cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "vol. 9 no. 2 (2022): october 2022" : 16 Documents clear
The Effectiveness of Pop-Up-based Animation Book to Improve Reading Comprehension Skills of Elementary School Students Liya Atika Anggrasari; Dian Permatasari Kusuma Dayu
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.9129

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effectiveness of the use of pop-up-based animated books on the reading comprehension ability of elementary school students in the 3T region, namely Sawojajar, Magetan, Indonesia. This study employed a quantitative research approach. The method used in this research was the experimental method, using true experimental design as the research design. The type of research design employed in this study was post-test only control design. Grade 5 elementary school students in the 3T region, Sawojajar, Magetan participated in this study. The data were collected using observation, interviews, and reading comprehension tests. The obtained data were analyzed using a t-test. The effectiveness value of using the pop-up book is 6.13%. The t-test shows that the Tcount is greater than the Ttable (2.6667 > 2.00). Based on the results of data analysis, it can be concluded that learning using Pop Up-based animated book media is more effective in improving reading comprehension skills than learning using conventional media.Keywords: pop-up, animation book, reading comprehension skills.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan buku animasi berbasis pop-up dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa sekolah dasar (SD) di daerah 3T yaitu Sawojajar, Magetan, Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian menggunakan true experimental design dengan jenis penelitian yang digunakan adalah post-test only control design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD di kawasan 3T, Sawojajar, Magetan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes pemahaman bacaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Efektivitas penggunaan pop-up book adalah sebesar 6,13%. Hasil uji t menunjukkan bahwa T-hitung lebih besar dari T-tabel (2,6667 > 2,00). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media buku animasi berbasis pop-up lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan media konvensional.Kata kunci: pop-up, buku animasi, kemampuan pemahaman membaca.
The Influence of Principal's Motivation, Communication, and Parental Participation on Elementary School Teachers’ Performance Framz Hardiansyah; Zainuddin Zainuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.9936

Abstract

AbstractThis research was motivated by the collaboration between the principal, teachers, and employees to produce quality education. The purpose of this study was to determine the principal's motivation, communication, and parental participation factors, which together influence the job satisfaction of teachers in elementary schools, and which variables are the most dominant in influencing teachers’ performance. This study uses an explanatory research type with three independent variables: principals (X1), communication (X2), and parent participation (X3), and one dependent variable, namely the performance of teachers (Y). The results of hypothesis testing are calculated as follows: (a) Variable X1 is 0.137 with a probability of 0.105. Because tcount > ttable (1.70 > 0.483) and the level of significance t > 5 % (0.835 > 0.05), variable X1 affects the dependent variable (Y); (b) Variable X2 is 0.227 with a probability of 0.281. Because tcount < ttable (1.70 > 1.020) and the level of significance t > 0.5 % (0.320 > 0.05), the variable (X2) affects the dependent variable (Y); and (c) Variable X3 is 0.267 with a probability of 0.226. Because tcount < ttable (1.70 > 0.750) and the significance level of t > 0.5 % (0.462 > 0.05), the variable (X3) has some influence on the dependent variable (Y). The results of hypothesis testing indicate that the dominant variable is (X2) of 0.227 with a probability of 0.281.Keywords: principal's motivation, communication, parent participation, teachers’ performance.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kerjasama antara kepala sekolah dengan guru dan karyawannya dapat menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor motivasi kepala sekolah, komunikasi, dan partisipasi orang tua secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru di sekolah dasar serta Variabel mana yang paling dominan (motivasi kepala sekolah (X1), komunikasi (X2), Partisipasi Orangtua (X3)) yang mempengaruhi kinerja guru (Y). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Explanatori, dengan variabel bebas yaitu (X1), (X2), (X3) mempunyai pengaruh terhadap (Y). Hasil pengujian hipotesis didapat: (a) Variabel X1 sebesar 0,137 dengan probabilitas 0,105. Karena thitung > ttabel (1.70 > 0.483) serta tingkat signifikansi t > 5 % (0.835 > 0.05), maka variabel X1 berpengaruh terhadap variabel (Y). (b) Variabel X2 sebesar 0.227 dengan probabilitas 0.281. Karena thitung < ttabel (1.70 > 1.020) serta tingkat signifikansi t > 0.5 % (0.320 > 0.05), maka variabel (X2) berpengaruh terhadap variabel (Y). (c) Variabel X3 sebesar 0.267 dengan probabilitas 0.226. Karena thitung < ttabel (1.70 > 0.750) serta tingkat signifikansi t > 0.5 % (0.462 > 0,05), maka variabel (X3) berpengaruh terhadap variabel (Y). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel yang dominan adalah (X2) sebesar 0.227 dengan probabilitas 0.281.Kata kunci: motivasi kepala sekolah, komunikasi, partisipasi orang tua, kinerja guru.
Online Learning and Scientific Literacy in Elementary Schools during the Covid-19 Pandemic Salma Ihsani Fhilrizki; Wahyu Sopandi; Irfan Fauzi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10095

