cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "vol. 11 no. 2 (2024): october 2024" : 16 Documents clear
The Development of Picture Books Based on Meaningful Learning to Increase Social Awareness of Elementary School Students Normalasarie Normalasarie; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.12233

Abstract

Abstract Instilling social care in children is essential to mitigate the negative impacts of globalization, which has contributed to declining empathy among students. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of a picture book based on meaningful learning in enhancing elementary school students’ social care, particularly in the aspects of sharing and cooperation. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The independent variable was the use of the meaningful learning-based picture book, while the dependent variable was the students’ social care. The study was conducted on June 28–29, 2022, at Public Elementary School (SDN) Mandikapau Barat 2 Martapura, involving 20 students selected through purposive sampling. The results showed that in terms of knowledge, only 25% of students achieved mastery before the intervention, which increased to 100% after using the picture book. For social care, 55% of students reached mastery in sharing, and 70% in cooperation. These findings indicate that the meaningful learning-based picture book is effective in enhancing students' social care. This study offers a reference for teachers to adopt innovative learning media and serves as inspiration for developing similar educational materials.Keywords: meaningful learning, picture books, social care. AbstrakPenanaman karakter peduli sosial pada anak menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif globalisasi yang ditandai dengan menurunnya empati. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas buku bergambar berbasis meaningful learning dalam meningkatkan kepedulian sosial siswa sekolah dasar, khususnya pada aspek berbagi dan bekerja sama. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan buku bergambar berbasis meaningful learning, sementara variabel terikatnya adalah kepedulian sosial siswa. Penelitian dilaksanakan pada 28–29 Juni 2022 di SDN Mandikapau Barat 2 Martapura dengan 20 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa pada aspek pengetahuan, sebelum penggunaan buku bergambar hanya 25% siswa yang tuntas, meningkat menjadi 100% setelah intervensi. Pada aspek kepedulian sosial, indikator berbagi mencapai 55% tuntas dan bekerja sama mencapai 70% tuntas. Temuan ini menunjukkan bahwa buku bergambar berbasis meaningful learning efektif meningkatkan kepedulian sosial siswa. Penelitian ini memberikan referensi bagi guru dalam menggunakan media pembelajaran inovatif serta menjadi inspirasi bagi pengembangan bahan ajar serupa.Keywords: buku bergambar, pembelajaran bermakna, peduli sosial.
Development of Ethnomathematics-based Hybrid Learning Model Using a Cybergogy Approach to Improve Mathematical Proficiency of Prospective Elementary School Teachers Muhammad Fendrik; Zariul Antosa; Gustimal Witri; Rahmat Rizal Andhi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.14959

Abstract

AbstractThis study aims to develop a hybrid learning model based on ethnomathematics with a cybergogy approach to improve mathematical proficiency of prospective elementary school teachers. This study is an R & D (Research and Development) study using the Plomp model (preliminary research stage, development or prototyping stage, and assessment stage). In data collection, researchers used questionnaires, observations, and tests. Based on the validation results by learning design experts, material experts, and practitioners, the learning model developed meets the criteria of being very feasible. Based on the results of observations of the implementation of lectures, both lecturer and student activities and lecturer and student responses, the learning model developed meets the criteria of being practical. And based on the results of limited trials and expanded trials, it shows that there is a significant difference in the average score of mathematical proficiency of prospective elementary school teachers between those who receive learning with a hybrid learning model based on ethnomathematics ( = 84) with the average score of mathematical proficiency of prospective elementary school teachers who receive expository learning ( = 75). So, it can be concluded that the hybrid learning model based on ethnomathematics with a cybergogy approach meets the criteria of being feasible, practical, and effective. The implications of the research results indicate that the application of a hybrid learning model based on ethnomathematics with a cybergogy approach can have a positive impact on improving the mathematical proficiency of prospective elementary school teachers in mathematics learning.Keywords: hybrid learning model, ethnomathematics, cybergogy approach. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika dengan pendekatan cybergogy untuk meningkatkan kecakapan matematika calon guru sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Research and Development) dengan menggunakan model Plomp (tahap penelitian pendahuluan, tahap pengembangan atau prototyping, dan tahap asesmen). Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan angket, observasi, dan tes. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan praktisi, model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan perkuliahan, baik aktivitas dosen maupun mahasiswa serta respon dosen dan mahasiswa, model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis. Dan berdasarkan hasil uji coba terbatas dan uji coba diperluas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skor rata-rata kecakapan matematika calon guru sekolah dasar antara yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika ( = 84) dengan skor rata-rata kecakapan matematika calon guru sekolah dasar yang mendapatkan pembelajaran ekspositori ( = 75). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika dengan pendekatan cybergogy memenuhi kriteria layak, praktis, dan efektif. Implikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika dengan pendekatan cybergogy dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kecakapan matematika calon guru sekolah dasar dalam pembelajaran matematika.Kata kunci: model pembelajaran hybrid, etnomatematika, pendekatan cybergogy.
Is the Problem Based Learning Using Media Puzzle Effective on Students' Mathematical Connection Ability? Linda Indiyarti Putri; Gilar Pandu Ananta; Imam Syafa'at
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.15048

