cover
Contact Name
Ahlal Kamal, S.Pd.I.,M.Pd.
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalriset@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.039 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu
ISSN : -     EISSN : 31238475     DOI : https://doi.org/10.66914/riset
Core Subject :
Riset: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu is an inclusive scientific publication platform that publishes theoretical and applied research articles across various fields of study in Indonesia. The journal aims to expand scientific horizons, encourage cross-disciplinary collaboration, and facilitate innovative discussion for academics and practitioners. Its scope encompasses Social Sciences and Humanities, Natural Sciences, Technology and Engineering, Health and Medicine, Economics and Business, as well as Religious Studies and Cultural Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "volume 1, nomor 5 agustus 2026" : 14 Documents clear
Peradaban Sains dan Teknologi dalam Perspektif Islam Abidzar Al-Ghifari Tahir; Afiat Mujahid; Anggreko Bio Sastrano; Muhammad Syamsul Munir
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic civilization has played an important role in the development of global science and technology. From an Islamic perspective, knowledge is not merely used to meet practical human needs but also serves as a means of recognizing the greatness of Allah, developing the earth, and promoting human welfare. This paper aims to explain the concepts of science and technology from an Islamic perspective, identify the achievements of Muslim scholars that influenced the development of Western science, and describe Muslim figures who contributed to various scientific fields. This study employed a literature review method with a descriptive approach. Data were collected from books and literature concerning the history of Islamic civilization, the development of scientific knowledge, and the works of Muslim scholars. The findings indicate that the development of science and technology in Islamic civilization occurred through the early growth period, the golden age, the period of decline, and the modern revival. During the golden age, Muslim scholars produced significant works in medicine, mathematics, astronomy, physics, geography, geology, and chemistry. Scholars such as Al-Khwarizmi, Ibn al-Haytham, Al-Fazari, Al-Ya’qubi, Al-Jahiz, Jabir ibn Hayyan, Ibn Sina, and Al-Idrisi made contributions that later supported the development of modern science. Many of their works were translated and used as academic references in Europe. This study concludes that science and technology in Islam are founded on monotheism, morality, and human benefit. Understanding this scientific heritage is essential for strengthening intellectual confidence and encouraging Muslims to participate actively in the contemporary development of science and technology   Peradaban Islam memiliki peran penting dalam perkembangan sains dan teknologi dunia. Ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis manusia, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal kebesaran Allah Swt., memakmurkan bumi, dan mewujudkan kemaslahatan umat. Penulisan ini bertujuan menjelaskan konsep sains dan teknologi dalam perspektif Islam, mengidentifikasi pencapaian ilmuwan Muslim yang memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di Barat, serta mendeskripsikan tokoh-tokoh Muslim yang berkontribusi dalam berbagai bidang keilmuan. Penulisan menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari buku dan literatur yang membahas sejarah peradaban Islam, perkembangan ilmu pengetahuan, serta karya ilmuwan Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan sains dan teknologi Islam berlangsung melalui periode pertumbuhan awal, masa keemasan, masa kemunduran, dan kebangkitan modern. Pada masa keemasan, ilmuwan Muslim menghasilkan berbagai karya penting dalam bidang kedokteran, matematika, astronomi, fisika, geografi, geologi, dan kimia. Tokoh-tokoh seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Haitsam, Al-Fazari, Al-Ya’qubi, Al-Jahizh, Jabir bin Hayyan, Ibnu Sina, dan Al-Idrisi memberikan kontribusi yang menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan modern. Berbagai karya tersebut diterjemahkan dan digunakan sebagai rujukan di Eropa. Kajian ini menyimpulkan bahwa sains dan teknologi dalam Islam berlandaskan tauhid, akhlak, dan kemanfaatan. Pemahaman terhadap warisan ilmiah tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri serta mendorong umat Islam agar kembali aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jejak Pengaruh Kebijakan Politik Pan-Islamisme Sultan Abdul Hamid II (1876-1909 M) di Wilayah Terjajah Umat Muslim Dunia Bahrudin Lazuardi; Iswan Karim; Muhammad Syamsul Munir
