Robertus Mas Rayawulan
Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KKNT Kolaborasi UNWIRA-DIT: Pendataan Fasilitas Umum dan Rekomendasi Perbaikan di Kecamatan Maulafa Cancio da Costa Barros ldo; Robertus Mas Rayawulan; Eldo Marlino Fransisco da Costa; Dominik G Rebo Ule; Giovanni Battista Agung; Goldelfridus A Abani; Paulus Sianto
JPM MOCCI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Sosial Sains dan Sosial Humaniora, Koperasi, dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : PT. Alahyan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/jpmmocci.v4i1.518

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) kolaborasi antara Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) dan Dili Institute of Technology (DIT) telah menghasilkan data kondisi fisik fasilitas umum di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan penilaian kondisi fisik fasilitas umum sebagai dasar rekomendasi perbaikan bagi Pemerintah Kota Kupang. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, penilaian indeks kondisi fisik berbasis 12 komponen bangunan, serta pemetaan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil survei terhadap 31 fasilitas umum di Kelurahan Sikumana dan Kelurahan Belo menunjukkan bahwa 22 fasilitas (71%) dalam kondisi baik dengan indeks ≥ 2,50, sedangkan 9 fasilitas (29%) dalam kondisi perlu perhatian dengan indeks < 2,50. Komponen yang paling banyak mengalami kerusakan adalah kolom dan balok (26% rusak), atap (23% rusak), dan toilet/sanitasi (26% rusak). Sektor pendidikan menjadi yang paling rentan dengan 7 dari 9 fasilitas prioritas adalah sekolah. Berdasarkan hasil analisis, direkomendasikan rehabilitasi segera pada SMPN 12 Kupang (indeks 1,92), SD Inpres Sikumana 3 (indeks 2,08), dan SDN Bello (indeks 2,17) sebagai tiga fasilitas paling kritis. Data spasial dalam format SIG yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai instrumen perencanaan pembangunan berbasis data.