cover
Contact Name
Patar Gultom
Contact Email
pataraprizal@gmail.com
Phone
+6281361744012
Journal Mail Official
paramathetes75@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gereja No. 38 Medan-Helvetia, Sumatera Utara, 20126 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29640946     DOI : https://doi.org/10.64005/jtpk
Paramathetes adalah jurnal yang menjadi wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan. Kajian Jurnal Paramathetes meliputi : Teologi Biblika,Teologi Sistematika,Teologi Pastoral, Teologi Misi dan Apologetika dan Pendidikan Kristiani.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025" : 8 Documents clear
Membangun Komitmen Iman Melalui Kajian Hermeneutik Kritik Naratif Kejadian 22 : 1-19 Sebagai Model Pelayan Tuhan Tiwang, Betania B.A.; Masambe, Helen Gratia
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.225

Abstract

Artikel ini membahas tindakan Abraham dalam narasi Kejadian 22:1-19 sebagai model komitmen iman dan ketaatan para pelayan Tuhan sekarang ini. Dengan menggunakan metode pendekatan hermeneutik kritik naratif untuk menggali secara dalam makna komitmen iman pelayan yang setia dan rela berkorban. Kisah Abraham juga kiranya dapat menjadi teladan pelayan masa kini dalam melayani dengan iman, pengorbanan, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Kisah dari Abraham ini menunjukkan bahwa ketaatannya lahir dari komitmen iman yang mendalam dan menjadi model bagi pelayan Tuhan untuk melayani bukan karena kewajiban tetapi karena relasi yang intim serta cintanya yang besar kepada Allah. Kajian ini sekaligus merekomendasikan kontribusi yang praktis dalam membangun paradigma pelayanan yang berakar pada komitmen iman yang tulus.
Merekonstruksi Paradigma Pneumatologi Jemaat melalui Perspektif Berteologi Stephen Tong Loway, Wiratama Nehemia; Tombeng, Ineke M.
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.227

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis perubahan paradigma pneumatologi di Jemaat GMIM Solafide Kali, Minahasa, dari tradisi Calvinisme Reformed ke pengaruh teologi Kharismatik. Melalui lensa pneumatologi Stephen Tong, studi ini mengidentifikasi tiga ketegangan kritis, pergeseran otoritas dari Verbum Scriptum (Firman Tertulis) ke Verbum Experientum (pengalaman subjektif), tekanan komunitas terhadap manifestasi karunia spektakuler sebagai bukti kepenuhan Roh, dan perubahan tata ibadah dari Calvinis menuju ekspresivitas emosional. Temuan risiko menunjukkan erosi otoritas Alkitab, subjektivisme teologis, dan potensi disintegrasi identitas konfesional GMIM. Tong menawarkan solusi berdasarkan tiga pilar: primasi Alkitab, kedaulatan Roh dalam distribusi karunia, dan karya Roh yang menghasilkan kesejahteraan. Rekomendasi operasional meliputi reformasi materi katekisasi, desain liturgi integratif, dan pemuridan komunal berbasis buah Roh. Penelitian ini menekankan urgensi rekonstruksi pneumatologi alkitabiah untuk mengembalikan identitas Reformed dan kedewasaan spiritual jemaat.
Menanamkan Nilai-Nilai Estetika Berbasis Ekoteologi Dalam Pengelolaan Taman Gereja Geradus, Gratia; Runtuwene, Hendry C. M.
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.228

Abstract

Taman gereja tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai sarana spiritual yang mencerminkan keindahan ciptaan Allah. Pendekatan ekoteologi dipilih untuk menekankan hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Tuhan, sehingga pengelolaan taman tidak sekadar memperhatikan aspek visual, tetapi juga aspek teologis dan ekologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai estetika berbasis ekoteologi menciptakan taman yang bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga mendukung kesadaran ekoteologis jemaat, membangun etika ekologis, serta memperkuat peran gereja dalam menjaga kelestarian ciptaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan konsep pengelolaan ruang gereja yang ramah lingkungan dan bermakna teologis
Merekonstruksi Kepemimpinan Pelayan Gereja Melalui Kajian Hermeneutik Markus 10:35-45 Laloan, Rivaldo Joshua; Sendow, Mieke Nova
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.230