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study provides an in-depth analysis of the impact of Sultan Abdul Hamid II’s (1876–1909 CE) Pan-Islamist policies on the colonized Muslim world and their evolution into the contemporary era. There are four main points in this study, namely: 1) The background to the emergence of Pan-Islamist policies was the urgent domestic and foreign policy conditions facing the Ottoman Empire; 2) Conceptual differences regarding Pan-Islamism between Jamaluddin al-Afghani and Sultan Abdul Hamid II; 3) The process and tactical strategies for spreading the Pan-Islamism movement to the colonized territories; and 4) The traces of influence and the transformation of organizations born from this movement up to the present day. This study employs a comprehensive historical research method, encompassing the stages of data collection (heuristics), source criticism (verification), interpretation, and historiography. The theories applied include the theory of asymmetric political influence to uncover the impact of Ottoman foreign policy, as well as the theory of historical continuity to analyze the bridge connecting past movements to the modern era. The research findings indicate that the Pan-Islamist policy, skillfully championed by Sultan Abdul Hamid II, succeeded in serving as an asymmetric weapon that secured the empire’s sovereignty while simultaneously igniting a massive transnational anti-colonial political consciousness in South Asia, the Dutch East Indies, North Africa, and Central Asia. Furthermore, this study demonstrates that the impact of these movements did not disappear after the collapse of the Ottoman Empire in 1924, but rather underwent a historical transformation that led to the establishment of various major organizations (such as the Khilafat Movement, Sarekat Islam, NU, Muhammadiyah, AUMA, and Jadidism), whose institutional and ideological legacies, as well as the spirit of their global humanitarian diplomacy, still endure and can be felt even in the modern era today.
Dialektika Rukhsah dan Iffah Dalam Qs. An-Nur Ayat 60: Studi Terhadap Tren Busana Perempuan Lansia di Era Modern Hamzah Ihsan Rabbani; Muhammad Fatih Al Haq; Muhammad Syamsul Munir
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital dan transformasi sosial telah mengubah posisi serta peran perempuan lanjut usia dalam masyarakat modern. Perempuan lansia tidak lagi terbatas pada ruang domestik, tetapi aktif dalam berbagai aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan, dan media digital. Perubahan tersebut turut memengaruhi pola berpakaian dan cara mereka menampilkan identitas diri di ruang publik. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan untuk mengkaji kembali relevansi ajaran Islam mengenai etika berpakaian perempuan lanjut usia sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nur ayat 60. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep rukhsah dan iffah dalam QS. An-Nur ayat 60, menelaah penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer, serta mengontekstualisasikannya dengan fenomena busana perempuan lansia di era modern. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) dan analisis kontekstual. Sumber data primer berupa QS. An-Nur ayat 60 dan berbagai kitab tafsir klasik maupun kontemporer, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nur ayat 60 memberikan rukhsah kepada perempuan lanjut usia untuk menanggalkan sebagian pakaian luarnya dengan tetap memperhatikan larangan tabarruj dan prinsip penjagaan kehormatan diri. Para mufasir klasik dan kontemporer sepakat bahwa rukhsah tersebut tidak menghapus kewajiban menjaga kesopanan dan martabat perempuan. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara rukhsah dan iffah bersifat komplementer dalam menghadapi perubahan sosial modern. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini menawarkan konsep Iffah Progresif, yaitu suatu model etika berpakaian yang mengintegrasikan penjagaan kehormatan diri dengan partisipasi sosial dan ekspresi diri yang proporsional bagi perempuan lansia di era modern. Konsep ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an tetap relevan dalam merespons dinamika kehidupan kontemporer tanpa kehilangan orientasi moral yang menjadi tujuan utama syariat. Kata Kunci: QS. An-Nur ayat 60; perempuan lansia; rukhsah; iffah; Iffah Progresif.
