Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL ESA

PEMBIAYAAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH: STUDI KASUS BAITUL MAAL WAT TAMWIL MASLAHAH CABANG SUKOWONO Supriyanto; Muhyidin, Ahmad
ESA : JURNAL KAJIAN EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU SYARIAH ABU ZAIRI BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/esa.v1i1.15

Abstract

Di antara pengusaha yang membutuhkan modal adalah Kelompok usaha mikro, kecil dan menengah sehinga mereka sering mengalami kesulitan mengembangkan bisnisnya. Akibatnya skala produksi usaha mikro, kecil dan menengah serta pendapatan yang mereka hasilkan juga relative kecil. Inilah yang membuat usaha mikro, kecil dan menengah hidup dalam kondisi (apa adanya) sekedar mempertahankan hidupnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pembiayaan syariah dalam meningkatkan produktifitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Maslahah Cabang Sukowono, (2) mengetahui kekuatan, kendala, peluang dan tantangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Maslahah Cabang Sukowono dalam meningkatkan produktifitas usaha mikro, kecil dan menengah, (3) mengetahui strategi dan solusi alternatif Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Maslahah Cabang Sukowono dalam meningkatkan produktifitas usaha mikro, kecil dan menengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yakni menjelaskan pembiayaan syariah di Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Maslahah cabang Sukowono dalam meningkatkan produktifitas usaha mikro, kecil dan menengah. Sumber data primer dan sekunder diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik interview, Observasi, dan studi kepustakaan, sedangkan untuk analisa data digunakan analisis SWOT . Hasil penelitian ini, penulis memperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Maslahah Cabang Sukowono memiliki potensi yang cukup besar dalam memberdayakan UMKM di Kecamatan Sukowono. Di antara indikator-indikator penting potensi tersebut, secara umum Baitul Maal wat Tamwil telah banyak mambantu terhadap peningkatan perekonomian di Kecamatan Sukowono.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK DAN PEMANFAATAN GADAI SAWAH OLEH MURTAHIN DESA POCANGAN SUKOWONO JEMBER Muhyidin, Ahmad; Munir, Misbahul; Alfiah
ESA : JURNAL KAJIAN EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU SYARIAH ABU ZAIRI BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/esa.v2i2.19

Abstract

Gadai adalah bagian dari praktik mu’amalah yang dasar hukumnya adalah boleh selama belum dan tidak ada dalil yang melarangnya serta dalam pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dan aturan main yang berlaku dalam Islam. Namun, realitanya sebagian besar masyarakat penerima gadai (Murtahin) telah memanfaatkan dan mengambil manfaat dari barang gadai, seperti gadai sawah. Bahkan, memanfaatkan barang gadai, seperti gadai sawah sering dijadikan cara oleh penerima Gadai (murtahin) untuk mengembangkan ekonomi, usaha, dan bisinisnya.. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan praktik dan pemanfaatan gadai sawah oleh Murtahin di Desa Pocangan Sukowono Jember, (2) mendeskripsikan Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik dan pemanfaatan Gadai sawah oleh Murtahin di Desa Pocangan Sukowono Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif. Dengan jenis Studi kasus. Analisis datanya menggunakan kondesasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, keabsahan datanya menggunakan tringulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah; Praktik gadai sawah di Desa Pocangan Sukowono Jember dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari sighat sampai Ijab Qabul (serah terima). Sighat dilaksanakan melalui akad lisan (‘Aqdun al-Lisan). Karena antara Rahin dan Murtahin sudah saling percaya dengan perjanjian yang dibuat. Ijab Qabul dilaksanakan secara kontan dan kredit, selain itu juga si Rahin sewaktu-waktu bisa meminta tambahan uang gadai kepada murtahin, selama jumlah uang gadai plus tambahannya tidak sampai atau melebihi harga jual sawah. Pemanfaatan sawah sebagai barang gadai (al-Marhun), Murtahin dengan sendirinya mendapatkan izin untuk memanfaatkan sawah yang digadaikan, sekalipun tidak disebutkan dan disinggung secara tersurat masalah izin pemanfaatan sawah. karena, antara rahin dan murtahin sudah saling mengerti dan menyepakati aturan main gadai sawah yang biasa berlaku di Desa pocangan Sukowono Jember. Adapun izin pemanfaatan sawah dari Rahin kepada murtahin secara otomatis sudah terinklud dalam kesepakatan (Ijab Qabul). Karena yang dijadikan dasar kuat antara Rahin dan Murtahin adalah saling rela (عن تراض) dan tidak saling merasa dirugikan (saling menguntungkan). Ditinjau dari praktek, pelaksanaan, prosedur, dan ketentuan gadai yang berlaku baik secara adat maupun hukum islam, maka praktek gadai sawah di Desa Pocangan Sukowono Jember adalah sah. Karena telah memenuhi ketentuan yang berlaku dalam Islam termasuk telah memenuhi rukun dan syarat sahnya gadai. Sedangkan hukum pemanfaatan sawah sebagai Marhun oleh murtahin di Desa Pocangan Sukowono Jember, ditinjau dari hukum Islam terjadi perbedaan pendapat. Menurut ulama’ hanafiyah dan Hanabilah adalah boleh dengan syarat mendapat izin dari Rahin. Sedangkan menurut ulama’ syafi’iyah, hukumnya tidak boleh karena yang berhak mengambil manfaat dari marhun itu adalah rahin dan bukan Murtahin
Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Akad Sewa Menyewa (Ijarah) Sawah Di Desa Kemirian Tamanan Bondowoso Haerullah; Muhyidin, Ahmad; Jupriyanto, Muhammad
ESA : JURNAL KAJIAN EKONOMI SYARIAH Vol 3 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU SYARIAH ABU ZAIRI BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/esa.v3i2.21

