cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2026): Maret" : 6 Documents clear
MEDIAMORFOSIS DALAM PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI ISLAM: STUDI LITERATUR Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.862

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi telah membawa masyarakat pada fase mediamorfosis, sebuah evolusi di mana media konvensional tidak sekadar mati, melainkan bertransformasi menjadi bentuk-bentuk baru yang lebih kompleks. Di balik efisiensi teknologis ini, muncul persoalan etis yang krusial, seperti kaburnya batas antara kebenaran dan kebohongan serta pergeseran nilai dalam interaksi sosial digital. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana prinsip-prinsip etika komunikasi Islam merespons fenomena mediamorfosis tersebut. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) yang bersifat kualitatif deskriptif. Penulis menghimpun berbagai literatur terkait teori mediamorfosis Roger Fidler dan literatur etika komunikasi Islam, kemudian melakukan sintesis untuk menemukan landasan filosofis yang relevan dengan perkembangan zaman. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa mediamorfosis sering kali memicu "krisis etika" karena kecepatan teknis tidak dibarengi dengan kematangan moral pengguna media. Dalam perspektif Islam, evolusi media seharusnya tidak mengubah substansi pesan yang harus berlandaskan pada prinsip Qaulan, Tabayyun, Amanah. Penelitian ini menawarkan konsep "Mediamorfosis Berbasis Etika (MBE)" sebagai navigasi bagi masyarakat Muslim dalam menghadapi perubahan medium komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bentuk media terus berubah (mediamorfosis), etika komunikasi dalam pandangan Islam bersifat tetap (tsabit) dan harus menjadi filter utama dalam memproduksi maupun mengonsumsi informasi di era digital.
ETIKA TABAYYUN DAN HIKMAH KOMUNIKASI PADA GRUP WHATSAPP MASJID: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI ISLAM DALAM EKOSISTEM MEDIA KONVERGEN Moh Syahri Sauma; Abdul Kohar
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.863

Abstract

This study examines the ethics of tabayyun (verification) and hikmah (wise communication) in mosque WhatsApp groups within the ecosystem of convergent media. As religious communication increasingly shifts from physical mosque spaces to real-time digital interaction, WhatsApp groups have become important arenas for announcements, religious learning, fundraising, social coordination, and collective deliberation. However, this communicative expansion also increases the risks of misinformation, emotional escalation, over-forwarding, and symbolic harm within religious communities. Using a qualitative approach with a netnographic design combined with a multi-site case study, this research explores how tabayyun, hikmah, mau’izhah hasanah, and dialogical ethics are represented and operationalized in everyday digital interactions among mosque communities. The study is theoretically grounded in Islamic communication ethics, Qur’anic principles, Habermas’s communicative action theory, and McQuail’s media convergence framework. The findings conceptually show that mosque WhatsApp groups should not be treated merely as channels of information exchange, but as ethical communication ecosystems that require verification practices, empathetic reasoning, transparent moderation, and dignified discourse. The role of admins emerges as especially crucial in shaping discussion quality, conflict mediation, and the legitimacy of collective decisions. This study contributes both theoretically and practically by offering an operational framework for Islamic digital communication and by proposing communication governance tools such as verification checklists, polite clarification scripts, decision-summary formats, and moderation guidelines to strengthen public benefit, social trust, and the dignity of all congregants in digital religious communities.
ETIKA PENAFSIRAN AYAT DAKWAH DI RUANG DIGITAL: ANTARA POPULARITAS KONTEN DAN OTORITAS KEILMUAN Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.864

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah wajah dakwah Islam secara mendasar. Dakwah yang dahulu lebih banyak berlangsung melalui mimbar, majelis taklim, pesantren, buku, radio, dan televisi kini hadir dalam ruang digital yang cepat, terbuka, interaktif, serta sangat dipengaruhi oleh logika algoritma. Salah satu bentuk perubahan yang menonjol adalah penyebaran tafsir ayat-ayat dakwah melalui YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, podcast, dan aplikasi percakapan. Fenomena ini membuka peluang besar bagi perluasan akses masyarakat terhadap pesan Al-Qur’an, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan etik dan epistemologis berupa penyederhanaan makna, pemotongan konteks, sensasionalisasi, komodifikasi, dan terbentuknya otoritas keagamaan baru yang sering kali lebih ditentukan oleh popularitas digital daripada kapasitas keilmuan. Artikel ini bertujuan menganalisis etika penafsiran ayat dakwah di ruang digital dengan menempatkan ketegangan antara popularitas konten dan otoritas keilmuan sebagai fokus utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-kritis, normatif-hermeneutis, dan kajian media digital. Sumber kajian meliputi ayat-ayat Al-Qur’an tentang dakwah dan etika komunikasi, literatur ulum al-Qur’an, kitab tafsir, teori dakwah, etika komunikasi Islam, serta penelitian mutakhir tentang tafsir dan dakwah digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah digital berbasis tafsir memerlukan integrasi antara ketepatan metodologi tafsir, adab dakwah, literasi digital, transparansi sumber, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini menawarkan model etika tafsir dakwah digital yang mencakup lima prinsip utama: otoritas keilmuan, integritas makna, kesantunan komunikasi, akuntabilitas sumber, dan kemaslahatan publik. Model ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi dai, kreator dakwah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat digital agar dakwah Al-Qur’an tetap relevan, komunikatif, ilmiah, dan bertanggung jawab.
EFEK KOMUNIKASI MASSA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.865

