Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa dalam memahami cerita fiksi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas VII A SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks fiksi karena dominasi budaya digital yang cenderung melemahkan keterampilan membaca mendalam. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan: pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 80% dengan rata-rata nilai 87, dan meningkat menjadi 100% dengan rata-rata nilai 93 pada siklus II. Pembelajaran dengan PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif berdiskusi, sementara pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Kombinasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi fiksi dan keterlibatan siswa secara menyeluruh.