Nurina Orta Darmawati
ITS

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Persepsi Konsumen Terhadap Endorser dan Citra Produk (Studi Kasus Sabun Lux) Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari; Luri Renaningtyas
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2834

Abstract

Sebuah iklan merupakan bentuk budaya populer yang turut mengkonstruksi budaya di masyarakat. Sebagai sebuah media komunikasi audio visual yang berfungsi menyampaikan pesan kepada calon konsumen, iklan harus memiliki strategi kreatif dalam menghadapi persaingan dengan produk sejenis. Salah satu strateginya menggunakan selebriti. Iklan sabun Lux memiliki potensi yang dapat diangkat menjadi topik penelitian meliputi masalah sosial, budaya, perempuan dan gaya hidup. Oleh karena itu diteliti persepsi konsumen terhadap penggunaan selebriti perempuan sebagai endorser yang menjadi inti iklan dan sejauh mana efek dari strategi iklan ini mempengaruhi kaum perempuan akan pandangan mereka terhadap kecantikan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai iklan, endorser serta kaitannya dengan mitos antropologi dan kecantikan masa kini. Bagi perempuan, diharapkan penelitian ini juga memberi pandangan lebih luas lagi dalam memaknai kecantikan. Endorser Lux memiliki kualitas daya tarik yang baik, terbukti dari daya tarik endorser Lux yang dipersepsi oleh konsumen dengan baik, namun untuk membuat sebuah strategi endorser yang sukses, unsur lain seperti kredibilitas dan relevansi juga harus diperhatikan pengiklan. An advertisement is a form of popular culture in the society, that constructs the culture in the community. Advertisement as a media of audio visual comunication that serves to convey the message to prospective customers must have a creative to compete with similar products. One of which is the use of celebrities. Lux soap ads are potential to be observed because there are many problems that can be promoted to research topics include social, cultural, women and lifestyle. Therefore, this study assess the perceptions of women towards celebrity endorser who became the core of advertising and how far this strategy affects women and their view of beauty. The method is qualitative and quantitative. The benefit of the research are to expand knowledge about advertising, endorser and its relation to myth and beauty of contemporary anthropology. For women, it is expected to gives a broader view on the meaning of beauty. Lux is an example of endorsment who has strength mainly in the quality of physical attractiveness, based on the consumer perception, however to make a succesful endorser campaign strategy, the other two elements such as credibility and relevance must also be considered by the advertisers.
Peran Gender Dalam Media Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3665

Abstract

Fenomena gender yang terjadi dalam masyarakat adalah budaya patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi yang subordinat, begitu pun dalam sebuah kajian budaya dan media massa. Media dalam konteks ini lebih menyoroti mengenai televisi itu sendiri yang banyak berperan dalam melalui pesan visual yang menjadi kelebihannya dan sangat mempengaruhi konstruksi masyarakat mengenai suatu hal yang sebelumnya mereka pikirkan.Perempuan memang selalu dicitrakan sebagai manusia yang selalu mendominasi wilayah domestik, seiring dengan trend pertelevisian, wilayah tersebut dapat digantikan perannya oleh laki-laki begitu juga sebaliknya. Wacana gender yang terus mengemuka dewasa ini rupanya menjadi titik tolak dari pola pemikiran akan adanya kesenjangan peran laki-laki dan perempuan. Peran laki-laki atau perempuan itu bisa dipertukarkan dan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan. A common phenomenon in the society is a patriarchial culture that put the woman in the subordinate position, even in cultural studies and media studies. Media in this context are putting the television in the spotlight, which plays a huge role in shaping certain images in people’s mind, by delivering visual messages. A woman usually portrayed as a human that dominated the domestic chores and areas, but aligning with media and television trends, those domestic chores are replaced by a man. The gender studies in the society nowadays have become a turning point from old images of how women are the one responsible for doing household chores. Therefore, the gender role of man and woman are exchangeable depending on the timing and the needs.
Pengembangan Metode Desain Logo dan Sistem Grafis untuk Mendukung Pembelajaran Desain Komunikasi Visual Sayatman; Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i2.3590

