cover
Contact Name
Fidrayani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
psga@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender
ISSN : 14122324     EISSN : 26557428     DOI : 10.15408/harkat
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender is published by the Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. the journal has been issued two times a year. Harkat invites scholarly articles on gender and child studies from multiple disciplines and perspectives, including religion, education, psychology, law, social studies, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 19(2), 2023" : 4 Documents clear
DRAMATURGY OF GENDER ROLES IN PERSONAL OUTREACH ON SOCIAL MEDIA THROUGH RELIGIOUS TEXTS Saidah, Musfiah; Maulidia, Maya; Ningrum, Diah Ayu Kusuma; Sahfi, Rafiq Subhi
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 19(2), 2023
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v19i2.34513

Abstract

Abstract. Social media, as a platform that allows individuals to share personal stories with a wide audience, has become an important vehicle for personal stories. Religious texts, on the other hand, are often used as a tool to articulate individual feelings and experiences, as well as provide moral and spiritual guidance. This study aims to explain how gender role dramaturgy occurs in personal accounts on social media through religious texts. Is there a difference in influence between men and women in sharing Islamic words through social media and how does dramaturgy theory answer this. This research is a type of field research. Data collection was carried out by interviewing, observing, and tracing written sources such as journals and articles related to the object of research. Meanwhile, data analysis was carried out using qualitative data analysis techniques. The results of this study found several points. First, what is the theory of dramaturgy. Second, the difference between men and women. Third, social media is a medium of da'wah. This research reveals that gender dramaturgy influences the way individuals compose and present their personal stories through religious texts on social media. This underscores the importance of understanding gender roles and social norms in social media content analysis, and the implications for how we understand individual identities and experiences in today's digital context. Abstrak. Media sosial, sebagai platform yang memungkinkan individu untuk berbagi kisah pribadi dengan khalayak luas, telah menjadi kendaraan penting untuk cerita-cerita personal. Di sisi lain, teks keagamaan sering digunakan sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan pengalaman individu, serta memberikan panduan moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dramaturgi peran gender terjadi dalam akun personal di media sosial melalui teks keagamaan. Apakah ada perbedaan pengaruh antara pria dan wanita dalam berbagi kata-kata Islami melalui media sosial, dan bagaimana teori dramaturgi menjawab hal ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan penelusuran sumber tertulis seperti jurnal dan artikel terkait objek penelitian. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan beberapa poin. Pertama, apa itu teori dramaturgi. Kedua, perbedaan antara pria dan wanita. Ketiga, media sosial sebagai medium dakwah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dramaturgi gender memengaruhi cara individu menyusun dan menyajikan cerita pribadi mereka melalui teks keagamaan di media sosial. Hal ini menegaskan pentingnya memahami peran gender dan norma-norma sosial dalam analisis konten media sosial, dan implikasinya terhadap pemahaman identitas dan pengalaman individu dalam konteks digital saat ini. 
PENGARUH ADVOKASI GERAKAN #NiUnaMenos DALAM PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT AMERIKA LATIN PADA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Putri, Risna Auriel Eka
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 19(2), 2023
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v19i2.36555

Abstract

Abstract. Latin America has become one of the regions with high rates of gender-based violence in the world. As of 2021, there were 4,473 women experiencing violence in Latin American countries. The Ni Una Menos movement emerged from grassroots movements in Argentina to combat violence against women and advocate for women's rights. Through the stages of mass mobilization theory, the Ni Una Menos movement can be considered fairly successful in advocating for issues and influencing existing policies. In addition to large-scale protests, advocacy is also carried out through social media using the hashtag #NiUnaMenos, which is still used in discussions about women's rights prosecutions and discussions and advocacy regarding awareness of violence against women. This movement has also been able to compel governments in various countries to take action to reduce gender-based violence. The efforts to increase awareness through the Ni Una Menos movement may not have completely succeeded in reducing the incidence of violence against women in Latin America, but this massive and popular feminist movement has been able to spread advocacy and declare that violence against women must be eradicated. Abstrak. Amerika Latin menjadi salah satu kawasan dengan angka kekerasan berbasis gender yang tinggi di dunia. Hingga tahun 2021, terdapat 4.473 wanita mengalami kekerasan di negara-negara Amerika Latin. Gerakan Ni Una Menos hadir dari gerakan-gerakan akar rumput di Argentina untuk melawan kekerasan terhadap perempuan dan menyuarakan hak-hak perempuan. Melalui tahapan teori mass mobilization, gerakan Ni Una Menos dapat dikatakan sebagai gerakan yang cukup berhasil dalam mengadvokasi isu dan memengaruhi kebijakan yang ada. Selain melalui protes besar-besaran, advokasi juga dilakukan melalui media sosial melalui tagar #NiUnaMenos yang hingga saat ini masih digunakan dalam pembahasan penuntutan hak-hak perempuan serta diskusi dan advokasi mengenai kesadaran terhadap kekerasan terhadap perempuan. Gerakan ini juga telah mampu mendorong pemerintah di berbagai negara untuk mengambil tindakan untuk menekan angka kekerasan berbasis gender. Upaya peningkatan kesadaran melalui gerakan Ni Una Menos ini memang belum secara 100% mampu untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Amerika Latin, tetapi gerakan feminis yang masif dan cukup populer ini mampu menyebarkan advokasi dan menyerukan bahwa kekerasan terhadap perempuan harus dihapuskan. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDORONG MAHASISWA DALAM MELAKUKAN KEKERASAN VERBAL TERHADAP LAKI-LAKI FEMININ Maula, Ima Ismatul; Khoiriah, Wahidah Itsniattin Nur; Erliana, Elien; Laelasari, Neng Desti Nur
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 19(2), 2023
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v19i2.36606

