cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO" : 29 Documents clear
KONTRIBUSI POWER OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT PERUT, DAN FLEKSIBILITAS PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN FLYING SHOOT BOLA TANGAN (STUDI PADA ATLET BOLA TANGAN PUTRI JAWA TIMUR) ASTARINA ERFANI PUTRI, NIDA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bola tangan merupakan olahraga beregu dimana dua tim yang masing-masing terdiri dari 7 pemain yang berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan mempertahankan gawang agar terhindar dari kemasukan bola. Permainan bola tangan ini mirip dengan sepak bola atau futsal hanya saja cara memainnkan bolanya menggunakan tangan, bukan kaki. Kondisi fisik berperan penting dalam permainan bola tangan, karena atlet bola tangan harus melakukan pergerakan secara terus- menerus untuk dapat mencetak angka pada saat pertandingan. Kondisi fisik merupakan syarat yang harus dimiliki oleh seorang atlet di dalam meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahraga yang optimal untuk melengkapi  komponen-komponen tersebut yaitu kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, kelentukan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan, dan kecepatan reaksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar kontribusi power lengan, kekuatan otot tungkai, kekuatan otot perut, fleksibilitas pergelangan tangan terhadap kemampuan flying shoot bola tangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Ppopulasi penelitian ini adalah atlet bola tangan putri Jawa timur. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara Power lengan , kekuatan otot tungkai, dan kekuatan otot perut, dan fleksibilitas pergelangan tangan terhadap kemampuan flying shoot bola tangan pada atlit putri bola tangan Jawa Timur dengan dibuktikan degan nilai korelasi antara masing-masing variabel bebas yaitu power lengan (0,153) kekuatan otot tungkai (0,501), kekuatan otot perut (0,92), dan fleksibilitas pergelangan tangan (0,81) terhadap variabel terikat lebih besar dari (0,05). Sedangkan untuk besarnya kontribusi antara keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebasar 36,6%. Kata kunci: bolatangan dan flying shoot.
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT, KELINCAHAN DAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING ATLET BOLA TANGAN PUTRA JAWA TIMUR GHURRI, AINUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bola Tangan merupakan salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia dan Jawa Timur khususnya yang menuntut kemampuan pemain baik dari segi fisik, teknik, taktik, maupun mental. Salah satu teknik dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemain bola tangan adalah teknik shooting / tembakan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa shooting adalah suatu bentuk penyerangan kepada lawan dan juga merupakan ”senjata” untuk menghasilkan skor. Tujun dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi: seberapa besar kontribusi kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, kelincahan, dan konsentrasi terhadap ketepatan shooting, baik secara individual maupun secara serentak (bersama-sama). Sasaran penelitian ini adalah atlet bola tangan putra Jawa Timur yang berjumlah 14 orang. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, kelincahan, konsentrasi, dan shooting.  Dari hasil penelitian dapat dijelaskan: Hasil anova menyatakan nilai Fhitung = 4,475 > Ftabel = 3,63. Hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel kekuatan otot lengan (X1), kekuatan otot perut (X2), kelincahan (X3), dan konsentrasi (X4) secara bersama-sama terhadap ketepatan shooting bola tangan (Y). Dari hasil penelitian diperoleh secara individual variabel kekuatan otot lengan memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel ketepatan shooting bola tangan. Kemudian diikuti kekuatan variabel konsentrasi, kelincahan dan kekuatan otot perut. Untuk variabel bebas kelincahan dan kekuatan otot perut perlu diberikan perhatian yang khusus tentang peningkatan latihan agar bisa didapatkan hasil ketepatan shooting bola tangan yang baik.  Kesimpulan: 1). Variabel kekuatan otot lengan (X1) memberikan kontribusi sebesar 41,34%. 2). Variabel kekuatan otot perut (X2) memberikan kontribusi hanya sebesar 0,34%. 3). Variabel kelincahan (X3) memberikan kontribusi sebesar 0,57%. 4). Variabel konsentrasi (X4) memberikan kontribusi sebesar 16,24%. 5). Secara individual masing-masing variabel hanya kekuatan otot lengan yang memiliki kontribusi yang signifikan dan secara bersama-sama seluruh variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 66,58% terhadap akurasi hasil shooting bola tangan (Y) sehingga secara keseluruhan dapat digeneralisasikan ke dalam populasi.  Kata Kunci: Kekuatan Otot lengan, Kekuatan Otot perut, Kelincahan, Konsentrasi, shooting, Bola tangan.
