cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014" : 69 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI TERHADAP HASIL BELAJAR JALAN CEPAT (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SIDOARJO) SARI ROMADONI, WULAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan banyak macam olahraga yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan jasmani siswa salah satunya adalah atletik. Dalam atletik ada banyak nomor antara lain lari, lompat jauh, lompat jangkit, tolah peluru, lontar martil, lempar cakram, salah satu dari sekian banyak nomor atletik adalah jalan cepat. Dalam jalan cepat adanya perpaduan antar gerakan tangan, kaki dan pinggul yang harus saling berirama. Pembelajaran jalan cepat dianggap suatu pembelajaran yang sulit, sehingga sering kali guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan tidak memberikan pembelajaran jalan cepat terutama pada SMP Negeri 3 Sidoarjo yang belum pernah diberikan materi jalan cepat secara mendalam. Maka dari hasil penelitian ini pembeljaran jalan cepat dapat diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi terhadap hasil belajar jalan cepat pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo; 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi terhadap hasil belajar jalan cepat pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Hasil belajar psikomotor pada pre-test dan post-test sebesar 17.70%, dan pada kognitif sebesar 21.72%, pada afektif sebesar 17.28. Pada uji normalitas nilai akhir pre-test sebesar 0.923 > 0.05 dan post-test sebesar 0.921 > 0.05sesuai dengan kriteria pengujian dapat dikatakan bahwa data pre-test dan post-test nilai akhir berdistribusi normal.Dan hasil psikomotor pada uji t sebesar thitung6.73> ttabel 2.0315, pada uji t kognitif sebesar thitung13.85>ttabel 2.0315,dan pada uji t afektif sebesar thitung4.48>ttabel2.0315. Kesimpulan penelitian adalah adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian model pembelajaran koperatif tipe group investigasi terhadap hasil belajar jalan cepat pada nilai akhir sebesar thitung 15.59 > dari ttabel 2.0315 dinyatakan Ho diterima. Dengan besarnya peningkatan pada nilai akhir sebesar 22.51%. Kata Kunci: Model pebelajaran kooperatif tipe group investigasi, hasil belajar, jalan cepat                Abstract So many sport branch as estsfet, running, javelin throw, long jump and than racewalking that can applied to improve physical health and one of them is athletic sports branch racewalk. Through brisk there is combination between hand, foot and thigh movement which must be rhymed. Learning racewalk considered as a hard learning, so that physical education teacher frequently not giving racewalk learning especially on SMP Negeri 3 Sidoarjo that never give racewalk matter deeply. So from its research results can be made as a criterion standard in giving racewalk matters. The purposes of this research : 1) to find out is there any effect from cooperative learning model type investigation group to racewalk learning result of eight grade student of SMP Negeri 3 Sidoarjo; 2) to find out how big the effect of cooperative learning model type investigation group to racewalk learning result of eight grade student of SMP Negeri 3 Sidoarjo. This research is a praexperiment research with descriptive quantitative approach with the amount of samples 36 students. Analysed the data using mean, varians, standar deviasi, max, min, normal test, dependent t test, and than learning result. Research results are as follow: the improvement of learning result on pretest and posttest as big as 17.70%, on cognitive as many 21.72%, and affective as big as 17.82. On normality test pretest final score as big as 0.923 > 0.05 and post test 0.921 > 0.05 appropriated with test criterion it can be said that the finals scores of pretest and posttest have normal distribution. And psychomotor on t-test as big as tcount 6.73 > ttable 2.0315, on cognitive t-test as big as tcount13.85 > ttable 2.0315, and on affective t-test as big as tcount4.48 > ttable 2.0315. Research conclusion are there is significant effect from the cooperative learning model type investigation group to racewalk learning result on final score as big as 15.95 > ttable 2.0315 and it stated that Ho was accepted. With the amount of improvement on final score as big as 22.51%. Keywords: cooperative learning model type investigation group, learning result, racewalking
