cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 98 Documents clear
PENGARUH LIMBAH BETON DAN MARMER PADA CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN GILSONITE Susanto, Andriyas; Sayekti, Sukma Priya; Arifin, M. Zainul; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.371 KB)

Abstract

Aspal porus merupakan campuran perkerasan yang didesain mempunyai porositas tinggi dibanding dengan jenis perkerasan lain. Umumnya aspal porus memiliki stabilitas Marshall yang rendah, karena menggunakan campuran dengan sedikit agregat halus. Pada penelitian ini digunakan limbah beton dan marmer sebagai agregat kasar dan halus untuk campuran aspal porus juga ditambahkan Gilsonite untuk meningkatkan nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum agregat kasar pada campuran aspal porus dan kadar aspal optimumnya. Setelah itu dilakukan penelitian tahap selanjutnya untuk mendapatkan pengaruh penambahan Gilsonite terhadap karakteristik Marshall dan kadar optimum Gilsonitenya. Pada penelitian ini Perlakuan yang digunakan yaitu dengan membuat campuran aspal perkerasan dengan variasi persentase proporsi agregat kasar 100/0, 80/20, 60/40, 40/60, 20/80, 0/100 (batupecah/limbah beton) menggunakan aspal pen 60/70. Kemudian campuran dicampur dan dipadatkan pada suhu 140 - 1600 sesuai standar Bina Marga untuk campuran aspal panas. Setelah itu ditumbuk pada masing-masing sisi atas dan bawah sebanyak 50 kali. Pengujian selanjutnya adalah uji Falling Head sesuai ASTM untuk mengetahui tingkat permeabilitas campuran aspal dan uji Marshall dengan metode sesuai dengan standar Bina Marga. Setelah didapat KAO, maka dilakukan pembuatan benda uji tahap kedua dengan variasi bahan tambahan Gilsonite sebesar 8%, 9%, dan 10% dari berat aspal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah KAO dari masing-masing komposisi limbah beton sebagai agregat kasar pada campuran aspal porus. Kemudian dipilih KAO dengan mempertimbangkan hasil karakteristik Marshall yang terbaik menggunakan metode grafik pita dan 3D. Dari kedua metode tersebut didapatkan hasil campuran optimum dengan menggunakan komposisi 0/100 (batu pecah/limbah beton) denga KAO 5,433%. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji tahap dua dengan penambahan Gilsonite dengan menggunakan komposisi campuran agregat kasar maksimum dan KAO yang telah didapat. Dari pengujian tahap kedua didapatkan hasil kadar Gilsonite optimum sebesar 9% dari berat aspal. Dengan penambahan Gilsonite HMA Modifier Grade, mampu mempengaruhi peningkatan nilai VIM sebesar 4,417% dan nilai stabilitas sebesar 16,863%. Hasil tersebut memenuhi standar Australia sebagai acuan nilai karakteristik Marshall aspal porus pada penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan standar gradasi lain atau penambahan zat additive lainnya untuk memperoleh spesifikasi yang lebih baik. Kata kunci : aspal porus, limbah beton, limbah marmer, gilsonite, VIM, stabilitas.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN TOL KARANGANYAR-SOLO Ridwansyah, Achmad Miraj; Putranto, Yonandika Pandu; Djakfar, Ludfi; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.106 KB)