PENGARUH LATIHAN DENGAN MENGGUNAKAN PARASUT TERHADAP KECEPATAN LARI 60 M (STUDI EKSTRAKULIKULER ATLETIK SMP DR. SEOTOMO, USIA 13-15 TAHUN) RIDHO, MOH.ALI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan adalah proses di mana seorang atlet dipersiapkan untuk performa tertinggi. Tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan atlet dan bekerja kapasitas untuk Optimize kinerja atlet. Parasut (speed chute) adalah alat olahraga yang memungkinkan untuk memaksimalkan akselerasi dan kecepatan akhir melalui perlawanan progresif dan latihan dengan kecepatan lebih jauh. Perlawanan memungkinkan Anda untuk memperbaiki panjang dan frekuensi langkah. Tujuan Latihan Parasut adalah meningkatkan kekuatan dan kekuatan berlari dan memperbaiki panjang langkah, tingkatkan panjang langkah awal dan balik pada kecepatan tinggi meningkatkan kecepatan awal dan transisi ke kecepatan tertinggi. Kecepatan merupakan salah satu komponen biomotor yang diperlukan dalam setiap cabang olahraga. Kecepatan sebagai hasil perpaduan dari panjang ayunan tungkai dan jumlah langka. Kecepatan dipengaruhi oleh teknik gerak yang dilakukan, sehingga fungsi dari teknik adalah untuk memperbanyak frekuensi gerak dan mempercepat waktu reaksi. Lari sprint (cepat) adalah lari dimana atlet harus menempuh jarak dengan kecepatan maksimal mungkin. lari sprint 60 m adalah lari yang diusahakan atau dilakukan dengan secepat-cepatnya (kecepatan maksimal) mulai dari start sampai finish dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk menempuh jarak 60 m menggunakan kecepan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan parasut terhadap kecepatan lari 60 m. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 oktober 2017 pengambilan pre-test dan pengambilan post-test pada tanggal 6 desember 2017 yang dilaksanakan di Lapangan Atletik Koni Jatim. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasannya , maka hasil dari penelitian ini adalah (1) Hasil rata-rata pre-test 10,3941 dengan prosentase 50% dan hasil rata-rata post-test 10,2771 dengan prosentase 50%. (2) Hasil rata-rata pre-test 10,32 post-test 10,17 kelompok treatment. (3) Hasil rata-rata pre-test 10,46 post-test 10,37 kelompok kontrol. (4) Hasil peningkatan kelompok treatment adalah 0,15, sedangkan kelompok kontrol adalah 0,90. (5) Ada tidaknya peningkatan dari pre-test post-test adalah 1,1 %. (6) Hasil uji t atau Thitung adalah 2,12197952. Kesimpulanya adalah ada pengaruh latihan parasut terhadap kecepatan lari 60 m yang cukup antara kelompok treatment dan kelompok kontrol pada anggota ekstrakulikuler atletik SMP Dr. Soetomo Surabaya. Kata Kunci: Latihan, Parasut (Speed Chute), Kecepatan, Lari 60 m Latihan adalah proses di mana seorang atlet dipersiapkan untuk performa tertinggi. Tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan atlet dan bekerja kapasitas untuk Optimize kinerja atlet. Parasut (speed chute) adalah alat olahraga yang memungkinkan untuk memaksimalkan akselerasi dan kecepatan akhir melalui perlawanan progresif dan latihan dengan kecepatan lebih jauh. Perlawanan memungkinkan Anda untuk memperbaiki panjang dan frekuensi langkah. Tujuan Latihan Parasut adalah meningkatkan kekuatan dan kekuatan berlari dan memperbaiki panjang langkah, tingkatkan panjang langkah awal dan balik pada kecepatan tinggi meningkatkan kecepatan awal dan transisi ke kecepatan tertinggi. Kecepatan merupakan salah satu komponen biomotor yang diperlukan dalam setiap cabang olahraga. Kecepatan sebagai hasil perpaduan dari panjang ayunan tungkai dan jumlah langka. Kecepatan dipengaruhi oleh teknik gerak yang dilakukan, sehingga fungsi dari teknik adalah untuk memperbanyak frekuensi gerak dan mempercepat waktu reaksi. Lari sprint (cepat) adalah lari dimana atlet harus menempuh jarak dengan kecepatan maksimal mungkin. lari sprint 60 m adalah lari yang diusahakan atau dilakukan dengan secepat-cepatnya (kecepatan maksimal) mulai dari start sampai finish dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk menempuh jarak 60 m menggunakan kecepan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan parasut terhadap kecepatan lari 60 m. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 oktober 2017 pengambilan pre-test dan pengambilan post-test pada tanggal 6 desember 2017 yang dilaksanakan di Lapangan Atletik Koni Jatim.             Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasannya , maka hasil dari penelitian ini adalah (1) Hasil rata-rata pre-test 10,3941 dengan prosentase 50% dan hasil rata-rata post-test 10,2771 dengan prosentase 50%. (2) Hasil rata-rata pre-test 10,32 post-test 10,17 kelompok treatment. (3) Hasil rata-rata pre-test 10,46 post-test 10,37 kelompok kontrol. (4) Hasil peningkatan kelompok treatment adalah 0,15, sedangkan kelompok kontrol adalah 0,90. (5) Ada tidaknya peningkatan dari pre-test post-test adalah 1,1 %. (6) Hasil uji t atau Thitung adalah 2,12197952. Kesimpulanya adalah ada pengaruh latihan parasut terhadap kecepatan lari 60 m yang cukup antara kelompok treatment dan kelompok kontrol pada anggota ekstrakulikuler atletik SMP Dr. Soetomo Surabaya.
ANALISIS KECEPATAN, KELINCAHAN, KEKUATAN DAN VO2MAX TERHADAP ATLET CABANG OLAHRAGA ANGGAR PUTRA KABUPATEN SITUBONDO ALDERA, NUSA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggar merupakan olahraga perorangan yang mulai digemari masyarakat Indonesia saat ini. Dilihat dari beberapa banyaknya club-club anggar yang mulai menyebar luas di Indonesia. Ada tiga jenis senjata di dalam olahraga anggar, ada degen, floret, dan sabel. Aspek kondisi fisik yang baik akan menunjang suatu permainan yang baik, karena kondisi fisik merupakan pondasi dalam meningkatkan permainan.                  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari  jawaban dari permasalahan yang telah di rumuskan, yaitu (1) Berapakah kemampuan kecepatan atlet anggar Kabupaten Situbondo?, (2) Berapakah kemampuan kekuatan atlet anggar Kabupaten Situbondo?, (3)Berapakah kemampuan kelincahan atlet anggar Kabupaten Situbondo? (4) Berapakah kemampuan Vo2Max atlet anggar Kabupaten Situbondo?                   Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Dan sasaran penelitiannya adalah 10 atlet putra anggar Kabupaten Situbondo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes lari 30 meter, tes shuttle run, tes vertical jump, tes multistage fitness training (MFT) tes yang digunakan untuk mengetahui hasil data kuantitatif analisis kecepatan, kelincahan, kekuatan, dan vo2max terhadap cabang olahraga anggar Kabupaten Situbondo.                     Hasil penilitian menunjukkan bahwa hasil kecepatan cabang olahraga anggarKabupaten Situbondo persentasenya yaitu: 40% kategori cukup, 30% kategori kurang, dan 30% kategori kurang sekali. Kelincahan cabang olahraga anggar Kabupaten Situbondo persentasenya yaitu: 100% kategori cukup. Kekuatan cabang olahraga anggar Kabupaten Situbondo persentasenya yaitu: 100% kategorinya baik sekali. V02max cabang olahraga anggar kabupaten Situbondo persentasenya yaitu: 40% kategori kurang, sedangkan 60% kategori kurang sekali. Berikut adalah data hasil peneilitian sehingga bisa menjadikan kajian dan masukan kepada para pelatih cabang olahraga anggar Kabupaten Situbondo dan perlu diperhatikan kebutuhan yang sesuai untuk atlet sehingga meningkatkan kualitas dan prestasi kedepannya
