Adopsi kecerdasan buatan (AI) di perpustakaan menawarkan peningkatan layanan dan efisiensi, namun sering terkendala oleh ketiadaan model penilaian kesiapan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengukuran kesiapan perpustakaan dalam mengadopsi AI menggunakan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) yang divalidasi dengan pendekatan mixed-method. Tahap kualitatif melibatkan identifikasi 10 indikator melalui tinjauan pustaka dan validasi isi oleh tiga pakar (CVI ≥ 0,89). Tahap kuantitatif menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP) pada sepuluh responden pustakawan kepala untuk memperoleh bobot prioritas setiap dimensi dan indikator. Hasil menunjukkan dimensi Organisasi memiliki bobot tertinggi (0,412), diikuti Teknologi (0,356) dan Lingkungan (0,232), dengan indikator kunci: dukungan manajemen (0,187), kompetensi SDM (0,145), dan infrastruktur TI (0,131). Model diujicobakan pada lima perpustakaan, menghasilkan skor kesiapan antara 58,4 hingga 82,7. Model ini memberikan alat asesmen yang komprehensif dan dapat diadaptasi untuk berbagai jenis perpustakaan.