cover
Contact Name
Yugni Maulana Aziz
Contact Email
editor@ellpub.com
Phone
+6285722222327
Journal Mail Official
editor@ellpub.com
Editorial Address
Jl. Cisitu Lama No. 14c, Dago, Kec. Coblong, Kota Bandung 40135
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Lex Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives
ISSN : -     EISSN : 31248306     DOI : -
Core Subject :
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives is a peer-reviewed scholarly journal dedicated to publishing original research articles and critical studies in the fields of social sciences and humanities. The journal aims to advance theoretical, empirical, and interdisciplinary scholarship that examines social, cultural, political, economic, legal, and humanistic issues within local, national, and global contexts. Its scope includes, but is not limited to, sociology, anthropology, political science, public administration, economics, law, communication studies, education, psychology, cultural studies, history, philosophy, linguistics, literature, and related interdisciplinary approaches. By promoting rigorous academic standards and intellectual dialogue, the journal seeks to provide a credible platform for researchers, academics, and practitioners to share insights, contribute to scholarly debates, and offer critical perspectives that enhance understanding of contemporary societal dynamics and human development.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Issue 1, 2026" : 9 Documents clear
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kualitas Penulisan Akademik Mahasiswa Prodi KPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Dea Nova Milano
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses berbagai sumber informasi akademik. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara efektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap kualitas penulisan akademik mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa KPI yang telah menempuh mata kuliah Penulisan Akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat literasi digital dan dokumentasi untuk menilai kualitas penulisan akademik mahasiswa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, korelasi, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif terhadap kualitas penulisan akademik mahasiswa. Mahasiswa dengan tingkat literasi digital yang baik cenderung mampu menyusun tulisan akademik yang lebih terstruktur, menggunakan sumber ilmiah yang relevan, serta menerapkan etika akademik dengan tepat. Dengan demikian, penguatan literasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu penulisan akademik mahasiswa di perguruan tinggi.
Dampak Oversharing pada Hubungan Interpersonal Gen Z terhadap Privasi di Media Sosial Sofhna Khayatun Nufs
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oversharing, Interpersonal Relationships , Privacy, Social media, Generation Z Munculnya media sosial sebagai bentuk media baru telah mengubah cara Generasi Z berkomunikasi dan berinteraksi. Media sosial kini bukan sekadar alat berbagi informasi, melainkan juga wadah untuk mengekspresikan diri, membentuk identitas, dan mencari validasi dari orang lain. Seiring dengan itu, muncul kecenderungan untuk berbagi informasi pribadi secara berlebihan, yang dikenal sebagai oversharing. Perilaku ini menjadi perhatian karena dapat merusak hubungan antarindividu dan membahayakan privasi, terutama bagi Generasi Z yang tumbuh besar di era digital.Penelitian ini berfokus pada pengaruh oversharing terhadap hubungan interpersonal Generasi Z dan dampaknya terhadap perlindungan privasi di media sosial. Penelitian ini menggunakan konsep oversharing, komunikasi interpersonal, dan media sosial sebagai media baru yang interaktif dan melibatkan partisipasi aktif pengguna. Kerangka teori ini membantu memahami bagaimana intensitas berbagi informasi pribadi dapat mengaburkan batasan antara kehidupan pribadi dan publik, serta bagaimana hal itu memengaruhi dinamika hubungan sosial, termasuk kenyamanan, kepercayaan, kualitas komunikasi, dan potensi perselisihan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah nasional, artikel akademik, dan berbagai sumber literatur yang relevan dengan oversharing, Generasi Z, hubungan interpersonal, dan isu privasi di media sosial. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema utama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa oversharing dapat memperburuk kualitas hubungan interpersonal, meningkatkan risiko miskomunikasi dan konflik, serta mengancam privasi individu. Penggunaan media sosial yang intensif juga memperkuat normalisasi oversharing yang didorong oleh kebutuhan akan pengakuan dan validasi sosial. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital, kesadaran etika dalam menggunakan media sosial, dan kemampuan individu dalam mengelola informasi pribadi demi menciptakan interaksi digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab
Pengaruh Platform Game Online Terhadap Perilaku Paying Players di Game Supersus Silviana Ayu Safitri
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan game online sebagai salah satu media hiburan yang populer di berbagai kalangan usia. Seiring dengan perkembangan tersebut, muncul fenomena paying players, yaitu perilaku pemain yang melakukan pembelian item dalam game menggunakan uang nyata. Fenomena ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri game modern, termasuk pada game Supersus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku paying players pada game Supersus dengan fokus pada pola pembelian, variasi karakteristik pemain, serta upaya pencegahan terhadap perilaku konsumtif yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang pemain Supersus yang berasal dari kelompok usia remaja hingga dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku paying players dipengaruhi oleh dorongan lingkungan sosial, seperti teman bermain, komunitas game, serta strategi pemasaran yang diterapkan oleh pengelola game. Pembelian item dalam game telah dinormalisasi sebagai bagian dari pengalaman bermain dan simbol pencapaian. Namun, perilaku tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti konflik keluarga dan risiko pengeluaran berlebihan, terutama pada pemain usia anak dan remaja. Oleh karena itu, peran orang tua sangat diperlukan dalam mengawasi dan membimbing penggunaan game online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku paying players terbentuk dari cara pandang pemain serta strategi pemasaran yang dirancang oleh pengelola game.
Implementasi Kebijakan Desentralisasi Fiskal dalam Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Banten Shifwa Yusriyarli
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Implementasi kebijakan desentralisasi fiskal dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten dengan menggunakan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 sebagai dasar empiris. Penelitian bertujuan menilai sejauh mana desentralisasi fiskal mendorong kemandirian fiskal daerah melalui analisis struktur pendapatan dan belanja, serta mengidentifikasi hambatan yang mengurangi optimalisasi PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui telaah dokumen APBD, statistik keuangan daerah, dan literatur nasional mengenai desentralisasi fiskal dan PAD yang dianalisis secara deskriptif dengan model analisis interaktif. Hasil menunjukkan bahwa PAD menyumbang sekitar tiga perempat total pendapatan daerah dan didominasi pajak daerah, mencerminkan kapasitas fiskal yang relatif kuat namun belum sepenuhnya mandiri karena ketergantungan pada transfer pusat masih besar. Dari sisi belanja, porsi utama anggaran masih terserap untuk belanja operasional, sedangkan alokasi belanja modal relatif kecil sehingga ruang fiskal untuk investasi jangka panjang menjadi terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan desentralisasi fiskal tidak hanya ditentukan oleh besaran PAD, tetapi juga oleh diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan belanja yang lebih produktif guna memperkuat kemandirian fiskal Provinsi Banten.
Efisiensi Perizinan dan Digitalisasi Logistik sebagai Strategi Politik Anggaran untuk Meningkatkan PAD Banten Dea Prastiwi Maharani
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi perizinan berbasis digital melalui aplikasi Sipeka dan digitalisasi sektor logistik diposisikan sebagai strategi politik anggaran daerah dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten. Pembahasan dilakukan melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, regulasi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan perizinan digital meningkatkan transparansi dan percepatan pelayanan, namun efektivitasnya masih terkendala oleh masalah teknis sistem, kapasitas sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital sebagian pelaku usaha. Digitalisasi logistik berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi distribusi, menurunkan biaya logistik, dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan integrasi sistem. Integrasi sinergis antara efisiensi perizinan digital dan digitalisasi logistik berpotensi memperluas basis pajak dan retribusi daerah serta memperkuat kapasitas fiskal daerah apabila didukung oleh alokasi anggaran dan tata kelola yang terintegrasi.
Dinamika Psikologis Scarcity Message Terhadap Perilaku Impulsive Buying: Peran Mediasi Perceived Value Pada Ekosistem Livestreaming Commerce Shopee Indonesia Nurhayati Nufus; Zaky Mubarak
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi mekanisme psikologis yang mendasari perilaku pembelian impulsif dalam fenomena livestreaming commerce. Mengintegrasikan kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) dan Commodity Theory, penelitian ini menguji pengaruh scarcity message (Stimulus) terhadap impulsive buying (Response) melalui mediasi perceived value (Organism). Melalui pendekatan kuantitatif dengan sampel 100 responden pengguna Shopee Live, data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan empiris menunjukkan bahwa scarcity message memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perceived value (β = 0.643) dan impulsive buying (β= 0.290). Namun, peran mediasi perceived value ditemukan relatif lemah (β= 0.162), yang mengindikasikan adanya pergeseran mekanisme kognitif dari pemrosesan sistematis menuju pemrosesan heuristik akibat tekanan waktu dan kelangkaan yang masif pada lingkungan livestreaming.