MODEL EVALUASI PENGAJARAN OLEH GURU PENJASORKES TUNGGAL D., SANDRINA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsepsi pengajaran berorientasi pada pencapaian tujuan. Dalam hal ini, evaluasi berperan penting untuk mengetahui ketercapaian tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk mengevaluasi pengajaran secara keseluruhan yaitu dengan melakukan penilaian sumatif. Guru dapat menggunakan penilaian sumatif untuk mengetahui hasil belajar siswa selama satu semester. Selain itu, penilaian sumatif dapat dijadikan tolak ukur untuk merancang pengajaran seperti apa yang sesuai dengan karakterisktik siswa sehingga mampu mencapai tujuan. Keberhasilan penilaian sumatif yang diterapkan guru dapat ditinjau dari karakteristik penilaian sumatif, antara lain: penilaian bersifat terminal/final, penilaian berada di akhir program pembelajaran, menilai prestasi siswa, memberikan keterangan sejauh mana capaian setiap siswa dalam satu semester, menunjukkan pelajaran apa saja yang telah dikuasi selama masa belajar, bersifat formal seperti mengakhiri suatu tahapan ujian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana model evaluasi pengajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek selama satu semester. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-A tahun ajaran 2016/2017. Data penelitian diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara kepada kepala sekolah, guru, perawakilan siswa, dan orang tua/wali siswa. Hasil penelitian ini yaitu model evaluasi pengajaran yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Tugu tidak memenuhi tujuan evaluasi karena hasil dari model evaluasi yang telah diterapkan tidak dapat menunjukkan apakah tujuan pengajaran Penjasorkes tercapai atau tidak. Artinya perlu adanya perbaikan pada model evaluasi yang telah diterapkan. Kata kunci:Model Evaluasi, Penjasorkes, Penilaian Sumatif
PENGARUH LATIHAN FOOTWORK TERHADAP TINGGI LOMPATAN, KECEPATAN, DAN KELINCAHAN PADA PEMAIN BULUTANGKIS Fawzi, Oky Septian; Jayadi, Ika
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan bulutangkis merupakan permainan yang bersifat individual dapat dimainkan satu orang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang yang menggunakan raket sebagai alat pemukul dan shuttlecock sebagai objek pukul. Tujuan permainan bulutangkis adalah berusaha untuk menjatuhkan shuttlecock di daerah permainan lawan, berusaha agar lawan tidak dapat memukul shuttlecock, dan menjatuhkan di daerah permainan sendiri. Permasalahan yang menjadi acuan dalam penelitian adalah bagaimana latihan footwork memberikan pengaruh terhadap kemampuan tinggi lompatan, kecepatan, dan kelincahan dalam cabang olahraga bulutangkis? Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan footwork terhadap tinggi lompatan, kecepatan, dan kelincahan dan manakah yang lebih dominan pengaruh peningkatan antara tinggi lompatan, kecepatan, dan kelincahan pada latihan footwork. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode quasi-eksperimental design yang bertujuan untu membuktikan sebuah eksperimen secara sistematis mengenai fakta-fakta pengaruh latihan  footwork terhadap tinggi lompatan, kecepatan, dan kelincahan pada pemain bulutangkis. Sampel yang digunakan adalah anggota ekstrakulikuler bulutangkis SMAN 13 Surabaya berjumlah 10 siswa laki-laki. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh latihan footwork terhadap kemampuan kecepatan, kelincahan, dan tinggi lompatan. Dimana pada kecepatan terjadi peningkatan sebesar 0,098%, kelincahan terjadi peningkatan sebesar 0,042%, dan tinggi lompatan terjadi peningkatan sebesar 0,102%. Peningkatan dominan pada latihan footwork tardapat pada tinggi lompatan dengan peningkatan sebesar 0,102%.