Abstract

AbstractEffective mathematics learning not only teaches concepts, but also encourages students to connect the various concepts in real life. This study aims to determine the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) using puzzle media in improving students' mathematical connection skills in elementary school. To contribute to this problem we used two classes to test how the effect of PBL using puzzle media helps students to connect their ability to understand comparison material in grade V elementary school through quasi-experimental quantitative research with posttest-only with nonequivalent groups design. The sample in the study amounted to 54 students who were divided into a control class and an experimental class. The statistical analysis of the independent t-test results indicates a significant difference in the mathematical connection skills between students in the control and experimental classes. . The implication of this study is that the use of puzzle-assisted PBL is effective in improving students' mathematical connection skills by helping them connect mathematical concepts more practically and contextually.Keywords: Effectiveness, PBL, puzzle media, mathematical connection.  AbstrakPembelajaran matematika yang efektif tidak hanya mengajarkan konsep, tetapi juga mendorong siswa untuk menghubungkan berbagai konsep tersebut dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dengan menggunakan media puzzle dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa di sekolah dasar. Untuk berkontribusi terhadap masalah ini kami menggunakan dua kelas untuk menguji bagaimana pengaruh PBL menggunakan media puzzle membantu siswa untuk menghubungkan kemampuan mereka dalam memahami materi perbandingan di kelas V sekolah dasar melalui penelitian kuantitatif kuasi-eksperimental dengan posttest-only with nonequivalent groups desain. Sampel pada penelitian berjumlah 54 siswa yang terbagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dari hasil analisis statistik uji beda independen t-test menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan koneksi matematis siswa di kelas kotrol dan eksperimen. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan PBL berbantuan puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa dengan membantu mereka menghubungkan konsep matematika secara lebih praktis dan kontekstual.Kata kunci: Efektivitas, PBL, media puzzle, koneksi matematis.
Is TPACK-Based Academic Writing Guidebook Effective to Improve Linguistic Competence of Preservice Elementary School Teachers? Karimatus Saidah; Rian Damariswara; Endang Sri Mujiwati; Gafarudin Fauzi Maluana
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.15888

Abstract

AbstractStudents often experience problems in linguistic aspects which affect the quality of their writing. The use of academic writing guidebooks is needed to overcome these problems. To meet the needs of students as technology users, the academic writing guidebook is presented based on the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) approach. The aim of this research is to determine the differences in learning outcomes before and after using the guidebook presented and to determine the effectiveness of this guidebook. This research uses a quasi-experimental method with the data analysis process using the  Wilcoxon and Mann-Whitney U tests. The results of this research show that there is a significant difference between the pre-test and post-test of the experimental group. However, there was no significant difference between the experimental group and the control group. Which mean academic writing guidebook is ineffective to improve languages aspect in student academic writing skill.Keywords: TPACK, academic writing, guidebook, linguistic competence.AbstrakMahasiswa seringkali mengalami permasalahan pada aspek kebahasaan yang mempengaruhi kualitas tulisannya. Penggunaan buku panduan penulisan akademik diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna teknologi, maka buku panduan penulisan akademik disajikan berdasarkan pendekatan TPACK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan buku panduan yang disajikan dan mengetahui keefektifan buku panduan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan proses analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Artinya, buku panduan penulisan akademik tidak efektif untuk meningkatkan kemampuan kebahasaan pada keterampilan menulis akademik mahasiswa.Kata kunci: TPACK, penulisan akademik, buku panduan, kompetensi linguistik.
Developing a Comprehensive Assessment Tool for Elementary Students’ Scientific Literacy Hafiziani Eka Putri; Fitri Nuraeni; Nenden Permas Hikmatunisa; Ravy Hun; Salis Elmadani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.16579

