Abstract: This article discusses the phenomenon of hedonism and moral crisis in modern society as a consequence of Western epistemology, which is secular and detached from transcendental orientation. Modernity, historically marked by the rise of rationalism and empiricism, has shaped human perspectives that reduce knowledge to rational and sensory aspects alone. This epistemological reduction has implications for the failure of modern humans to understand the essence of morality and the purpose of life, giving rise to value relativism, hedonism, and an increasingly apparent moral crisis in the contemporary era. Using library research and a philosophical-epistemological approach, this article analyzes the historical and epistemological roots of the modern moral crisis, while offering an alternative framework from the perspective of Islamic moral philosophy through the thoughts of Syed Muhammad Naquib Al-Attas. The main focus of this study is the concept of adab as a fundamental principle of forming just human beings, as well as ta'dīb as a manifestation of integrative adab education. This article argues that the modern moral crisis is essentially a crisis of adab (loss of adab) that stems from a disorientation of knowledge. Therefore, the concepts of adab and ta'dīb developed by Al-Attas offer a comprehensive epistemological answer to the problems of hedonism and moral crisis, by repositioning knowledge, morality, and education in an order oriented towards the recognition and acknowledgment of God.Keywords: The Concept of Adab Al-Attas, Hedonism, Moral Crisis. Abstrak: Artikel ini membahas fenomena hedonisme dan krisis moral dalam masyarakat modern sebagai konsekuensi dari bangunan epistemologi Barat yang sekuler dan terlepas dari orientasi transendental. Modernitas, yang secara historis ditandai oleh kebangkitan rasionalisme dan empirisisme, telah membentuk cara pandang manusia yang mereduksi pengetahuan pada aspek rasional dan indrawi semata. Reduksi epistemologis ini berimplikasi pada kegagalan manusia modern dalam memahami hakikat moralitas dan tujuan hidup, sehingga melahirkan relativisme nilai, hedonisme, serta krisis akhlak yang semakin nyata di era kontemporer. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan filosofis-epistemologis, artikel ini menganalisis akar historis dan epistemologis krisis moral modern, sekaligus menawarkan kerangka alternatif dalam perspektif filsafat akhlak Islam melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Fokus utama kajian ini adalah konsep adab sebagai prinsip fundamental pembentukan manusia yang berkeadilan, serta ta’dīb sebagai manifestasi pendidikan adab yang integratif. Artikel ini berargumen bahwa krisis moral modern pada dasarnya merupakan krisis adab (loss of adab) yang bersumber dari disorientasi pengetahuan. Oleh karena itu, konsep adab dan ta’dīb yang dikembangkan Al-Attas menawarkan jawaban epistemologis yang komprehensif terhadap problem hedonisme dan krisis moral, dengan menempatkan kembali pengetahuan, moralitas, dan pendidikan dalam tatanan wujud yang berorientasi pada pengenalan dan pengakuan terhadap Tuhan.Kata kunci: Konsep Adab Al-Attas, Hedonisme, Krisis Moral.