Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan intervensi nonfarmakologis seperti aktivitas fisik teratur. Salah satu aktivitas fisik yang dapat diterapkan adalah senam diabetes melitus yang berperan dalam meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot sehingga membantu mengontrol kadar gula darah. Tujuan penerapan ini adalah mengetahui hasil penerapan senam diabetes melitus terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek dalam penerapan ini berjumlah 2 pasien diabetes melitus yang diberikan intervensi senam diabetes melitus selama 3 hari dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Pengukuran kadar gula darah dilakukan menggunakan glucometer sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan kadar gula darah pada kedua responden setelah dilakukan senam diabetes melitus. Pada responden pertama, kadar gula darah mengalami penurunan dari 376 mg/dL menjadi 204 mg/dL, sedangkan pada responden kedua mengalami penurunan dari 302 mg/dL menjadi 155 mg/dL. Perubahan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kadar gula darah setelah penerapan senam diabetes melitus selama periode intervensi. Penerapan senam diabetes melitus dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas untuk membantu mendukung pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.