cover
Contact Name
M. Syamsul Arif
Contact Email
journalissue@gmail.com
Phone
+6285813436806
Journal Mail Official
jurnalissue@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lebak Bulus II No. 2, RT 4/RW 4, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, 12430, Indonesia Phone: 021-29446460 (ext. 409) Fax: 02129235438
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ISSUE: Journal of Islamic Studies for Universal Dialogue
ISSN : 29874890     EISSN : 3125285X     DOI : -
ISSUE is an international peer reviewed journal of islamic studies which published by Sadra International Institute. This journal is published each semester, and multilingual (English, Indonesian, and Arabic). This journal provides a scholarly forum for sustained dis-cussion of islamic studies from various disciplinary studies. ISSUE warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. The aim is to provide readers with a better understanding of reality and present developments through the publication of articles, research report, and book reviews. ISSUE specializes in Islamic Studies in general. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE Vol.3 No.2" : 5 Documents clear
TANTANGAN PEMIKIRAN NEO-MODERNISME NURCHOLISH MADJID TERHADAP PEMIKIRAN DAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN ISLAM DI INDONESIA Tina Amelia
Jurnal ISSUE Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE Vol.3 No.2
Publisher : Jurnal ISSUE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neo-modernism is a pattern of thought that attempts to combine modern thinking with traditional thinking. Through the idea of neo-modernism, Nurcholish Madjid offers a renewal of Islamic thought that emphasizes the relevance of religion in modern life without abandoning Islamic values. Of course, the thought of neo-modernism has received a lot of opposition from people who view that traditional Islamic teachings should not be or be updated because of modernity, apart from that there are external problems that come from the Western world which always considers Islam inferior, namely as an irrational religion, therefore neo-modernism Modernism is a discourse or study that needs to be studied to see in full the problems and dynamics mentioned previously. In this paper, the author uses qualitative research methods by collecting library data in the form of data from primary sources, namely the works of Nurcholish Madjid. along with secondary data in the form of sources written by other researchers. The result of this article is Nurcholish Madjid’s thoughts regarding neo-modernism. Experiencing several challenges in relation to life and religious thought, namely: 1. Opposition by some intellectuals and society as controversial, 2. Stagnant religious thought in life, 3. Not being able to differentiate between religion and non-religion in life, 4. Society tends to find it difficult to accept change and concepts that are less grounded. However, the challenge to this thinking actually becomes an opportunity to enrich Islamic courses in Indonesia regarding neo-modernism and the thoughts of Nurcholish Madjid.
BENTURAN   NARASI   DAN   IDEOLOGI   IRAN-ISRAEL   DALAM   TEORI   SOSIAL   BARAT   DAN   KONSEP   ISLAM Zaenal Abidin
Jurnal ISSUE Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE Vol.3 No.2
Publisher : Jurnal ISSUE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Iran-Israel conflict is one of the most complex and potentially destabilizing geopolitical disputes in the Middle East, rooted in macro-injustice, humanitarianism, power struggles, religious ideologies, and deep historical mistrust. This scientific article seeks to analyze the dynamics of this conflict through the perspectives of Western and Islamic social theories. This research examines how Western theoretical frameworks, as well as Islamic concepts and paradigms and values, provide different understandings of the root causes of war conflicts. The analysis shows that while Western theories often emphasize power calculations, state security, the structure of the international system, and identity, Islamic social theories place a strong emphasis on religious identity, balanced power, theological perspectives on justice, and humanity.