Abstract

Jalan tol Solo – Kertosono merupakan salah satu bagian jalan tol Trans Jawa yang saat inimasih dalam tahap pembangunan. Pembangunan jalan tol ini menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). Perkerasan kaku adalahperkerasan yang menggunakan semen sebagai bahan  ikat sehingga mempunyaitingkat  kekakuan yang  relatif  cukup  tinggi. Penelitian ini dilakukan karena adanya beberapa hambatan yang terjadi mengakibatkan tertundanya perkerjaan pembangunan hingga saat ini (2015) yang awalnya dijadwalkan selesai pada tahun 2014. Penundaaan pekerjaan dapat menyebabkan terjadinya perubahan data lapangan, terutama data lalu lintas harian, yang menyebabkan perubahan pada desain perencanaan. Hasil analisa tebal perkerasan yang baru nantinya dapat digunakan sebagai data pembanding dan dapat digunakan sebagai alternatif untuk menyelesaikan masalah yang ada. Perencanaan perkerasan kaku pada ruas tol Karanganyar-Solo dianalisa berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2013, berbeda dari hasil analisa sebelumnya yang diketahui masih memakai Metode Bina Marga tahun 2002 yang merupakan metode analisa lama. Maka diharapkan hasilnya dapat menjadi pembanding dan saran alternatif untuk instansi terkait karena tertundanya proyek dapat menyebabkan terjadinya perubahan data analisa desain terutama pada data jumlah lalu lintas. Selain berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2013, digunakan Metode AASHTO 1993 sebagai pembanding hasil perencanaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perencanaan perkerasan kaku (rigid pavement) menggunakan jenisperkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan.Struktur perkerasan beton direncanakan dengan menggunakan ketebalan 300 mm atau 30,0 cm, disesuaikan dengan perhitungan perencanaantebal perkerasan dengan menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2013. Sedangkan untuk pondasi bawahmenggunakan lapis pondasi agregat kelas A dengan tebal 15 cm. Lebar pelat sebesar 2 x 3,6 m per lajur dengan panjang 5 m. Sambungan susut dipasang setiap jarak 5 m dengan diameter 36 mm, panjang 45 cm, dan jarak antar dowel 30 cm. Batang pengikat (tiebar) digunakan baja ulir dengan diameter 16 mm, panjang 70 cm, dan jarak antar batang pengikat 75 cm. Berdasarkan Metode AASHTO didapatkan hasil tebal pelat beton 28 cm dengan menggunakan Lapis Pondasi LMC (Lean-Mix Concrete) 10 cm dan juga Lapis pondasi Agregat Kelas A 15 cm. Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan perbedaan metode yang digunakan serta semakin bertambahnya volume lalu lintas tiap tahunnya selama masa tertundanya pembangunan proyek. Sehingga analisis proyek yang dibuat pada tahun 2010 tentunya akan berbeda dengan analisis yang dibuat pada tahun 2015. Kata kunci : perencanaan jalan, jalan tol, perkerasan kaku, tebal perkerasan, tol karanganyar-solo
KAJIAN KINERJA TERMINAL TALANGAGUNG DI KEPANJEN KABUPATEN MALANG Septian, Dody Tri; Chamora, David; Arifin, m. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.497 KB)

Abstract

Terminal Talangagung terletak di Kepanjen, Kabupaten Malang, terminal ini berfungsi untuk  menunjang tranportasi umum di wilayah-wilayah kabupaten, tetapi sarana dan prasarana yang ada di terminal talangagung masih kurang memadai untuk para penggunanya, dari mulai kondisi fisik terminal, petugas, sampai trayek di terminal tersebut masih kurang diperhatikan kenyamanan dan kelayakannya. Dengan permasalahan tersebut peneliti ingin mengetahui, kinerja operasional terminal Talangagung Kabupaten Malang, kinerja pelayanan Terminal Talangagung, serta strategi pengembangan Terminal Talangagung. Dalam kajian ini peneliti menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor kinerja penting apa yang harus ditunjukkan oleh UPTD Terminal Talangagung dalam memenuhi kepuasan para pengguna jasa mereka (Penumpang angkutan umum) dengan menggunakan sampel sebanyak 330 responden. Dari analisis tersebut dilakukan analisis pengembangan menggunakan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats), IFAS (internal factor analysis summary) – EFAS (external factor analysis summary) variabel untuk SWOT diambil dari analisis kinerja, metode IPA, dan hasil kuisioner dengan responden sebanyak 100 orang, dan juga digunakan analisis dengan metode Headway untuk mengetahui waktu antara kedatangan atau keberangkatan dari kendaraan pertama dan kedatangan atau keberangkatan dari kendaraan berikutnya yang diukur pada titik tertentu. Survei headway di lakukan pada pintu kedatangan dan pintu keberangkatan angkutan di dalam terminal Talangagung. Dari anilisis Headway secara umum dapat disimpulkan  bahwa headway rata-rata yang terjadi banyak dijumpai headway yang dibawah dan diatas standar headway ideal SK Dirijen Perhubungan Darat No 687 Tahun 2002 yaitu, 5-10 menit. Dari hasil kinerja pelayanan Terminal Talangagung, yang di lihat dari hasil analisis IPA (Importance Performance Analysis), didapatkan rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 66,09%. Hasil dari analisis metode strategi pengembangan dengan menngunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dan IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), pengembangan pada Terminal Talangagung didapatkan hasil masuk dalam kuadran III (Survival) berada di ruang F (Guirelle Strategy), strategi yang dilakukan adalah memperbaiki tata letak dan lokasi Terminal Talangagung, peningkatan kualitas petugas, pembenahan atau menambah pengadaan fasilitas pelayanan penumpang, meningkatkan kredibilitas melalui pemenuhan kebutuhan penumpang, dan petugas bertindak tegas membubarkan terminal bayangan. Kata kunci: Terminal Talangagung Kepanjen, Kinerja Terminal, IPA, SWOT, IFAS, EFAS
KAJIAN KINERJA PELAYANAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) KABUPATEN SIDOARJO Pradita, Fajrin; Nurhidayati, Istiqomah; Sulistyo, Harnen; Arifin, M. Zainul
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.876 KB)

