Cokorda Krisna Yudha
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Denpasar-Bali, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Community Services Journal (CSJ)

Pendampingan Pemasaran Bumdes, Teknik Ternak Sapi yang Tepat dan Program Pengelolaan Sampah di Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Cokorda Krisna Yudha; Ni Luh Putu Indiani; Luh Gede Pande Sri Eka Jayanti; Ni Made Santini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.2.2024.53-58

Abstract

Peken Belayu merupakan sebuah desa di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Sebagian besar penduduknya terampil dalam bidang kerajinan tangan, seni ukir dan pahat, diwariskan turun temurun hingga sekarang. Dari hasil observasi, terdapat sejumlah permasalahan yang dialami, pertama adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendukung BUMDES. Kedua, pemahaman warga desa setempat masih kurang mengenai cara berternak sapi yang baik dan benar. Ketiga, penanganan sampah yang belum maksimal. Dari permasalahan yang dihadapi maka solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi mengenai upaya promosi BUMDES melalui media sosial. Memberikan pelatihan dan pendampingan pada seluruh peternak sapi agar memahami cara berternak sapi yang baik dan benar. Program bank sampah diimplementasikan untuk meningkatkan partisipasi aktif warga dalam menangani masalah sampah. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai rata-rata di atas 75 persen sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program-program dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dijaga keberlanjutannya melalui kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sehingga meningkatkan efektivitas program pengembangan BUMDES, wawasan mengenai teknik berternak yang baik dan benar perlu semakin disebarluaskan termasuk kepada generasi penerus, serta penanggulangan sampah yang berkelanjutan perlu dipertahankan.
Peningkatan Kesadaran Pengelolaan Sampah dan Optimalisasi Digital untuk UMKM di Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar Cokorda Krisna Yudha; Ni Luh Putu Indiani
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.1.2024.32-37

Abstract

Tonja Village is one of the sub-districts located in North Denpasar District, Denpasar City, Bali. Tonja Village has strong economic potential, especially through the trade sector. The large number of residents involved in trade creates opportunities for the development of small and medium enterprises (SMEs) as well as improving the local economy. Of the various challenges identified, the two main problems that were the focus of the intervention were the lack of public awareness about good waste management and the difficulties experienced by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in understanding and optimizing the use of digital platforms. The "Zero Waste, Full Impact: Towards a Waste-Free Life" program is designed to increase public awareness and participation in good waste management through door-to-door outreach and waste management training. As a result, there has been a significant increase in community participation in the waste bank program, which has had a positive impact on the environment and local economy. The second program, "Digital Optimization: Digital Marketing, Digital Bookkeeping, and Tax Rules for MSMEs and Cooperatives," aims to improve the skills of MSME players in using digital technology for marketing and bookkeeping. This training succeeded in increasing participants' understanding of digital marketing, digital bookkeeping and tax regulations, which enabled MSMEs to be more competitive in the digital market. The conclusions from this program show that participatory approaches and direct education are effective in overcoming local problems. This program also provides recommendations for further replication and development, including the importance of ongoing mentoring and expanding the program to other regions. It is hoped that the results of this program can become a model for similar efforts to improve the quality of life of the community and develop the local economy.