Bukan Sekadar Viral: Menjadikan Dakwah Digital Sebagai Pengubah Karakter, Bukan Hanya Tren Sesaat Fadhel Zidni Ilman; Siti Amalia Azis; Wanda Amelia; Muhammad Rifat Zaki; Abdul Fadhil
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dakwah Islam dari media konvensional menuju media sosial digital. Dengan 139 juta pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2024, dakwah digital menawarkan jangkauan yang luas, kecepatan penyebaran pesan, serta aksesibilitas tinggi terutama bagi generasi Z. Namun, logika algoritma media sosial yang berorientasi pada viralitas dan keterlibatan pengguna mendorong penyederhanaan pesan keagamaan, munculnya budaya religius instan, dan fenomena FOMO religius yang lebih mengutamakan tampilan daripada pengamalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi dakwah digital beserta faktor pendorongnya, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam upaya pembentukan karakter religius generasi Z. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan analisis isi kualitatif dan sintesis naratif terhadap 35 sumber literatur terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah digital cenderung hanya memengaruhi aspek kognitif tanpa diikuti perubahan sikap dan perilaku yang nyata, karena pembentukan karakter sejatinya memerlukan keteladanan, pembiasaan, konsistensi, dan komunitas yang mendukung. Agar dakwah digital benar-benar transformatif, diperlukan strategi yang mengutamakan substansi di atas sensasi, pendekatan kontekstual, integrasi edukasi dan keteladanan, penguatan literasi digital keagamaan, serta kolaborasi antara ulama, akademisi, dan kreator digital. Keberhasilan dakwah digital tidak diukur dari viralitas, melainkan dari sejauh mana ia mampu membentuk karakter Islami yang autentik dalam kehidupan nyata. Kata kunci: dakwah digital, media sosial, generasi Z, karakter religius, viralitas Abstract The advancement of information technology has driven the transformation of Islamic da'wah from conventional media to digital social media platforms. With 139 million social media users in Indonesia in 2024, digital da'wah offers extensive reach, rapid message dissemination, and high accessibility, particularly for Generation Z. However, the algorithmic logic of social media, oriented toward virality and user engagement, promotes the simplification of religious messages, the emergence of instant religious culture, and the phenomenon of religious FOMO (Fear of Missing Out), which prioritizes appearances over genuine practice. This study aims to analyze the transformation of digital da'wah and its driving factors, while identifying the challenges it faces in forming the religious character of Generation Z. A systematic literature review method was employed, utilizing qualitative content analysis and narrative synthesis of 35 selected literary sources. The findings indicate that digital da'wah tends to influence only the cognitive dimension without producing meaningful changes in attitudes and behavior, as genuine character formation requires role modeling, habituation, consistency, and a supportive community for sustained value internalization. For digital da'wah to be truly transformative, several strategic approaches are needed: prioritizing substance over sensation, adopting a contextual approach, integrating education with exemplary conduct, strengthening religious digital literacy, and fostering collaboration among scholars, academics, and digital content creators. The success of digital da'wah should not be measured by virality metrics, but rather by the extent to which it shapes authentic Islamic character in the real lives of its audience. Keywords: digital da'wah, social media, Generation Z, religious character, virality
Isu Pendidikan Islam Di Era Global Difa’ul Fikri Jayyid; Sukari
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concepts, challenges, impacts, and opportunities regarding Islamic education in the global era. Employing a qualitative approach via library research, data were gathered through the documentation of literature sources and analyzed using an interactive model. The findings indicate that the concept of Islamic education must integrate spiritual values with the demands of modernity. Key challenges include adolescent identity crises, educators' limited digital competence, and the requirements for 21st-century skills. Although it has triggered commercialization and cultural erosion, globalization has also had positive impacts, such as expanded access to knowledge and innovations in digital learning methods. In conclusion, globalization presents strategic opportunities for the integration of contemporary knowledge, techno-pedagogical digitalization, and the reconstruction of a "glocal" identity. Consequently, Islamic educational institutions need to collaboratively revitalize their curricula to produce graduates who are globally competitive yet possess noble character. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, tantangan, dampak, serta peluang pendidikan Islam di era global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research , data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi sumber pustaka dan dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan konsep pendidikan Islam harus mengintegrasikan nilai spiritual dengan tuntutan modernitas. Tantangan utamanya meliputi krisis identitas remaja , rendahnya kompetensi digital pendidik , dan tuntutan kecakapan abad ke-21. Meskipun memicu komersialisasi dan erosi budaya , globalisasi berdampak positif pada perluasan akses ilmu serta inovasi metode pembelajaran digital. Kesimpulannya, globalisasi membuka peluang strategis bagi integrasi ilmu kontemporer , digitalisasi teknopedagogis , dan rekonstruksi identitas glokal. Implikasinya, institusi pendidikan Islam perlu merevitalisasi kurikulum secara kolaboratif agar menghasilkan lulusan yang kompetitif secara global namun tetap berakhlak mulia.