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR CHEST PASS PADA PERMAINAN BOLABASKET (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SIDOARJO) SULAIMAN PUTRA, DAVI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberhasilan guru dalam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari beberapa faktor, dua diantaranya adalah efektivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Kualitas pembelajaran ditunjukkan oleh efektivitas pembelajaran yang dapat diamati dari persiapan, pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan aktivitas siswa dan selama pembelajaran menggunakan instrumen lembar observasi kelas dikjasor oleh tiga pengamat. Sedangkan hasil belajar materi chest pass pada permainan bolabasket dapat ditinjau menggunakan lembar soal-soal essay untuk kognitif, skala sikap untuk afektif dan push pass for accuracy untuk psikomotor. Faktanya hasil belajar siswa pada materi chest pass bolabasket belum merata, buktinya terdapat 24 siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori sedang (antara 40 - 59) dan 10 siswa lainnya yang mendapatkan nilai dengan kategori baik (antara 60 - 79). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas pembelajaran, mengetahui pengaruh penerapan dan besar peningkatan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar chest pass pada permainan bolabasket. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif  kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII 5 SMP Negeri 5 Sidoarjo yang berjumlah 30 siswa. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa selama 2 kali perlakuan, rata-rata terdapat efektivitas pembelajaran sebesar 77,33% dengan kategori baik yang dibuktikan dengan laporan dari lembar observasi kelas dikjasor. Selain itu ada pengaruh yang signifikan nilai model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar chest pass pada permainan bolabasket yang dibuktikan dengan hasil t hitung > t tabel (8,016  > 1,699) dari ketiga komponen hasil belajar yang digunakan pada saat pre-test dan post-test yaitu lembar soal-soal essay, skala sikap dan push pass for accuracy. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, Jigsaw, Hasil belajar chest pass bolabasket. Abstract The success of the teacher in learning activities can be seen from several factors, two of which are instructional effectiveness and student learning outcomes. The quality of the learning demonstrate by the effectiveness of learning that that can be observed from the preparation, implementation and learning by teachers and students during the learning activities using instruments physical education classroom observations by three observers. While the results of studying the material of chest pass in the basketball game can be reviewed using sheets of essay questions for the cognitive, attitude scale to a affective and push pass for accuracy for psychomotor. The fact of student learning outcomes at chest pass material in basketball has not been evenly distributed, the evidences is still a lot of students get that medium scored category (between 40 - 59) and the other students who get good valve category (between 60 - 79). This study aims to reveal the effectiveness of learning, application and determine the effect of the increase in the jigsaw cooperative learning model to study the result of chest pass in the basketball game. This study was a quasi-experimental with quantitative descriptive approach. Research subject of VII grade in junior high school 5 Sidoarjo land totaling 30 students. From the research result can be conclude that during twice handling, on average there are instructional effectiveness of 77,33% with a good categories as evidence by reports from physical education classroom observations. In additional there was a significant effect of the value of the jigsaw cooperative learning model to study the result of chest pass on basketball game as evidenced by the results of the t > t table (8,016 > 1,699) from third components used in the current pre-test and post-test are sheets essay question, the attitude scale and push pass for accuracy. Keywords: Cooperative learning model, jigsaw, learning outcomes chest pass basketball.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO COMPACT DISK (VCD) TERHADAP HASIL BELAJAR BATTING PADA PERMAINAN SOFTBALL (STUDI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 12 SURABAYA) DWI. ARDIAN. FUFU, RONALD.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Di dalam pembelajaran pendidikan jasmani, diperlukan peran ataupun upaya seorang pendidik untuk melakukan kegiatan belajar secara optimal. Permainan softball merupakan salah satu materi dalam kurikulum pendidikan jasmani yang termasuk dalam materi bola kecil dan memiliki karakteristik permainan yang cukup kompleks. Dalam permainan softball terdapat beberapa bentuk keterampilan teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain. Salah satu teknik tersebut adalah teknik memukul bola (Batting). Penyampaian materi secara lisan dan dilanjutkan dengan demonstrasi dapat menimbulkan pembelajaran yang monoton sehingga siswa sulit memahami materi ajar tersebut dengan baik. Oleh karena itu dengan menggunakan bantuan media VCD proses pembelajaran diharapkan tidak monoton dan dapat menarik atensi belajar siswa supaya lebih aktif dalam mendalami materi yang disampaikan dan diharapkan dapat memengaruhi hasil belajar siswa dalam hal materi batting pada permainan softball. