cover
Contact Name
Fidrayani
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
psga@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender
ISSN : 14122324     EISSN : 26557428     DOI : 10.15408/harkat
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender is published by the Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. the journal has been issued two times a year. Harkat invites scholarly articles on gender and child studies from multiple disciplines and perspectives, including religion, education, psychology, law, social studies, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016" : 10 Documents clear
RUMAH PERAN SI PAI (STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP ANAK) Andi Tanaka
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2080.529 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7568

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan kasus yang perlu mendapat perhatian khusus oleh semua golongan, termasuk pemerintah. Hal ini dikarenakan anak merupakan harapan dan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Oleh karena itu diperlukan perlindungan secara khusus agar hak-hak anak tetap terjaga. Perlindungan ini diperlukan karena anak merupakan bagian masyarakat yang mempunyai keterbatasan secara fisik maupun mental. Disini penulis mencoba menawarkan solusi alternatif untuk memberikan perlindungan tehadap anak dari tindakan kekerasan dengan menggagas “Rumah Peran SI-PAI”. Rumah Peran Si-PAI (Rumah Peran Si-Perlindungan Anak Indonesia) merupakan lembaga di bawah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang bergerak di bidang advokasi dan KOMA (Konseling Masyarakat). Dengan adanya konsep Rumah Peran SI-PAI diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang dapat mengakomodasi berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh anak. Sehingga dengan hadirnya Rumah Peran SI-PAI dapat mengoptimalkan peran pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua di dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Dengan perlidungan optimal inilah diharapkan akan lahir generasi-generasi cerdas, kreatif, dan solutif yang akan dapat memajukan dan mensejahterakan kehidupan bangsa dan negara.
KEKERASAN DAN DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN DALAM PANDANGAN HUKUM Defi Uswatun Hasanah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2309.754 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7564

Abstract

Kekerasan dan diskriminasi yang menimpa perempuan masih menjadi isu yang hangat untuk didiskusikan, hal ini tidak saja menjadi pembicaraan dalam tingkat nasional, namun juga dalam tingkat internasional. Kekerasan dan diskriminasi yang dialami perempuan berawal dari budaya patriarkhi dalam pemahaman tentang superioritas laki-laki terhadap perempuan. Ditambah dengan munculnya beragam pemahaman terhadap teks-teks agama yang diyakini sebagai pelegitimasi terhadap superioritas laki-laki. Diskriminasi juga diyakini sebagai pengaruh dari terjadi kekerasan terhadap perempuan, perlakuan diskriminasi ini hampir terjadi dalam setiap bidang kehidupan. Peraturan-peraturan yang dijadikan sebuah hukum dibentuk salah satunya berupaya untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan, namun hal itu tidaklah terbukti bahkan hukum dinilai menjadi lembaga yang menyuburkan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.
HUBUNGAN KESETARAAN GENDER DENGAN USAHA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Royhanun Athiyyah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2461.572 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7569

Abstract

Karya tulis ini dibuat dengan mengkaji ketercapaian target pembangunan milenium 2015 atau Millenium Development Goals 2015 (MDGs 2015). Pembahasan selanjutnya hanya dikhususkan pada tiga target yaitu target mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, serta meningkatkan kesehatan ibu. Karya tulis ini mengacu pada dua sumber utama yaitu laporan pencapaian tujuan pembangunan milenium di Indonesia 2014 dan pembangunan kesetaraan gender background study RPJMN III (2015-2019). Target mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan politik secara keseluruhan tercapai. Berdasarkan survei tahun 2014, empat indikator kesetaraan gender bidang pendidikan telah melampaui target MDGs 2015 yang seharusnya yaitu 100% (tidak ada ketimpangan pendidikan antara perempuan dan laki-laki). Hal tersebut mengindikasikan bahwa tujuan yang dilakukan menyebabkan ketimpangan pendidikan antara perempuan dan laki-laki dimana perempuan berada pada posisi yang lebih baik namun ketimpangan tersebut tidak terlalu besar. Ketercapaian yang luar biasa ini tidak diiringi ketercapaian target menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Laporan terakhir mengenai indikator angka kematian anak (tahun 2012) masih berstatus akan tercapai’ dan ‘perlu perhatian khusus’. Hal tersebut juga terjadi pada target meningkatkan kesehatan ibu. Hal ini menunjukkan bahwa angka kematian anak dan kesehatan ibu tidak banyak dipengaruhi oleh kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
KEKERASAN TERHADAP ANAK OLEH ORANG TUA YANG STRESS Lulu'il Maknun
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2243.496 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7565