Abstract

Meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan permasalahan tranportasi di Kabupaten Sidoarjo, untuk menangani masalah tersebut pemerintah memberikan solusi berupa BRT Kabupaten Sidoarjo. Dikarenakan tingkat kinerja pelayanan dan operasional yang masih rendah, metode yang digunakan untuk mengkaji aspek tersebut adalah Importance Performance Analysis (IPA). Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat pelayanan dan operasional, jumlah subsidi pada Biaya Operasional Kendaraan (BOK), serta upaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan dan operasional. Metode pengumpulan data pada survei kuisioner menggunakan rumus Slovin dan didapatkan jumlah total 210 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek yang berada di kuadran I dan mempengaruhi kinerja BRT. Dari hasil perhitungan BOK didapatkan subsidi silang sebesar Rp 6.819,-/seat dan Rp 73.057,-/tahun. Untuk mengoptimalkan kinerja yang telah ada beberapa saran yang dapat ditempuh yaitu melakukan perubahan rute kendaraan agar melewati pusat kegiatan masyarakat dan dilakukan sosialisasi lebih lanjut pada masyarakat Kabupaten Sidoarjo.   Kata kunci: Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Bus Rapid Transit (BRT), Importance Performance Analysis (IPA), subsidi penumpang, tingkat kinerja pelayanan.
PENGARUH KAPUR PADAM SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN CPHMA (COLD PAVING HOT MIX ASBUTON) DENGAN VARIASI KADAR LGA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Wiyanta, Yogi Kurnia; Baisa, Havizh Lukman; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal buton merupakan salah satu aspal alam (rock asphalt) yang hanya terdapat di Indonesia dan mulai dimanfaatkan keberadaannya sebagai bahan pengikat. Jumlahnya yang melimpah dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengisi kekurangan produksi aspal minyak oleh Pertamina. Salah satu produk dari asbuton yang dapat dimafaatkan sebagai alternatif pengganti aspal minyak adalah LGA (Lawelle Granular Asphalt). Kajian ini dilakukannya untuk mengetahui pengaruhpenggunaan kapur padam sebagai filler dan variasi kadar LGA terhadap karakteristik marshall-nya. Pembuatan benda uji pada penelitian ini menggunakan agregat lokal dari Purwosari, Lawelle Granular Asphalt (LGA) dan komposisifillerantara kapur padam dan abu batu dengan gradasi rencana yang telah ditentukan. Pada penelitian ini digunakan dua macam perlakuan yaitu pembuatan benda uji dengan variasi kadar LGA sebesar 25%, 30%, 35% dan variasi komposisi filler/ bahan pengisi sebesar 0/100, 25/100, 50/50, 75/25, 100/0 (kapur padam : abu batu).  Kemudian campuran tersebut dilakukan pencampuran pada suhu 140 – 160 0C sesuai standar Bina Marga untuk campuran aspal panas.  Setalah campuran diperam selama ±24 jam kemudian dilakukan pemadatan dengan suhu pemanasan 67,50C sesuai suhu optimum penelitian sebelumnya.Dari persamaan yang didapatkan untuk masing-masing karakteristik dilakukan plot terhadap Grafik 3D yang menjelaskan hubungan antar variabel independen (X1 dan X2) terhadap variabel dependen.  Dari hasil analisa proyeksi kontur dari Grafik 3D masing-masing karakteristik didapatkan kadar LGAoptimum sebesar 29,635% dan komposisi kadar filler optimum sebesar (59,3 : 40,7)%.  Berdasarkan nilai kadar optimum LGA dan komposisi filler optimum didapatkan nilai stabilitas, flow, marshall quotient, VIM (void in mix), VMA (void in mineral agregat), dan VFB (void filled with bitumen) berturut turut sebesar 1304,64 kg; 4,905 mm; 363,84 kg/mm; 25,92%; 38,43%; dan 27,69%.  Nilai karakteristik marshall yang dihasilkan dengan kadar optimum secara keseluruhan memenuhi standar Bina Marga untuk CPHMA meskipun ada beberapa karakteristik yang tidak memenuhi spesifikasi.Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan standar gradasi lain atau penggunaan mineral filler yang lain untuk memperoleh spesifikasi yang lebih baik.  Serta dapat dilakukan peninjauan terhadap pengaruh modifier ataupun lama pemeraman. Kata kunci : Aspal Buton, LGA, Kapur Padam, Karakteristik Marshall, CPHMA.
KAJIAN POLA PERGERAKAN BARANG DAN LOKASI TERMINAL KARGO DI KOTA MALANG Marhaeni, Bunga Mega; Syahrir, Hardiyansah; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.849 KB)