Abstract

AbstractThis study aims to investigate the relationship between online learning and scientific literacy of students in fifth grade of elementary school in the Covid-19 era. Employing a correlational research design, this study involved 54 fifth grade students of an elementary school in Bandung City, Indonesia. The data were collected using a scientific literacy test referring to the indicators of PISA 2018 and a questionnaire in an online learning evaluation. The analysis of the data was carried out using descriptive statistics through calculating the average and percentage scores. The data were also analyzed using inferential statistics in the form of the Pearson correlation test to determine the relationship between online learning and scientific literacy. The results of this study revealed that, based on the Pearson correlation test, the sig score was 0.81. There was no relationship between online learning and scientific literacy of fifthgrade students of elementary school. Therefore, efforts should be made to improve the scientific literacy of elementary school students, one of which is through optimizing online learning.Keywords: online learning, scientific literacy, elementary school.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara pembelajaran daring dengan literasi sains siswa kelas 5 sekolah dasar (SD) di era Covid-19. Dengan menggunakan desain penelitian korelasi, penelitian ini melibatkan 54 siswa kelas 5 sekolah dasar di Kota Bandung, Indonesia. Data diperoleh dengan menggunakan tes literasi sains yang merujuk pada indikator PISA 2018 dan kuesioner pada evaluasi pembelajaran daring. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung skor rata-rata dan persentase. Data juga dianalisis menggunakan statistik inferensial berupa uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran online dan literasi sains. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan uji korelasi Pearson, diperoleh skor sig 0,8. Pembelajaran online tidak memiliki hubungan dengan literasi sains siswa kelas 5 sekolah dasar. Maka dari itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar, salah satunya dengan mengoptimalkan pembelajaran online.Kata kunci: pembelajaran online, literasi sains, sekolah dasar.
Exploring the Students' Reading, Writing, and Numeracy Skills in Southeast Maluku Regency Coastal Elementary Schools Anasufi Banawi; Adam Latuconsina; Satiah Latuconsina
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10189

Abstract

AbstractThis study aims to explore students' reading, writing, and numeracy skills in ten coastal elementary schools targeted for the 2021 Elementary School Quality Improvement Program. This study used an ex-post-facto quantitative descriptive method.  The data source is a database of the 2021 Elementary School Face-to-Face Learning Quality Improvement Program in Southeast Maluku Regency, i.e., the literacy and numeracy skills scores of 500 students. Normalized gain was used to determine the magnitude of the increase in scores from the pre-test and post-test. The results showed that eight elementary schools (80%) had a mean literacy final score of more than 60 (mean 68.23). The final score of literacy in each class is above 60, with the highest average final score achieved by Grade 3 (74.83). The increase in students' reading and writing literacy scores was still in the Low category (0.28). Two elementary schools (20%) have an average final numeracy score below 60. In general, the average final numeracy score is above 60 (63.40). The lowest numeracy score is in Grade 4 (58.31). The increase in numeracy skill scores is still in the low category (0.23). The results indicate the school's need for reflection, evaluation, follow-up plans, and program sustainability to strengthen students' skills.Keywords: reading and writing literacy, numeracy literacy, elementary school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan literasi baca tulis dan numerasi peserta didik di sepuluh Sekolah Dasar (SD) daerah pesisir yang menjadi sasaran Program Kejar Mutu Sekolah Dasar Tahun 2021. Metode deskriptif kuantitatif ex-post-facto digunakan dalam penelitian ini. Sumber data berupa database Program Kejar Mutu Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Dasar Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara, yakni skor kemampuan literasi baca tulis dan numerasi dari 500 peserta didik. Gain-ternormalisasi digunakan untuk mengetahui besarnya peningkatan skor dari pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan delapan SD (80%) telah mempunyai rerata skor akhir literasi baca tulis lebih dari 60 (rerata 68,23). Skor akhir literasi baca tulis tiap kelas di atas 60, rerata skor akhir tertinggi dicapai Kelas-3 (74,83). Peningkatan skor kemampuan literasi baca tulis peserta didik masih dalam kategori Rendah (0,28). Terdapat dua SD (20%) yang memiliki rerata skor akhir numerasi di bawah 60. Secara umum rerata skor akhir numerasi berada di atas 60 (63,40). Skor numerasi terendah pada Kelas-4 (58,31). Peningkatan skor kemampuan numerasi masih dalam kategori Rendah (0,23). Hasil yang ada mengindikasikan perlunya refleksi, evaluasi dan rencana tindak lanjut serta keberlanjutan program oleh pihak sekolah untuk memperkuat kemampuan peserta didik.Kata kunci: literasi membaca dan menulis, literasi numerasi, siswa sekolah dasar.
Trends in Multicultural Education Publication Over a Four-Decade Period: A Bibliometric Review Roni Rodiyana; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih; Davi Sofyan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10254

Abstract

AbstractThe objective of this study is to systematically review academic works in the area of multicultural education. Publications were gathered using the Scopus database and a variety of bibliometric variables. The publishing mapping program VOS viewer was used to analyzing the collected data. There were 501 publications on intercultural and multicultural education that were published between 1973 to 2021. The results showed that between 1973 and 2021, the number of publications varied. With the addition of 12 publication documents, the number of publications has doubled starting in 1997. The most published documents amounted to 42 in 2020. The number of academic scientific papers published in the United States, which is recognized as the most productive nation, is 321. Constantine, M.G., of Columbia University in the United States, is the most prolific writer. With 14 publications, Columbia University in the US was the most productive university. The findings of this study imply that the main keyword is "multicultural training" which is grouped with "case conceptualization", "multicultural case conceptualization", "multicultural competency", "school psychology", and "supervision". This indicates that the topic of multicultural education is closely related to the keywords, and future researchers should investigate these keywords to have a deeper understanding of the field of multicultural education.Keywords: multicultural education, bibliometric review, publication trends, VOS viewerAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis karya akademis di bidang pendidikan multikultural. Publikasi dikumpulkan menggunakan database Scopus dan berbagai variabel bibliometrik. Program pemetaan penerbitan VOSviewer digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Ada 501 publikasi tentang pendidikan antar budaya dan multukultural yang ditemukan antara tahun 1973 hingga 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara tahun 1973 hingga 2021, jumlah publikasi bervariasi. Dengan tambahan 12 dokumen publikasi jumlah publikasi menjadi dua kali lipat mulai tahun 1997. Dokumen paling banyak diterbitkan berjumlah 42 pada tahun 2020. Jumlah karya ilmiah akademik yang diterbitkan di Amerika Serikat, yang diakui sebagai negara paling produktif sebanyak 321 dokumen. Constantine, M.G., dari Universitas Columbia di Amerika Serikat, adalah penulis paling produktif. Dengan 14 publikasi, Universitas Columbia di AS adalah universitas paling produktif. Temuan penelitian ini menyiratkan bahwa kata kuncinya adalah "pelatihan multikultural", yang dikelompokkan dengan "konseptualisasi kasus", "konseptualisasi kasus multikultural", "kompetensi multikultural", "psikologi sekolah", dan "pengawasan". Hal ini menunjukkan bahwa topik pendidikan multikultural berkaitan erat dengan kata kunci yang dikemukakan, dan peneliti selanjutnya harus menyelidiki kata kunci tersebut agar memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang bidang pendidikan multikulturalKata kunci: pendidikan multikultural, tinjauan bibliometrik, tren publikasi, VOS viewer
Changing the Concept of Prospective Primary Education Teachers through Ethnoscience-based Critical Thinking Agus Mukti Wibowo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10273

Abstract

AbstractA suitable environment as a learning resource can improve critical thinking skills. Increasing critical thinking skills will strengthen the concepts mastered or change the concepts if there is an error in understanding. The purpose of this study is to find out the change or shift of concepts through critical thinking of prospective teachers of primary school in ethnoscience-based learning. It is carried out using questionnaires and interviews to see the concept changes experienced by prospective primary school teachers through critical thinking in ethnoscience learning. The survey results and participant interviews show that the concept change in ethnoscience-based learning occurs because of an increase in critical thinking skills. This increase occurs because of relevant problems that critically encourage prospective primary school teachers to provide argumentation and analysis. The real problems that exist around us and are easy to find in everyday life are about the culture or the surrounding environment. A learning environment based on culture or local wisdom is one of the alternatives that can be used in science learning to increase concern for the environment and the surrounding culture.Keywords: ethnoscience, argumentation, critical thinking.Abstrak Lingkungan, budaya, dan kearifan lokal menjadi inspirasi, imajinasi, dan kreativitas dalam belajar. Lingkungan yang cocok sebagai sumber belajar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis akan memperkuat konsep yang dikuasai atau mengubah konsep jika terjadi kesalahan dalam pemahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan atau pegeseran konsep melalui berpikir kritis dari calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar dalam pembelajaran berbasis etnosains. Dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara untuk melihat perubahan konsep yang dialami oleh calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar melalui pemikiran kritis dalam pembelajaran etnosains. Hasil survei dan wawancara partisipan menunjukkan bahwa perubahan konsep pembelajaran berbasis etnosains terjadi karena adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan ini terjadi karena adanya permasalahan relevan yang secara kritis mendorong calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar untuk memberikan argumentasi dan analisis. Permasalahan nyata yang ada di sekitar kita dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang budaya atau lingkungan sekitar. Lingkungan belajar berbasis budaya atau kearifan lokal merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya sekitar.Kata kunci: etnosains, argumentasi, berpikir kritis.
Improving Prospective Basic Education Teachers' Capabilities on Digital Literacy: A Systematic Literature Review Uswatun Hasanah; Sri Rahayu; Ade Ika Anggraini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10339

Abstract

AbstractDigital literacy is a fundamental competency that must be mastered in the 21st century. Digital literacy skills are the key to presenting interesting, interactive, actual, and factual learning. Therefore, efforts to improve the digital literacy abilities of prospective teachers need to be carried out. The purpose of this research is to explore the efforts that need to be made by teachers and institutions to improve teachers' digital literacy skills. The method used in this research is a literature study. Literature is obtained from various kinds of research articles that are reputable in the national and international spheres. Article analysis was carried out by examining efforts to increase digital literacy skills from each source, and categorizing several efforts into several categories. The results of this study indicate that there are several efforts to improve the digital literacy abilities of prospective teachers, including, procuring partnership programs between tertiary institutions and schools, developing digital-based teaching modules, developing digital web in the learning process, increasing digital literacy skills of prospective teachers using product-based methods, such as making videos/learning media), using problem-solving-based methods, using some frameworks in implementing education, procuring supporting facilities and developing curricula that integrate digital literacy content into each subject.Keywords: digital literacy, prospective teacher, basic education. AbstrakLiterasi digital merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai di abad 21. Kemampuan literasi digital menjadi kunci tersajinya pembelajaran yang menarik, interaktif, aktual, dan faktual. Oleh karenanya, upaya peningkatan kemampuan literasi digital calon guru perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh guru maupun lembaga untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Literatur didapatkan dari berbagai macam artikel penelitian yang bereputasi dalam ranah nasional dan internasional. Analisis artikel dilakukan dengan menelaah upaya-upaya peningkatan kemampuan literasi digital dari setiap sumber, dan mengkategorikan beberapa upaya menjadi beberapa kategori. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sejumlah upaya dalam meningkatkan kemampuan literasi digital calon guru, diantaranya, pengadaan program kemitraan antar perguruan tinggi dan sekolah, pengembangan modul ajar berbasis digital, pengembangan web digital dalam prose pembelajaran, meningkatkan kemampuan literasi digital calon guru dengan menggunakan metode perbasis produk (seperti membuat video/media pembelajaran), menggunakan metode berbasis pemecahan masalah, penggunaan sejumlah frame work dalam pelaksanaan pendidikan, pengadaan fasilitas yang mendukung dan mengembangkan kurikulum yang mengitegrasikan konten literasi digital ke dalam setiap mata pelajaran.Kata kunci: literasi digital, calon guru, pendidikan dasar.
Improving the Critical Thinking Skills of Elementary School Students through Problem Based Learning and Inquiry Models in Social Science Learning Yuyun Dwi Haryanti; Sapriya Sapriya; Johar Permana; Erna Wulan Syaodih; Yeni Dwi Kurino
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10485