Abstract

Kekerasan terhadap anak (child abuse) tanpa disadari kerap dilakukan oleh orang tua. Padahal orang tua mengemban tugas sebagai pelindung dan utamanya mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Lebih menyedihkan lagi sebuah survey mengungkapkan bahwa orang tua perempuan (ibu) 60% lebih sering melakukan kekerasan terhadap anak dibanding orang tua laki-laki (ayah).  Ada beberapa faktor yang melandasi mengapa orang tua, khususnya ibu melakukan tindak kekerasan terhadap anak, di antaranya; faktor stress, trauma masa lalu dll. Akibat dari tindak kekerasan tersebut dapat berupa fisik maupun psikis bahkan kematian. Akibat yang paling berbahaya adalah trauma jangka panjang, yang dikhawatirkan berpotensi untuk mengulangi tindak kekerasan yang dialami ketika masih kecil kepada anak mereka setelah menjadi orang tua. Hukum perundang-undangan menindak tegas pelaku kekerasan yang terbukti bersalah, walaupun itu adalah orang tua kandung sendiri. Beberapa rekomendasi dimunculkan untuk menghentikan kekerasan terhadap anak.
KEKERASAN DALAM PACARAN PADA REMAJA Fenita Purnama
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3450.516 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7570

Abstract

Menurut Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Jawa Tengah, pada awal hingga pertengahan 2014 tercatat korban kasus kekerasan terhadap perempuan berjumlah 386 perempuan. Dari ratusan korban itu, terdapat enam orang meninggal dunia karena kasus kekerasan dalam pacaran (KDP).  LRC-KJHAM Jawa Tengah menyatakan kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah tersebar di 31 kabupaten dan kota. Kasus paling banyak terjadi di Kota Semarang dengan 117 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan dalam pacaran pada remaja di Kota Semarang. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan tipe Explanatory Research dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 260 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara  variabel frekuensi pacaran (nilai p = 0,001), self esteem (nilai p = 0,041), self image (nilai p = 0,000), dan persepsi tentang peran gender (nilai p = 0,048) dengan kekerasan dalam pacaran . Pada analisis multivariat, secara bersama-sama ada pengaruh frekuensi pacaran, self image, self esteem, dan persepsi tentang peran gender terhadap kekerasan dalam pacaran pada remaja Kota Semarang. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kekerasan dalam pacaran adalah self image (OR 3,330). Saran dalam penelitian ini adalah Bagi Instansi terkait baik Dinas Pendidikan maupun sekolah dapat memberikan pendidikan dan penyuluhan mengenai peningkatan self image, self esteem, dan persepsi tentang peran gender guna mencegah kekerasan dalam pacaran.
AL KAAFFAH BRAIN SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN Sitti Rabiah Yusuf
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2555.716 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7566

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengintegrasikan antara dua pemahaman yang saling berbeda atau menyatukan variasi pemikiran yang berbeda dalam satu pemahaman yang utuh melalui konsep pemikiran holistik atau disebut al Kaaffah Brain. Manfaatnya adalah untuk memperkuat peran pendidikan dalam menyelesaikan berbagai masalah. Al Kaaffah Brain adalah sebuah konsep atau gagasan pendidikan yang dihasilkan dari gabungan sifat penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Konsep ini melalui pengamatan yang mendalam terhadap berbagai teks dan kehidupan sosial di lingkungan sekitar berupa al-Qur’an, hadis, buku-buku pendidikan, pengalaman, pemberitaan di media, tulisan-tulisan organisasi dan aksi-aksi sosial. Gagasan ini terus sedang dieksperimen dan dievaluasi. Landasan teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran otak kanan, teori kreativitas, teori tafsir, teori penelitian dan pendidikan. Pemikiran holistik sensitif pula terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satu wujudnya dengan membangun kesadaran melalui integritas kurikulum dan perubahan frekuensi dakwah. Menyatukan al-Qur’an dan ilmu pengetahuan sebagai landasan dalam berfikir terhadap semua materi belajar khususnya materi aktivitas dosen yang memiliki peran penting membentuk guru di sekolah maupun guru di lingkungan sosial. Penceramah atau pendakwah tidak menjadikan dakwah sebagai jalan mencari rezki tapi rezki sebagai jalan untuk berdakwah. Dosen, guru,orang tua dan penceramah bersama-sama pada satu tujuan yaitu Islam dalam makna keselamatan.
MEMPERKUAT KEWIRAUSAHAAN PEREMPUAN MELALUI UMKM SEBAGAI PENOPANG LAJU PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN Mohamad Alen Aliansyah
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2317.013 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7571