Abstract

Tingginya jumlah barang yang masuk ke Kota Malang menyebabkan banyaknya jumlah kendaraan berat memasuki kawasan kota dan berdampak negatif bagi sistem transportasi Kota Malang. Kota Malang telah merencanakan pembangunan terminal kargo yang dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan bongkar muat barang serta sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asal tujuan barang, persepsi pelaku industri terhadap kebutuhan terminal kargo dan lokasi penempatan terminal kargo di kota Malang. Pengumpulan data melalui pengamatan jumlah kendaraan angkutan barang yang menuju Malang Raya, survei kepada pengendara angkutan barang untuk mengetahui asal tujuan angkutan barang dan jenis barang yang diangkut serta melakukan kuisioner kepada pelaku industri yang terkait dengan terminal kargo. Penentuan responden survei kuisioner dengan sensus sejumlah 41 perusahaan yang berkriteria modal perusahaan diatas Rp 5.000.000.000,-. Metode analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui lokasi penempatan terminal kargo di kota Malang. Dari keseluruhan hasil penelitian, Pola Asal Tujuan Pergerakan Barang di Kawasan Malang Raya dengan prosentase terbesar 28,8% yang berasal dari Kota Surabaya menuju Kota Malang dengan jenis barang terbanyak yaitu sembako sebesar 25,3%. Persepsi Pelaku Industri terkait terminal Kargo memberikan respon yang positif terhadap pembangunan Terminal Kargo. Prosentase sangat setuju 60% dan setuju 40% berasal dari dinas terkait dan prosentase sangat setuju 24% dan setuju 68% dari perusahaan. Berdasarkan hasil AHP (Analytic Hierarchy Process) dapat ditentukan bahwa lokasi terbaik untuk pembangunan terminal kargo di Kota Malang adalah wilayah Blimbing dengan total nilai sebesar 0,6762 (68%) yang didukung dengan perolehan nilai tertinggi dalam nilai utilitas yang menyangkut Tata Guna Lahan dengan bobot kepentingan sebesar 0,368 (37%). Kata Kunci: Terminal Kargo, Analytic Hierarchy Process (AHP) , pendapat pelaku industri, lokasi penempatan.
KAJIAN LOKASI HALTE DAN JAM OPERASI ANGKUTAN KOTA MALANG BERDASARKAN SPM 2015 (STUDI KASUS : TRAYEK LDH, AH, DAN ADL) Andriani, Gina Nabila; Ardiansyah, Laksmita Olyvia; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.849 KB)