Pola Interaksi Kelompok pada Tradisi Randai di Nagari Sungai Jambur, Sumatera Barat Aufa Raihan; Delvitalia; Minarni
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study employed a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm. The findings reveal that the interaction patterns in the Randai tradition consist of vertical communication between trainers and performers, as well as horizontal communication among group members. These communication processes occur through both verbal and nonverbal forms of communication, serving as a means of transmitting knowledge, skills, and Minangkabau cultural values. The cultural values conveyed include togetherness, mutual cooperation, discipline, responsibility, solidarity, and respect for customary traditions. The study further demonstrates that the sustainability of the Randai tradition depends not only on preserving its artistic form but also on maintaining the continuity of communication and social interaction within the group. Therefore, the Randai tradition can be understood as a system of cultural communication that plays a vital role in preserving the cultural identity of the Minangkabau community. AbstrakPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi dalam tradisi Randai terdiri atas komunikasi vertikal antara pelatih dan pemain serta komunikasi horizontal antaranggota kelompok. Proses komunikasi tersebut berlangsung melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai budaya Minangkabau. Nilai-nilai budaya yang diwariskan meliputi kebersamaan, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, solidaritas, dan penghormatan terhadap adat. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan tradisi Randai tidak hanya ditentukan oleh pelestarian bentuk keseniannya, tetapi juga oleh keberlanjutan proses komunikasi dan interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok. Oleh karena itu, tradisi Randai dapat dipahami sebagai sistem komunikasi budaya yang berperan penting dalam pelestarian identitas budaya masyarakat Minangkabau.
Pengembangan Model Evaluasi Pembelajaran Fikih Kelas 4, 5 Dan 6 Berbasis Kompetensi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahut Thulab Brambang Karangawen Demak Rosyid Ridho; Hudallah
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the importance of learning evaluation in education, particularly in Fiqh instruction at Islamic elementary schools (Madrasah Ibtidaiyah), which should assess not only cognitive achievement but also students’ affective and psychomotor competencies in a comprehensive manner. The objective of this research is to develop a competency-based Fiqh learning evaluation model for Grade IV, V, and VI students at Madrasah Ibtidaiyah Miftahut Thulab Brambang Karangawen Demak, and to examine its validity, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) method using the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires, and analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The findings indicate that the existing evaluation practices in Fiqh learning are still dominated by cognitive assessment through written tests, while affective and psychomotor assessments are not systematically implemented. The developed evaluation model integrates the three competency domains through written tests, observation sheets, performance rubrics for worship practices, and portfolios. Expert validation results categorized the model as feasible after revisions, while limited trials showed that the model is practical to use and capable of providing a more comprehensive picture of students’ competencies. Therefore, this evaluation model can serve as an alternative assessment system that is more objective, systematic, and aligned with competency-based evaluation principles in Fiqh learning. Keywords : learning evaluation, Fiqh, competency-based assessment, Madrasah Ibtidaiyah Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi pembelajaran dalam pendidikan, khususnya pada mata pelajaran fikih di Madrasah Ibtidaiyah, yang seharusnya tidak hanya menilai aspek pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan peserta didik secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model evaluasi pembelajaran fikih berbasis kompetensi pada kelas