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran VCD terhadap hasil belajar batting pada permainan softball pada siswa kelas X di SMK Negeri 12 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design, dengan populasi siswa kelas X SMK Negeri 12 Surabaya berjumlah 256 siswa. Cara menentukan sample dengan purposive random sampling sehingga didapat kelas X jurusan DPIL sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 35 siswa dan kelas X jurusan DKV sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 32 siswa, jadi jumlah sampel keseluruhan adalah 67 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dengan pemberian 2 kali perlakuan, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh media pembelajaran VCD terhadap hasil belajar batting pada permainan softball pada siswa kelas X SMK Negeri 12 Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t kedua kelompok (Independennt Sample) hasil didapatkan nilai thitung – 1,416 <  ttabel 1,990. Kata Kunci: pembelajaran, media VCD, hasil belajar batting, permainan softball Abstract In physical education learning process, the role and effort of an educator is needed to conduct the learning process optimally. The game of softball is one of the material in physical education curriculum which is a part of small ball material that has quite complex game characteristic. There are some basic technique skills that need to be mastered by a softball player. One of those method is the technique of ball hitting (batting). The lecture continued with demonstration may cause monotonous learning that makes it hard for the student to understand the material well. Therefore, with the help of VCD, the learning process is expected to be not monotonous and able to draw the student attention in learning so that they can be more active in learning the material delivered and also expected to influence the students’ learning result of batting in softball game. The purpose of this research is to percieve the influence of the use VCD media to the result of batting learning process in softball game to the 10th graders of SMKN 12 Surabaya. This was a pure experiment type of research with descriptive quantitative approach. This research used Randomized Control Group Pretest-Posttest Design, with the population of 256 10th graders of SMKN 12 Surabaya. Purposive Random Sampling was used to determine the sample, where 35 student from DPIL class as experimental group and 32 student from DKV class as control group are obtained, which add up to the total of 67 students as sample. Based on the research with two treatments, it can be concluded that there are no influence from the use of VCD learning media towards the learning result of batting in softball game in 10th graders of SMKN 12 Surabaya. This can be evidenced with the Ttest result of both groups (Independent Sample) which is thitung – 1,416 < ttabel 1,990. Keywords: study, media VCD, result learning batting, game softball
PENGARUH TINGKAT KECEMASAN PADA SAAT MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KELINCAHAN SISWI DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN WAHYUDI FIKI FREDIKA YANDA, EKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperlukan beberapa unsur pendukung jasmani dan rohani, agar pembelajaran dapat berjalan lancar dan peserta didik tetap dapat beraktivitas dengan baik. Kelincahan merupakan salah satu komponen kebugaran yang berhubungan dengan keterampilan yang sangat diperlukan. Siswi yang mengalami kecemasan pada saat menstruasi, apabila tidak dapat mengelola kecemasan dengan baik dapat mengganggu mereka dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk  pembelajaran pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasan pada saat menstruasi terhadap tingkat kelincahan siswi dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian  non eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SMP Negeri 5 Bojonegoro, besar 169 siswi dan sampel penelitian sebanyak 30 siswi, diambil dengan metode purposive sampling. Hasil menggunakan perhitungan SPSS didapatkan nilai rhitung lebih kecil dari rtabel (0,168 < 0,361), maka H0 diterima dan H1 ditolak jadi tidak ada pengaruh tingkat kecemasan pada saat menstruasi terhadap tingkat kelincahan siswi dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: (1) Tidak ada pengaruh tingkat kecemasan pada saat menstruasi terhadap tingkat kelincahan siswi dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswi kelas VIII SMP Negeri 5 Bojonegoro. (2) Terdapat sumbangan yang tidak signifikan sebesar 2,8 %  antara tingkat kecemasan pada saat menstruasi terhadap tingkat kelincahan siswi dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan Kata Kunci: Kecemasan, menstruasi, kelincahan Abstract In physical education learning process, sports and health require physical and spiritual supporting elements, in order to make learning running well and students still able to perform activities well. Agility is one of the fitness