cover
Contact Name
Herie Saksono
Contact Email
heri030@brin.go.id
Phone
+628118899965
Journal Mail Official
jurnaletheia@gmail.com
Editorial Address
Pondok Indah Office Tower 3, 17 Floor, Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA Pondok Indah, Jakarta - 12310
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Aletheia: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi dan Edukasi
Published by INDOCAMP
ISSN : 30642485     EISSN : 30642612     DOI : https://doi.org/10.63892/aletheia
Fokus dan Ruang Lingkup Fokus ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada bidang-bidang ilmu Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi beserta pengembangannya. Jurnal ini menerbitkan artikel berdasarkan studi empiris baik yang menggunakan pendekatan kuantitatif atau kualitatif atau kombinasi keduanya. Ruang Lingkup ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi membutuhkan artikel ilmiah tentang Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi. Ini mencakup isu-isu di berbagai tingkat analisis (penelitian pribadi, kelompok, dan kemasyarakatan). Selain itu, memberikan peluang publikasi artikel berdasarkan penelitian interdisipliner, multidisipliner, transdisipliner, dan krosdisipliner, bahkan memprioritaskan dan/atau memberikan ruang khusus untuk itu.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 3 no 1 (2026)" : 6 Documents clear
Episentrum Baru Konsumsi Rokok: Siapa Tertinggi dan Siapa Tercepat di Indonesia, 2020–2024? Wina Anggi Agistin; Ika Ulandari
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.3.2026.37-47

Abstract

Cigarette consumption in Indonesia remains persistently high and constitutes a major determinant of non-communicable disease burden, preventable mortality, and socio-economic losses. The core problem lies in the uneven effectiveness of tobacco control policies across regions, while most previous studies remain sectoral and cross-sectional, limiting their ability to capture spatial variability and temporal dynamics comprehensively. Addressing this gap, this study aims to analyze the provincial distribution of cigarette consumption and its growth dynamics during 2020–2024. The research is grounded in the Social Determinants of Health and Political Economy of Tobacco (grand theory), consumer behavior and health risk theories (middle-range), and spatial distribution epidemiology with longitudinal trend analysis (applied theory). A quantitative descriptive approach was employed using regional distribution and temporal dynamics analysis based on secondary data from the National Socio-Economic Survey (Susenas). Analytical techniques included comparative tabulation and Compound Annual Growth Rate (CAGR) estimation. Findings reveal a moderate national increase from 28.69% (2020) to 28.99% (2024), masking substantial provincial disparities. High-consumption clusters are concentrated in Lampung, Bengkulu, West Java, and West Nusa Tenggara, whereas Bali, Jakarta, and Papua represent low clusters. Temporally, several provinces exhibit accelerated growth while others show sharp contractions. The integrated spatial-temporal findings confirm that Indonesia’s tobacco consumption landscape is geographically dynamic, implying that intervention priorities should consider both prevalence levels and growth rates. The study recommends regionally differentiated tobacco control strategies integrating fiscal instruments, market regulation, and social interventions.
Representasi dan Substansi: Analisis Kritis Keterlibatan Perempuan dalam Parlemen Provinsi Nusa Tenggara Barat Baiq Mela Hilma Yunita
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.3.2026.1-13

