Pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan tersebut, menyimak sering dianggap sebagai keterampilan yang kurang mendapat perhatian dalam proses pembelajaran. Padahal, menyimak merupakan fondasi awal bagi keterampilan berbahasa lainnya.Di kelas VII C SMP MUHAMMADIYAH 4 GADUNG SURABAYA, hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa kemampuan menyimak siswa masih rendah. Hal ini tampak dari rendahnya nilai ulangan harian dan kurangnya partisipasi siswa saat kegiatan menyimak berlangsung. Ketika guru membacakan teks fiksi atau nonfiksi, banyak siswa tidak dapat menangkap isi teks, ide pokok, maupun informasi penting. Salah satu penyebabnya adalah pembelajaran yang bersifat satu arah dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan menantang.Untuk mengatasi hal tersebut, penulis mencoba menerapkan media KALEM (Kartu Lempar), yaitu media berbentuk kartu berisi pertanyaan atau perintah terkait isi teks yang dilempar secara acak kepada siswa. Media ini mendorong siswa untuk lebih aktif dan konsentrasi dalam menyimak karena mereka tidak tahu kapan akan mendapat giliran menjawab. Selain itu, aktivitas ini bersifat menyenangkan sehingga memotivasi siswa untuk lebih fokus menyimak materi yang dibacakan