components that related with urgently needed skills. Students who experienced anxiety during menstruation, if they cannot menage its anxiety well it can disturb when they perform various physical activities including physical, sports, and health education. The aim of this research was to find out the effects of anxiety level during menstruation to student agility level during following physical, sports, and health education. This is a non experiment study through quantitative approach with corelational design. Research population is all eight grade students of SMP Negeri 5 Bojonegoro  that amounted of 169 students and research sample as many 30 students. The results of SPSS calculation obtained that rcount scores is smaller than rtable (0,168 < 0,361), so H0 is accepted and H1is rejected that there is no effects of anxiety level during menstruation to student agility level in  following physical, sports, and health education. Based on the research results it can be conclude as follows : (1) there is no effects of anxiety level during menstruation to student agility level in  following physical, sports, and health education on eight grade student of SMP Negeri 5 Bojonegoro. (2) there is no significant effect as big as 2.8% anxiety level during menstruation to student’s agility level in  following physical, sports, and health education. Keywords: anxiety, menstruation, agility
HUBUNGAN TINGKAT KEMAJUAN PENJASORKES TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA, MA DAN SMK SE KABUPATEN SIDOARJO LEXY ARDIKA, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam menunjang pelaksanaannya, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjasorkes) merupakan bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruan dan salah satu sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Mengingat ciri khas penjasorkes mampu meningkatkan kualitas fisik dan mental serta mampu mempengaruhi perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menunjang prestasi akademik, maka sekolah diharapkan selalu dapat meningkatkan 4 aspek yaitu 1. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani dan olahraga, 2. Ketersediaan tenaga pendidik pendidikan jasmani dan olahraga. 3. Hasil kerja satuan pendidikan selama 1 tahun terakhir terkait peningkatan mutu pendidikan jasmani dan olahraga di satuan pendidikan tersebut, 4. Prestasi dan penghargaan yang didapat selama 1 tahun terakhir. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen jenis korelasional yang menghubungkan antara 2 variabel. Subjek penelitian sebayak 46 sekolah SMA, MA dan SMK se-Kabupaten Sidoarjo. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemajuan penjasorkes yaitu PDPJOI sedangkan untuk prestasi akademik diambil dari nilai rata-rata Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2013. Pembuktian hipotesis menggunakan rumus r spearman. Rekapitulasi data untuk komponen ketersediaan sarana dan prasarana mendapat nilai kategori cukup dengan rata-rata 132, komponen ketersediaan tenaga pelaksana penjasor mendapat nilai kategori baik dengan rata-rata 159, komponen hasil kerja kurun 1 tahun lalu mendapat nilai kategori cukup dengan rata-rata 173 dan komponen prestasi serta penghargaan 1 tahun terakhir mendapat nilai kategori cukup dengan rata-rata 83. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemajuan penjasorkes mempunyai nilai kategori cukup dengan rata-rata 547,83. Sedangkan untuk nilai prestasi akademik yang diambil dari nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) mempunyai nilai rata-rata 7,38. Dari hasil uji hipotesis tidak terdapat hubungan antara tingkat kemajuan penjasorkes dengan prestasi akademik se-Kabupaten Sidoarjo. Dikarenakan Hasil penghitungan didapat nilai r hitung 0,089093 < 0,291 r tabel maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan yang dapat dilihat dari ketersediaan sarana dan prasarana yang memperoleh kategori cukup dengan nilai rata-rata 132. Untuk menghitung seberapa besar hubungannya maka dapat dilihat juga dari nilai r yaitu 0,107 ketika di koefisien diterminasi dengan hasil r2 = 1,145% sehingga hubungannya sangat lemah. Kesimpulannya adalah tingkat kemajuan penjasorkes belum menunjang sepenuhnya dalam prestasi akademik siswa SMA, MA dan SMK se-Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: Tingkat Kemajuan Penjasorkes, Prestasi akademik Abstract To support the realization, sport exercise is one of integral part of the whole education process and one of the tools to attain the education purpose. Considering the special characteristic of sport exercise that can increase physical and mental quality also can influence the student behavior in everyday activity. To sustain the academic achievement, a school must be always increase the quality of these 4 aspect, that is: 1. The availability of tools and infrastructure of sport exercise, 2. The availability of educator staff of sport exercise, 3. The achievement of education grade’s