Abstract

Logo secara prinsip adalah simbol khusus dan khas yang mewakili suatu entitas dan bahkan dapat menjadi bagian dari properti legal entitas tersebut. Sebagai bagian dari identitas visual, sebuah logo juga dapat berfungsi sebagai sarana membangun brand entitasnya.Oleh karena itu dalam kurikulum pendidikan Desain Komunikasi Visual, perancangan identitas visualtermasuk logo dansistem grafisnya menjadi bagian yang mendasar untuk dipelajari. Tantangannya adalah bagaimana mahasiswa mampu membuat konsep logo dan identitas visualsecara terintegrasi sebagai solusi untuk menjawab permasalahan desain yang dibutuhkan.Melalui pengembangan metode pembelajaran desain logo dan sistem grafis yang simpel dan sistematis ini diharapkan dapat membantu mahasiswamerancang logo secara lebih mudah tahap demi tahap. Pemahaman terhadapprinsipprinsip dasar desain logo, analisa sampai menghasilkan konsep desain menjadi penting dalam proses pembelajaran. Sehingga pada akhirnya mahasiswa mampu menghasilkan konsepdan implementasi desain logo yang kuat sebagai sebuah sistem identitas visual (visualidentity system)yang terintegrasi dan komprehensif. The logo in principle is a special and distinctive symbol that represents an entity and may even be part of the legal property of that entity. As part of the visual identity, a logo can also serve as a means of building its entity brand. Therefore, in the curriculum of Visual Communication Design education, the design of visual identities including logos and graphical systems become a fundamental part to learn. The challenge is how students are able to create the concept of logo and visual identity are integrated as a solution to answer the required design issues. Through the development of learning method of logo design and graphic system that is simple and systematic is expected to help students design the logo more easily step by step. Understanding of the basic principles of logo design, analysis to produce design concepts becomes important in the learning process. So in the end students are able to produce the concept and implementation of a strong logo design as a system of visual identity is integrated and comprehensive.
Mengukur Efektivitas Penggunaan Sepeda Kampus ITS Menggunakan Metode KJ Technique Putri Dwitasari; Nurina Orta Darmawati; Alifia Diaulhaqiqi; Karina Sheila Azura; Alitsya Ilma Ramadhani; Ananda Putri Wulansari
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v18i2.6193

Abstract

Sepeda kampus ITS merupakan fasilitas yang mendukung program Eco Campus ITS, namun tidak banyak warga ITS terutama mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas sepeda kampus ini. Mereka lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor untuk mobilitas di lingkungan kampus. Tujuan dari riset ini adalah mencari jawaban atas permasalahan mengapa tidak banyak warga ITS yang menggunakan fasilitas sepeda kampus ITS. Metode yang digunakan adalah KJ Technique untuk mengukur efektivitas penggunaan sepeda kampus. Hasil riset menggunakan KJ Technique ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan untuk mengatasi masalah bagi pengembangan sepeda kampus ITS kedepannya, sehingga mahasiswa dapat ikut berpartisipasi dalam menjalankan program Eco Campus ITS. Campus bicycles are facilities that support the Eco Campus program, but not many of ITS residents, especially students who take advantage of this campus bicycle facilities. They prefer to use motorized vehicles for mobility on campus. The purpose of this research is to find answers to the problems why not many ITS residents use ITS campus bicycle facilities. The method used is KJ Technique to measure the effectiveness of campus bicycles. The results of the research using KJ Technique are expected to be used as a reference to overcome problems for the development of ITS campus bikes.
Penggunaan Metode Observasi Partisipan untuk Mengidentifikasi Permasalahan Operasional Suroboyo Bus Rute Merr-ITS Putri Dwitasari; Nurina Orta Darmawati; Naufan Noordyanto; Vonny Aulia Sittasya; Weldiyanti Zulraniyah; Fathinah Dinda Raihanah; Aprilia Annisa Karim
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i2.7943

