Penelitian ini mengkaji optimalisasi fungsi aplikasi SIMAORI dalam mendukung percepatan penyelesaian laporan masyarakat di Ombudsman Republik Indonesia. Volume laporan masyarakat yang terus meningkat dari 18.111 laporan pada 2021 menjadi 23.596 pada 2025 menuntut sistem pengelolaan arsip yang efisien dan terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur dengan tujuh informan dari Biro SDMU dan Biro AP4, serta studi dokumen internal. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman dan kerangka penilaian sosioteknis Laudon & Laudon (2020) yang mencakup dimensi organisasi, manajemen, dan teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan SIMAORI telah mendigitalisasi empat fungsi utama yaitu pencatatan, klasifikasi otomatis, akses dokumen secara real-time, dan temu kembali dokumen. Namun sistem belum optimal karena tidak tersedianya fitur distribusi otomatis ke Keasistenan Utama, sehingga distribusi laporan masih dilakukan manual melalui email dan WhatsApp setiap hari. Kendala lain meliputi kesalahan klasifikasi kode LM, ketergantungan pada PDN tanpa backup lokal, dan fitur pencarian yang tidak akurat. Upaya optimalisasi berupa bimbingan teknis, FGD, dan pengajuan penambahan fitur belum terealisasi optimal karena terkendala anggaran dan kontrak vendor. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan fitur distribusi otomatis, penerbitan SK wajib penggunaan SIMAORI, dan penjadwalan bimbingan teknis secara rutin.