study aims to determine the impact of the believers’ understanding on believers’ behavior. The understanding of grace is based on Romans 5:1-11 and the understanding of the believers’ understandingof the believers’ behavior is based on various literature. This study was conducted among the congregation of the Moria Chritstian in Medan (GKMI) with a sample 68 people.From the results of the study, it was found  that the impact of believers’understanding of grace on Romans 5:1-11 signifcantly affects thee behavior of believers. This result is in accordance with exixsting hypothesis. Believers’ understanding of God’s grace that has been bestowed upon them has lived in peacewith God, obtained access to grace, boasted in tribulation, will be saved from the wrath of God; and will certainly be saved by His life, of course, has an impact on the behavior of believers. Abstrak. Perilaku hidup orang percaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu di antaranya adalah pemahaman orang percaya atas firman Allah. Pemahaman orang percaya atas firman Allah tentang kasih karunia Allah berdasarkan Roma 5:1-11 tentu mempengaruhi perilaku hidup orang percaya. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dampak pemahaman orang percaya terhadap perilaku hidup orang percaya. Pemahaman tentang kasih karunia didasarkan pada Roma 5:1-11 dan  pemahaman terhadap perilaku hidup orang percaya didasarkan pada berbagai literature. Penelitian ini dilaksanakan di kalangan jemaat Gereja Kristen Moria Medan (GKMI) dengan sampel sebesar 68 orang.  Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dampak pemahaman orang percaya tentang Kasih Karunia berdasarkan Roma 5:1-11 secara signifikan mempengaruhi perilaku hidup orang percaya. Hasil ini sesuai dengan hipotesa yang ada. Pemahaman orang percaya tentang kasih karunia Allah yang dianugereahkan kepadanya: telah hidup dalam damai sejahtera dengan Allah; beroleh jalan masuk kepada kasih karunia; bermegah dalam kesengsaran; akan diselamatkan dari murka Allah; dan pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya tentu berdampak terhadap perilaku hidup orang percaya.
Dimensi-Dimensi Iman dalam Ibrani 11:1–31 : Kajian Eksegetikal Teks Yunani Koine untuk Penguatan Teologi Iman Kristen. Sipayung, Gerhard; Gultom, Patar Aprizal
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v3i2.223

Abstract

Abstract. This Journal examines the dimensions of faith in Hebrews 11:1–31 through an exegetical analysis of the original Koine Greek text. The study aims to explore the theological meaning of the word pistis (faith) within the various narrative contexts of Old Testament figures mentioned in the passage, as well as its implications for the life of Christian believers today. The methodology includes morphological, syntactical, and semantic analysis of the Greek text, along with a literature review of scholarly journals and reputable biblical commentaries. The findings indicate that faith in Hebrews 11 is portrayed as an active ontological-epistemological reality, encompassing an integral ethical-relational dimension, and oriented toward an enduring eschatological hope that sustains the life of the faithful. Abstrak. Jurnal ini mengkaji dimensi iman dalam Surat Ibrani 11:1–31 berdasarkan analisis teks asli Yunani Koine secara mendalam secara eksegetikal. Penelitian ini bertujuan menggali makna kata πίστις (iman) dalam berbagai konteks naratif tokoh Perjanjian Lama yang disebutkan, serta implikasi teologisnya bagi kehidupan beriman umat Kristen masa kini. Metode yang digunakan adalah analisis morfologi, sintaksis, dan semantik teks Yunani, serta kajian pustaka dari jurnal ilmiah dan komentar Alkitab terkemuka. Hasil kajian menunjukkan iman sebagai realitas ontologis-epistemologis yang aktif, dimensi etis -relasional yang integral, serta pengharapan eskatologis yang berkelanjutan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6