Abstract

Kepemimpinan pelayan menjadi salah satu isu penting dalam kehidupan bergereja, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Artikel ini mengkaji Markus 10:35–45 guna menelusuri ajaran Yesus tentang kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kekuasaan, tetapi pada kerendahan hati, pengorbanan, dan pelayanan yang tulus. Perikop ini menampilkan kontras antara ambisi para murid yang menginginkan posisi kehormatan dan tanggapan Yesus yang justru menekankan bahwa yang terbesar adalah yang bersedia menjadi pelayan. Melalui narasi ini, Yesus tidak hanya membentuk kembali pemahaman para murid-Nya, tetapi juga menantang gereja masa kini untuk meninggalkan paradigma kepemimpinan yang otoriter dan menggantinya dengan pola kepemimpinan yang melayani. Artikel ini memberikan kontribusi teologis dan praktis dalam membangun gaya kepemimpinan gerejawi yang kontekstual dan relevan, serta mendorong pemimpin-pemimpin gereja untuk mengikuti teladan Kristus dalam melakukan pelayanan yang ditujukan kepada banyak orang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.
Pekerjaan Sebagai Ladang Misi: Menggali Komitmen Holistik Kaum Muda Kristen Di Era Job Hopping Kawet, Sansay; Luas, Luosje
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.255

Abstract

ABSTRACT This article aims to explore and unearth the meaning of the job-hopping phenomenon among Christian youth, redefining the trend of job mobility driven by the search for meaningful work through the lens of Missio Dei (God's Mission). The primary objective is to examine and understand how young people can maintain holistic commitment and integrity, ensuring that their mobility becomes a legitimate mission strategy and not merely an escape or ego-driven opportunism. In essence, this study seeks to ensure that this mobility is directed as a strategy of God's Mission (Missio Dei), not merely the satisfaction of personal ambition. Using a qualitative literature study methodology, this study establishes that all work is inherently missionary and has dignity as an expression of God's ongoing work of creation and redemption. These findings highlight that life, work, and service are part of God's mission in the world. However, maintaining a holistic mission commitment requires addressing three crucial ethical challenges: misguided motivation, the risk of low commitment, and the loss of a true service orientation. Keywords: Job Hopping; Missio Dei; Christian Young People; Holistic Commitment. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menggali makna fenomena job hopping di kalangan Kaum Muda Kristen yang merumuskan kembali tren mobilitas kerja yang didorong oleh pencarian pekerjaan bermakna melalui lensa Missio Dei (Misi Allah). Tujuan utamanya adalah menguji dan memahami bagaimana kaum muda dapat menjaga komitmen holistik dan integritas, memastikan bahwa mobilitas mereka menjadi strategi misi yang sah dan bukan sekadar pelarian diri atau oportunisme yang didorong oleh ego. Intinya, penelitian ini berupaya memastikan bahwa mobilitas ini diarahkan sebagai strategi Misi Allah (Missio Dei), bukan hanya sebagai pemuasan ambisi pribadi. Menggunakan metodologi studi pustaka kualitatif, penelitian ini menetapkan bahwa semua pekerjaan pada dasarnya bersifat misioner dan memiliki martabat sebagai ekspresi dari karya penciptaan dan penebusan Allah yang berkelanjutan. Temuan ini menyoroti bahwa bahwa hidup, pekerjaan, dan pelayanan adalah bagian dari misi Allah di dunia Namun, mempertahankan komitmen misi yang holistik menuntut penanganan tiga tantangan etis yang krusial yaitu motivasi yang salah, risiko rendahnya komitmen, dan hilangnya orientasi pelayanan sejati. Kata Kunci: Job Hopping; Missio Dei; Kaum Muda Kristen; Komitmen Holistik.
Teologi Intergratif: Model Refleksi Teologis untuk Menjembatani Ortodoksi dan Kontekstualitas dalam Teologi Kontemporer Tambunan, Fernando
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.256

