cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014" : 41 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI    PERTANDINGAN SEPAKBOLA (STUDI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMPN 1 AMBUNTEN SUMENEP) IQBAL TAWAKKAL, MOH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga yang bersifat kompetisi akan muncul pada pemain dengan perasaan tegang dan cemas yang mengakibatkan atlet mengalami gangguan tertentu waktu menjelang pertandingan. Gejolak psikis yang ditandai adanya ketegangan, kecemasan menganggu keseimbangan psiko-fisiologik, dan pada gilirannya menganggu penampilannya. Seorang atlet yang akan melangsungkan pertandingan maka para atlet tersebut sepakbola harus benar-benar memiliki konsep diri yang terkonsep. Karena ketika petandingan berlangsung tak sedikit para para peserta ekstrakurikuler yang mengalami demam lapangan padahal ketika latihan para peserta ekstrakurikuler tersebut sudah memiliki keterampilan yang bagus. Hal ini berarti adanya tingkat ketegangan dan kecemasan dalam pribadi individu yang tak terkendali atau terkonsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan seberapa besar hubungan antara konsep diri dengan kecemasan dalam menghadapi pertandingan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 1 Ambunten Sumenep. Sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN I Ambunten-Sumenep berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket Konsep Diri dan Kecemasan. Dari hasil penelitian diperoleh: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri terhadap kecemasan siswa dalam menghadapi pertandingan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Ambunten-Sumenep. Hasil itu ditunjukkan pada uji korelasi (r) melalui uji Correlate Bivariate dengan rhitung  0,455 > rtabel 0,320 dengan taraf kesalahan 0,05. 2) Besarnya hubungan konsep diri dengan kecemasan dalam menghadapi pertandingan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Ambunten-Sumenep sebesar 20,74%. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecemasan, Sepakbola. Abstract Sports competitions that are going to appear on the player with a feeling of tension and anxiety that lead to certain impaired athletes ahead of time. Psychic turmoil that marked the tension, anxiety disturbing psycho-physiological balance, and in turn disturb the appearance. A player who will hold a football match then the player should really have a concept of self is conceptualized as when petandingan lasts not a few of the players who has a fever pitch when training when the players already have good skills. This means that the level of tension and anxiety in the person of unbridled individual players or conceptualized. This study aims to find out and how much the relationship between self-concept and anxiety in the face of the game of football in extracurricular participants SMPN 1 Ambunten Sumenep. Objectives of this study were all students in extracurricular participants of footballing SMPN I Ambunten-Sumenep numbered 40 students. Data collection techniques in this study using a questionnaire. The result showed: 1) There is a significant relationship to anxiety on the self-concept of students in the face of the game in football extracurricular participants SMPN 1 Ambunten-Sumenep. The results were shown in correlation test (r) through the test Correlate Bivariate in rhitung 0.455> 0.320 rtabel with a 5% error level. 2) The self-concept relationship with anxiety in the face of the game in football extracurricular participants SMPN 1 Ambunten Sumenep by 20.74%. Keywords: Self-Concept, Anxiety, Football.