Abstract

Pasca dibentuknya Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women atau CEDAW oleh PBB, hak-hak perempuan dalam kehidupan sosial terus muncul kepermukaan, hak yang terus mencuat adalah di bidang perekonomian. Hak perempuan dalam perekonomian mengalami perkembangan dengan perannya yang signifikan terhadap perekonomian, hal tersebut dikarenakan tuntutan perkembangan ekonomi dunia. Dalam menghadapi perkembangan dunia, pembangunan ekonomi menjadi agenda untuk mengejar perkembangan ekonomi dunia. Sehingga, tulisan ini bertujuan memperlihatkan peran kewirausahaan perempuan terhadap pembangunan ekonomi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan jenis data sekunder. Singkatnya, dalam agenda pembangunan ekonomi harus bertumpu pada perekonomian domestik yang padat karya, oleh karena itu perlu pembenahan dan penguatan kewirausahaan perempuan.
PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI PERSPEKTIF ISLAM Ali Mukti
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3207.483 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7562

Abstract

Abstrak: Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak di bawah umur saat ini sudah sangat memprihatinkan bahkan dapat dikatakan dalam kondisi kritis dan darurat sehingga sangat meresahkan, butuh penanganan khusus dan serius dari berbagai kalangan, terutama dari pihak keluarga, pegiat pendidikan, pakar hukum, tokoh agama dan juga pemerintah agar kondisi tersebut segera dapat tertangani dan diantisipasi. Kekerasan seksual yang terjadi saat ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa ataupun anak remaja saja akan tetapi sudah sering terjadi pada anak usia 2-6 tahun atau yang disebut dengan anak usia dini. Maraknya kasus kekerasan seksual tersebut perlu segera ditangani secara intensif salah satunya dengan melakukan upaya preventif melalui pendidikan seks sejak anak usia dini. Hal ini menjadi penting dilakukan agar anak mulai faham mengenai masalah seksualitas sehingga terhindar dari ancaman pelecehan seksual. Tulisan ini merupakan hasil penelitian library research yang isinya mencoba menemukan gambaran mengenai perlunya pendidikan seks pada anak sejak usia dini sebagai upaya preventif terhadap pelecehan seksual dengan berdasarkan perkembangan psikologi anak (perkembangan kognitif dan perkembangan seksual) serta bagaimana memberikan pendidikan seks terhadap anak usia dini dalam perpsektif Islam. Mengingat masyarakat kita masih tabu ketika mendengar istilah pendidikan seks, apalagi diterapkan untuk anak yang masih berada pada usia dini.
DAMPAK DIBALIK TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SERTA SOLUSINYA Nur Ahmad Muharram
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3136.793 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7567

Abstract

Violence against women is always connoted with gender-based violence. It is not without cause, because the reality of violence against women in any context and the domain is due to the cultural dominance of men against women. Cultural domination is what ultimately makes the lame pattern of relationships between men and women, with a pattern of inferiority and superiority. This is actually happening behind the acts of violence against women is highly implicated in the reality of society over the years.
Jajanan Berbahaya Mengintai Anak Indonesia Anis Fuadah Zuhri
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (2), 2016
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3041.315 KB) | DOI: 10.15408/harkat.v12i2.7563

Abstract

Generasi emas merupakan generasi yang diharapkan lahir dari negeri tercinta bernama Indonesia. Generasi yang disiapkan menjadi penopang kehidupan bangsa, yang cerdas, berkarakter, dan sehat rohani jasmaninya. Generasi yang memiliki kebebasan secara fisik dan mental menikmati perkembangan kehidupan, baik dari sisi akademik. Anehnya belakangan, di antara gemerlapnya teknologi dan kemajuan sistem pendidikan yang menunjang perwujudan generasi emas Indonesia, bertaburan berbagai kasus yang mengotori usaha-usaha tersebut. Keracunan makanan hampir setiap hari, berganti tempat dari sekolah satu di daerah A, berpindah ke sekolah B di daerah lainnya. Kemudian, yang lebih memrihatinkan adalah, kejadian tersebut disebabkan oleh makanan-makanan tidak sehat, tidak memiliki nutrisi yang cukup untuk menunjang perkembangannya. Kebanyakan kasus tersebut berawal dari mengonsumsi makanan sampah, yang masih bebas dijajakan di sekitar sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10