Ni Nengah Suryani
Fakultas Peternakan, Kelautan Dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Ampas Kelapa Terfermentasi dan Tidak Terfermentasi terhadap Efisiensi Protein dan Pertumbuhan Linear Ternak Babi Vinsensius Day; Sabarta Sembiring; Ni Nengah Suryani; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2111

Abstract

Tingginya serat kasar dan kerentanan terhadap pembusukan membatasi pemanfaatan ampas kelapa sebagai pakan babi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fermentasi menggunakan Trichoderma viride dalam meningkatkan kualitas ampas kelapa sebagai bahan pakan alternatif. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ampas kelapa fermentasi terhadap rasio efisiensi protein (REP) dan ukuran linear tubuh babi Landrace fase starter-grower. Metode: Sebanyak 12 ekor babi Landrace fase starter-grower dengan bobot awal rata-rata 17,04 kg (KV=30,29%), penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi P0 (ransum tanpa ampas kelapa), P1 (ransum mengandung 15% ampas kelapa tanpa fermentasi), dan P2 (ransum mengandung 15% ampas kelapa fermentasi Trichoderma viride). Variabel yang diamati adalah REP, panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap REP, tinggi badan, dan lingkar dada. Namun, perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang badan babi Landrace. Simpulan penggunaan ampas kelapa fermentasi Trichoderma viride hingga level 15% dalam ransum menghasilkan performa yang relatif sama dengan ransum kontrol pada sebagian besar parameter, dan secara signifikan mampu meningkatkan panjang badan babi. Temuan ini mengindikasikan bahwa fermentasi dapat menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatan ampas kelapa sebagai pakan alternatif yang ramah lingkungan tanpa menurunkan kualitas pertumbuhan babi.
Pengaruh Tepung Daun Asam Terfermentasi (Tamarindus indica L.) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Babi Grower Mandanil Arisma Leo; Ni Nengah Suryani; David A. Nguru; W. Marlene Nalley
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2416

Abstract

Tingginya biaya pakan mendorong perlunya bahan baku lokal alternatif, salah satunya tepung daun asam terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaannya terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar pada babi fase grower. Penelitian menggunakan 12 ekor babi grower (peranakan Landrace × Duroc) dengan bobot awal 30–47 kg. Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan diterapkan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% ransum basal), P1 (95% basal + 5% tepung daun asam terfermentasi), P2 (90% basal + 10%), dan P3 (85% basal + 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (1,23–1,27 kg/ekor/hari), kecernaan serat kasar (46–49%), maupun kecernaan lemak kasar (62–65%). Dengan demikian, penggunaan tepung daun asam terfermentasi hingga level 15% dalam ransum menghasilkan kecernaan yang setara dengan ransum basal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tepung daun asam terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan lokal alternatif untuk mendukung formulasi ransum babi yang lebih berkelanjutan.