Abstract

Penggunaan Suroboyo Bus sebagai Transportasi umum merupakan bentuk pelayanan untuk masyarakat di Surabaya, yang penggunaannya meningkat setiap tahun. Salah satu rute yang banyak diminati adalah Merr-ITS. Seiring dengan animo masyarakat, dibutuhkan peningkatan pelayanan serta efektivitas operasional untuk memenuhi kebutuhan Suroboyo Bus sebagai Transportasi Massal yang sesuai dengan standar operasioanal. Tujuan dari riset ini adalah mengidentifikasi permasalahan operasional pada Suroboyo Bus Rute Merr-ITS dengan menganalisa faktor muat, jumlah penumpang, waktu tunggu penumpang, kecepatan perjalanan, sebab keterlambatan, fasilitas, dan ketersediaan angkutan yang kemudian dapat diolah menjadi sebuah data untuk pengembangan Suroboyo Bus. Metode yang digunakan adalah observasi partisipan untuk menganalisa permasalahan operasional Suroboyo bus secara langsung. Hasil riset diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada pada Transportasi umum Suroboyo Bus sehingga dapat digunakan sebagai rujukan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih meningkatkan efektivitas operasional serta peningkatan pelayanan Suroboyo bus kedepannya. Use of Suroboyo Bus as public transportation is a form of service for people in Surabaya, whose use is increasing every year. One route that is in great demand is Merr-ITS. Along with the public interest, needed to improve services and operational effectiveness to meet the needs of Suroboyo Bus as Mass Transportation by operational standards. The purpose of this research is to identify operational problems on the Suroboyo Bus Merr-ITS Route by analyzing the load factor, the number of passengers, passenger waiting time, travel speed, due to delays, facilities, and transportation availability which can then be processed into data for the development of Suroboyo Bus. The method used is a participant observation to analyze Suroboyo bus operational problems directly. The results of the research are expected to identify the problems that exist in Suroboyo Bus Public Transportation so that it can be used as a reference by the Surabaya City Government to further improve operational effectiveness and improve Suroboyo bus services going forward.
Pengembangan Desain Visual Kemasan IKM Keripik Bonggol Pisang “Si Bonggi” dengan Tema Budaya dan Kearifan Lokal Jombang untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk serta Potensi Desa Putri Dwitasari; Nurina Orta Darmawati; Didit Prasetyo; Rabendra Yudhistira Alamin; Nugrahardi Ramadhani; Naufan Noordyanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v21i1.12642

Abstract

Keripik Bonggol Pisang Si Bonggi merupakan IKM produk olahan bonggol pisang hasil kreasi Kelompok Wanita Mandiri Balongsari yang dibentuk dari program ESR dibidang pemberdayaan ekonomi masyarakat ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto. Dalam pelaksanaannya, program ESR ini telah melakukan pendampingan selama 3 tahun. Meskipun telah berhasil menciptakan suatu produk olahan yang siap jual, pendampingan belum menyentuh ranah desain. Kondisi saat ini hanya memiliki logo dan jenis kemasan sederhana dengan desain label yang kurang memiliki nilai jual. Karena ini merupakan jenis usaha produk makanan, maka desain kemasan juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Pengembangan desain visual kemasan ini merupakan proses perancangan lanjutan setelah perancangan sebelumnya telah dibuat identitas visual berupa logo. Kajian teori yang akan digunakan adalah branding dan kemasan. Teknik pengumpulan data adalah dengan melalui studi lapangan atau observasi, wawancara, serta studi pasar. Tahap berikutnya adalah mengumpulkan informasi yang telah di dapat sebagai bahan riset, memetakan konsep, analisis konsep desain, dan merancang alternatif desain. Hasil dari penelitian ini adalah berupa desain kemasan yang representatif dengan tema budaya dan kearifan lokal jombang agar mampu mencerminkan dan mempresentasikan keunggulan produk keripik bonggol pisang sebagai oleh-oleh khas Jombang. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk serta meningkatkan potensi desa. Si Bonggi Banana Bonggol Chips is a SME product of processed banana weevil created by the Balongsari Independent Women's Group, which was formed from the ESR program in economic empowerment for the ASTRA Infra Toll Road community, Jombang-Mojokerto. In its implementation, the ESR program has assisted for three years. Although it has succeeded in creating a processed product that is ready to be sold, the assistance has not touched the realm of design. The current condition only has a logo and a simple type of packaging with a label design that has little selling value. Because this is a type of food product business, the packaging design also needs to be taken into account. The development of this visual packaging design is an advanced design process after the previous design has created a visual identity in a logo. The theoretical studies that will be used are branding and packaging. Data collection techniques are through field studies or observations, interviews, and market studies. The next stage is collecting information that has been obtained as research material, mapping concepts, analyzing design concepts, and designing alternative designs. The results of this study are in the form of a representative packaging design with the theme of culture and local wisdom of Jombang in order to be able to reflect and present the advantages of banana hump chips products as souvenirs typical of Jombang. In addition, it is expected to increase the selling value of the product and increase the potential of the village.