Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kuat Geser Cross-Laminated Bamboo (CLB) dengan Variasi Sudut Orientasi Lamina Yudhi Arnandha; Rimba Sugandhi; Hulfa Istikomah
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.18060

Abstract

Bambu petung (Dendrocalamus asper) memiliki potensi besar sebagai material konstruksi berkelanjutan karena memiliki kekuatan mekanik tinggi, siklus tumbuh cepat, dan ramah lingkungan. Namun, variasi dimensi dan sifat mekanik bambu membatasi penggunaannya secara langsung sebagai elemen struktural. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi sudut orientasi lamina terhadap perilaku kuat geser panel Cross Laminated Bamboo (CLB) berbahan bambu petung. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan 16 benda uji panel CLB berukuran 350 × 200 × 30 mm dengan empat variasi sudut orientasi lamina tengah, yaitu 30°, 45°, 60°, dan 90°. Panel direkatkan menggunakan perekat Polyvinyl Acetate (PVAc). Pengujian fisik meliputi kadar air dan kerapatan, sedangkan pengujian kuat geser dilakukan menggunakan metode center-point loading berdasarkan ASTM D198 dengan flexural testing machine berkapasitas 100 kN. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan kadar air rata-rata berada pada rentang 12,04%–14,58% dan kerapatan rata-rata berkisar 0,617–0,655 g/cm³. Nilai kuat geser rata-rata tertinggi diperoleh pada variasi sudut 60° sebesar 1,830 MPa, diikuti 30° sebesar 1,715 MPa, 45° sebesar 1,513 MPa, dan 90° sebesar 1,357 MPa. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa variasi sudut orientasi lamina berpengaruh signifikan terhadap kuat geser panel CLB (Fhitung = 8,182 > Fkritis = 3,490; p-value = 0,003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa orientasi lamina memengaruhi perilaku geser panel CLB, dengan konfigurasi 60° memberikan performa terbaik. Temuan ini mendukung pengembangan bambu rekayasa sebagai material struktural ramah lingkungan untuk konstruksi berkelanjutan.