PENERAPAN PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR BOLA PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PAKAL II SURABAYA) ACH.DJUWAINI,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah secara umum peran guru masih sangat dominan sehingga siswa hanya menerima pelajaran dan mereka tidak dapat belajar sesuai dengan tahap perkembanganya. Oleh karena itu maka perlu diberikan suatu model pembelajaran yang lebih bervariatif seperti, penerapan penggunaan media belajar bola plastik sehingga diharapkan siswa dapat berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran. Begitu juga yang terjadi pada siswa kelas V SDN Pakal II Surabaya, hasil observasi awal menunjukan sebanyak 77,14% siswa memiliki kemampuan yang rendah terhadap teknik passing bawah pada permainan bolavoli. Hal ini terjadi dikarenakan kurang maksimalnya pesan materi yang disampaikan guru yang dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa, oleh sebab itu dibutuhkan cara yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli dengan media belajar bola plastik pada siswa kelas V SD Negeri Pakal II Surabaya, 2) besar peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli dengan media belajar bola plastik. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Pakal II Surabaya dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan dari siklus ke siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengukuran hasil belajar siswa pada masing-masing siklus. Penilaian hasil belajar diukur meliputi: aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Kesimpulan: 1) Penggunaan media belajar bola plastik dalam pembelajaran bolavoli ternyata dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah siswa kelas V SDN Pakal II Surabaya. Hal ini dapat dilihat pada grafik 4.1 dan 4.2 atau tabel 4.18 dimana rerata kelas pada tiap siklus pembelajaran mengalami peningkatan. 2) Pada studi awal sebelum diberikan treatment nilai rerata kelas hasil belajar yang dicapai sebesar 60,7 meningkat sebesar 18,95% menjadi 72,2 pada siklus I. Kemudian pada siklus II terlihat ada peningkatan sebesar 13,56% dari siklus I. Sehingga pada siklus II nilai rerata kelas yang dicapai sebesar 82,0. Perkembangan hasil ketuntasan klasikal siswa dari studi awal (22,86%) sampai siklus I (60,0%) terlihat ada peningkatan sebesar 37,14% kemudian dari siklus I (60,0%) sampai siklus II (91,43%) meningkat sebesar 31,43%. Kata Kunci: Media, Bola Plastik, Passing Bawah, Bolavoli. Abstract The implementation of physical education lessons in schools in general is still very dominant role of teachers so that students only receive lessons and they can not learn according to the stages of its development. Therefore, it should be given a more varied learning models, such as the application of learning media usage plastic ball so that students are expected to play an active role in any learning process. The same thing occurs in the fifth grade students of SDN Pakal II Surabaya, initial observations indicate as much as 77.14% of students have a low ability to techniques in passing the volleyball game. This happens due to lack of maximum message delivered at the teacher can be perceived and understood by students, so it needs a more effective and efficient way to resolve the issue. The purpose of this study was to determine: 1) improved learning outcomes volleyball passing under a plastic ball with a medium of learning in class V SD Negeri Surabaya Pakal II, 2) a significant improvement in learning outcomes volleyball passing under a plastic ball with a learning medium. Objectives of this study were students of class V Pakal II SD Negeri Surabaya by the number of students by 35 students. Type of research is a classroom action research (CAR) are performed continuously and continuously from cycle to cycle. Data was collected through observation and measurement of student learning outcomes in each cycle. Assessment of learning outcomes measured included: the cognitive, psychomotor, and affective. Conclusions: 1) The use of media in teaching learning volleyball plastic ball may actually enhance the learning outcomes of students passing class V SDN Pakal II Surabaya. This can be seen in chart 4.1 and table 4.2 or 4:18 where the average grade for each learning cycle has increased. 2) At the beginning of the study before treatment is given the mean value of class learning outcomes are achieved by 60.7 increased by 18.95% to 72.2 in cycle 1. Then at cycle 2 looks no increase of 13.56% of cycle 1. So at cycle 2 is the mean grade of 82.0. The development of classical completeness student results from the initial study (22.86%) to the first cycle (60.0%) were seen there is an increase of 37.14% and from cycle 1 (60.0%) to cycle 2 (91.43%) increased by 31.43%. Keywords: Media, Plastic Ball, Passing Down, volleyball.