Abstract

AbstractThe critical thinking skills are an important component to be instilled in elementary schools. The purpose of this study was to test the critical thinking skills of fifth grade students elementary school through the Problem Based Learning model and the Inquiry model based on the interest in learning social science using authentic assessments. Employing a quasi-experiment with Pretest-Posttest Control Group Design, this study involved 49 fifth grade elementary school students in two classes. A total of 24 students in the experimental class A learned using the Problem Based Learning (PBL) model, whereas 25 students in the experimental class B learned using the Inquiry model. The data were collected using description tests and questionnaires. The test was based on the level of reliability of 0.551, while the questionnaire with reliability of 0.893 was tested using ANOVA. The results of the study revealed that the implementation of the PBL model in social science learning was quite effective in improving critical thinking skills compared to the Inquiry model. The highest critical thinking ability was in students who had high learning interest in social science learning. This research contributed differently to the improvement of the social science learning process to acquire one of the 21st century thinking skills.Keywords: problem-based learning model, inquiry model, critical thinking.Abstrak Kemampuan berpikir kritis merupakan komponen penting yang perlu ditanamkan di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar melalui model Problem Based Learning (PBL) dan model Inquiry berdasarkan minat belajar mata pelajaran IPS dengan menggunakan penilaian autentik. Menggunakan eksperimen semu dengan Pretest-Posttest Control Group Design, penelitian ini melibatkan 49 siswa kelas V sekolah dasar. Sebanyak 24 siswa di kelas eksperimen A belajar dengan model Problem Based Learning, sedangkan 25 siswa pada kelas eksperimen B belajar dengan model Inquiry. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes deskripsi dan kuesioner. Pengujian didasarkan pada tingkat reliabilitas 0,551, sedangkan kuesioner dengan reliabilitas 0,893 diuji menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran IPS cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan model Inquiry. Kemampuan berpikir kritis tertinggi terdapat pada siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi pada pembelajaran IPS. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berbeda terhadap peningkatan proses pembelajaran IPS untuk memperoleh salah satu keterampilan berpikir abad 21.Kata kunci: model PBL, model inquiry, berpikir kritis.
The Antecedents and Consequences of Using Online Learning in Elementary School During a Pandemic: A Systematic Literature Review Atikah Syamsi; Patimah Patimah; Heru Mudiyanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11037

Abstract

AbstractThis study aims to trace and examine the antecedent perspectives and the consequences of online learning portraits in elementary schools during the pandemic by reviewing research articles published in reputable journals. Due to educators' efforts to reduce learning loss, it is hoped that it will be able to become an analytical force concerning driving causes and influencing factors. This research used a systematic literature review approach which uses published resources in the form of books, journals, and other scientific works. Analytical techniques are carried out through descriptive analysis techniques from online literature searches. In addition to using traceability, researchers also use biometric techniques with the VosViewer Visualization application. The goal is to biometrically map variables that are closely related to antecedents and consequences. After searching on Google Scholar, Ebsco, and Crossref using the keywords “Online Learning” AND “Pandemic Covid” AND “Learning Loss, researchers found 100 reputable journal articles (indexed by Scopus) that were relevant to the keyword. Of the 100 journal articles found, 22 journal articles were screened, while 22 journal articles were excluded because there were no full-text articles. As a result of the feasibility or compatibility examination of 78 full-text journals, 68 articles were found to be unfit due to duplications and/or failure to match the criteria, leaving 10 full-text journal articles that could be examined. The result obtained from the data analysis is that the factors of using online learning are the replacement of learning spaces in the classroom becoming classless and limitless. Besides that, the readiness in adapting online learning is also an important part of the expected changes because teachers are expected to also be able to accompany students in online learning. However, what is still found in some articles is the speed and ability of the school internet network which is also a driver for optimizing the use of online learning. The consequence is that emergency online learning during the Covid-19 Pandemic makes teachers have to practice special skills in adapting to technological developments, so teachers at the elementary level also need special training, either in program preparation or in continuous professional development, to create online course content that can be used by all students.Keywords: online learning, learning loss, elementary school, antecedents, consequences.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan mengkaji dari perspektif anteseden dan konsekuensi potret pembelajaran online di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) selama pandemi dengan strategi penelusuran terhadap artikel penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi. Sehingga diharapkan mampu menjadi daya analisa terkait faktor pendorong (anteseden) dan faktor pengaruh sebagai konsekuensi dari upaya pendidik dalam meminimalisir learning loss. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Sistematik Literatur Reviu dengan menggunakan kajian terhadap sumber, baik berupa buku ataupun jurnal serta karya ilmiah lainnya. Teknik analisis yang dilakukan melalui teknik analisa deskriptif dari penelusuran literatur secara online menggunakan traceability dan juga menggunakan teknik biometrik dengan aplikasi VosViewer Visualization. Tujuannya adalah untuk memetakan secara biometrik variabel yang terkait erat dengan anteseden dan konsekuensi. Adapun hasilnya berdasarkan hasil pencarian di Google Schoolar, Ebsco dan Crossref menggunakan kata kunci “Online Learning” AND “Pandemic Covid” AND “Learning Loss, peneliti mendapatkan 100 artikel jurnal bereputasi (terindeks scopus) yang relevan dengan kata kunci. Dari 100 artikel jurnal yang ditemukan selanjutnya dilakukan screening, sedangkan 22 artikel jurnal dilakukan eksklusi karena tidak terdapat artikel full text. Dari hasil penilaian kelayakan atau kecocokan terhadap 78 jurnal full text, ada 68 artikel yang dinyatakan tidak layak karena ada duplikasi dan juga tidak sesuai dengan kriteria, sehingga diperoleh 10 artikel jurnal full text yang selanjutnya dapat direview. Hasilnya diperoleh anteseden (pendorong) pemanfaatan pembelajaran online yaitu adanya pengganti ruang belajar dalam kelas menjadi tanpa kelas dan tanpa batas, selain itu faktor kesiapan dalam melakukan adaptasi juga menjadi bagian penting dari perubahan yang diharapkan, karena guru sebagai pendamping siswa diharapkan juga mampu mendampingi siswa dalam pembelajaran online. Namun yang masih banyak ditemukan dalam sejumlah artikel ialah kecepatan dan kemampuan jaringan internet sekolah yang juga menjadi pendorong adanya optimalisasi pemanfaatan belajar online ini. Adapun konsekuensinya ialah pembelajaran online darurat selama pandemic Covid-19 membuat guru harus berlatih keterampilan khusus dalam melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi. Sehingga guru di tingkat SD/MI juga membutuhkan pelatihan khusus, baik dalam persiapan program atau dalam pengembangan profesional keberkelanjutan untuk menciptakan konten kursus online yang dapat digunakan oleh semua siswa.Kata kunci: online learning, learning loss, elementary school, antecedents, consequences.
Teacher’s Strategy in Improving Reading Comprehension Skills of Arabic Texts at Madrasah Ibtidaiyah Moh Masnun; Alvy Salmia Putri; Aceng Jaelani; Inayatul Ummah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11456