Abstract

Abstract Scientific literacy embodies the essential scientific knowledge and skills that students require for comprehending and applying scientific concepts in their daily lives. This study aimed to design an assessment tool for gauging elementary school students' scientific literacy. Adopting the Research and Development (R&D) approach, this study incorporates a 3D (Define, Design, and Develop) framework. The scientific literacy indicators devised encompass the ability to explain phenomena scientifically, evaluate and design scientific inquiry, and interpret data and evidence scientifically. The outcome of this research manifests as a Scientific Literacy Instrument comprising six open-ended questions accompanied by alternative answer schemes. The appropriateness of all items demonstrates a moderate level of validity. The reliability of the test items indicates a commendable degree of consistency. The complexity of the questions ranges from moderate to challenging. The discriminating power of each item indicates a noteworthy level of differentiation. Thus, the scientific literacy assessment tool formulated in this study serves as an effective means of evaluating students' scientific literacy in the context of elementary school science education.Keywords: instrument, scientific literacy, science learning.AbstrakLiterasi sains merupakan pengetahuan dan keterampilan ilmiah yang perlu dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen kemampuan literasi sains yang dapat digunakan pendidik untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa dalam pembelajaran sains di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan desain 3D (Define, Design, dan Develop). Indikator literasi sains yang dikembangkan antara lain menjelaskan fenomena, mengevaluasi dan merancang pertanyaan, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Penelitian ini menghasilkan Instrumen Kemampuan Literasi Sains yang terdiri dari 6 soal essay dengan alternatif kunci jawaban. Hasil perhitungan validitas seluruh item mempunyai interpretasi sedang. Reliabilitas soal tes mempunyai interpretasi yang baik. Tingkat kesukaran butir soal interpretasi sedang hingga sulit. Daya pembeda tiap item diartikan dari baik sampai sangat baik. Dengan demikian instrumen tes kemampuan literasi sains yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa di sekolah dasar.Kata kunci: instrumen, literasi sains, pembelajaran sains.
Microlearning Instructional Design with Process Approach for Improving Early Reading Skills of Prospective Elementary School Teachers Bagus Cahyanto; Titis Angga Rini; Evi Rizqi Salamah; Muhammad Ali Rohmad
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.17073

Abstract

AbstractTeaching early reading is a crucial skill for prospective elementary school teachers. However, in practice, there is a persistent observation of a low mastery of teaching methods in this area which is a mandatory pedagogical competency for teachers. This study aimed to describe the improvement of college students' proficiency in teaching early reading through microlearning-based instructional design with a process approach. The process approach refers to the implementation of the stages of reading instruction, namely in the pre-reading, during reading and post-reading stages. This study uses quantitative and qualitative data through tests, field notes, and documentation. The N-Gain test was utilized to analyze the quantitative data, employing one-group pretest and posttest design. Concurrently, the qualitative data from field notes and documentation underwent analysis through display, reduction, and verification data. The results of this study indicate that the implementation of microlearning-based instructional design with a process approach significantly enhances the early reading teaching skills of prospective elementary school teachers. Notably, improvements are observed across in the pre-reading, during-reading, and post-reading stages. The impact is particularly pronounced in the during-reading stage, where collage students exhibit enhanced mastery of teaching methods and adept use of appropriate media. The conclusion of this study shows the efficacy of an instructional design tailored to and focused on the specific needs of learning segments, which provides a better learning experience in teaching early reading.Keywords: early reading, instructional design, microlearning, process approach.                                                         AbstrakPengajaran membaca permulaan menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasi mahasiswa calon guru sekolah dasar meskipun dalam praktiknya, ada pengamatan terus-menerus tentang penguasaan metode pengajaran yang rendah di area ini yang merupakan kompetensi pedagogik wajib bagi guru. Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam pengajaran membaca permulaan melalui desain instruksional berbasis microlearning dengan pendekatan proses. Pendekatan proses ini mengacu pada penerapan tahapan pengajaran membaca yakni dalam tahap pra, saat, dan pasca membaca. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan datanya melalui tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil datanya dianalisis dengan statistik deskriptif melalui uji N-Gain berdasarkan hasil tes dari one group pretest and postest design. Analisis juga dilakukan melalui data display, reduksi, dan verifikasi untuk hasil catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain instruksional berbasis microlearning dengan pendekatan proses dapat meningkatkan keterampilan pengajaran membaca permulaan mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam kategori cukup signifikan. Peningkatan ini meliputi pengajaran pada tahap pra, saat, dan pasca membaca permulaan khususnya pada tahap saat membaca dalam penguasaan metode dan penggunaan media yang tepat. Kesimpulannya menunjukkan bahwa desain intruksional yang didesain secara khusus dan terfokus dalam segmen-segmen pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang lebih baik pada mahasiswa dalam pengajaran membaca permulaan.Kata kunci: desain intruksional, membaca permulaan, microlearning, pendekatan proses.
Implementation of Teaching Materials Containing Majalengka Local Wisdom to Improve Ecoliteracy in Elementary Schools Devi Afriyuni Yonanda; Dudu Suhandi Saputra; Irma Sofiasyari; Islahuddin Islahuddin; Devita Cahyani Nugraheny
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.17086