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN BOLA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 SUMBERREJO) WICAKSONO, TEGUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah suatu proses pendidikan dimana lebih menekankan pada gerak tubuh anak. Apabila program pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diselenggarakan di sekolah dapat dikemas dengan benar, maka akan memberi sumbangan yang berarti bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan  perlu memiliki dan mampu menggunakan model pembelajaran yang sesuai, yakni berdasar pada karakteristik siswa. Modifikasi permainan bola tangan merupakan model pembelajaran yang tepat jika menilik karakteristik permasalahan yang ada.  Dimana mayoritas siswa memiliki minat untuk mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang cenderung rendah sehingga proses pembelajaran tidak berjalan maksimal. Salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa adalah memodifikasi permainan bola tangan tersebut, baik sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran tersebut juga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan bola tangan untuk meningkatkan siswa dalam pembelajaran penjasorkes kelas XI SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro dan seberapa besar pengaruh itu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 74 siswa, yang terdiri dari 37 siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan 37 siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket minat siswa. Untuk analisis datanya menggunakan t test atau uji t (independent). Berdasarkan hasil penghitungan diketahui bahwa nilai thitung 6,621 > ttabel  1,990 dengan taraf signifikan 0,05. Dengan kata lain ada pengaruh modifikasi permainan bola tangan untuk meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes dan besarnya peningkatan adalah 1,83%. Kata Kunci: Modifikasi Permainan Bola Tangan, Minat Siswa, Pembelajaran Penjasorkes Abstract  Physical, sport and health education is a process of education in which more emphasis is put on the children’s body movement. If the learning program of physical, sport and health education which is held in school can be packed rightly, it will give meaningful contribution to the children’s growth and development. Therefore, it is necessary for physical, sport and health education teacher to have and be capable of using an appropriate learning model, that is based on the characteristics of the students. Modification of handball game is the right learning model considering the characteristics of the issue. Where the majority of the students have rather low interest in attendingthe learning process of physical, sport and health education thus it does not work to the maximum. One of the learning models for increasing students’ interest is modifying the handball game, including the facilities and infrastructure. The aims of this research were to know the influence of the modification of handball game on 37 students of the 11th grade of the science class 1 of SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro and to know how much the influence was. This research was an experimental research with a descriptive quantitative approach. The subjects of the research were 74 students, which consisted of 37 students of the 11th grade of the science class 1 as the experimental group and 37 students of the 11th grade of the science class 3 as the control group. The sampling technique used was the cluster random sampling. The instrument used was the student’s interest questionnaire. As for the data analysis, independent t-test was used. Based on the calculation, it was known that the value of tscore 6,621 > ttable 1,990 with significance level 0,05.In other words, the modification of handball game had influence in increasing the students’ interest in attending the physical, sport and health education with influence of 1,83%. Keywords: The Modification of Handball Game, Students Interest, the Learning of Physical, Sport and Health Education
HUBUNGAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM BIDANG AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN GERAK UMUM (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTOTAHUN AJARAN 2013/2014) NURIAWATI, IRMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Lembaga pendidikan yang tersebar luas di masyarakat seperti sekolah berperan sangat penting dilihat dari fungsi dan tujuannya untuk bangsa. Salah satu mata pelajaran yang mengajarkan tentang keterampilan gerak anak seperti pendidikan jasmani di sekolah, merupakan mata pelajaran yang menyeimbangkan  kemampuan kognitif dengan motorik anak. Semakin anak mampu menerapkan  pengetahuan pola pikirnya dalam aktivitas gerak secara nyata, maka tujuan pendidikan jasmani yang terdiri dari empat ranah dapat terwujud, yaitu jasmani, psikomotor, afektif, dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan kognitif dalam bidang akademik terhadap kemampuan gerak umum.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, dan desain penelitian yang digunakan adalah desain korelasional.Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dengan jumlah populasi 307 siswa.Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling dari 199 responden yang tidak terbiasa melakukan aktivitas berolahraga berdasarkan hasil pengisian angket kebiasaan berolahraga sebanyak 100 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes barrow motor ability untuk mengungkap kemampuan gerak umum siswa. Dari hasil penghitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan kognitif dalam bidang akademik dengan kemampuan gerak umum yang dibuktikan dari nilai 0,60> 0,20dengan taraf signifikan 0,05 yang mengartikan bahwa dengan kemampuan kognitif yang baik dari siswa maka akan membantu perkembangan kemampuan gerak umum mereka. Dengan demikian akanmeningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran penjasorkes di sekolah. Besar hubungan antara kedua variabel diketahui sebesar  36,20%. Kata Kunci: Kemampuan kognitif, kemampuan gerak umum Abstract Education is a process of human development that lasts lifetime. Education institutions that widespread in public as school have a role that viewed from function and purpose for nation. One of subjects that teach about skill motion child like sport education at school, are subjects that the balance of the cognitive ability with child’s motion. When the children are able to apply the knowledge, he thought pattern in  motion to real activity more and more, so the purpose of physical education consists of four domains namely physical, psychomotor, affective and cognitive can be realized. This research is aims to find out the relationship of cognitive abilities in the academic lessons for general motor ability. This research is a correlational study with a quantitative approach, and the design of the research is a correlational design. Subjects in this study were students in 10th Grade Student of Senior High School 2Mojokerto City with a population of 307 students. Sampling using a random sampling technique from 199 respondents who are not accustomed to doing sports activities based on the results of the questionnaire sports habits of 100 students. Research instruments using the barrow motor ability tests to uncover general movement abilities of students. From the calculation can be concluded that there was a significant relationship between cognitive abilities in academic lessons with general motor ability as evidenced by result  0,60 > 0,20 with significance level 0,05 that means that with good cognitive ability of students then will help the development of the general motor ability from their. Thus will improve the quality of learning and learning result of students on sports subjects in school. The relationship between the two variables is found to be 36.20 %. Keywords : cognitive ability, general motor ability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI I SUMENEP) TRI JUWANDANA, HENDRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah secara umum peran guru masih sangat dominan sehingga siswa hanya menerima pelajaran dan mereka tidak dapat belajar sesuai dengan tahap perkembanganya. Oleh karena itu maka perlu diberikan suatu model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek belajar yang mana siswa berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran. Pembelajaran permainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah, oleh karena itu dalam rangka menumbuhkan peningkatan kualitas siswa pada pembelajaran bola basket diperlukan bentuk-bentuk model pengajaran yang bervariasi dan menarik bagi siswa agar menimbulkan rasa senang dan gembira sehingga kemampuan siswa dalam permainan bola basket menjadi meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan hasil belajar shooting dalam permainan bola basket, 2) besarnya peningkatan hasil belajar shooting bola basket setelah diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep dengan total jumlah sampel yang diambil sebanyak 75 siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen sebanyak 38 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 37 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif desikriptif dan komparatif. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes shooting bola basket selama 30 detik. Kesimpulan: (1) Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar shooting bola basket baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan kelas XI SMA Negeri I Sumenep. Hasil perbandingan uji t pada siswa laki-laki menunjukan nilai thitung 2,173 > nilai ttabel 2,042 dan hasil uji t siswa perempuan menunjukan nilai thitung 2,419 > nilai ttabel 2,021. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan peningkatan hasil belajar shooting bola basket siswa laki-laki sebesar 31,33% dan siswa perempuan sebesar 28,24%. Kata Kunci: Pembelajaran, Kooperatif Tipe STAD, Shooting, Bola basket. Abstract In the implementation of physical education in school learning, teachers role is still very dominant so that students just receive a lesson and they can not learn according to the stage of it is development. Therefore it needs to be given a learning model that puts students as subjects in which students learn actively involved in every process of learning. Learning the game of basketball is one sport that is included in the curriculum of the school, therefore in order to foster improvement quality of students' learning of basketball required forms various and attractive teaching models to students for make a sense of fun and enjoy so that students' skills in basketball game to be increased. The objectives of this research are to observe: 1) the effect of the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method in the learning result of basketball shooting, 2) how big the effect of the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method in the learning result of shooting the basketball. The target of this research is eleventh graders of  State Senior High School 1 Sumenep As the sample, researcher takes 75 students which are separated in 2 groups, 38  students are taken as experimental group and 37 students are taken as the control group. The method used in this analysis using statistical quantitative methods desikriptif and comparative. Data collection was done with basketball shooting test for 30 seconds . Conclusions: (1) The effect of the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method to the students’ learning result make significant impact on the improvement of learning outcomes basketball shooting both male students and female students of eleventh graders of  State Senior High School 1 Sumenep. The results of ttest comparisons on male students shows the value of ttest 2.173 > 2.042 ttable value and female student ttest results shows the value of ttest 2.419 > 2.021 ttable value. (2) the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method give increase to the students’ learning result of basketball shooting male by 31.33% and 28.24% for female students.                                                                       Keywords: Learning, Cooperative Type STAD, Shooting, Basketball 
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUALTERHADAP PENINGKATAN TEKNIK SERVIS PENDEK BACKHAND EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SISWA PUTERA SMP INTAN PERMATA HATI SURABAYA (STUDI PADA SISWA PUTERA SMP INTAN PERMATA HATI SURABAYA ) SETIAWAN, AGUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bulutangkis adalah permainan yang kompleks yang tidak mudah di lakukan oleh semua orang. Dalam pembelajaran ekstra kurikuler bulu tangkis di perlukan teknik dasar bermain bulu tangkis yang baik agar permainan bulu tangkis dapat berjalan dengan baik dan efisien. Salah satu teknik dasar yang harus di kuasai adalah servis, servis ada dua macam yaitu servis panjang dan servis pendek backhand dan forehand. Servis pendek backhand adalah servis yang jatuhnya arah servis sedekat mungkin dengan servis dan posisi pegangan raket berada pada posisi backhand. Rumusan masalah yang di ajukan dalam penelitian ini adalah penerapan media audio visual terhadap peningkatan teknik servis pendek ekstra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan servis pendek backhand ekstra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya derngan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini merupakan penilitian eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bulu tangkis, yang terdiri dari kelas I, II, III, SMP Intan Permata Hati Surabaya. Dari perhitungan menggunakan Uji t independent dapat di simpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap penerapan media audio visual terhadap peningkatan teknik servis pendek backhand ektra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya adalah sebesar 41,75%. Kata Kunci: Penerapan media audio visual, Servis pendek backhand bulu tangkis, peningkatan teknik. Abstract Badminton is a complex game that's not all people can play it properly. In learning badminton  from extracurricular, a good basic techniques is needed to make a perfect and efficient badminton playing. One of the basic technique that must be learned is service, there are two services long service and  short service, backhand and forehand. Short backhand service is a service that the drop point is dropped as near as possible with the service, and the position to handling the racket is on the backhand. Research problem of this study is the  implementation of Audio Visual Media toward the improvement of students' short service technique in Badminton Extracurricular of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya. Significance of this study is to find any improvement of  students' short backhand  service technique in Badminton Extracurricular of  junior high school Intan Permata Hati Surabaya by using Audio Visual Media. This study was a semi experimental research. Sample in this research is 12 students that actively join badminton extracurricular, the students were from I, II and III grade of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya.. From the calculation and analysis by using t independent test, can be concluded that there was a significance improvement in students' short service backhand technique in Badminton Extracurricular of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya toward the implementation  of Audio Visual Media, the score from this analysis was 41,75% Keywords: The implementation of Audio Visual Media, short backhand service, badminton, techniques improvement