Abstract

Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum menyebabkan berbagai masalah salah satunya kemacetan. Hal tersebut disebabkan oleh kinerja pelayanan angkutan umum yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  2015 dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) serta kinerja operasi angkutan kota di Kota Malang dan solusinya mengenai kinerja pelayanan dari angkutan kota terkait penempatan halte dan jam operasi di Kota Malang.Pada kajian ini didapatkan jumlah sampel sebesar 68 responden untuk setiap trayek dengan tingkat keandalan 90% (galat 10%). Terdapat 2 metode survei yang digunakan, yaitu metode survei statis dan survei dinamis. Metode yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA), Kinerja Operasi, dan Multikriteria.Dari hasil analisis IPA diperoleh 13 atribut yang dianggap penting namun kinerjanya masih kurang sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasaan responden. Tiga atribut diantaranya  kapasitas daya angkut yang berlebihan,  ketepatan waktu perjalanan, ketersediaan halte. Untuk analisis kinerja operasional didapatkan dari faktor muat ketiga trayek masih berada dibawah standar 70% sehingga perlu adanya peningkatan kinerja. Untuk waktu antara berkisar 2-5 menit pada waktu puncak, waktu tidak puncak belum mencapai standar  yaitu 5-10 menit.  Sedangkan  kinerja pelayanan mengenai penempatan titik lokasi halte diperoleh 72 titik dengan 10 titik lokasi yang telah memiliki halte, untuk itu diperlukan peraturan dan meningkatkan  prasarana halte. Sedangkan hasil analisis jam operasi didapatkan jumlah armada yang beroperasi tidak sesuai dengan SK Dirjen sehingga perlu adanya penyesuaian jumlah armada. Kata Kunci : Angkutan, Halte, Jam Operasi, Kinerja Operasi, Metode Importance Performance Analysis.
KAJIAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA MALANG BERDASARKAN SPM 2015 ( STUDI KASUS: TRAYEK AH, LDH, ADL ) Widyatami, Filki Suri; Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.271 KB)

Abstract

Angkutan kota di Malang sudah ada sejak tahun 1980an. Angkutan kota saat itu sebagai andalan masyarakat kota Malang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi semanjak mudahnya membeli kendaraan pribadi dan murahnya harga kendaraan pribadi yang ada di pasaran membuat angkutan kota Malang jarang peminat. Masyarakat Kota Malang lebih memilih naik kendaraan pribadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut menyebabkan jumlah armada angkutan kota Malang saat ini tidak efisien.Perlu dilakukan kajian mengenai jumlah armada yang ideal.Terdapat dua analisis pada kajian ini, analisis pertama untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan umum Kota Malang berdasarkan SPM 2015 menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Analisis kedua untuk mengetahui jumlah armada optimum menggunakan dua metode yaitu Load Factor dan Break Even Point. Untuk analisis pelayanan didapatkan jumlah responden sebanyak 68 reponden untuk tiap trayek, dan penyebaran kuisioner dilakukan di dalam angkutan dan diluar angkutan. Hasil kajian menunjukkan kinerja pelayanan angkutan kota Malang trayek AH, LDH, dan ADL berdasarkan SPM tahun 2015 di dapatkan ada beberapa aspek yang berada di prioritas utama dan kinerja pelayanan angkutan umum yang rendah yaitu Sopir mengangkut penumpang tidak melebihi kapasitas, larangan merokok bagi penumpang dan sopir dalam kendaraan, Adanya prioritas untuk penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, dan wanita hamil, dan Adanya informasi tentang trayek yang dilalui. Pada analisis jumlah armada didapatkan jumlah armada dengan metode Load Factor sebesar 132 armada untuk trayek AH, 85 armada untuk trayek LDH dan 75 armada untuk trayek ADL. Sedangkan jumlah armada dengan metode Break Even Point sebesar 237 armada untuk trayek AH, 130 armada untuk trayek LDH, dan 105 armada untuk trayek ADL. Yang lebih efisien dari penentuan jumlah armada diantara metode Load Factor dan Break Even Point adalah dengan Load Factor. Untuk optimasi jumlah armada angkutan umum Kota Malang dapat menggunakan cara membagi kerja jumlah armada dengan beberapa shift kerja. Kata Kunci : Angkutan, Jumlah Armada, Kinerja Operasi, Metode Break Even Point, Metode Importance Performance Analysis
KAJIAN TINGKAT PELAYANAN DAN EFEKTIFITAS FASILITAS PENYEBERANGAN JALAN PADA RUAS JALAN SEPUTARAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Cahyani, Dina Ayu; Rahmawan, Rizhal Adi; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.05 KB)