Abstract

AbstractThe environment is a precious resource that requires maintenance and preservation. Nonetheless, awareness regarding the significance of environmental conservation requires enhancement, particularly among elementary school students. This quasi-experimental research aimed to enhance the eco-literacy of elementary school students. This study's subjects were purposively selected elementary school students from Majalengka Regency. The research data consisted of both test and non-test instruments. Subsequent to data collection, it was analyzed utilizing a qualitative method with inductive techniques and a quantitative method employing statistical tests. The findings indicated a substantial enhancement in eco-literacy among the experimental group relative to the control group. The results demonstrate that utilizing teaching materials grounded in local wisdom can effectively enhance elementary students' comprehension and awareness of environmental issues. This study significantly contributes to the advancement of environmental education in Indonesia by highlighting the necessity of incorporating and integrating local values into eco-literacy instruction in elementary schools.Keywords: teaching materials, local wisdom, ecoliteracy.AbstrakLingkungan merupakan sumber daya yang sangat berharga yang perlu dipelihara dan dilestarikan. Meskipun demikian, kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan perlu ditingkatkan, khususnya di kalangan siswa sekolah dasar. Penelitian kuasi-eksperimental ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekologi siswa sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposif di Kabupaten Majalengka. Data penelitian terdiri dari instrumen tes dan non-tes. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan teknik induktif dan metode kuantitatif dengan menggunakan uji statistik. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan yang substansial dalam literasi ekologi di antara kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar yang didasarkan pada kearifan lokal dapat secara efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar tentang isu-isu lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan pendidikan lingkungan di Indonesia dengan menyoroti perlunya menggabungkan dan mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam pengajaran literasi ekologi di sekolah dasar.Kata kunci: bahan ajar, kearifan lokal, literasi ekologi.
The Influence of Problem-Based Learning Model Assisted by Interactive Multimedia Google Sites on Critical and Creative Thinking Skills in Elementary School Galih Yoga Pradana; Rif'at Shafwatul Anam; Neni Mariana; Ika Tri Yunianika
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.18281

Abstract

AbstractThis study aims to (1) assess the significant impact of the Problem-Based Learning (PBL) model, enhanced by Google Sites interactive multimedia, on the critical thinking abilities of fifth-grade elementary students, (2) evaluate the significant effect of the PBL model, supported by Google Sites interactive multimedia, on the creative thinking skills of these students, and (3) examine the combined influence of the PBL model, aided by Google Sites interactive multimedia, on both critical and creative thinking skills of fifth-grade students. This quasi-experimental research utilized a nonequivalent control group design, involving fifth-grade students divided into a control group and an experimental group, each consisting of 30 students. Data analysis was conducted using independent sample t-tests and MANOVA tests. The hypothesis testing results indicate that (1) the PBL model with Google Sites interactive multimedia significantly enhances critical thinking skills, (2) it significantly boosts creative thinking skills, and (3) it has a simultaneous positive effect on both critical and creative thinking skills of fifth-grade students. Future learning is encouraged to develop more diverse educational games to further motivate student learning.Keywords: problem-based learning, interactive multimedia, google sites, critical  and creative thinking.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji dampak signifikan model Problem-Based Learning (PBL) yang disempurnakan dengan multimedia interaktif Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar kelas lima, (2) mengevaluasi dampak signifikan model PBL yang didukung oleh multimedia interaktif Google Sites terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa tersebut, dan (3) menguji pengaruh gabungan model PBL yang dibantu oleh multimedia interaktif Google Sites terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas lima. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen, yang melibatkan siswa kelas lima yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang masing-masing terdiri dari 30 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t sampel independen dan uji MANOVA. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) model PBL dengan multimedia interaktif Google Sites secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, (2) secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, dan (3) secara simultan memiliki efek positif terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas lima. Pembelajaran di masa depan didorong untuk mengembangkan permainan edukatif yang lebih beragam untuk lebih memotivasi pembelajaran siswa.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, multimedia interaktif, situs google, berpikir kritis dan kreatif.
Enhancing Students Lower Mathematics Cognitive Ability Using Multi-Representation Discursive Model Assisted by Realistic Mathematics Education Approach in Elementary School Tri Yuliani; Shely Cathrin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.18367