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI DENGAN KETERAMPILAN MOTORIK (KELINCAHAN) DI SMP NEGERI SATU ATAP JABON (STUDI PADA KELAS VII) WIJAYANTO, YUYUD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran pendidikan jasmani tidak hanya disajikan dalam bentuk teoritis atau pelajaran di kelas saja, namun lebih mengutamakan aktivitas jasmani melalui keterampilan gerak. Melalui kegiatan olahraga yang terprogram dengan baik dapat berfungsi bagi perkembangan kesegaran jasmani siswa, disamping itu kegiatan olahraga juga diharapkan mampu merangsang siswa untuk mengembangkan nilai-nilai moral yang terdapat didalamnya. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan olahraga seperti kerjasama, kejujuran, kedisiplinan, menghargai lawan, dan bersedia berbagi dengan yang lain. Melalui aktivitas gerak tubuh manusia dapat meningkatkan kemampuan/keterampilan dan berusaha untuk dapat meraih sesuatu yang diinginkan. Tingkat kesegaran jasmani tersebut adalah tingkat kemampuan seseorang dalam melakukan aktifitas sehari-hari tampa menimbulkan sesuatu kelelahan yang berarti. Kondisi kesegaran jasmani yang dimaksudkan adalah kondisi siswa dalam mengikuti aktifitas disekolah baik pelajaran praktik penjasorkes dilapangan maupun kegiatan pembelajaran didalam kelas. Rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah: Apakah ada hubungan antara kesegaran jasmani dengan keterampilan motorik (kelincahan) pada siswa kelas VII di SMP Negeri Satu Atap Jabon. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang pilih secara acak oleh guru mapelpenjasorkes sebanyak 30 siswa. Pengambilan data menggunakan tes kesegaran jasmani yaitu tes lari cepat 50 m, gantung siku tekuk, baring duduk 60 detik, loncat tegak dan lari 800 / 1000 m dan kelincahan. Kesimpulan yang didapat yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kesegaran jasmani dengan keterampilan motorik (kelincahan) yang dilihat dalam perhitungan korelasi menyatakan bahwa terdapat hubungan antara TKJI (X) mempunyai nilai korelasi yang sedang terhadap kelincahan (Y) yaitu sebesar 0,560. Hasil perhitungan uji t menyatakan bahwa nilai thitung = 3,574 > ttabel = 2,048. Hal ini dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan arah positif dan signifikan antara TKJI (X) terhadap kelincahan (Y). Kata Kunci: Kesegaran Jasmani, Kelincahan. Abstract The learning process of physical education is not only presented in the form of theoretical or classroom instruction alone , but prefers motor skills through physical activity . Through sports activities which can be programmed to function well for the development of physical fitness of students , in addition to sports activities are also expected to stimulate students to develop moral values ??in them. The values ??contained in sporting activities such as cooperation, honesty, discipline, respect for opponents, and is willing to share with others. Through the activity of human gestures can improve the ability / skill and trying to achieve something to be desired . The physical fitness level is the level of a person's ability to perform daily activities without fatigue lead to something meaningful . Physical health condition which is intended to follow the conditions of students in both subjects in school activities Penjasorkes practice field or in the classroom learning activities. The formulation of the problem posed in this study is: Is there a relationship between physical fitness with motor skills (agility) in class VII in SMP Jabon One Roof. This type of research is correlational research. The sample used in this study were students of class VII A select at random by the subject teachers of physical education and sports as much as 30 student health. Retrieval of data using a physical fitness test is a test sprint 50 m, hanging elbow bend, lay sit 60 seconds, jump up and run 800/1000 m and agility. The conclusion that there is a significant relationship between physical fitness with motor skill (agility) are seen in the calculation of correlation states that together there is a very high impact on the agility that is equal to 0,560. The results of the calculation states that the value of t test thitung = 3,574 > ttabel = 2,048. This means double the value of the correlation coefficient above is significant, meaning that there is positive and significant TKJI (X) on agility (Y). Keywords: Physical Freshness, Agility
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LOMPAT KANGKANG DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) (STUDI PADA SISWA KELAS X-BB DI SMK NEGERI 1 SOOKO MOJOKERTO) HIDAYATI, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan penting yaitu untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar. Pengalaman belajar tersebut akan diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik dan membentuk pola hidup sehat dan bugar. Ada beberapa macam bentuk model pembelajaran yang digunakan untuk mengajar. Dari berbagai model pembelajaran yang ada, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) tampaknya lebih bagus di gunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani karena model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, proses pembelajarannya menggunakan