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks pembangunan gender di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dimana perbaikan indikator kesetaraan – khususnya Indeks Ketimpangan Gender (IKG) – tidak diikuti peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen daerah. Permasalahan penelitian terletak pada kesenjangan konversi antara capaian pembangunan gender dan representasi politik elektoral perempuan. Kesenjangan riset muncul karena sebagian besar studi terdahulu berfokus pada dinamika nasional, pra-elektoral, dan belum mengintegrasikan indikator makro pembangunan gender dengan representasi legislatif lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perkembangan IKG dan tren keterwakilan perempuan DPRD kabupaten/kota di NTB periode 2019–2023, sekaligus mengidentifikasi disparitas dan struktur peluang politiknya. Kerangka teori memadukan teori representasi politik (deskriptif–substantif), parlemen sebagai gendered workplace, teori rekrutmen politik, serta perspektif gender and development. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder BPS dan komposisi legislatif daerah. Teknik analisis meliputi statistik deskriptif-komparatif, tabulasi longitudinal, serta pengukuran laju pertumbuhan menggunakan Compound Annual Growth Rate (CAGR). Hasil penelitian menunjukkan IKG NTB mengalami perbaikan agregatif namun tidak merata, dengan akselerasi tertinggi di Kabupaten Sumbawa, sementara beberapa wilayah stagnan bahkan meningkat. Sebaliknya, keterwakilan perempuan legislatif cenderung stagnan di mayoritas daerah. Sintesis temuan mengungkap disparitas konversi pembangunan gender terhadap representasi politik akibat mediasi struktural partai, budaya patriarki, patronasi politik, dan hambatan institusional parlemen. Kesimpulan menegaskan bahwa kesetaraan gender di NTB masih berada pada fase developmental equality dan belum mencapai political equality. Keterbatasan penelitian terletak pada penggunaan data kuantitatif sekunder dan belum mengukur kualitas representasi substantif. Rekomendasi diarahkan pada reformasi rekrutmen partai, afirmasi elektoral strategis, penguatan kaderisasi perempuan, serta integrasi pemberdayaan sosial dengan transformasi institusional politik.
Dinamika Produksi Ikan Pelagis Kecil dalam Sistem Pangan Biru: Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Baiq Miftahul Jannah
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.3.2026.15-25

Abstract

Sektor perikanan tangkap, khususnya ikan pelagis kecil, memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan pangan dan penyediaan protein hewani masyarakat pesisir. Namun demikian, dinamika produksi antarspesies yang tidak merata serta tekanan permintaan pasar berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan keterjangkauan konsumsi ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pertumbuhan produksi ikan pelagis kecil serta mengkaji implikasinya terhadap ketahanan pangan masyarakat pesisir. Studi ini juga mengisi kesenjangan riset yang selama ini lebih menitikberatkan aspek biologi stok dan oseanografi tanpa mengintegrasikan dimensi produksi, harga, dan pangan dalam satu kerangka bioekonomi terpadu. Pendekatan penelitian menggunakan desain bauran (mixed-method) deskriptif-analitis berbasis data sekunder time-series periode 2020–2024 yang mencakup produksi dan harga lima komoditas utama: tongkol, kembung, layang, lemuru, dan teri. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi perikanan nasional, diolah melalui tabulasi, standarisasi, dan perhitungan kontribusi agregat, serta dianalisis menggunakan Compound Annual Growth Rate (CAGR) dan analisis komparatif antarspesies. Interpretasi dilakukan melalui perspektif bioekonomi dan pangan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi agregat pelagis kecil mengalami pertumbuhan positif, meskipun dengan disparitas antarspesies. Tongkol mendominasi volume produksi, lemuru mencatat pertumbuhan tertinggi. Di sisi lain, seluruh komoditas mengalami kenaikan harga, dengan laju tertinggi pada lemuru dan teri, yang mengindikasikan tekanan permintaan lebih cepat kapasitas suplai. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika produksi dan harga berimplikasi langsung terhadap stabilitas pasokan protein, keterjangkauan konsumsi, dan kesejahteraan rumah tangga nelayan. Kesimpulannya, pelagis kecil merupakan fondasi ketahanan pangan pesisir yang terhadap tekanan eksploitasi dan perubahan pasar. Diperlukan pengelolaan berbasis keberlanjutan stok, penguatan pascapanen, serta stabilisasi distribusi untuk menjaga keseimbangan antara produksi, akses pangan, dan kesejahteraan nelayan.
Akuntansi Kesejahteraan dan Realitas Struktur Konsumsi: Membaca Dinamika Ekonomi Rumah Tangga di Provinsi Nusa Tenggara Barat Mery Afrianti
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.3.2026.49-60