Abstract

Kemajuan teknologi telah menghantarkan perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia khususnya dalam pemenuhan informasi. Masyarakat modern dalam memenuhi kebutuhan informasinya lebih mengandalkan media massa sebagai solusinya. Karena lebih mudah, cepat dan hemat. Mereka tinggal duduk manis di depan kotak ajaib (internet dan televisi), semua kebutuhan dan keingintahuannya akan tercukupi. Mereka menganggap apa yang ditampilkan dan ditayangkan oleh media massa adalah sebuah kebenaran yang tidak perlu diragukan lagi. Sehingga semua yang ada di media massa, masyarakat cenderung akan meniru atau melakukannya. Hal seperti ini dalam media massa disebut sebagai Hypodermic needle theory (teori jarum hipodermik) atau sering disebut dengan teori peluru. Perkembangan teknologi modern sungguh sangat luar biasa cepatnya. Salah satu bidang yang merasakan dampaknya yaitu aspek teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat menerima sebuah informasi dengan cepat menjadikan masyarakat semakin terbuka dengan berbagai macam informasi. Kehadiran teknologi media massa dengan segala kekuatannya masih mampu memberikan pengaruh sangat besar dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang efek komunikasi massa dalam kehidupan sosial. Adapun salah satu pisau analisis yang dijadikan sebagai bahan kajian dalam penulisan ini yaitu teori Hypodermic Needle Theory. Teori ini juga dikenal sebagai teori peluru Dimana pesan yang disampaikan ibarat peluru yang tepat sasaran mengenai targetnya dan mendapatkan efek yang diinginkan. Jadi, media massa diibaratkan peluru, jika peluru ini ditembakan ke sasaran, sasaran tidak akan bisa menghindar. Menurut teori peluru ini media massa mempunyai kekuatan luar biasa (all powerfull) dalam mempengaruhi khalayak. Adapun simpulan dari tulisan ini bahwa media massa masih sangat mempunyai kekuatan besar dan bisa diterima oleh masyarakat. Dengan power tersebut media massa mampu memberikan efek yang signifikan dalam kehidupan. Mulai dari efek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap/perasaan), dan behavioral (perilaku). Hal itu juga berdampak perubahan individu maupun sosial, seperti gaya hidup, pola interaksi, dan terbentuknya opini publik. Dampak tersebut dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi.
STRATEGI KOMUNIKASI PENGELOLA ASRAMA DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI SANTRI TAKHASSUS DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH SURABAYA miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi komunikasi pengelola asrama dalam membentuk karakter mandiri santri Takhassus di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemandirian sebagai salah satu karakter utama yang harus dimiliki santri dalam menghadapi dinamika kehidupan pesantren maupun kehidupan sosial setelah menyelesaikan pendidikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter melalui pola hidup berasrama, pembiasaan ibadah, kedisiplinan, keteladanan, dan komunikasi intensif antara pengelola dan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala murobbi, musyrif asrama, dan guru halaqah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pengelola asrama dilakukan melalui kombinasi komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Komunikasi langsung diwujudkan melalui nasihat personal, dialog, teguran edukatif, musyawarah, diskusi informal, dan pendampingan emosional. Komunikasi tidak langsung diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan, struktur jadwal harian, pemberian amanah, sistem evaluasi, dan kultur religius pesantren. Strategi tersebut terbukti berkontribusi terhadap pembentukan karakter mandiri santri yang tampak pada peningkatan disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kemampuan mengatur waktu, kemandirian spiritual, serta keberanian mengambil keputusan. Temuan ini memperkuat relevansi teori strategi komunikasi, komunikasi interpersonal, pendidikan karakter, dan kemandirian dalam konteks pendidikan pesantren
STUDI SURAH AL-NÂZIÂT TENTANG MATERI DAN METODE DAKWAH DALAM KITAB AL-TAFSÎR AL-MUNÎR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILÎ Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 2 (2026): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i2.867

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Nâziât mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang menarik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah al-Nâziât dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam Surah al-Nâziât memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada Surah al-Naba’ dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam Surah al-Nâziât dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.

Page 1 of 1 | Total Record : 6