Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi dan kehutanan Indonesia, namun ekspansinya juga memunculkan berbagai persoalan ekologis dan sosial, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini berkontribusi terhadap munculnya krisis kepercayaan publik, terutama di kalangan pemuda yang hidup dan berinteraksi langsung dengan dampak perubahan lanskap hutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual faktor faktor pembentuk krisis kepercayaan publik pemuda terhadap industri kelapa sawit di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kritis dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran dan sintesis artikel jurnal, laporan lembaga, serta dokumen kebijakan yang relevan dan terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis konseptual untuk mengidentifikasi pola wacana, kontradiksi, dan celah dalam literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan pemuda berakar pada ketidaksesuaian antara narasi pembangunan dan keberlanjutan industri kelapa sawit dengan pengalaman ekologis yang mereka alami, seperti degradasi hutan dan menurunnya kualitas lingkungan. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan hutan dan perkebunan yang lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan ekologis guna memperkuat legitimasi sosial dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Kalimantan Timur.