enhancement for the past 1 year, 4. Achievement and appreciation that has been obtained for this year. This research is a non-experiment research, type of the correlational that connects 2 variable. The research subjects are 46 high schools that located in Sidoarjo. The instrument that uses to measure the sport exercise progression level  is PDPJOI whereas for the academic achievement was taken from the 2013 UNAS’s average score. Verification of the hypothesis uses the r spearman formula. Data recapitulation for the availability of tools and infrastructure of sport exercise component gets category C with 132 scores in average, the availability of educator staff of sport exercise component gets category B with 159 scores in average, while the achievement of education grade’s enhancement for the past 1 year component gets category C with 173 scores in average and achievement and appreciation that has been obtained for this year component gets category with 83 scores in average. The result of the research shows that the average score of sport exercise progression level is sufficient that has category C with 547,83 in scores. Whereas, for the score of academic achievement is 7,38 in average. From the hypothesis test shows the result that there’s no relation between sport exercise progression level toward academic achievement of high school student in Sidoarjo. Because of the counting result count r shows 0,089093 < 0,291 r table, then the conclusion is the availability of tools and infrastructure of the sport exercise component gets category C with 132 scores in average. To count the relation, we can see the r score, that is 0,107 when in determination coefficient with the result of r2 = 1,145%, so the relation is too weak. The conclusion is the progression level of sport exercise have not fully support the high school student’s academic achievement in Sidoarjo yet. Keywords: Sport Exercise Progression Level, Academic Achievement
PENERAPAN MODIFIKASI MEDIA BOLA SPON PADA HASIL BELAJAR SERVICE BAWAH BOLAVOLI KELAS VII SMPLB-B KARYA MULIA SURABAYA BAGUS A, PRAMUDYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Modifikasi olahraga dalam pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar guru harus lebih bervariasi dalam pembelajaranagar siswa tidak merasa jenuh.Peranan modifikasi olahraga dalam pembelajaran sangat dibutuhkan oleh semua guru. Dengan adanya modifikasi olahraga, diharapkan materi pelajaran bisa tersampaikan dengan baik dan pembelajaran bisa berjalan efektiv dan menyenangkan. Dalam penelitian ini peneliti lebih mengarah ke bolavoli terutama service bawah, karena service bawah merupakan teknik dasar yang paling mudah dilakukan oleh seorang pemula yang baru belajar bolavoli. Oleh karena itu peneliti ingin mencoba menerapkan pembelajaran menggunakan modifikasi bola spon untuk mempermudah siswa dalam belajar teknik dasar service bawah bolavoli.dengan modifikasi media bola spon ini diharapkan dapat merangsang anak didik agar lebih giat belajar, lebih  bertanggung jawab, meningkatkan hasil belajar dan menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi media bola spon dalam pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar service bawah bolavoli.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPLB-BKarya Mulia Surabaya.. Dari hasil penghitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan modifikasi media bola spon dalam pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar service bawah bolavoli yang dibuktikan dari nilai 4,855> 2,228dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya diketahui sebesar 39,09%. Kata Kunci: Modifikasi media bola spon, hasil belajar, service bawah bolavoli   Abstract Modifications in the learning exercise is one of the keys to success in learning activities. In the learning process the teacher should be varied in learning so that students do not feel bored. The role of modifications in the learning exercise is needed by all teachers . With the modification of exercise , the subject matter is expected to be conveyed properly and can run equally effective learning and fun. In this research leads to lower service especially volleyball , because the service under a basic technique that is most easily done by a beginner just learning volleyball. Therefore, researchers want to try to apply the learning to use sponge balls modifications to facilitate students in learning the basic techniques down bolavoli.dengan modification service media sponge ball is expected to stimulate the students to be more active learning, more accountable, improve learning outcomes and sensitize students to always take advantage of his free time for the things that support learning by filling in positive activities. This study aims to determine the effect of medium modifications sponge ball in physical education lessons on learning outcomes of service under volleyball. This research is descriptive quantitative approach to experiment with. Subjects in this study were students of class VII SMPLB-B Kaya Mulia Surabaya.From the results of statistical calculation can be concluded that there is a significant effect modification sponge ball media in teaching physical education on learning outcomes of service under which proved of value volleyball t_count 4 ,855 > t_table 2,228 with significant level of 0.05 . While the greatest effect is found to be 39.09 % . Keywords : media Modification ball sponge , learning outcomes , under service volleyball
