Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik antara guru dan siswa merupakan hal yang wajar terjadi di lingkungan sekolah, sehingga diperlukan strategi manajemen konflik yang tepat agar tidak mengganggu proses pembelajaran. Di SMP Muhammadiyah 01 Palembang, konflik dikelola melalui lima pendekatan, yaitu kompetitif, kolaboratif, menghindar, akomodatif, dan kompromi yang diterapkan secara fleksibel sesuai situasi.Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mengarahkan, mengendalikan emosi, serta membangun komunikasi yang efektif dengan siswa. Penerapan strategi tersebut terbukti membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertib, harmonis, dan kondusif.Dalam perspektif pendidikan Islam, seluruh strategi manajemen konflik yang diterapkan mencerminkan nilai-nilai penting seperti musyawarah, keadilan, kesabaran, kasih sayang, dan ukhuwah. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam penyelesaian setiap permasalahan di sekolah.Dengan demikian, manajemen konflik tidak hanya berfungsi sebagai upaya penyelesaian masalah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter siswa agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.