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the forms of verbal violence and the factors that encourage verbal violence against feminine men. The background of this research is the discovery of forms of discrimination or violence against feminine men in the environment around the research location. The method used in this research is a qualitative-descriptive approach with data collection techniques in the form of observation and interviews. The results and discussion in this study found three forms of verbal violence against feminine men, namely Labelling, Mocking and Negative Stereotyping. The results also show that there are five factors that encourage students to commit verbal violence against feminine men, namely Individual Factors, Environmental Factors, Family Factors, Religious Factors and Social Media Factors. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kekerasan verbal serta faktor yang mendorong terjadinya kekerasan verbal terhadap laki-laki feminin. Latar belakang penelitian ini adalah ditemukannya bentuk diskriminasi atau kekerasan terhadap laki-laki feminin di lingkungan sekitar lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini menemukan tiga bentuk kekerasan verbal terhadap laki-laki feminin, yaitu Labelling, Mengejek dan Stereotip Negatif. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya lima faktor yang mendorong mahasiswa melakukan kekerasan verbal terhadap laki-laki feminin, yaitu Faktor Individu, Faktor Lingkungan, Faktor Keluarga, Faktor Agama dan Faktor Media Sosial.  
THE ROLE OF WOMEN IN GLOBAL PEACEKEEPING MISSIONS: UNSC RESOLUTION 2538 Diana, Dianatul Ilmi; Ronia Pratiwi, Fanisa Ira; Hidayatullah, Achmad Diny
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 19(2), 2023
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v19i2.37073

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the role of women in peacekeeping missions and the implementation of UNSC Resolution 2538. This study employs a literature review. The role of women in UN Security Council Resolution 2538 (2020) is analyzed using references from academic journals, official websites, and electronic news. The results show that women can help facilitate peace talks more effectively. Women's participation in peacekeeping missions plays an important role in creating global peace. They bring mediation skills, help achieve more durable peace agreements, and provide a sense of security for local populations. Despite challenges, support from governments, NGOs and civil society is needed to increase the role of women. UN Security Council Resolution 2538 of 2020 provides equal opportunities for men and women in peace and conflict missions. This shows that women have a significant role in maintaining global peace, and Indonesia plays an important role in elevating women in maintaining UN welfare and encouraging women's participation in UN environmental missions. The UNSC Resolution on Women in Peacekeeping is also a milestone in Indonesian diplomacy. UNSC Resolution 2538 was initiated by Indonesia and approved by 97 UN countries. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam misi pemeliharaan perdamaian dan implementasi Resolusi UNSC 2538. Studi ini menggunakan tinjauan pustaka. Peran perempuan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2538 (2020) dianalisis dengan menggunakan referensi dari jurnal akademis, situs web resmi, dan berita elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dapat membantu memfasilitasi pembicaraan perdamaian dengan lebih efektif. Partisipasi perempuan dalam misi pemeliharaan perdamaian memainkan peran penting dalam menciptakan perdamaian global. Mereka membawa keterampilan mediasi, membantu mencapai perjanjian perdamaian yang lebih tahan lama, dan memberikan rasa keamanan bagi penduduk setempat. Meskipun menghadapi tantangan, dukungan dari pemerintah, LSM, dan masyarakat sipil diperlukan untuk meningkatkan peran perempuan. Resolusi Dewan Keamanan PBB 2538 tahun 2020 memberikan kesempatan yang sama bagi pria dan wanita dalam misi perdamaian dan konflik. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang signifikan dalam menjaga perdamaian global, dan Indonesia memainkan peran penting dalam meningkatkan peran perempuan dalam menjaga kesejahteraan PBB serta mendorong partisipasi perempuan dalam misi lingkungan PBB. Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Perempuan dalam Pemeliharaan Perdamaian juga merupakan tonggak dalam diplomasi Indonesia. Resolusi UNSC 2538 diinisiasi oleh Indonesia dan disetujui oleh 97 negara anggota PBB. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4