Produksi padi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan yang dikenal sebagai salah satu lumbung beras di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peramalan produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan menggunakan metode Double Moving Average (DMA) serta mengetahui tingkat akurasi hasil peramalan berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa data produksi padi tahun 2020–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah Double Moving Average ordo 3×3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan memiliki pola tren meningkat. Hasil peramalan produksi padi tahun 2026 diperkirakan sebesar 3.651.069,85 ton dan tahun 2027 sebesar 4.202.193,98 ton. Nilai MAPE yang diperoleh sebesar 0,21%, sehingga tingkat akurasi peramalan termasuk kategori sangat baik. Dengan demikian, metode Double Moving Average dinilai mampu memberikan hasil peramalan yang akurat dan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan.