cover
Contact Name
Reni Rakhmawati, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
edubioprena@gmail.com
Phone
+6282210757882
Journal Mail Official
edubioprena@gmail.com
Editorial Address
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Informasi, Universitas PGRI Semarang. Jl. Sidodadi Timur No.24, Kel. Karangtempel, Kec. Semarang Timur, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah. 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship
ISSN : 30627168     EISSN : 30635993     DOI : https://doi.org/10.26877/edubioprena.v1i1
Core Subject :
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship berfokus pada publikasi hasil penelitian, review, atau komunikasi singkat, terkait dengan Pendidikan Biologi, Biologi, dan Bioentrepreneurship
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): Januari" : 5 Documents clear
Kandungan Protein dan Cu Pada Yoghurt Kombinasi Susu Kacang Tolo (Vigna unguiculata L.) Dan Susu Sapi Een Ayu Arfianti; Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti; Dyah Ayu Widyastuti
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/4n2q0r31

Abstract

Abstrak – Yoghurt yaitu susu difermentasi menggunakan biakan campuran L. bulgaricus dan S. thermophillus sehingga protein susu menjadi padat atau kental. Inovasi kombinasi susu kacang tolo dan susu sapi digunakan dalam bahan pembuatan yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedan kombinasi susu kacang tolo dan susu sapi dalam kandungan protein dan Cu. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pada kombinasi susu kacang tolo dan susu sapi dalam pembuatan yoghurt terhadap kandungan protein dan tidak ada pengaruh pada kombinasi susu kacang tolo dan susu sapi terhadap kandungan Cu. Rata- rata perlakuan keseluruhan pada pengujian kandungan protein sebesar 4,80% dan nilai pada setiap perlakuan telah memenuhi syarat minimal protein pada yoghurt sesuai anjuran SNI yaitu 2,7%. Sedangkan rata-rata perlakuan keseluruhan pada pengujian kandungan Cu sebesar 1,29mg/kg dan nilai pada setiap perlakuan telah memenuhi syarat batas aman Cu pada yoghurt sesuai anjuran SNI yaitu dibawah 20,0 mg/kg sehingga Cu tidak bersifat toxic bagi tubuh.
Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) Pada Kawasan Wisata Alam Waduk Cacaban Di Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah M. Afan Ramadhan
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/yd7qzv41

Abstract

Abstrak – Capung (Odonata) merupakan serangga yang termasuk ke dalam ordo Odonata. Tingkatan takson di bawah ordo Odonata masih terdapat sub ordo lagi yaitu Anisoptera dan Zygoptera. Kawasan wisata alam Waduk Cacaban Kabupaten Tegal merupakan kawasan yang memiliki kondisi lingkungan sebagai tempat berkembangbiak bagi capung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022. Area penelitian di sekitar Waduk Cacaban meliputi 3 stasiun yaitu Stasiun I di tepi waduk, Stasiun II di persawahan di sekitar waduk dan Stasiun III di hutan sekitar waduk. Waktu penelitian dilaksanakan pada pagi hari pukul 08.00 – pukul 10.00 dan sore hari pukul 15.00 – pukul 17.00 WIB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis capung di Kawasan wisata alam Waduk Cacaban Kabupaten Tegal. Pengambilan data dilakukan dengan metode line transect. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kawasan wisata alam Waduk Cacaban Kabupaten Tegal memiliki keanekaragaman jenis yang tergolong sedang. Total capung yang tercatat di lokasi penelitian sebanyak 11 jenis yang terdiri dari 5 famili. Stasiun III (hutan sekitar Waduk Cacaban) merupakan stasiun yang memiliki keanekaragaman jenis tertinggi dibandingkan stasiun lainnya dengan nilai H’= 1,66. Famili dengan jumlah dan individu capung terbanyak di lokasi penelitian adalah famili Libellulidae sebanyak 7 jenis dari 241 individu.
Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati Novian Nurkhutmaidah; Ary Susatyo Nugroho; Rivanna Citraning Rachmawati
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/d68j0f61

Abstract

Abstrak – Tambakromo adalah sebuah kecamatan di kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Potensi tumbuhan obat di kecamatan Tambakromo kabupaten Pati cukup banyak, hal ini ditunjukan dengan masih banyaknya praktik pengobatan tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat kecamatan Tambakromo kabupaten Pati. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2021. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara semiterstruktur. Adapun penentuan responden dilakukan dengan teknik snowball sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada 56 jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai bahan obat tradisional. Jenis tumbuhan obat paling banyak digunakan oleh masyarakat kecamatan Tambakromo kabupaten Pati adalah jenis tumbuhan temulawak 10% (15 responden yang memanfaatkan). Jenis tumbuhan obat paling sedikit digunakan yakni 27 jenis tumbuhan (temukunci, lempuyang, temuireng, jahe merah, godong buto, insulin, sambung nyawa, kenikir, kemiri, pletekan, gempur batu, johar, sirih hijau, alang-alang, salam, ketumbar, bawang putih, pule, keladi tikus, randu, pepaya, kumis kucing, lerot, imbo, ceplukan, mahkota dewa, dan cikal balung. Jenis tumbuhan obat tersebut masing-masing digunakan oleh 1 responden (1%). Pemanfaatan tubuhan obat untuk pengobatan yang dilakukan masyarakat dikategorikan menjadi empat jenis yaitu penyakit kronik, penyakit menular, penyakit tidak menular dan lain – lain. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat di kecamatan Tambakromo kabupaten Pati sebagai bahan obat dalam pengobatan tradisional ada 10 bagian organ tumbuhan.
Analisis Miskonsepsi Siswa SMA Negeri Se-Kabupaten Grobogan Pada Konsep Sel (Jenis Sel, Ukuran, Struktur, dan Fungsi) Indhy Hidayatul Munawaroh; Fenny Roshayanti
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ee56vw44

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada konsep sel di SMA Negeri se-Kabupaten Grobogan. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu Proportionate Stratified Random Sampling. Soal tes menggunakan instrumen berdasarkan AAAS Science Assesment (http://assesment.aaas.org) Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri kelas XI MIPA di kabupaten Grobogan dengan jumlah sampel 336 siswa. Data dianalisis secara statistic deskripti. Hasil penelitian menunjukkansiswa SMA Negeri se-Kabupaten Grobogan mengalami miskonsepsi dengan skor 49,08 dengan kriteria sedang. Hasil miskonsepsi dari konsep sel tersebut memiliki presentase 68,36%. Faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi adalah kurangnya kemampuan siswa dalam memahami konsep sel, metode mengajar yang diterapkan oleh guru, istilah-istilah asing yang sulit dipahami.
Analisis Kesadaran Siswa Terhadap Edukasi Seks Berdasarkan Pemahaman Materi Sistem Reproduksi Antika Ulistia Ningsih; Sumarno; Lussana Rossita Dewi
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kk5c5r69

Abstract

Abstrak – Pada fase remaja dorongan seksual mulai muncul dalam diri individu. Pada fase ini pula individu mudah gamang dan goyah serta belum memiliki kestabilan mental sehingga pada fase ini individu memerlukan pembelajran edukatif seperti edukasi seks melalui pembelajaran sistem reproduksi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa terhadap edukasi seks dan kaitannya dengan tingkat pemahaman siswa terhadap materi sistem reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dari anggota populasi tanpa memperhatikan strata, tingkat pemahaman, kelas unggulan dan cara mengumpulkan data melalui kuesioner/angket dan wawancara dengan siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 SMA N 1 Bojong. Berdasarkan analisis data dapat dinyatakan bahwa hasil penelitian ini adalah: Siswa memiliki tingkat kesadaran yang baik terhadap edukasi seks namun belum maksimal. Tingkat pemahaman siswa pada materi sistem reproduksi berada pada tingkat kedua atau pemahaman penafsiran. Kesadaran edukasi seks memiliki keterkaitan dengan pemahaman materi sistem reproduksi, siswa dapat memperoleh edukasi seks melalui materi sistem reproduksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5