Abstract

AbstractThis study aims to describe the teacher's strategy for improving reading comprehension skills of Arabic texts in class v at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary School) in Cirebon City. This qualitative research uses a descriptive approach. The sources of data or informants in this research are Arabic teachers, fifth-grade students, and school principals. The data were collected through observation, in depth-interviews and documentation. Data analysis starts with data reduction, presentation, and interpretation. The results showed that the Arabic teacher's strategies in improving reading comprehension skills of Arabic texts in class V were as follows: 1. Reading texts Aloud, 2; translating texts, 3. Reviewing translation results, 4, Answering questions, 5. Sharing answers, and 6. Repetition. Arabic text comprehension reading skills in class V are quite good, obtaining an average score that has met the minimum completeness criteria. The teacher and student experienced during the learning process reading comprehension skills in Class V supported by the activity of reading the Holy Qur'an every Monday to Thursday, which is carried out after learning activities, recitation activities at home with a teacher of the Qur'an, the availability of a library at school, and studying with peers. Then some of the difficulties faced are the lack of parental support, the habits of students who often play with gadgets, and the lack of availability of book facilities in the library.Keywords: teacher strategy, reading comprehension skills, Arabic text.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan pemahaman membaca teks bahasa Arab di kelas V di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab, siswa kelas V, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang dianalisis dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru bahasa Arab dalam meningkatkan keterampilan pemahaman membaca teks bahasa Arab di kelas V adalah sebagai berikut; 1. membaca teks dengan keras, 2. menerjemahkan teks, 3. menelaah hasil terjemahan, 4, menjawab pertanyaan, 5. berbagi jawaban, dan 6. pengulangan. Keterampilan membaca pemahaman teks bahasa Arab pada siswa kelas V sudah cukup baik dengan memperoleh nilai rata-rata yang telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Pengalaman guru dan siswa selama proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman di Kelas V didukung dengan adanya kegiatan membaca Al-Qur'an setiap hari senin sampai dengan kamis yang dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran, kegiatan pengajian di rumah bersama guru mengaji, dan tersedianya perpustakaan di sekolah, serta belajar bersama teman sebaya. Kemudian beberapa kendala yang dihadapi adalah kurangnya dukungan orang tua, kebiasaan siswa yang sering bermain gadget, dan kurangnya ketersediaan fasilitas buku di perpustakaan.Kata kunci: strategi pembelajaran, keterampilan membaca pemahaman, teks

Page 1 of 2 | Total Record : 16