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS PUTRA USIA 16 – 18 TAHUN KEJURPROV JATIM Saputra, Nugraha Dendi; Purnomo, Mochamad
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atlet bulutangkis membutuhkan kondisi fisik yang maksimal sesuai dengan faktor ? faktor fisik yang telah di latih. Dalam penelitian ini, saya meneliti berbagai parameter kondisi fisik 10 pemain bulutangkis putra usia 16 ? 18 tahun yang telah masuk dalam kejuaraan provinsi Jawa Timur dan sebagai bagian dari tolak ukur pelatihan fisik mereka selama beberapa tahun. Metode analisa ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dalam setiap olahraga ada tuntutan kondisi fisik yang berbeda. Setelah diukur dengan beberapa alat kadang hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Untuk itu setiap atlet sebelum atau sesudah latihan fisik harus bisa menjaga pola hidup mereka seperti dalam pola makan, istirahat dll. Dan pelatih juga harus bisa memotivasi ketika atlet sedang berlatih dengan tujuan agar mereka bisa mendapatkan semangat dalam mengatur pola hidup mereka di rumah. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes power lengan, power kaki, kecepatan, agility, flexibility, Vo2 Max, dan volume paru ? paru. Setelah di teliti dapat disimpulkan : bahwa pada  power lengan 4 atlet (40%) masuk dalam kategori sedang, power kaki 5 atlet (50%) masuk dalam kategori sedang, kecepatan 6 atlet (60%) masuk dalam kategori baik, agility 3 atlet (30%) masuk dalam kategori kurang, flexibility 5 atlet (50%) masuk dalam kategori baik, Vo2 Max 3 atlet (30%) masuk dalam kategori baik, dan pada volume paru ? paru 6 atlet (60%) masuk dalam kategori baik sekali.
PERBANDINGAN DAYA TAHAN VO2MAX, KECEPATAN, DAN POWER PADA ATLET BULUTANGKIS PB FIFA SIDOARJO U17 DAN ATLET BULUTANGKIS PB SPORTIF NGANJUK U17 WIDYA ASMARA UTOMO PUTRA, ANGGORO; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga bulutangkis sudah menjadi olahraga sangat populer dan mampu bersaing dengan negara lain di dunia, dengan konsekuensi dari prestasi yang dicapai tersebut sehingga para atlet dituntut selalu meraih prestasi yang maksimal. Sehubung dengan itu atlet dan pelatih harus menjalankan progam yang bisa meningkatkan kondisi fisik para pemainnya yang meliputi kelincahan, power, dan dan VO2Max. Pada saat ini bulutangkis lebih pada daya tahan VO2Max, kecepatan, dan power lebih dominan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi; adakah perbedaan kondisi fisik yang terfokus pada tingkat daya tahan VO2Max, kecepatan, dan power pada atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo U17 yang sudah memiliki prestasi di tingkat Nasional maupun di Jawa Timur dan atlet bulutangkis PB Sportif Nganjuk U17 yang belum memiliki prestasi di tingkat Nasional dan Jawa Timur.Kesimpulan : (1) Rata ? rata tingkat daya tahan VO2Max dari atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo U17 sebesar 50,34 dan rata ? rata tingkat daya tahan VO2Max atlet bulutangkis PB Sportif Nganjuk U17 sebesar 46,14. (2) rata ? rata kecepatan atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo U17 sebesar 5,05 detik, dan rata ? rata kecepatan atlet bulutangkis PB Sportif Nganjuk U17 sebesar 5,93 detik. (3) rata ? rata power atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo U17 sebesar 81,45 watt, dan rata ? rata power atlet bulutangkis PB Sportif Nganjuk U17 sebesar 67,06 watt. (4) Terdapat perbedaan kondisi fisik antara atlet Bulutangkis PB Fifa Sidoarjo U17 dengan atlet bulutangkis PB Sportif Nganjuk U17. Kata kunci : Tingkat Daya tahan VO2Max, Kecepatan, dan Power