ISLAM NUSANTARA SEBAGAI EPISTEMOLOGI SOSIAL NARASI LOKALITAS, MODERASI, DAN REINTERPRETASI WARISAN ISLAM DI INDONESIA Ihsan Aladin; M. syamsul Arif
Jurnal ISSUE Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE Vol.3 No.2
Publisher : Jurnal ISSUE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam Nusantara bukan sekadar label budaya, melainkan konstruksi epistemologis yang lahir dari pertemuan nilai-nilai Islam universal dengan realitas sosial dan sejarah Indonesia. Sebagai epistemologi sosial, ia mencerminkan cara umat Islam Indonesia memahami dan mengekspresikan ajaran Islam dalam konteks pluralisme dan keberagaman budaya. Islam dipahami bukan sebagai doktrin kaku, tetapi sebagai sistem pengetahuan dan praktik sosial yang adaptif, inklusif, serta menghargai kearifan lokal. Konsep ini berdiri di atas tiga pilar utama: narasi lokal, prinsip moderasi (wasathiyah), dan reinterpretasi warisan Islam klasik. Narasi lokal menunjukkan bagaimana Islam berakar dan berdialog dengan tradisi masyarakat Nusantara; prinsip moderasi menjadi dasar bagi sikap toleran dan anti-ekstremisme; sementara reinterpretasi warisan klasik memungkinkan pembaruan pemikiran Islam agar tetap relevan dengan zaman. Dengan pendekatan historis, filosofis, dan sosiologis, Islam Nusantara tampil sebagai paradigma keilmuan yang memadukan spiritualitas, etika, dan modernitas. Ia menawarkan model keberislaman yang damai, progresif, dan transformatif—membangun citra Islam yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan autentisitas dan kedalaman spiritualnya.
RETROSPEKSI PEMIKIRAN AL-GHAZALI DALAM TAHĀFUT AL-FALĀSIFAH: KONTEKS SOSIOLOGI PENDIDIKAN Syamsul Alam
Jurnal ISSUE Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE Vol.3 No.2
Publisher : Jurnal ISSUE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran al-Ghazali yang diutarakan dalam buku yang berjudul Tahāfut al-Falāsifah merupakan karya fenomental dikarenakan berteguh pada prinsip dan berusaha memberikan sanggahan tentang pemikiran para filsuf, salahsatunya terkait dengan aspek teologis yang menyatakan bahwa pemikiran filsuf bertentangan dengan ajaran islam, ditinjau dari segi sosiologi pendidikan posisi al-Ghazali sebagai guru, karyanya sebagai alat (social interaction) dan pembacanya sebagai siswa oleh karena itu artikel ini akan mendiskripsikan al-Ghazali posisinya seperti guru, Tahāfut al-Falāsifah posisinya seperti social interaction dan masyarakat posisinya seperti siswa menyangkut aspek teologis dalam konteks sosiologi pendidikan.
SPIRITUALITAS DAN TRANSHUMANISME: Perkembangan Teknologi Modern Mereduksi Esensi Kehidupan Manusia Zahra Mustafawiyyah; Nano Warno
Jurnal ISSUE Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE Vol.3 No.2
Publisher : Jurnal ISSUE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia mempunyai dua dimensi dalam hidupnya yaitu jiwa dan raga. Kedua dimensi ini memiliki kebutuhan, yang ketika tidak terpenuhi akan berdampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Peradaban dunia terutama perkembangan teknologi, membuat manusia lebih cenderung memilih pemenuhan kebutuhan materi dan dengan perlahan menyingkirkan manusia dari kebutuhan akan immaterial yang otomatis menjauhkannya akan esensi kehidupan hakiki. Tulisan ini mempunyai tujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat spirtualitas dalam keberlangsungan hidup. Bagaimana manusia bisa memenuhi kebutuhan akan spiritual di era teknologi modern ini, serta bagaimana tantangan teknologi modern dapat diatasi dengan adanya spiritual. Dalam tulisan ini saya menyajikan metode berupa pendalaman terhadap kajian literatur terdahulu yang juga mengemukakan pendapat berkaitan penelitian baik melalui buku, jurnal ataupun hasil penelitian sebelumnya dan memakai pendekatan filsafat yang menggunakan rasio. Memahami arti penting spiritualisme berpengaruh besar dalam penyempurnaan diri manusia serta menghadapi kemajuan teknologi modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5