Pragmatic Analysis of the Influence of Local Culture on Students Language Politeness on Social Media Muhammad Firman Juniansyah; Dedi Sumarna; Siti Tatu Rohbiah
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of local culture on students’ language politeness on social media from a pragmatic perspective. The research focuses on how students apply politeness strategies in digital communication and how local cultural values shape their language use in online interactions. This study employed a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The participants consisted of junior high school, senior high school, and vocational school students who actively use social media platforms such as WhatsApp, TikTok, Instagram, and Facebook. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that local culture strongly influences students’ communication styles, particularly in adapting language based on interlocutors and social contexts. Students tend to use indirect expressions, polite markers such as “please,” “sorry,” and “thank you,” and softened criticism to maintain harmony and avoid conflict. In addition, students frequently utilize emojis, abbreviations, slang, and regional expressions such as “rek” and “euy” to express emotional tone, create solidarity, and reduce misunderstanding in digital interaction. The study also shows that different social media platforms affect the form and level of politeness used by students. WhatsApp encourages more personal and adaptive communication, while TikTok promotes shorter, expressive, and trend-based language. Overall, students’ language politeness reflects the interaction between local cultural norms and modern digital communication practices.
Legal Implications of Separating National And Regional Elections On The Terms of Office Of Regional Heads : An Analysis of Constitutional Court Decision No. 135/PUU-XXII/2024 Arman Maulana Rachman; Alma Fauziah; Ahmad Fauzi
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Constitutional Court Decision Number 135/PUU-XXII/2024, pronounced on June 26, 2025, represents a constitutional milestone that fundamentally alters Indonesia's electoral design. The Court declared the concurrent election provisions in Article 167(3) and Article 347(1) of Law Number 7 of 2017 and Article 3(1) of Law Number 8 of 2015 conditionally unconstitutional, mandating a separation between National Elections (electing DPR, DPD, and President/Vice President members) and Regional Elections (electing DPRD members and regional heads). Regional Elections must be held at least 2 years and at most 2 years and 6 months after the inauguration of National Election results, beginning from the 2029 elections. The direct consequence of this decision is a transitional period that implies adjustments—extension or curtailment—of the terms of office of regional heads and DPRD members elected in the 2024 elections. This article analyzes the juridical implications of the decision on regional heads' terms of office using the Theory of Constitutionalism and the Theory of Legal Certainty. The research employs a normative method with statutory and case approaches. The findings indicate that this decision contains constitutional engineering that delegates authority to the legislature to regulate the transitional period, while simultaneously creating legal uncertainty that must urgently be addressed through comprehensive legislation.
Supremasi Konstitusi dan Politik Legislasi KUHP Nasional: Analisis Hukum Tata Negara terhadap UU No. 1 Tahun 2023 Riska Arianti; Wahyu Zaelani; Heri Sapari Kahpi; Nita Farhaturrahmah
Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives Volume 1 Issue 1, 2026
Publisher : Lex: Journal of Social Sciences and Humanities Perspectives

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The enactment of the New Indonesian Criminal Code through Law No. 1 of 2023 represents a significant milestone in the reform of national criminal law and reflects a strategic direction of Indonesia’s legal policy. However, as a comprehensive and codified statute, the New Criminal Code raises constitutional questions regarding its alignment with the principle of constitutional supremacy under the 1945 Constitution. This study aims to analyze the constitutional position of the New Criminal Code within Indonesia’s legal hierarchy and to examine the political-legal dynamics that shaped its legislative formation. Employing normative legal research with statute, conceptual, and historical approaches, this study analyzes primary, secondary, and tertiary legal materials using qualitative normative analysis and deductive legal reasoning. The findings reveal that while the New Criminal Code formally complies with the constitutional framework, several strategic provisions demonstrate potential tensions with constitutional principles, particularly in relation to freedom of expression, legal certainty, and the limitation of fundamental rights. Moreover, the legislative process of the New Criminal Code reflects a strong configuration of political power, ideological narratives, and limited substantive public participation, which affects its constitutional legitimacy. This study concludes that the constitutional validity of the New Criminal Code depends not only on its formal enactment but also on its substantive consistency with the values of constitutionalism. Strengthening constitutional review mechanisms and reorienting future criminal law legislation toward a more constitutionally grounded approach are essential to ensuring the supremacy of the Constitution in Indonesia’s legal system.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2026 2026