PERBANDINGAN KOMPONEN KONDISI FISIK BULUTANGKIS PADA ATLET PB FIFA SIDOARJO DAN ATLET PB SATRIA MUDA SIDOARJO U17 HARI ANDARA, EDO; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulutangkis merupakan permainan yang kompleks. Pemain yang bagus atau pun hebat harus memiliki penguasaan fisik, teknik dan taktik yang baik sebagai penunjang performanya dalam bertanding agar dapat memenangkan suatu pertandingan. Pada permainan bulutangkis ada beberapa faktor yang sangat mendukung terwujudnya kemampuan bermain yang bagus, baik itu faktor fisik, teknik maupun faktor taktik seperti yang telah dikatakan di atas. Faktor fisik sangat dominan dan penting sebagai unsur dasar yang harus dimiliki para pemain. Pada saat ini bulutangkis lebih pada daya tahan VO2Max, kecepatan, dan power lebih dominan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi; adakah perbedaan kondisi fisik yang terfokus pada tingkat Tinggi Lompatan, Kekutan Otot Perut, Daya Tahan Otot Lengan, Kecepatan, Kelincahan dan VO2Max. pada atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo yang Sudah lama berdiri dan atlet bulutangkis PB Satria Muda U17 yang baru berdiri. Kesimpulan : (1) tinggi lompatan dari atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo lebih baik daripada tinggi lompatan atlet bulutangkis PB Satria muda Sidoarjo, (2) kekuatan otot perut atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo lebih baik daripada kekuatan otot perut atlet bulutangkis PB Satria muda Sidoarjo, (3) kekuatan lengan atlet bulutangkis PB Fifa lebih baik daripada kekuatan lengan atlet bulutangkis PB Satria muda Sidoarjo, (4) kecepatan atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo lebih cepat daripada kecepatan atlet bulutangkis PB Satria muda Sidoarjo, (5) kelincahan atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo lebih baik daripada kelincahan atlet bulutangkis PB Satria muda Sidoarjo, (6) daya tahan Vo2Max atlet bulutangkis PB Fifa Sidoarjo lebih lama daripada daya tahan Vo2Max atlet bulutangkis PB Satria muda Sidoarjo. Kata Kunci: Tinggi lompatan, Kekuatan otot perut, Kekuatan lengan, Kecepatan, Kelincahan, Daya tahan Vo2Max.
SURVEI KONDISI FISIK ATLET MOTOCROSS TEAM INDAH JAYA RACING FORUM BOJONEGORO KRISTIANDY, WILLY; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik, taktik, mental dan kondisi fisik pemain merupakan unsur penting dalam Motocross yangsaling berhubungan. Seorang atlet membutuhkan kondisi fisik yang baik untuk meningkatkan kualitasteknik. Atlet yang menguasai teknik dengan baik, tetapi kondisi fisiknya tidak baik akan berpengaruhpada permainannya saat bertanding. Kondisi fisik yang baik dapat dicapai dengan latihan fisik yangterprogram dengan baik. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk mengetahui kondisi fisik atletMotocross Indah Jaya Racing Forum Bojonegoro.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet Motocross Indah Jaya RacingForum Bojonegoro.Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan diskriptif yaitu penelitian yang tujuan utamanyaadalah mendiskripsikan atau menggambar fenomena - fenomena yang ada, penelitian dilakukan pada atletMotocross.Hasil dari prosentase komponen kondisi fisik daya tahan (MFT) excellent 25% , poor 25% , good50% . Daya tahan otot lengan Push Up, kategori cukup 75%, dan sedang 25% . Daya tahan otot perut SitUp kategori sedang 25%, dan kurang 75%. Keseimbangan tubuh kategori baik sekali 25%, baik 75%.Kesimpulan bahwa tingkat kondisi fisik atlet Motocross Indah Jaya Racing Forum Bojonegoromempunyai kondisi fisik dengan kategori baik, dilihat dari hasil keseluruhan yaitu MFT, Daya TahanOtot Lengan, Daya Tahan Otot Perut, dan Keseimbangan.Kata Kunci: Kondisi Fisik, Daya Tahan, Motocross.

Page 1 of 3 | Total Record : 29