PROFIL TINGKAT KECUKUPAN ENERGI SISWA PADA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SMA NEGERI 1 NGANJUK EDI CAHYONO, MUHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencak silat adalah cabang olahraga berasal dari Indonesia, yang terus mengalami perkembangan, baik dari segi organisasi maupun dalam peraturan pertandingan. Organisasi pencak silat di Indonesia disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Dalam upaya untuk mencapai prestasi yang optimal di pencak silat selain membutuhkan latihan yang teratur, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat juga membutuhkan gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecukupan energi, karbohidrat, lemak, protein pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dengan tekhnik metode survei dengan jumlah sampel 33 responden yaitu siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Pengumpulan data dengan menggunakan metode food recall. Data analisa menggunakan perhitungan manual untuk mengetahui persentase dan mean. Berdasarkan analisis tingkat kecukupan energi diketahui bahwa siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Nganjuk yang masuk kategori kurang 21 siswa (63,64 %). Tingkat kecukupan karbohidrat siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Nganjuk yang masuk kategori kurang 24 siswa (72,73 %). Tingkat kecukupan protein siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Nganjuk yang masuk kategori kurang 15 siswa (45,45 %). Tingkat kecukupan lemak siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Nganjuk yang masuk kategori kurang 14 siswa (42,42 %). Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat kecukupan energi siswa masuk kategori kurang. Implikasi dari penelitian ini adalah kecukupan energi dibutuhkan para atlet untuk meraih prestasi yang optimal. Sehingga, pelatih, orang tua, dan siswa memperhatikan nutrisi dalam makanannya. Kata kunci : Kecukupan Energi, Pencak Silat Abstract Pencak Silat is branche of sport wich come from Indonesia. Pencak Silat always improves its maturity from the organitation srtucture and rule of match. The organitation of Pencak Silat in Indonesia called Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). To get optimal achievement in Pencak Silat beside needs continued excercise, the student who follow Pencak Silat extracuricular also need good nutrition in their body. The purpose of this research was to found out the description of energy sufficiency, carbohydrate, fat, protein on student who following pencak silat extracurricular. Research design applying descriptive with quantitative approach. Data collecting by survey method technique with the amount of sample of 33 responden namely student who following pencak silat extracuriculare. Data collecting apllying food recall method. Data analysis using manual calculation for hear frekuency and mean. From the analisys from energy needed its known that student who following Pencak Silat extracurricular at SMA Negeri 1 Nganjuk into category bad are 21 students (63,64. The needed of carbohydrate of the student who following Pencak Silat extracurricular at SMA Negeri 1 Nganjuk who into bad category are 24 students (72,73 %). The needed of  protein of the student who following Pencak Silat extracurricular at SMA Negeri 1 Nganjuk who into bad category are 15 students (45,45 %). The needed of fat are 14 students (42,42 %) into category poor. The research results above show that most of student’s energy sufficiency belong to enough category. The implication of this research is energy sufficiency required by students to reach optimal achievement. So that, instructor, parent, and student pay attention to nutrients on its food. Key words : Energy Sufficiency, Pencak Silat