bentuk permainan dan memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks, dapat menumbuhkan rasa tanggungjawab, kejujuran, kerjasama, persaingan sehat, dan keterlibatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi senam ketangkasan lompat kangkang pada kelas X-BB. Hasil penelitian ini berdasarkan kemampuan senam ketangkasan lompat kangkang yaitu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT selama dua siklus meningkatkan hasil belajar senam ketangkasan lompat kangkang di kelas X-BB. Sebelumnya dari 33 siswa di kelas tersebut yang lolos hanya 6 atau 18,18% orang saja. Setelah dilakukannya penelitian, pada siklus 1 meningkat menjadi 96,97% dan pada siklus 2 juga tetap sama yaitu 96,97%. Kata Kunci : Model pembelajan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), senam ketangkasan lompat kangkang, dan Hasil Belajar senam ketangkasan lompat kangkang.   Abstract Physical, sport, and health education, that taught in school have an important role to provide opportunities for students to directly involved insidevariety of learning experiences. The learning experience will be directed to foster a better physical growth and psychological development and also form a healthy and fit lifestyle There are several different forms of learning models that are used to teach. From some various learning models that exist, Teams Games Tournament (TGT) type of cooperative learning model seems better to used in physical education teach because this type of cooperative learning is one of cooperative learning model type that is easy to implement, the learning process using game form and and allow students be able to learn more relax, cangrow sense of responsibility, honesty, cooperation, healthy competition, and learning involvement. The purpose of this research was to determine do the cooperative learning model type TGT can improve student learning outcomes in the gymnastic dexterity straddle vault material on the X-BB class. The results of this research based on the ability of gymnastic dexterity straddle vault is the usage of cooperative learning model TGT type for two cycles improve learning outcomes gymnastic dexterity straddle vault in the X-BB class. Formerly in the classfrom 33 students only 6 or 18.18% of student that pass. After research, students who qualified in cycle 1 increased to 96.97% and in cycle 2 also increase become 96.97%. Keywords: Teams Games Tournament type of Cooperative learning models, gymnastic dexterity straddle vault, and agility exercises Learning Outcomes straddle vault.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) OLEH GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES) TERHADAP MINAT SISWA RIA NINGSIH, DINI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran dalam proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu juga dapat mempermudah siswa dalam mencapai prestasi belajarnya. Hal ini tentunya seorang guru harus mampu memberikan model pembelajaran dalam proses belajar  siswanya. Penerapan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) salah satunya, merupakan pembelajaran yang terdiri dari aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Ini salah satu pembelajaran awal yang harus dikuasai oleh siswa. Dimana pembelajaran ini dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. Oleh karena itu bagi seorang guru, PAKEM merupakan model pembelajaran yang akan mampu menarik siswa dalam belajar. Sehingga di dalamnya tidak terjadi pembelajaran yang monoton dan membosankan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Banyuajuh 3 Kec.Kamal Kab.Bangkalan dengan dilakukan 2 kali tes (pre-test dan post-test). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan PAKEM oleh guru Penjasorkes terhadap minat siswa. Jenis penelitiannya adalah eksperimen. Eksperimen yaitu mengungkapkan informasi dari responden dengan memberikan perlakuan (treatment). Penelitian ini dilakukan dalam waktu 4 kali pertemuan. Disamping itu peneliti juga membagikan angket untuk mengetahui minat siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan PAKEM. Hasil data diperoleh dari angket minat yang disebarkan pada 62 siswa SDN Banyuajuh 3 Kec.Kamal Kab.Bangkalan dengan menggunakan program komputer SPSS 18,00 for windows. Didapat data pre-test yaitu mean 87.24, standar deviasi 7.11 dan data post-test dengan mean 93.09, standar deviasi 5.95. Pada uji t (uji beda) hasil penerapan PAKEM diperoleh hasil uji statistik dengan nilai 0,001. Maka dapat disimpulkan ada perbedaaan yang signifikan terhadap minat siswa sebelum dan sesudah penerapan PAKEM. Berdasarkan penelitian ini bahwa penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) oleh guru Penjasorkes dapat meningkatkan minat belajar siswa sebesar 6,7%. Kata Kunci : Pelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM), minat siswa. Abstract A model in teaching learning process very influential in improving students’ learning outcomes. Besides, it can make students’ easier to improve their academic achievement. In this case, teacher should be able to give learning model in his students’ learning process. The application of PAKEM is one of learning model which is contain of active, creative, and