Abstract

Ijarah adalah bagian dari transaksi mu’amalah di mana dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan syari’ah, sehingga pihak yang menyewa dan pihak yang menerima sewa tidak ada anatara yang dirugikan. Untuk menghindari potensi terjadinya pihak-pihak dirugikan dari pelaksanaan akad Ijarah atau sewa menyewa ini, maka Islam hadir untuk memberi tuntunan dan panduan dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pelaksanaan akad sewa menyewa (Ijarah) sawah di Desa Kemirian Tamanan Bondowoso, (2) mendeskripsikan Analisis Hukum Islam terhadap pelaksanaan akad sewa menyewa (Ijarah) sawah di Desa Kemirian Tamanan Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi kasus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondesasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, adapun keabsahan datanya adalah menggunakan tringulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; (1) pelaksanaan akad sewa menyewa sawah di Desa Kemirian Tamanan Bondowoso yaitu Musta’jir memberi informasi kepada Mu’ajjir, Musta’jir dan Mu’ajjir mendatangi lokasi sawah (Ma’jur), Mu’ajjir menjelaskan mengenai ukuran dan manfaat sawah, keduanya melakukan transaksi harga sewa dan durasi waktu sewa. dilakukan ijab Qabul, transaksi sawah dilakukan secara lisan (‘aqdun al-lisan) dan tidak menyertakan penrjanjian tertulis karena keduanya sudah saling percaya. Musta’jir dapat melakukan penawaran untuk memperpanjang durasi sewa manakala durasi waktu sewanya akan habis. manakala Mu’ajjir menyepakatinya. perpanjangan durasi sewa, biasanya Mu’ajjir menaikkan harga sewa, Jika keduanya sepakat maka transaksi dilaksanakan kembali untuk durasi waktu sewa. Pelaksanaan Akad sewa menyewa sawah dilaksanakan secara kontan, dan (2) Analisis hukum Islam terhadap pelaksanaan akad sewa menyewa sawah di Desa Kemirian Tamanan Bondowoso adalah boleh dan sah karena telah memenuhi syarat, rukun, dan aturan main sewa menyewa yang berlaku dalam Islam. Adapun ketentuan dalam akad sewa menyewa meliputi: syarat sah sewa menyewa yaitu adanya Ijab Qabul, jenis barang yang disewa, kadar/ukuran barang yang disewa, dan harga yang disepakati. Sedangkan rukun sewa menyewa adalah Penyewa (Musta’jir) Pemberi sewa (Mu’ajjir), Objek sewa (Ma’jur), Harga/Upah sewa (Ujrah), Manfaat (Manfaah), Ijab qabul (Sighat).
PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN, DAN CITRA TOKO TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO RITEL Ahmadi; Muhyidin, Ahmad
ESA : JURNAL KAJIAN EKONOMI SYARIAH Vol 4 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU SYARIAH ABU ZAIRI BONDOWOSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/esa.v4i2.78

Abstract

Looking at it from a business phenomenon above, the researcher intends to conduct research with the title: "The Effect of Product Quality, Service Quality, and Customer Satisfaction Against Image Store Retail Stores". The population in this study is the wholesaler who became Amin Jaya consumers shop Jepara regency. Sample of 100 respondents was taken and the techniques used are nonprobability sampling technique with purposive sampling approach. Data was collected using a survey method through questionnaires filled out by consumers. Then the data were analyzed by using regression analysis. This analysis includes the Test Validity, Reliability Test, regression analysis, and hypothesis testing through f and t test. From the analysis using linear regression can be seen that the variable product quality, service quality and store image has a positive effect on customer satisfaction Amin Jaya store. The analysis using the t test can know the quality of service and the image of the store has a positive effect on customer satisfaction and the quality of the product does not affect the consumer satisfaction. The analysis using the coefficient of determination is known that 40.5% customer satisfaction variables can be explained by the variation of the variable product quality, service quality and store image. While the rest is explained by other variables.