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (DI) DAN PROBLEM BASE INSTRUCTION (PBI) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING MELAMBUNG SEPAKBOLA KELAS IX SMPN 1 SUGIO LAMONGAN DANAR BAGASTYA, AGIEL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Passing adalah cara memindahkan bola dengan waktu yang cepat dan sasaran yang tepat dari satu teman ke teman lainnya. Passing sering dilakukan menggunakan kaki dan dengan cara passing atas dan passing bawah. Jika dalam permainan sepakbola tidak bisa passing dengan tepat sasaran maka permainan pun akan terhambat bahkan kerjasama tim dalam penguasaan bola tidak dapat berjalan. Banyak model pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar passing. Akan tetapi kenyataaannya saat praktik di lapangan masih banyak siswa yang belum mampu menguasainya dengan model pembelajaran yang telah diterapkan oleh guru. Untuk itu diperlukan model pembelajaran lain yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengusai materi gerak dasar passing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara model pembelajaran Direct Instruction dan Problem Base Instruction, serta untuk mengetahui model pembelajaran  mana yang cocok untuk diterapkan kepada siswa. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction memberikan dampak yang lebih baik yaitu sebesar 29,29%, sedangkan model pembelajaran Problem Base Instruction memberikan dampak sebesar 16,23% terhadap hasil belajar passing melambung sepakbola. Kata Kunci: Gerak dasar passing melambung sepakbola, model pembelajaran direct instruction, model pembelajaran problem base instruction, hasil belajar. Abstract Passing is the way to move a ball quickly to appropriate target from one to another. Passing is often done by using leg and with up and down passing. If the player cannot do passing rightly so the game is obstructed and even the ball possession doesn’t work. .There are many models of study that has been used to improve the ability of students in having a command of the based movement of passing. But a matter of fact, there are still many students who have not had a command of the models that have been implied by the teachers. Therefore it is needed another model to improve the ability of students in having a command of based passing movement material. The purpose of this research is to know about the comparison between Direct Instruction and Problem Base Instruction model as well as to know which models of study that is appropriate to be implied to the students. Based on the research can be concluded that Direct Instruction and Problem Base Instruction model gives a better result as big as 29,29%, whereas problem base instruction model gives 16,23% only to the result of bouncing football passing. Keywords: Base movement of bouncing football passing, direct instruction study model, problem base instruction study model, study result.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK SISWA KELAS IV SDN BIBIS 113 SURABAYA TAHUN AJARAN 2013-2014 RIZAL KURNIAWAN, MUHAMAT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif tentunya guru harus mempunyai terobosan-terobosan baru seperti media. Penggunaan media pembelajaran merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar dalam permainan dan olahraga, nilai-nilai sportivitas, kejujuran, kerjasama, dan lain-lain, serta pembiasaan pola hidup sehat. Penggunaan media audiovisual diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok serta memudahkan proses pembelajaran khususnya dalam bidang pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen berjenis pre experimental yang difokuskan pada One Group Pre-test Post-test design. Data yang digunakan adalah hasil/nilai belajar siswa saat pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data menggunakan tes keterampilan gerak (psikomotor). Instrumen yang digunakan berupa lembar evaluasi pre-test dan post-test. Dianalisis menggunakan rumus rerata dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan media audio visual berjalan lancar dan dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok. Hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan juga mengalami peningkatan, dari jumlah rerata 6,3 menjadi 9,5. Hal ini juga terbukti berdasarkan penghitungan uji-t terlihat bahwa nilai ttabel pada uji t-test for Equality of Means dengan taraf signifikan kedua kelas tersebut 1,697. Untuk data pre-test dan post-test nilai kritis t untuk taraf nyata 0,05 dan df = 35 adalah 29,076 dan 39,346. Dimana 1,697 ≤ 29,076 dan 39,346 atau ttabel ≤ thitung, maka H0 ditolak sehingga H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil pre-test dan post-test siswa dalam penerapan media audio visual terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok di kelas IV. Kata Kunci: media, audiovisual, hasil belajar, lompat jauh, gaya jongkok Abstract Teacher certainly should have new innovation such as media to create innovative learning process. The use of instructional media is used to solve the obstacles found in the teaching and learning process so it can run effectively and efficiently. In physical learning education, teacher is expected to be able to deliver various basic movement skills. Sportsmanship values, honesty, team works, etc. as well as habituating healthy lifestyle. The use of audiovisual media is expected to be able to improve students’ learning achievement in long jump through squat styles materials and simplify the teaching and learning process especially in health and physical education fields. This research is a research experiment of pre experimental that focused at One Group Pre-test