Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi kesehatan, termasuk terkait obat dan makanan, sehingga menuntut peningkatan literasi yang memadai. Rendahnya kemampuan dalam memilah informasi berisiko menyebabkan kesalahan penggunaan produk kesehatan. Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui BBPOM di Jakarta menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) daring sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian pengetahuan peserta KIE daring tahun 2025 serta mengevaluasi efektivitas program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 2.013 peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner evaluasi pengetahuan dan survei persepsi efektivitas, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata capaian pengetahuan peserta sebesar 61,3, dengan 51% peserta berada pada kategori sedang hingga tinggi. Nilai efektivitas program mencapai 86,79 yang termasuk kategori efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa KIE daring berkontribusi positif dalam meningkatkan literasi obat dan makanan masyarakat, meskipun masih diperlukan penguatan strategi edukasi agar hasilnya lebih optimal dan merata. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.