IV, V, dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Miftahut Thulab Brambang Karangawen Demak serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran fikih yang dilakukan di madrasah masih didominasi oleh aspek kognitif melalui tes tertulis, sedangkan penilaian afektif dan psikomotorik belum dilaksanakan secara sistematis. Model evaluasi yang dikembangkan mengintegrasikan ketiga ranah kompetensi melalui tes tertulis, lembar observasi, rubrik praktik ibadah, dan portofolio. Hasil validasi ahli menyatakan model layak digunakan setelah revisi, serta uji coba menunjukkan bahwa model bersifat praktis dan mampu memberikan gambaran kompetensi peserta didik secara lebih komprehensif. Dengan demikian, model evaluasi ini dapat menjadi alternatif penilaian pembelajaran fikih yang lebih objektif dan sesuai dengan prinsip evaluasi berbasis kompetensi. Kata Kunci : evaluasi pembelajaran, fikih, kompetensi, Madrasah Ibtidaiyah.
Pengaruh Strategi Bahasa Persuasif Dalam Promosi Diskon Dan Voucher Tiktok Terhadap Minat Beli Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Polteknik Negeri Semarang Merrys Margaretha Putri Reimal; Tasya Latifa Zahra; Ana Putri Nastiti
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of persuasive language strategies used in TikTok discount and voucher promotions on the purchase intention of students from the Business Administration Department at Politeknik Negeri Semarang. A quantitative survey method was employed by distributing questionnaires to 60 students. The collected data were analyzed descriptively using IBM SPSS Statistics. The findings indicate that persuasive language characterized by clear wording, attractive diction, persuasive calls to action, and well-presented promotional information received positive responses from the majority of respondents. Furthermore, discount and voucher promotions increased students' interest in products, encouraged voucher usage, and strengthened their intention to make purchases. Therefore, The strategy has a positive effect on students' purchase intention.
Analisis Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Magang dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SD Muhammadiyah Ternate Darastita Umawaitina; Khusnul Khatima Maru; Nur Ribi Kedafota; Natasya Abedi; Jiatri Buamona; Fatma Nasser; Hariyanti Djafar
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the pedagogical competence of an English Education pre-service teacher intern in designing and implementing English instruction at an elementary school. A descriptive qualitative approach with a single case study was employed during a teaching internship at SD Muhammadiyah Kota Ternate from 6 May to 3 June 2026. The results show that the intern was able to design a teaching module for Unit 6 “Parts of Our Body that Work Together”, although it required two rounds of revision before being approved, and successfully implemented vocabulary instruction on body parts using flashcard media, which was shown to increase student participation and comprehension. The main challenges faced were classroom management and understanding diverse student characteristics, which were gradually addressed through reflection mentoring from the cooperating teacher and field supervisor.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Keaktifan Pemuda dalam Kegiatan Ibadah Dijemaat GMIT Imanuel Bira’i Sarah Jeniria Molo
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi pemuda, Pendidikan Agama Kristen sangat penting karena masa pemuda merupakan masa pembentukan identitas, karakter, dan masa pengambilan keputusan hidup. Oleh sebab itu, PAK menjadi sarana untuk membina pemuda agar memiliki iman yang kuat, perilaku yang baik, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristen. Pendidikan Agama Kristen adalah pengajaran yang menolong individu mengenal dan mengalami iman Kristen secara pribadi sera pada persekutuan umat Tuhan. Melalui pengajaran, keteladanan, serta pendekatan yang relevan dengan kehidupan pemuda, guru PAK dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan keaktifan mereka. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran strategis dalam membimbing, membina, dan memotivasi pemuda agar lebih aktif dalam kegiatan kerohanian.

Page 1 of 2 | Total Record : 14