fun. This model is the first learning which has to be mastered by the students. It can be increase students interest in learning. Therefore, for the teacher, PAKEM is one of model which can attract the students’ in learning and avoid from monotonous and boring learning. This study conducted at Banyuajuh 3 Elementary school subdistrict of Kamal at Bangkalan Regensy. There were teo test ; pre-test and post-test. The purpose of this study was to know the application of PAKEM by Penjasorkes teacher to the students’ interest. This study conducted to be an experimental research. Experimental research is research that aimed to find out the effects of treatment. The treatment conducted in four times. Besided, the researcher divided questionaire, in order to know the students’ interest in teaching and learning process by using PAKEM model. The result of this study obtained from the students’ quetionaire which is distributed into 62 student of Banyuajuh 3 Elementary school subdistrict of Kamal by using computer SPSS 18.00 for windows program. The data showed that the mean was 87,24 for pre-test and 93,09 for post-test. While, the standart deviation was 7,11 for pre-test and 5,95 for post-test. The result of t-test obtained from the application of PAKEM was 0,001. Therefore it can be concluded that there were significant differences of students’ interest before and after the implementation of PAKEM. Based on this data, this study indicated that the application of active, creative, effective, and fun (PAKEM) by the Penjasorkes teacher had improved students’ interest in learning about 6,7 %. Keywords : active learning, creative, effective and fun (PAKEM), interests of students.
PEMANFAATAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOX JUMP TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT TINGGI GAYA FLOP KHUSNUL WULANDARI, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional dalam kerangka Sistem Pendidikan Nasional. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pendidikan jasmani dan merubah paradigma yang ada dalam masyarakat, perlu adanya dukungan alat dan fasilitas yang memadai dan guru pendidikan jasmani yang profesional. Alat bantu pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan alat bantu seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru atau fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran karena merupakan alat penyampaian pesan kepada peserta didik. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Apakah ada beda hasil belajar antara pretest dan posttest pemanfaatan alat bantu pembelajaran box jump untuk lompat tinggi gaya flop pada siswa VII SMP Negeri 21 Surabaya. 2) Seberapa besar perbedaan antara pretest dan posttest pemanfaatan alat bantu pembelajaran box jump untuk lompat tinggi gaya flop pada siswa VII SMP Negeri 21 Surabaya. Sampel penelitian di ambil berdasarkan Cluster Random sampling merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi individu yang menjadi anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel yaitu siswa VII SMP Negeri 21 Surabaya sebanyak 33. Metode dalam analisa ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji t (Independent Sample t-test), sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lompat tinggi gaya flop. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Hasil posttest sebesar 57,60% lebih baik daripada pretest sebesar 6,06%. Kata Kunci: pemanfaatan alat bantu, lompat tinggi gaya flop   Abstract Physical education is learning process that utilize physical activities which planned systematically to develop and improve individual organically, neuromuscular, perceptual, cognitive, and emotional on nation education system. To improve the effectiveness of physical education implementation and change the paradigm which existed on society, it will need the support of proper tools and facilities and professional physical education teacher. Practice aid is one of the learning components that have important role on learning activity. The utilization of tool aid should be a part that must receive teacher’s attention or facilitator on every practice activity since is a message conveying tools to student. The problem formulation of this research was: 1) Is there any difference from the pretest and posttest learning result through the utilization of box jump practice aid to flop style high jump on student Class VII SMP Negeri 21 Surabaya. 2) How much difference between pretest and posttest the utilization of box jump practice aid to flop style high jump on student Class VII SMP Negeri 21 Surabaya. Sample of research taken based on Cluster Random sampling that is sampling technique which give equal opportunity to individuals that become the population members to be choosen to become sample member namely student Class VII SMP Negeri 21 Surabaya that number of 33 students. Method in this research apply desctiptive quantitative method and t test (Independent Sample t-test), while data collecting process conducted through flop style high jump. Research results can be conclude that : Posttest for flop style high jump have better as much as 57.60% than pretest as much as 6.06%. Keywords: aid utilization, flop style high jump