Abstract

Ruas jalan di seputaran Universitas Brawijaya Malang merupakan pusat pendidikan, kampus, perkantoran dan bisnis yang di mana banyak penyeberang jalan yang melintas serta volume lalu lintas kendaraan yang tinggi menimbulkan konflik antara keduanya. Kurangnya penyeberang jalan yang memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang disediakan tentunya mempertanyakan mengenai efektifitas fasilitas penyeberang tersebut. Untuk itu, penelitian ini akan mengakaji mengenai tingkat pelayanan dan efektifitas serta pemilihan tipe fasilitas penyeberangan jalan pada Jl. MT Haryono, Jl. Gajayana dan Jl. Veteran. Metode pengambilan data menggunakan hasil rekaman kamera dan pengukuran secara langsung di lapangan yang dianalisis secara statistik. Hasil tingkat pelayanan berdasarkan waktu tundaan penyeberang jalan rata-rata diperoleh nilai LOS C (10-15 detik). Waktu kecepatan menyeberang jalan laki-laki sebesar 74,79 m/menit, wanita sebesar 67,46 m/menit dan gabungan/campuran sebesar 70,94 m/menit. Kecepatan titik kendaraan pada lokasi fasilitas penyeberangan yakni sebesar 30,71 km/jam serta sebesar 32,42 km/jam pada lokasi tanpa dilengkapi fasilitas penyeberangan. Untuk tinjauan pelanggaran, tingkat pelanggaran secara berurutan mulai dari prosentase terendah hingga yang paling tinggi yakni titik pada PKH, SMP 4, SMPN 13 dan Swalayan Persada. Penentuan rekomendasi fasilitas penyeberangan berdasarkan PV2 didapatkan berupa pelican crossing dengan pelindung. Kata kunci: fasilitas penyeberangan, penyeberang jalan, tingkat pelayanan, pemilihan fasilitas penyeberangan
KAJIAN PEMILIHAN MODA ANTARA TRAVEL RESMI DAN TIDAK RESMI RUTE BALIKPAPAN - BONTANG Zeyan, Bima Fitra Prasetya; Maria Warokka, Janette Anastacia; Wicaksono, Achmad; Arifin, M. Zainul
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.976 KB)

Abstract

Beberapa tahun belakangan, peningkatan jasa angkutan darat akan moda travel semakin meningkat. Hal ini memicu peluang pekerjaan bagi warga sekitar untuk ikut berperan bersaing dengan mendirikan usaha sendiri yaitu travel tidak resmi yang didirikan dengan tidak mempunyai izin usaha. Metode Importance Performance Analysis menggunakan atribut kenyamanan, keteraturan, keamanan dan lain-lain sedangkan metode Stated Preference dengan atribut selisih harga tiket, selisih waktu tunggudan selisih frekuensi keberangkatan antara travel resmi dan travel tidak resmi terhadap 288 responden yang melakukan perjalanan rute Balikpapan – Bontang. Dari hasil analisis metode Importance Performance Analysis digunakan untuk mengetahui atribut pelayanan yang memerlukan peningkatan kinerja pelayanan dimana untuk travel resmi memiliki 13 variabel yang dinilai cukup penting namun masih kurang dalam pelayanannya. Dan untuk travel tidak resmi memiliki 20 variabel yang dinilai penting dan memuaskan bagi para pengguna jasa travel tidak resmi tersebut sedangkan hasil analisis metode Stated Preference  diperoleh model pemilihan moda berdasarkan harga tiket adalah (UTr – UTg) = -0,174812917+0,00005127 ∆X1, berdasarkan waktu tunggu diperoleh (UTr – UTg) = 0,019357083 - 0,712974861∆X2, berdasarkan frekuensi keberangkatan (UTr – UTg) = 0,019357083 + 0,712974861∆X3. Potensi penumpang yang berpindah dari travel tidak resmi ke travel resmi berdasarkan atribut harga tiket 52%, atribut waktu tunggu 68% dan atribut frekuensi keberangkatan 65%.   Kata kunci: travel resmi, travel tidak resmi , pemilihan moda, importance performance analysis, stated preference.

Page 8 of 10 | Total Record : 98