Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Kualitas Air Terdampak Aktivitas Masyarakat Sebagai Indikator Pembangunan Berkelanjutan Di Sungai Aliran Desa Pondok, Karanganom, Klaten Santika, Youhana Eli
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi parameter fisika-kimia perairan sungai yang terdampak pencemaran di Sungai Desa Pondok dan mengetahui status mutu air di Sungai Desa Pondok. Lokasi penelitian berada di Sungai Aliran Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Kualitas Air Sungai Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Horiba U-50 Series Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode STORET. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Kekeruhan dan Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Desa Pondok menggunakan Metode STORET menunjukkan total skor sebesar -14. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Desa Pondok termasuk golongan air Kelas C atau tercemar sedang. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan, diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
Analisis Status Mutu Air dengan Metode Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Sungai Beji, Desa Pondok , Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Santika, Youhana Eli
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Beji Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui status mutu air di Sungai Beji, Desa Pondok . Lokasi penelitian berada di Sungai Beji, Desa Pondok , Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Status Mutu air di  Sungai Beji, Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Beji Desa Pondok menggunakan Metode Indeks Pencemaran menunjukkan total skor sebesar 1,91. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Beji Desa Pondok termasuk kategori tercemar ringan. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam menjaga Air Sungai supaya tidak tercemar diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI DENGAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 MENGGUNAKAN METODE NDVI TAHUN 2013 DAN 2023 DI KECAMATAN KARANGANOM, KABUPATEN KLATEN Riadi, Aisyah Aida; Fitriawan, Muhammad Nur; Putri, Rida Ayu Surya; Fadhilah, Ririn Nur; Santika, Youhana Eli
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan vegetasi yang terus terjadi di suatu wilayah menjadi sebuah tantangan yang serius mengingat pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat dan adanya dorongan untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas hidup. Pemantauan perubahan vegetasi di Kecamatan Karanganom memiliki kepentingan yang penting dalam konteks berbagai aspek, termasuk lingkungan, sosial, dan ekonomi. Salah satu kepentingannya adalah guna konservasi lingkungan demi membantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kerapatan vegetasi Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada tahun 2013 dan 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui aplikasi penginderaan jauh yaitu menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil Kelas lahan tidak bervegetasi mengalami peningkatan sebesar sebesar 1,18 ha (0,04%), Kerapatan vegetasi sangat rendah meningkat sebesar 213,93 ha ( 8,22%), Kerapatan Vegetasi Rendah terjadi peningkatan sebesar 386,52 ha (14,85%), Kerapatan vegetasi sedang mengalami penurunan luasan sebesar 226,24 ha (8,70%), dan kerapatan vegetasi tinggi mengalami penurunan luasan sebesar 374,85 ha (14,41%). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan luas pada setiap kelas antara lain, perubahan penggunaan lahan yang disebabkan oleh penambahan laju pertumbuhan, kepadatan penduduk, dan pertumbuhan sarana prasarana.
Pemanfaatan GIS dalam Analisis Kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah dengan Penggunaan Lahan Eksisting di Kecamatan Pasar Kliwon Wijayanti, Sovia; Santika, Youhana Eli; Rarasti, Khansa Afzanaya; Alyodya, Daniel Abileon; Rahmadana, Muhammad Irfan; Hidayat, Agung; Sunarhadi, Muhammad Amin
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.99831

Abstract

Abstrak: Suatu wilayah akan mengalami perubahan dengan tujuan untuk mengarah ke tahap yang lebih baik dan menyangkut beberapa aspek fisik, sosial, ekonomi, dan budaya. Perubahan penggunaan lahan telah mengubah bentuk wilayah, karena terlihat bahwa daerah tersebut telah mengalami pertumbuhan yang cukup besar dalam beberapa dekade terakhir. Pola perubahan penggunaan lahan sangat dipengaruhi oleh alam dan aktivitas manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan ruang dimana akan membagi wilayah menjadi beberapa bagian sesuai dengan kelasnya serta menganalisis presentasi kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan eksisting Kecamatan Pasar Kliwon. Pada penelitian ini pengumpulan data primer yang digunakan observasi langsung terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Pasar Kliwon dan data peta RTRW dan Existing, sedangkan data sekunder dilakukan melalui studi literatur dan akses data citra satelit. Data kemudian dianalisis menggunakan metode metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode analisis data dengan pendekatan deskriptif kualitatif merupakan metode pengolahan data secara mendalam pada hasil perolehan data penelitian dengan studi literatur. Hasil analisis akan dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam kesesuaian RTRW dengan penggunaan lahan di Kecamatan Pasar Kliwon.