Abstract

Abstract. This study aims to formulate the model of Intergrative Theology as a new paradigm in theological reflection, seeking to bridge the tension between orthodoxy (that which is held to be true) and contextuality (that which is relevant) in contemporary theology. This effort is motivated by the polarization between overly abstract classical systematic theology and contextual theology that is often deemed too readily adaptable. Conceptually, "Intergrative Theology" is defined as a faith reflection occurring between God's grace and human reality. The study employs a qualitative-reflective approach utilizing a theological-hermeneutical framework, where the methodology is developed through a critical-hermeneutical lens involving a reciprocal dialogue among text, context, and the subject of faith. The primary novelty of this research lies in the formulation of six interconnected stages of theological reflection, ranging from Biblical Orientation to Evaluation and Renewal which establish a dynamic cycle between text and context. This model functions as a grace-centered evaluative synthesis, aiming to construct a theology that remains faithful to Biblical authority, systematic, and relevant to the realities of the modern age. Abstrak. Penelitian ini bertujuan merumuskan model Teologi Intergratif sebagai paradigma baru refleksi teologis untuk menjembatani ketegangan antara ortodoksi (kebenaran yang diyakini) dan kontekstualitas (relevansi) dalam teologi kontemporer, yang dimotivasi oleh polarisasi antara teologi sistematika klasik yang abstrak dan teologi kontekstual yang terlalu mudah beradaptasi. Secara konseptual, "Teologi Intergratif" didefinisikan sebagai refleksi iman yang terjadi di antara anugerah Allah dan realitas manusia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-reflektif dengan kerangka kerja teologis-hermeneutik , yang metodologinya dikembangkan melalui pendekatan hermeneutik-kritis yang melibatkan dialog timbal balik antara teks, konteks, dan subjek iman. Kebaruan (novelty) utama penelitian ini terletak pada perumusan enam tahap refleksi teologis yang saling berhubungan, mulai dari Orientasi Biblis hingga Evaluasi dan Pembaruan yang membentuk siklus dinamis antara teks dan konteks. Model ini berfungsi sebagai sintesis evaluatif yang berpusat pada anugerah dan bertujuan membangun teologi yang setia pada otoritas Alkitab, sistematis, dan relevan terhadap realitas zaman modern.
Pemahaman Jemaat GBI AM terhadap Doktrin Kasih Karunia dan Relevansinya terhadap Pertumbuhan Rohani dalam perspektif Teologi Reformed-Injili (Studi berdasarkan Efesus 2:1-10 dan Roma 5:1-11) Rasmalem Raya Sembiring; Robbye Manik; Aslinawati; Petrus Posma Silaban
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.260