Post-test design. The data is used from the result/value of student’s learning on pre-test and post-test. The technique of using data is movement skill test (psikomotor). The instruments is used constitute of evaluation sheet pre-test and post –test. Analyzed using formula terata and significant test. The results of this study shows that the implementation of audio visual media run well and it is able to motivate students in learning long jump through squat styles materials. The students’ achievement before and after implementation get increased, from the average 6.3 to 9.5. it is also proved based on t-test calculation which shows that t table test of t-test for Equality of Means with significance level  of the two classes 1.697. The pre-test and post-test  data with t critical scores for real level 0.05 and df=35 is 29.076 and 39.346 in which 1.697 ≤ 29.076 and 39.346 or ttable≤ thitung, therefore H0 is rejected and H1 is accepted. So, it can be concluded that there are differences of students average scores of pre-test and post test in audio visual media implementation towards learning achievement of long jump through squat styles in the fourth grade. Keywords : media, audiovisual, learning outcomes, long jump, squat style
HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SDN II TENGGONG REJOTANGAN TULUNGAGUNG MAKI A., MUHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keragaman latar belakang ekonomi orang tua berpengaruh pada kemampuan membiayai anak-anaknya sehingga keadaan ekonomi orang tua salah satu faktor yang menentukan gizi anak. Hal ini dikarenakan dalam pemenuhan status gizi anak tidak terlepas dari  dukungan makanan yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi pada siswa SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung dan seberapa besar sumbangan pendapatan orang tua dengan status gizi pada siswa SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung yang berjumlah 99 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah data dari sekolah untuk pendapatan orang tua dan IMT/U untuk status gizi. Analisis data yang digunakan adalah koefisien kontingensi. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa siswa yang mempunyai status gizi kurang berjumlah 4 anak (1 anak mempunyai orang tua dengan pendapatan orang tua sedang, 3 anak tinggi), sedangkan siswa yang mempunyai status gizi normal berjumlah 80 anak (23 anak mempunyai orang tua dengan pendapatan orang tua kurang, 38 anak sedang, 19 anak tinggi), status gizi gemuk berjumlah 12 anak (5 anak kategori kurang, 6 anak sedang, 1 anak tinggi). Kemudian untuk anak dengan status gizi obesitas berjumlah 3 anak (1 anak ategori kurang, 1 anak sedang, 1 anak tinggi). Hasil perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan hasil value sebesar 0.273 dan sig 0.238. hal ini menunjukkan bahwa sig (0.238) > alpha 0.005, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua dengan status gizi pada siswa SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung.  Kata Kunci : Pendapatan Orang Tua, Status Gizi Abstract The variety of economic background could influence the ability to support their children’s. So the economic parents is one of the factors which can effect their nutrients status of the children’s. This because we need money to fulfil every needs in nutrient status of the children’s not only from supported of the food which consumted. The aim of this research is to know correlations of economic parents and nutrient status to students of SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung. This is a non-experiment research with quantitative approach and correlational design. Population in this research is all student of SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung that amounted of 99 students. Instrument in this research is data from school for economic parents and IMT/U for nutrient status. Data analysis applied is contingency coefficient. Based on data analysis result it can be unknown that student who have poor nutrient status are amounted of 4 student ( 1 student have parents with average economic parents, 3 students have high), meanwhile student who have normal nutrient status are amounted of 80 students ( 23 students have parents with poor economic parents, 38 students have average, 19 students high), fat nutrient status are amounted of 12 students ( 5 students poor, 6 students average, 1 student high), then for student who have over weight nutrient status are amounted of 3 students ( 1 student poor, 1 student average, 1 student high). Data calculation result using SPSS 20.0 show value result as big as 0.273 and sig 0.238. It show that sig (0.238) > alpha 0.005, that mean H0 is accepted and H1 is rejected. Thus, it can be conclude that there is not significant correlation between economic of parents with nutrient status to students of SDN II Tenggong Rejotangan Tulungagung. Keywords             : Economic Parents, Nutrient Status