Abstract

Dinamika pengeluaran rumah tangga merupakan indikator strategis dalam membaca kualitas kesejahteraan masyarakat, stabilitas daya beli, serta arah transformasi ekonomi regional. Namun demikian, kajian empiris di Indonesia masih didominasi pendekatan tingkat pengeluaran, sementara analisis struktur konsumsi relatif terbatas. Kesenjangan ini menyebabkan pengukuran kesejahteraan sering bias karena belum membedakan antara pertumbuhan konsumsi yang bersifat welfare-driven dan price-driven. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pertumbuhan pengeluaran rumah tangga per kapita disesuaikan serta transformasi struktur konsumsi pangan dan non-pangan antar kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan desain longitudinal dan komparatif kewilayahan berbasis kerangka welfare accounting. Data sekunder bersumber dari statistik konsumsi rumah tangga BPS periode 2010–2025 dan 2016–2024. Teknik analisis meliputi Compound Annual Growth Rate (CAGR), Engel Ratio, tipologi kesejahteraan konsumsi, serta interpretasi spasial-struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota mengalami pertumbuhan pengeluaran riil, dengan level absolut tertinggi di Kota Mataram dan pertumbuhan tercepat di Kabupaten Sumbawa. Namun demikian, transformasi struktur konsumsi belum sepenuhnya progresif. Mayoritas wilayah masih didominasi pengeluaran pangan di atas 50%, bahkan meningkat di beberapa kabupaten seperti Dompu dan Lombok Timur. Kondisi ini menandakan tekanan kebutuhan subsisten serta terbatasnya diversifikasi konsumsi non-pangan produktif. Integrasi analisis level dan struktur mengungkap paradoks kesejahteraan: pertumbuhan konsumsi tidak selalu diikuti peningkatan kualitas kesejahteraan. Disimpulkan bahwa transformasi kesejahteraan konsumsi NTB masih berada pada fase transisional dengan disparitas spasial urban–rural yang nyata. Rekomendasi diarahkan pada stabilisasi pangan, diversifikasi pendapatan, penguatan investasi sosial, serta pengembangan sistem welfare accounting daerah guna memastikan pertumbuhan konsumsi berorientasi peningkatan utilitas kesejahteraan secara berkelanjutan.
Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Peningkatan Kompetensi Bidan Melalui Pelatihan CTU (Contraceptive Technology Update) di Kota Palembang Siti Farida; Bachtari Alam Hidayat; Andries Lionardo
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.3.2026.27-35

Abstract

Pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU) merupakan instrumen kebijakan untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam pelayanan keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pelatihan CTU di Kota Palembang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 11 informan yang berasal dari instansi pemerintah terkait, fasilitas kesehatan, dan bidan peserta pelatihan. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan kerangka implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan CTU telah berjalan, namun belum optimal. Komunikasi kebijakan belum menjangkau seluruh bidan secara merata; sumber daya masih terbatas, terutama instruktur, sarana-prasarana, dan anggaran; disposisi pelaksana relatif mendukung tetapi belum ditopang sistem insentif dan pengawasan yang kuat; serta struktur birokrasi menunjukkan adanya tumpang tindih kewenangan dan koordinasi lintas instansi yang belum efektif. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar-lembaga, peningkatan dukungan sumber daya, serta monitoring dan evaluasi pascapelatihan secara terintegrasi agar peningkatan kompetensi bidan dapat berkelanjutan dan berdampak pada kualitas layanan keluarga berencana.
Strategi Inspektorat Daerah Kota Palembang dalam Menindakanjuti Temuan Hasil Audit Internal terhadap Perangkat Daerah di Kota Palembang Nining Widyasti; Maulana; Bachtari Alam Hidayat
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.3.2026.61-69

Abstract

Peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah menuntut penguatan pengawasan internal, khususnya dalam tindak lanjut temuan audit. Data Inspektorat Daerah Kota Palembang menunjukkan peningkatan signifikan temuan yang belum ditindaklanjuti dari tahun 2022 hingga 2024, sehingga diperlukan strategi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Inspektorat Daerah Kota Palembang dalam menindaklanjuti temuan hasil audit internal terhadap perangkat daerah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan sembilan orang informan yang terdiri dari pejabat dan auditor Inspektorat serta perwakilan perangkat daerah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi tindak lanjut dilakukan melalui penyusunan rencana aksi, penetapan batas waktu, dan monitoring berkala; (2) komitmen pimpinan perangkat daerah menjadi faktor kunci keberhasilan penyelesaian temuan; (3) keterbatasan sumber daya manusia dan lemahnya koordinasi antar perangkat daerah menjadi hambatan utama; serta (4) peningkatan jumlah temuan yang belum ditindaklanjuti mencerminkan belum optimalnya sistem pengendalian internal. Implikasi praktis penelitian ini menekankan penguatan komitmen pimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawasan, serta pengembangan sistem monitoring berbasis kinerja untuk mempercepat dan memastikan efektivitas tindak lanjut temuan audit internal di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6