Abstract

Abstract This study aims to describe the GBI Antiokhia Medan congregation's understanding of the doctrine of God's grace and examine how this understanding is relevant to their spiritual growth. This study employed a qualitative, descriptive-phenomenological approach through in-depth interviews with several GBI AM congregation members. Two biblical texts form the the theological foundation of the study : Ephesians 2:1-10 and Romans 5:1-11, which emphasize that salvation is received solely by God’s grace. The findings indicate that, in general, the congregation understands grace as an undeserved gift from God. However, some members still tend to associate it with human efforts to "repay" that grace through good deeds. Analysis from a Reformed-Evangelical theological perspective highlights that a proper understanding of grace fosters a humble, grateful, and Christ-centered spirituality. Based on these findings, the study recommends that spiritual formation programs at GBI Anthiokia Medan emphasize grace as the foundation principle for the congregation's spiritual growth. Keywords: grace; spiritual growth; Reformed-Evangelical; Ephesians 2; Romans 5. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman jemaat GBI Antiokhia Medan terhadap doktrin kasih karunia Allah dan menelaah bagaimana pemahaman tersebut relevan terhadapa pertumbuhan rohani mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-fenomenologis melalui wawanara mendalam dengan sejumlah jemaat GBI AM. Dua teks Alkitab yang menjadi dasar teologis penelitian adalah Efesus 2:1-10 dan Roma 5:1-11, yang menekankan bahwa keselamatan adalah anugerah semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum jemaat memahami kasih karunia sebagai pemberian Allah yang tidak layak diterima. Namun sebagian anggota masih cenderung mengaitkannya dengan usaha manusia untuk “membalas” kasih karunia dengan perbuatan baik. Analisis dari perspektif teologi Reformed-Injili menegaskan bahwa pemahaman kasih karunia yang benar melahirkan spiritualitas yang rendah hati, penuh rasa syukur, dan berpusat pada Kristus. Penelitian ini merekomendasikan agar pembinaan rohani di GBI Antiokhia Medan menekankan kasih karunia sebagai fondasi utama dalam pertumbuhan rohani jemaat. Kata Kunci: kasih karunia; pertumbuhan rohani; Reformed-Injili; Efesus 2; Roma 5
Pembentukan Mahasiswa Teologi sebagai Calon Pemimpin Umat : Analisis Reflektif Ketokohan Daud ‘Sebelum dan Sesudah’ menjadi Raja Gultom, Patar; Sipayung, Gerhard; Ginting, Baskita; Hutauruk, Theresia
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4 No 1 : November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.268

Abstract

The challenge of forming Generation Z theology students to become future leaders and servants of the community is increasingly urgent in the digital era with all its excesses. This study aims to prove that the formation of theology students can occur organically and progressively to prepare them with the qualities needed by the church and other service institutions. Using biblical studies by analyzing the character based on Sindunata Kurniawan's five formations: Spiritual Formation, Knowledge, Personality/Character, Leadership, and Service, the author conducts reflective analysis steps with a 'before' and 'after' perspective on the figure of David. David was chosen because he exemplifies a leader who underwent a thorough and meaningful formation process, and can be studied before and after he became king. This serves as a reflective study for student formation before and after they graduate and enter professional ministry. This research demonstrates that, like David, theology students can also develop into community leaders by undergoing in-depth, extensive, integrative, and authentic formation processes, which can be achieved through learning in theology classrooms, practical ministry, dormitory life, personal and communal worship, independent study, and relationships and interactions with the world of ministry in the light of truth. Abstrak. Tantangan formasi mahasiswa teologi generasi Z untuk menjadi pemimpin dan pelayan umat masa depan saat ini semakin urgent dihadapi di era digital dengan segala eksesnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa formasi mahasiswa teologi dapat terjadi secara organik dan progresif untuk mempersiapkan mereka dengan kualitas diri yang diperlukan gereja dan institusi pelayanan lainnya. Menggunakan kajian biblikal dengan melakukan analisis ketokohan berdasar 5 formasi Sindunata Kurniawan yakni Formasi Spiritual,  Pengetahuan, Kepribadian/ Karakter, Kepemimpinan dan Pelayanan, penulis melakukan langkah-langkah analisis reflektif dengan sudut pandang ‘before’ and ‘after’  terhadap tokoh Daud. Daud dipilih karena menjadi contoh pemimpin yang mengalami proses pembentukan yang baik dan dapat dikaji sebelum dan sesudah ia menjadi raja. Ini menjadi kajian reflektif bagi pembentukan mahasiswa sebelum dan sesudah mereka tamat dan terjun ke pelayanan secara profesional. Melalui penelitian ini didapati bahwa sebagaimana Daud, mahasiswa teologi juga dapat berproses menjadi pemimpin umat dengan menjalani semua proses pembentukan in-depth, ekstensif, integratif dan otentik yang bisa didapat melalui semua proses belajar di ruang kelas teologi, pelayanan praktis, kehidupan asrama, ibadah personal dan komunal, studi mandiri, relasi dan interaksi dengan dunia pelayanan dalam terang kebenaran

Page 1 of 1 | Total Record : 8