Dasar dari penelitian ini adalah fenomena rendahnya motivasi belajar di kalangan siswa, yang terwujud dalam kurangnya partisipasi aktif, minat yang minimal terhadap apa yang dipelajari, dan antusiasme yang lemah dalam menyelesaikan tugas. Guru menggunakan metode konvensional yang tidak melibatkan siswa secara aktif, yang mengakibatkan kurangnya minat, antusiasme, dan partisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, ada kebutuhan akan inovasi dalam pembelajaran. Teknik observasi partisipatif digunakan dalam studi kualitatif ini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengamati secara dekat proses pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik pengajaran interaktif meningkatkan motivasi belajar anak-anak kelas delapan. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan mendorong anak-anak untuk lebih aktif di kelas, penelitian ini menyarankan agar guru lebih sering menggunakan pendekatan interaktif.