Abstract

AbstractThis research addresses the problem of low cognitive mathematics ability of grade 5 students, especially on the topic of geometry. The solution is done by implementing the Multi Representation Discourse model (MRD) assisted by the Realistic Mathematics Education approach (RME). This study used a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group framework. The study population consisted of 107 students in the Klaten coordination area, with a random sample of 44 participants. A 7-item essay-based test was used as the research instrument to measure cognitive ability.  Hypothesis testing showed a significance value of 0.047 and a gain score of 62.01%, indicating the effectiveness of MRD with the RME approach in improving mathematics cognitive ability. In addition, the mean difference of 32.28 between the pretest and posttest scores indicated a substantial improvement in students' cognitive abilities after the MRD model with the RME approach was applied.Keywords: mathematic’s cognitive ability, multi-representant discursive model, rme approach.                                                              AbstrakPenelitian ini membahas masalah rendahnya kemampuan kognitif matematika pada siswa kelas 5 sekolah dasar, khususnya pada topik bangun ruang. Solusi yang dilakukan dengan mengimplementasikan model Multi Representasi Diskursi (MRD) berbantuan pendekatan matematika secara realistik (RME). Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan menggunakan kerangka kerja kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian terdiri atas 107 siswa di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan sampel acak sebanyak 44 peserta. Tes berbasis esai sebanyak 7 soal digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengukur kemampuan kognitif.  Pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,047 dan gain score sebesar 62,01%, yang mengindikasikan keefektifan MRD dengan pendekatan RME dalam meningkatkan kemampuan kognitif matematika. Selain itu, perbedaan rata-rata sebesar 32,28 antara nilai pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang substansial dalam kemampuan kognitif siswa setelah diberlakukan model MRD dengan pendekatan RME.Kata kunci: kemampuan kognitif matematika, model diskursif multi-representatif, RME.
Collaborative Efforts in Transitioning from Pre-School to Elementary School for Positive Educational Foundation Rahma Yulista Amanda; Reni Pawestuti Ambari Sumanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.18451

Abstract

AbstractThe teaching of calistung (reading, writing, and counting) using the drill method in early childhood schools and its use in the admission process for elementary schools present serious problems, affecting children's development and creating unhealthy competition. This study aims to describe the implementation of a fun early childhood schools to elementary schools transition movement as a solution, focusing on the roles of parents, schools, and the government, and addressing the misconception that children's success is only measured by calistung mastery. The research used qualitative methods, collecting data through interviews, observations, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the transition movement has been implemented at Semesta Bilingual School, Semarang City, Central Java despite some challenges, such as the continued use of written tests for evaluating students. Changes to the calistung test in new student admissions, a two-week period of introduction to the school environment program, and fun learning that builds six foundational skills have positively impacted students' gradual adaptation to the learning environment. Furthermore, collaboration between the government, schools, and parents through socialization, parent meetings, and active support in preparing students has been effective in enhancing student development during the transition period from early childhood schools to elementary schools, ensuring a smoother adjustment process.Keywords: transition from pre-school to elementary school, independent curriculum, positive educational foundation.                                                                 AbstrakPengajaran calistung dengan metode drill di PAUD serta tes calistung dalam penerimaan siswa baru di SD merupakan masalah serius yang berdampak pada perkembangan anak dan persaingan tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan sebagai solusinya, dengan menekankan pada peran orang tua, sekolah dan pemerintah serta menghilangkan miskonsepsi bahwa keberhasilan anak hanya diukur melalui penguasaan calistung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa gerakan transisi telah diimplementasikan di Sekolah Semesta Bilingual, Kota Semarang, Jawa Tengah meski masih terdapat hambatan seperti dilakukannya tes tertulis sebagai evaluasi hasil belajar siswa. Perubahan tes calistung pada penerimaan siswa baru, penerapan MPLS selama dua minggu serta penerapan pembelajaran menyenangkan yang membangun enam kemampuan fondasi, memberikan dampak positif dalam penyesuaian lingkungan dan proses belajar secara bertahap selama masa transisi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua melalui sosialisasi, parent meetings, dan mendukung dengan mempersiapkan siswa juga berjalan semestinya dan dapat meningkatkan perkembangan siswa selama masa transisi.Kata kunci: transisi paud ke sd, kurikulum merdeka, pondasi pendidikan positif.

Page 1 of 2 | Total Record : 16