Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami, dan siswa tidak terlalu tertarik untuk belajar. Akibatnya, siswa gagal mencapai hasil belajar yang baik. Strategi pembelajarann yang efektif memungkinkan siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, meningkatkan keterlibatan dan minat mereka. Strategi pembelajaran yang baik memungkinkan siswa terlibat secara langsung sehingga mereka memiliki kemampuan untuk memahami dan meningkatkan pengetahuan mereka secara mandiri. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif di mana guru berperan sebagai pembimbing, fasilitator, dan pemberi motivasi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi kesulitan matematika siswa. Digunakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam tiga siklus: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dirancang dengan baik memungkinkan siswa lebih aktif dalam belajar dan bekerja sama dalam kelompok. ata yang dikumpulkan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siklus berkembang. Dalam siklus III, ketuntasan belajar siswa meningkat dari 41% pada siklus I menjadi 90,6% pada siklus III. Keaktifan siswa meningkat dari 37,5% menjadi 90,6%, dan tanggapan positif siswa terhadap pelajaran meningkat dari 43,3% menjadi 90,6%.